;

Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan

Ekonomi Yoga 13 Feb 2024 Kompas
Mengolah Sampah APK Menjadi Cuan

Muhammad Aldino (28) memilih sejumlah baliho kampanye dari tumpukan bahan serupa di halaman tempat kerajinan barang bekas miliknya di Jagakarsa, Jaksel, kemudian didaur ulang. Di dalam studio berukuran 12 x 6 meter itu, ia dan sejumlah rekannya menghasilkan berbagai barang, seperti tas, kursi, meja, dan papan, berbahan limbah alat peraga kampanye (APK). Kelompok perekayasa barang Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD) menginisiasi program daur ulang limbah APK bersama merek lokal ramah lingkungan Stuffo. Aldino adalah salah satu anggota dalam tim kolaborasi tersebut. Sampah APK itu didapat dari kegiatan pembersihan atribut pemilu pada masa tenang sejak Minggu (11/2).

Selain mendapat dari warga dan petugas, kelompok tersebut turun ke lapangan untuk membantu proses pencabutan di beberapa wilayah Jaksel. ”Kami mengolah limbah spanduk atau banner menjadi berbagai barang yang bermanfaat dan bernilai jual. Untuk olahan, bisa menjadi kursi, lantai portabel, meja, papan multipleks, hingga bata. Harga bervariasi, mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 1 jutaan (per barang),” kata Aldino saat ditemui, Senin (12/2). Aldino menyebutkan, papan multipleks terbuat dari beberapa lapis banner. Karakteristik dan ketebalan multipleks yang mirip dengan papan kayu membuat hasil olahannya menjadi pengganti kayu.

Riset mengenai multipleks itu dimulai tiga bulan lalu, saat ada pemilik percetakan elektronik datang ke studionya menawarkan sisa banner untuk diolah. Sebab, banyak banner yang sering dibakar di tempat pembuangan sampah. Setelah berkali-kali mencoba, Aldino dan rekannya berhasil menemukan formula untuk mengolah banner berbahan flexi frontlite asal Korea dan China itu. Bahan tersebut banyak digunakan karena murah. Mereka juga membuat tas dari flexi asal Jerman karena bahannya tebal. Namun, tidak cocok jika menggunakan flexi Korea dan China karena bahannya cepat robek. Adapun hasil cacahan banner berbahan flexi juga bisa diolah menjadi bata. Hasil olahan limbah itu dijual di lokapasar (marketplace) situs web, sejumlah toko, dan berdasarkan pemesanan. Pengerjaan olahan paling cepat tiga jam dan paling lama empat hari, tergantung dari tingkat kesulitannya. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :