PROYEKSI PENJUALAN MOBIL : Penjualan Mobil Tetap Menantang
Situasi perekonomian diperkirakan masih belum akan berpihak pada industri otomotif. Penjualan mobil terpantau masih lesu sampai dengan April 2024 dan masih akan berlanjut hingga sepanjang kuartal II/2024. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2024 sebesar 5,11% belum cukup untuk memberikan sentimen positif terhadap penjualan mobil. Pasalnya, perekonomian Tanah Air masih tetap menantang pada kuartal-kuartal berikutnya. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan untuk mengerek naik penjualan mobil setidaknya laju ekonomi Indonesia harus tumbuh di level 5%. Sementara, ekonomi kuartal II/2024 masih terjal sehingga berharap mengalami perbaikan. Berdasarkan Gaikindo yang diterima Bisnis, penjualan mobil domestik secara wholesales pada Januari—April 2024 sebanyak 263.706 unit atau turun 22,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 341.582 unit.
Penjualan secara ritel pada Januari—April 2024 sebanyak 289.551 unit atau turun 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 339.954 unit. Bila melihat data terbaru dari Gaikindo, PT Astra International Tbk (ASII) masih memimpin pasar domestik secara wholesales. Hal ini terlihat dari total penjualan Toyota mencapai 80.856 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar dari Toyota berada di level 30,7% dari total nasional. Kemudian entitas Astra lainnya yakni Daihatsu mencatatkan total penjualan yang menembus 55.484 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar 21%.Honda memiliki catatan penjualan 32.677 unit pada Januari—April 2024 dengan pangsa pasar 12,4%.
Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan motor domestik mencapai 2.154.226 unit pada Januari—April 2024 atau turun 1,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.178.396 unit.Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan kenaikan harga bahan pokok terutama dari sektor pangan menyebabkan masyarakat turut mengurangi pembelian barang yang bersifat sekunder.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Benahi Masalah Fundamental
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023