;
Tags

Startup

( 184 )

7 Startup Indonesia Masuk Daftar Unicorn Global

KT1 22 May 2024 Investor Daily

Sebanyak tujuh usaha rintisan berbasis teknologi (startup) asal Indonesia yang punya valuasi minimal US$ 1 miliar (unicorn) masuk dalam daftar global yang disusun  oleh CB Insights, berdasarkan data hingga Maret 2024. Jumlah tersebut berkurang satu  dibandingkan delapan startup pada September 2023. Di tengah masa sulitnya  pendanaan, mereka terus berusaha untuk berinovasi dan mengembangkan bisnisnya agar tetap tumbuh berkelanjutan.

Tujuh startup yang bertahan pada daftar CB Insight hingga akhir kuartal 1 tahun ini terdiri atas Traveloka (financial services), eFishery (indsutrial agritech), DANA (financial), Kopi Kenangan (cosumer & retail beverage), Ajaib (financial services), dan Xendit  (finansial). Semua startup tersebut mempunyai nilai/valuasi perusahaan sekitar US$ 10,43 miliar. Terjadi penurunan valuasi cukup dalam karena pada September 2023 masih US$ 32,43 miliar. Penyebabnya, J&T Express/J&T Forwarder's (HK) Cp Ltd  telah dikeluarkan dari daftar.  (Yetede)

Kemenkominfo dan IBM Hadirkan Inkubasi Startup

KT1 16 May 2024 Investor Daily

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama IBM kembali membuka program pendaftaran inkubasi Startup Studia Indonesia (SSI). Kegiatan ini digelar bagi startup tahap awal yang tertarik untuk meningkatkan skala bisnis (Scale up) dan mengikuti pembinaan agar produk siap masuk ke pasar (product-product fit/PMF). Setelah sukses meluluskan 132 dari delapan batch sebelumnya, pada 2024 ini, proram SSI hadir dengan bendera  dan nama baru, yakni SSI X IBM, hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi global IBM asal Amerika Serikat. Melalui program tersebut, tidak hanya bertujuan untuk membantu para founder strartup menjadi PMF, tetapi juga membuka peluang bagi startup untuk menjadi official build partner IBM dan mendapatkan eksposur  ke jajaran klien serta ekosistem IBM. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo Boni Pujianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan kurikulum pelatihan yang praktis, tepat guna dan sesuai kebutuhan para peserta startup. "Kolaborasi terbaru SSI dengan IBM diharapkan dapat membantu startup untuk mencapai PMF, menciptakan model finansial yang berkelanjutan, serta memiliki rencana yang solid dalam pencapaian profitabilitas," ungkap Boni. (Yetede)

Startup Jejaki Raih Pendanaan US$ 2,7 Juta

KT1 15 May 2024 Investor Daily
PT Jejak Enviro Teknologi (Jejakin), perusahaan startup solusi perubahan iklim (climate  tech) asal Indonesia yang fokus  pada pengembangan platform manajemen karbon, berhasil mendapatkan pendanaan baru senilai US$ 2,7 juta. Pendanaan akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi, pertumbuhan pasar dan lainnya. Investor yang terlibat termasuk PT ITM Bhineka Power, bersama perusahaan modal ventura (venture capital) dan korporasi terkemuka lain di Asia Tenggara, yakni Indogen Capital, SMDV, dan Ventures. CEO & Founder Jejakin Arfan Arlanda mengatakan, pihaknya senang telah mendapatkan  dukungan dari para investor yang luar biasa, salah satunya East Ventures. "Kami yakin pendanaan ini akan mendorong kami maju dalam misi untuk meningkatkan kondisi lingkungan dengan mempercepat aksi mitigasi iklim menggunakan teknologi," ujar Arfan. (Yetede)

Startup Runchise Raih Pendanaan US$ 1 Juta

KT1 08 May 2024 Investor Daily

Runchise, startup manajemen dan restoran waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, mengumumkan masuknya pendanaan baru senilai US$ 1 juta dari investor sebelumnya, yakni East Ventures dan Genesisi Ventures. Dengan pendanaan baru tersebut, fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan profitabilitas  restoran. Selain itu,  Runchise memprioritaskan investasi  kegiatan branding, ekspansi untuk memperluas  jankauan ke lebih banyak bisnis berkembang. Co-Founder dan CEO Runchise Daniel Witono mengatakan, pihaknya senang bisa terus menerima dukungan dari investor lama. Penanaman ini pun diyakininya merupakan bentuk kepercayaaan yang kuat terhadap solusi Runchise untuk memberdayakan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Tanah Air. "Kami percaya bahwa teknologi merupakan  alat penting dalam memastikan  efisiensi operasional di industri ini. Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif yang disesuaikan kebutuhan pelaku industri, sehingga membantu peningkatan dan memanfaatkan peluang yang ada," ungkap Daniel. (Yetede)

Startup Runchise Raih Pendanaan Modal Ventura

HR1 08 May 2024 Kontan

Perusahaan modal ventura East Ventures dan Genesia Ventures memimpin pendanaan baru untuk perusahaan rintisan atau startup manajemen restoran dan waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, yakni Runchise. Nilai pendanaan yang diberikan kedua perusahaan modal ventura ini kepada Runchise mencapai US$ 1 juta. Melisa Irene, Partner East Ventures, mengatakan, pendanaan yang diberikan untuk Runchise dipercaya bisa menjadikan startup tersebut memainkan peran penting dalam mendorong digitalisasi ekosistem food & beverage (F&B) di Indonesia. "Kami senang berinvestasi lagi di Runchise, dengan peluang besar di industri F&B," kata Melisa dalam keterangannya, Selasa (7/5). Sebagai informasi, Runchise didirikan pada tahun 2022 oleh Daniel Winoto selaku Co-Founder dan Chief Executive Officer serta Ivana Widjaja sebagai Co-Founder dan Chief Operation Officer. Runchise telah membantu ratusan brand dalam meningkatkan dan menyederhanakan proses bisnis kuliner, terutama dalam memperluas wilayah operasionalnya. Pendanaan baru akan digunakan Runchise untuk untuk memperluas jangkauan pasar perusahaan.

Pendanaan Startup Asia Tenggara Belum Pulih

KT1 30 Apr 2024 Investor Daily

Pendanaan yang masuk ke bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) di kawasan Asia Tenggara, termasuk indonesia, tahun 2024 hingga kuartal I belum menunjukkan pemulihan. Kondisi tersebut pun mengonfirmasi masih beratnya perusahaan startup untuk ekspansi bisnis karena langkah investasi yang masuk. Sementara itu, dua negara tetap menjadi tujuan utama pendanaan startup, yakni Indonesia dan Singapura yang banyak menyasar bisnis teknologi keuangan (fintech). Data yang dirangkum oleh DealStreetAsia, platform digital yang banyak fokus pada riset dan publikasi perusahaan teknologi, menyebutkan, pada kuartal  I-2024, pendanaan yang masuk ke startup di kawasan Asia Tenggara turun US$ 1,44 miliar (100,56%) menjadi US$ 1,14 miliar dari kuartal yang sama tahun 2023 masih bisa mencapai US$ 2,58 miliar. "Khusus pada bulan maret 2024, startup di kawasan Asia Tenggara masih mampu mengumpulkan pendanaan US$ 498 juta, meningkat 28% dari bulan sebelumnya. Nilai pendanaan ini merupakan jumlah tertinggi yang berhasil dikumpulkan sepanjang tahun 2024," ungkap DealSteetAsia, dalam paparan risetnya. (Yetede)

Adi Reza dan Annisa Wibi Ismarlant, Kulit dari Serat Jamur yang Mendunia

KT3 29 Apr 2024 Kompas (H)

Perusahaan rintisan yang dibangun Adi Reza Nugroho, Annisa Wibi, dan kawan-kawan fokus menciptakan dampak sosial positif. Dengan sentuhan teknologi inovatif, mereka mengolah jamur dan limbah pertanian menjadi bahan furniture ramah lingkungan. Mereka adalah dua di antara lima co-founder perusahaan rintisan atau start up Mycotech Lab (MYCL). MYCL mendapat dana hibah sebesar 250.000 dollar Singapura (Rp 2,9 miliar) pada Konferensi Filantropi Asia (Philanthropy Asia Summit/PAS) 2024 di Singapura, 15-17 April lalu. MYCL diumumkan sebagai salah satu peserta dalam kelompok pertama program mentoring amplifier (penguat). Program ini digelar the Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) dan Philanthropy Asia Alliance (PAA), yang merupakan entitas ekosistem Temasek Trust, Singapura.

Adi, selaku Chief Executive Officer (CEO) MYCL menuturkan, perusahaan mereka mengikuti program mentoring amplifier setelah mendapat masukan dari investor. Mereka kemudian membuat pengajuan dan mengikuti proses seleksi ketat. Untuk mendapatkan dana hibah dan program mentoring dari para ahli, MYCL bersaing dengan 140 perusahaan rintisan dari 35 negara. Akhirnya, hanya lima start-up yang terpilih. Dua di antaranya dari Indonesia. MYCL mencoba menyelamatkan bumi dengan menawarkan alternatif berkelanjutan melalui penggunaan serat jamur, yang disebut miselium sebagai pengganti kulit hewani. Mereka memanfaatkan limbah jamur tiram.

Dengan sistem pengolahan yang mirip dengan tempe, MYCL mengikat miselium dengan limbah pertanian seperti bonggol jagung dan serbuk kayu, lalu menumbuhkannya menjadi bahan yang disebut mylea atau mycelium leather (kulit miselium). Bahan kulit ini tahan api, tahan air, dan fleksibel, bahkan dapat diubah menjadi berbagai produk mode. Pengembangan produk teknologi miselium dimulai tahun 2015 ketika MYCL berdiri. Ia bersama Annisa dan tiga rekan lainnya, yaitu Robby Zidna Ilman, Ronaldiaz Hartantyo, dan M Arkha Bentangan mengawali MYCL dari usaha Growbox pada 2013. Growbox adalah bisnis media tanam yang mengedukasi konsumen untuk menumbuhkan jamur sendiri. Sejak 2020 konsumen aktif produk MYCL sudah lebih dari 500 orang, 30 % di antaranya adalah pelanggan tetap. ”Konsumen kami berasal dari 48 negara. Tiga terbesar dari Jepang, Singapura, dan AS,” ujar Adi.

Di pasar domestik, MYCL bekerja sama dengan beberapa jenama mode di Bandung yang memproduksi sepatu, sandal, dompet, tali jam tangan, hingga tas. Sejak 2021, produk MYCL juga tampil di Paris Fashion Week. ”Sepanjang 2023, kami mengirim 2.000 square feet (kaki persegi) mylea kepada pelanggan. Kalau semua bahan kulit itu dijadikan sepatu kira-kira setara 600 pasang,” kata Adi. Omzet MYCL mereka pada 2023 sekitar 150.000-180.000 USD, kecil karena kapasitas produksinya baru 10.000 square feet per tahun. ”Ini masih kecil, karena industri sepatu sekali order bisa 1 juta square feet.” MYCL sudah berbentuk perseroan terbatas dengan nama PT Miko Bahtera Nusantara. Produk perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp ini juga sudah dipatenkan. Produknya kini juga diproduksi di Jepang oleh MYCL Jepang yang mendapat lisensi teknologi dari MYCL Indonesia. (Yoga)

Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana

KT3 16 Apr 2024 Kompas

Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura, Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.

Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima 139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik, pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga alam di Asia. (Yoga) 

Gaji Pekerja Startup RI Turun hingga 7%

KT1 07 Mar 2024 Investor Daily
Gaji para perusahaan startup di indonesia turun menjadi 7% pada 2023 akibat 'musim dingin' pendanaan dan sulitnya bisnis (Winter tech) yang telah berlangsung sejak tahun 2022. Penurunan gaji di tanah Air tersebut  lebih buruk dari pada di daeerah Vietnam yang turun hingga 4%. Sedangkan di negara Singapura, pekerja Startup justru menerima kenaikan gaji hingga 8% pada tahun lalu seiring dengan program pengembangan kecerdasan buatan (Artificial intelegence/AI) dan standar biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Sementara itu, secara keseluruhan gaji pekerja startup di Indonesia dan Vietnam rata-rata sama turun 3% dan Singapura justru naik 5% tahun 2023. Data tersebut merupakan hasil dari riset yang dilakukan oleh Glints dan Monk's Hill Ventures dalam tema besar laporan Tren talenta Startup di Asia tenggara 2024.

Pendanaan Startup RI Lambat di Awal Tahun

KT1 01 Mar 2024 Investor Daily
Pendanaan investor kepada perusahaan startup di Tanah Air  berjalan lambat pada awal 2024 hingga Januari dibandingkan periode sama tahun yang lalu. Hal ini bisa jadi mengonfirmasi prediksi sebelumnya, yakni masih lesunya pendanaan startup (winter technology) hingga 2024 setelah sempat mencapai puncak pada 2021 mencapai sekitar  US$ 9,7 miliar. Namun, bisnis startup bisa saja segera bangkit tahun ini, namun diawali  dengan pendanaan yang hati-hati dari para pemilik modal. Sejak tahun 2022 dan 2023, para investor masih lebih tertarik terhadap  investasi portfolio lain, diantaranya saham dan obligasi, karena masih tingginya suku bunga acuan  global dipicu pertumbuhan  ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Investasi tersebut lebih memberikan potensi keuntungan bagi  investor dibandingkan startup yang banyak berguguran dan menghabiskan banyak pendanaan. (Yetede)