;

INDUSTRI PENERBANGAN : AVIASI MELANDAI PADA AWAL TAHUN

Ekonomi Hairul Rizal 04 May 2024 Bisnis Indonesia
INDUSTRI PENERBANGAN : AVIASI MELANDAI PADA AWAL TAHUN

Kinerja industri penerbangan diproyeksi bakal melaju pada tahun ini meski laporan terbaru mendapati adanya perlambatan jumlah pelaku perjalanan untuk rute domestik dan internasional sepanjang kuartal I/2024. Mengacu pada laporan Badan Pusat Statistik, jumlah penumpang angkutan udara untuk rute domestik turun 3,51% secara bulanan dari 4,70 juta pada Februari menjadi 4,54 juta pada Maret 2024. Sementara itu, sepanjang Januari-Maret, volume penumpang domestik menyentuh 14,07 juta kunjungan, turun tipis 0,95% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar 14,21 juta penumpang. Dari lima bandara utama di Tanah Air, Kualanamu di Sumatra Utara mengalami penurunan cukup tajam hingga 12,61% YoY pada kuartal I/2024. Disusul oleh Bandara Hasanuddin, Makassar merosot hingga 6% dan Soekarno Hatta turun 1,94% dalam tiga bulan pertama tahun ini. 

Sementara itu pada angkutan udara internasional, jumlah penumpang meningkat cukup drastis hingga 27,75% pada Januari - Maret 2024 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi menuturkan bahwa salah satu faktor penurunan jumlah penumpang adalah momentum Ramadan. Umumnya, masyarakat mengurangi perjalanan udara sebelum memasuki musim mudik Lebaran. Dari data Angkasa Pura Indonesia, 37 bandara kelolaan baik domestik maupun internasional mampu melayani 11,4 juta penumpang selama periode Maret 2024. Jumlah ini turun 1,9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 11,6 juta penumpang. Pada sisa tahun, InJourney Airports turut mengatur sejumlah strategi untuk meningkatkan trafi k di bandara yang dikelola. Di antaranya melalui kolaborasi dengan perusahaan yang tergabung dengan ekosistem pariwisata InJourney Group, membuka rute baru dan event berskala nasional maupun internasional. 

Setali tiga uang, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan bahwa awal tahun selalu menjadi salah satu periode low season dalam industri aviasi. Kinerja sektor penerbangan lebih banyak tertolong oleh euforia masyarakat melakukan perjalanan usai Covid-19 dan momen Tahun Baru Imlek. Penurunan kinerja sektor ini berbanding terbalik dengan realisasi volume kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. BPS mencatat jumlah kunjungan wisman selama Januari–Maret 2024 menembus 3,03 juta atau naik 25,43% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Alvin yang juga Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) ini memproyeksikan kinerja industri penerbangan akan lepas landas pada tahun ini usai mencatatkan kinerja kurang memuaskan usai pagebluk. 

Asosiasi memproyeksikan sedikitnya 75 juta tiket penerbangan rute domestik akan terjual sepanjang tahun ini seiring dengan usainya perhelatan Pilpres sehingga kembali memicu geliat bisnis. Perkiraan tersebut naik tajam dari realisasi penjualan tiket 2023 yang menyentuh 66 juta tiket. Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Arab Saudi resmi menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pengaturan angkutan udara. Melalui kesepakatan ini, rute penerbangan dari seluruh bandara internasional di Arab Saudi dapat mendarat di bandara di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Makassar dan Denpasar.

Download Aplikasi Labirin :