Startup
( 184 )7 Startup Indonesia Masuk Daftar Unicorn Global
Sebanyak tujuh usaha rintisan berbasis teknologi (startup) asal Indonesia yang punya valuasi minimal US$ 1 miliar (unicorn) masuk dalam daftar global yang disusun oleh CB Insights, berdasarkan data hingga Maret 2024. Jumlah tersebut berkurang satu dibandingkan delapan startup pada September 2023. Di tengah masa sulitnya pendanaan, mereka terus berusaha untuk berinovasi dan mengembangkan bisnisnya agar tetap tumbuh berkelanjutan.
Tujuh startup yang bertahan pada daftar CB Insight hingga akhir kuartal 1 tahun ini terdiri atas Traveloka (financial services), eFishery (indsutrial agritech), DANA (financial), Kopi Kenangan (cosumer & retail beverage), Ajaib (financial services), dan Xendit (finansial). Semua startup tersebut mempunyai nilai/valuasi perusahaan sekitar US$ 10,43 miliar. Terjadi penurunan valuasi cukup dalam karena pada September 2023 masih US$ 32,43 miliar. Penyebabnya, J&T Express/J&T Forwarder's (HK) Cp Ltd telah dikeluarkan dari daftar. (Yetede)
Kemenkominfo dan IBM Hadirkan Inkubasi Startup
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama IBM kembali membuka program pendaftaran inkubasi Startup Studia Indonesia (SSI). Kegiatan ini digelar bagi startup tahap awal yang tertarik untuk meningkatkan skala bisnis (Scale up) dan mengikuti pembinaan agar produk siap masuk ke pasar (product-product fit/PMF). Setelah sukses meluluskan 132 dari delapan batch sebelumnya, pada 2024 ini, proram SSI hadir dengan bendera dan nama baru, yakni SSI X IBM, hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi global IBM asal Amerika Serikat. Melalui program tersebut, tidak hanya bertujuan untuk membantu para founder strartup menjadi PMF, tetapi juga membuka peluang bagi startup untuk menjadi official build partner IBM dan mendapatkan eksposur ke jajaran klien serta ekosistem IBM. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo Boni Pujianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan kurikulum pelatihan yang praktis, tepat guna dan sesuai kebutuhan para peserta startup. "Kolaborasi terbaru SSI dengan IBM diharapkan dapat membantu startup untuk mencapai PMF, menciptakan model finansial yang berkelanjutan, serta memiliki rencana yang solid dalam pencapaian profitabilitas," ungkap Boni. (Yetede)
Startup Jejaki Raih Pendanaan US$ 2,7 Juta
Startup Runchise Raih Pendanaan US$ 1 Juta
Runchise, startup manajemen dan restoran waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, mengumumkan masuknya pendanaan baru senilai US$ 1 juta dari investor sebelumnya, yakni East Ventures dan Genesisi Ventures. Dengan pendanaan baru tersebut, fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan profitabilitas restoran. Selain itu, Runchise memprioritaskan investasi kegiatan branding, ekspansi untuk memperluas jankauan ke lebih banyak bisnis berkembang. Co-Founder dan CEO Runchise Daniel Witono mengatakan, pihaknya senang bisa terus menerima dukungan dari investor lama. Penanaman ini pun diyakininya merupakan bentuk kepercayaaan yang kuat terhadap solusi Runchise untuk memberdayakan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Tanah Air. "Kami percaya bahwa teknologi merupakan alat penting dalam memastikan efisiensi operasional di industri ini. Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif yang disesuaikan kebutuhan pelaku industri, sehingga membantu peningkatan dan memanfaatkan peluang yang ada," ungkap Daniel. (Yetede)
Startup Runchise Raih Pendanaan Modal Ventura
Perusahaan modal ventura East Ventures dan Genesia Ventures memimpin pendanaan baru untuk perusahaan rintisan atau
startup
manajemen restoran dan waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, yakni Runchise. Nilai pendanaan yang diberikan kedua perusahaan modal ventura ini kepada Runchise mencapai US$ 1 juta.
Melisa Irene,
Partner
East Ventures, mengatakan, pendanaan yang diberikan untuk Runchise dipercaya bisa menjadikan
startup
tersebut memainkan peran penting dalam mendorong digitalisasi ekosistem
food & beverage
(F&B) di Indonesia. "Kami senang berinvestasi lagi di Runchise, dengan peluang besar di industri F&B," kata Melisa dalam keterangannya, Selasa (7/5).
Sebagai informasi, Runchise didirikan pada tahun 2022 oleh Daniel Winoto selaku
Co-Founder
dan
Chief Executive Officer
serta Ivana Widjaja sebagai
Co-Founder
dan
Chief Operation Officer. Runchise telah membantu ratusan
brand
dalam meningkatkan dan menyederhanakan proses bisnis kuliner, terutama dalam memperluas wilayah operasionalnya. Pendanaan baru akan digunakan Runchise untuk untuk memperluas jangkauan pasar perusahaan.
Pendanaan Startup Asia Tenggara Belum Pulih
Pendanaan yang masuk ke bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) di kawasan Asia Tenggara, termasuk indonesia, tahun 2024 hingga kuartal I belum menunjukkan pemulihan. Kondisi tersebut pun mengonfirmasi masih beratnya perusahaan startup untuk ekspansi bisnis karena langkah investasi yang masuk. Sementara itu, dua negara tetap menjadi tujuan utama pendanaan startup, yakni Indonesia dan Singapura yang banyak menyasar bisnis teknologi keuangan (fintech). Data yang dirangkum oleh DealStreetAsia, platform digital yang banyak fokus pada riset dan publikasi perusahaan teknologi, menyebutkan, pada kuartal I-2024, pendanaan yang masuk ke startup di kawasan Asia Tenggara turun US$ 1,44 miliar (100,56%) menjadi US$ 1,14 miliar dari kuartal yang sama tahun 2023 masih bisa mencapai US$ 2,58 miliar. "Khusus pada bulan maret 2024, startup di kawasan Asia Tenggara masih mampu mengumpulkan pendanaan US$ 498 juta, meningkat 28% dari bulan sebelumnya. Nilai pendanaan ini merupakan jumlah tertinggi yang berhasil dikumpulkan sepanjang tahun 2024," ungkap DealSteetAsia, dalam paparan risetnya. (Yetede)
Adi Reza dan Annisa Wibi Ismarlant, Kulit dari Serat Jamur yang Mendunia
Perusahaan rintisan yang dibangun Adi Reza Nugroho, Annisa
Wibi, dan kawan-kawan fokus menciptakan dampak sosial positif. Dengan sentuhan teknologi
inovatif, mereka mengolah jamur dan limbah pertanian menjadi bahan furniture ramah
lingkungan. Mereka adalah dua di antara lima co-founder perusahaan rintisan
atau start up Mycotech Lab (MYCL). MYCL mendapat dana hibah sebesar 250.000 dollar
Singapura (Rp 2,9 miliar) pada Konferensi Filantropi Asia (Philanthropy Asia
Summit/PAS) 2024 di Singapura, 15-17 April lalu. MYCL diumumkan sebagai salah
satu peserta dalam kelompok pertama program mentoring amplifier (penguat).
Program ini digelar the Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) dan
Philanthropy Asia Alliance (PAA), yang merupakan entitas ekosistem Temasek Trust,
Singapura.
Adi, selaku Chief Executive Officer (CEO) MYCL menuturkan,
perusahaan mereka mengikuti program mentoring amplifier setelah mendapat
masukan dari investor. Mereka kemudian membuat pengajuan dan mengikuti proses
seleksi ketat. Untuk mendapatkan dana hibah dan program mentoring dari para
ahli, MYCL bersaing dengan 140 perusahaan rintisan dari 35 negara. Akhirnya,
hanya lima start-up yang terpilih. Dua di antaranya dari Indonesia. MYCL mencoba
menyelamatkan bumi dengan menawarkan alternatif berkelanjutan melalui
penggunaan serat jamur, yang disebut miselium sebagai pengganti kulit hewani. Mereka
memanfaatkan limbah jamur tiram.
Dengan sistem pengolahan yang mirip dengan tempe, MYCL
mengikat miselium dengan limbah pertanian seperti bonggol jagung dan serbuk
kayu, lalu menumbuhkannya menjadi bahan yang disebut mylea atau mycelium
leather (kulit miselium). Bahan kulit ini tahan api, tahan air, dan fleksibel,
bahkan dapat diubah menjadi berbagai produk mode. Pengembangan produk teknologi
miselium dimulai tahun 2015 ketika MYCL berdiri. Ia bersama Annisa dan tiga
rekan lainnya, yaitu Robby Zidna Ilman, Ronaldiaz Hartantyo, dan M Arkha
Bentangan mengawali MYCL dari usaha Growbox pada 2013. Growbox adalah bisnis media
tanam yang mengedukasi konsumen untuk menumbuhkan jamur sendiri. Sejak 2020 konsumen
aktif produk MYCL sudah lebih dari 500 orang, 30 % di antaranya adalah pelanggan
tetap. ”Konsumen kami berasal dari 48 negara. Tiga terbesar dari Jepang,
Singapura, dan AS,” ujar Adi.
Di pasar domestik, MYCL bekerja sama dengan beberapa jenama
mode di Bandung yang memproduksi sepatu, sandal, dompet, tali jam tangan, hingga
tas. Sejak 2021, produk MYCL juga tampil di Paris Fashion Week. ”Sepanjang 2023,
kami mengirim 2.000 square feet (kaki persegi) mylea kepada pelanggan. Kalau semua
bahan kulit itu dijadikan sepatu kira-kira setara 600 pasang,” kata Adi. Omzet
MYCL mereka pada 2023 sekitar 150.000-180.000 USD, kecil karena kapasitas
produksinya baru 10.000 square feet per tahun. ”Ini masih kecil, karena
industri sepatu sekali order bisa 1 juta square feet.” MYCL sudah berbentuk
perseroan terbatas dengan nama PT Miko Bahtera Nusantara. Produk perusahaan bioteknologi
bersertifikat B Corp ini juga sudah dipatenkan. Produknya kini juga diproduksi di
Jepang oleh MYCL Jepang yang mendapat lisensi teknologi dari MYCL Indonesia. (Yoga)
Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana
Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat
suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang
Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura,
Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena
telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan
Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat
produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan
serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior
otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif
melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak
disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.
Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan
dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di
Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan
membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan
dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact
Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima
139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik,
pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta
sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak
pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga
alam di Asia. (Yoga)
Gaji Pekerja Startup RI Turun hingga 7%
Pendanaan Startup RI Lambat di Awal Tahun
Pilihan Editor
-
TRANSISI ENERGI : JURUS PAMUNGKAS AMANKAN EBT
26 Dec 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023









