;

Pendanaan Startup Asia Tenggara Belum Pulih

Ekonomi Yuniati Turjandini 30 Apr 2024 Investor Daily
Pendanaan Startup Asia Tenggara Belum Pulih

Pendanaan yang masuk ke bisnis rintisan berbasis teknologi (startup) di kawasan Asia Tenggara, termasuk indonesia, tahun 2024 hingga kuartal I belum menunjukkan pemulihan. Kondisi tersebut pun mengonfirmasi masih beratnya perusahaan startup untuk ekspansi bisnis karena langkah investasi yang masuk. Sementara itu, dua negara tetap menjadi tujuan utama pendanaan startup, yakni Indonesia dan Singapura yang banyak menyasar bisnis teknologi keuangan (fintech). Data yang dirangkum oleh DealStreetAsia, platform digital yang banyak fokus pada riset dan publikasi perusahaan teknologi, menyebutkan, pada kuartal  I-2024, pendanaan yang masuk ke startup di kawasan Asia Tenggara turun US$ 1,44 miliar (100,56%) menjadi US$ 1,14 miliar dari kuartal yang sama tahun 2023 masih bisa mencapai US$ 2,58 miliar. "Khusus pada bulan maret 2024, startup di kawasan Asia Tenggara masih mampu mengumpulkan pendanaan US$ 498 juta, meningkat 28% dari bulan sebelumnya. Nilai pendanaan ini merupakan jumlah tertinggi yang berhasil dikumpulkan sepanjang tahun 2024," ungkap DealSteetAsia, dalam paparan risetnya. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :