TOTL Kejar Kontrak Rp 3,5 Triliun
Emiten konstruksi swasta, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) berusaha meningkatkan kinerja bisnisnya sepanjang tahun 2024. Manajemen TOTL mengincar kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun sepanjang tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari target kontrak baru TOTL pada 2023 yang sebesar Rp 2,9 triliun. Adapun pada Januari 2024 lalu, TOTL mampu mencatatkan kontrak baru sekitar Rp 237 miliar. Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta menyampaikan, pihaknya terus aktif mencari proyek-proyek konstruksi guna memenuhi target kontrak baru tahun ini. Saat ini, TOTL sedang terlibat dalam sejumlah tender proyek infrastruktur dengan nilai sekitar Rp 8,7 triliun. Sejalan dengan target kontrak baru yang diincar di tahun ini, Manajemen Total Bangun Persada berharap dapat membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing sekitar Rp 3,1 triliun dan Rp 150 miliar. Perhelatan pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang berjalan lancar juga diharapkan memudahkan TOTL dalam menggapai proyek baru sepanjang tahun ini. Sebab, para pemilik proyek kini tidak lagi khawatir terhadap kelangsungan usahanya usai Pemilu. Sebagai respon atas tantangan tersebut, Total Bangun Persada telah menerapkan beberapa inisiatif strategis guna mempertahankan kinerja perusahaan. Salah satunya adalah menjaga arus kas keuangan tetap positif. Salah satunya dengan melakukan efisiensi dan optimalisasi kinerja maupun biaya operasional perusahaan ini. Lebih lanjut, pihak TOTL menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 8 miliar pada 2024. Dana tersebut hendak dipakai untuk penyediaan peralatan proyek serta peralatan dan software IT. Mengutip materi paparan publik beberapa bulan lalu, TOTL tercatat memiliki rekam jejak sejumlah proyek pembangunan properti. Per kuartal III-2023, pendapatan usaha TOTL tercatat sebesar Rp 2,07 triliun atau naik 19,54% secara tahunan year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Dari jumlah pendapatan di kuartal III-2023 tersebut, mayoritas berasal dari bisnis jasa konstruksi yang mencapai Rp 2,06 triliun. Pencapaian ini naik 19,07% secara yoy.
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
23 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023