;
Tags

Startup

( 184 )

USAHA RINTISAN, ”Tech Winter” MasihBerlanjut pada 2023

KT3 16 Mar 2023 Kompas

Fenomena tech winter masih akan berlanjut pada tahun 2023. Situasi ini mendorong  perusahaan rintisan bidang teknologi, dari berbagai tahapan, untuk fokus mengejar inovasi model bisnis yang menghasilkan profit. Tech winter adalah kondisi kenaikan biaya modal yang memaksa investor memperketat seleksi investasi mereka untuk memaksimalkan pengembalian investasi dan menurunkan risiko. Peningkatan biaya modal ini karena faktor makro-ekonomi, seperti perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok global. Faktor lainnya, banyak konsumen yang beralih ke layanan digital pada saat pandemi Covid-19 kini sebagian dari mereka kembali menggunakan layanan luring.

”Tech winter sudah terjadi lama karena suku bunga Bank Sentral AS masih tinggi. Perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk. Daya beli konsumen juga relatif masih turun,” ujar  Investment Partner GDP Venture, Antony Liem, saat diskusi ”Navigating Startups: Opportunities & Challenges 2023”, Rabu (15/3) di Jakarta. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut. Hal ini makin mengingatkan pelaku usaha rintisan (start up) bidang teknologi untuk fokus menjalankan bisnis yang menguntungkan. Mendirikan start up jangan lagi dianggap ”gaya hidup” dan menekankan prestasi sebatas perolehan pendanaan. Start up yang berhasil profit juga akan berdampak bagi masyarakat. (Yoga)


Start-up Broom Meraih Pendanaan RRp 155 Miliar

KT1 15 Mar 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID - Broom, start-up/platform digital untuk ekosistem mobil bekas, mengumumkan pendanaan Pra-Seri A senilai US$ 10 juta atau setara Rp 155 miliar. Pendanaan dipimpin oleh Openspace, dengan partisipasi dari MUFG Innovation Partners dan BRI Ventures, bersama dengan investor putaran terdahulu AC Ventures dan Quona Capital. CEO & Co-Founder Broom Pandu Adi Laras mengatakan, dengan pendanaan tersebut, Broom akan melanjutkan diversifikasi layanan serta mengembangkan teknologinya lebih jauh untuk melayani lebih banyak mitra showroom dengan lebih baik. Broom juga ingin meningkatkan kapasitas modal Buyback agar dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi. Sebelum ini, Broom telah mendapatkan fasilitas kredit senilai US$ 12 juta atau setara Rp 186 miliar dari DBS Indonesia dan BRI. “Kami berterima kasih atas dukungan dari investor, pemberi pinjaman, dan mitra yang telah mendorong pertumbuhan sejauh ini. Kami yakin Broom telah menemukan rumus yang tepat untuk berkembang, dan kami bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini dan semakin memberdayakan teman-teman showroom,” ujar Pandu, dalam pernyataannya, di Jakarta, Selasa (14/3/2023). (Yetede)

Start-up Portofolio Endeavor Indonesia Ciptakan 21.300 Lapangan Pekerjaan

KT1 17 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Perusahaan teknologi dan rintisan (start-up) di bawah/portofolio Endeavor Indonesia mampu menciptakan 21.300 lapangan pekerjaan hingga akhir 2022, meningkat dari 17.000 lapangan perkerjaan pada 2021. Perusahaan juga membukukan total pendapatan US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 37,9 triliun pada 2022. Endeavor Indonesia merupakan komunitas nirlaba global cabang Indonesia yang membantu perusahaan untuk meningkatkan bisnisnya, terutama usaha rintisan berbasis teknologi (star t-up), dan baru saja memperingati ulang tahun ke-11 pada 15 Februari 2023. Perayaan bertema Endeavor Scale Up Party! pun digelar di Jakarta pada Rabu (15/2/2023) malam. Endeavor Indonesia yang hadir di Tanah Air sejak tahun 2012 telah membimbing dan mendukung 86 high-impact entrepreneurs yang memimpin 60 perusahaan sejak tahun 2012. Komunitas ini memilih 16 Endeavor Entrepreneurs (EE) dari sembilan start-up, antara lain Indra Gunawan dari Bobobox, Bryant Christanto dari Paxel, dan Dayu Dara Permata dari Pinhome. (Yetede)

PERUSAHAAN RINTISAN : Bisnis Logistik Bakal Melemah

HR1 15 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Startup logistik Deliveree memprediksi bisnis logistik sepanjang tahun ini cenderung melemah dibandingkan dengan 2022 dipicu kekhawatiran resesi ekonomi global. Menurutnya, kondisi ekonomi yang memburuk akan berdampak negatif pada konsumsi masyarakat. Hal ini akan berimbas pada menurunnya jumlah barang yang dikonsumsi dan lebih sedikit logistik dan angkutan truk yang dibutuhkan. Country Manager Deliveree Apoorva Agarwal mengatakan bahwa ketidakpastian global juga akan memicu langkah perusahaan dan enggan untuk berinvestasi dan membangun persediaan. Untungnya, dia mencatatkan kinerja bisnis Deliveree tetap positif pada awal 2023 seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna. Agarwal mengatakan perusahaan mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis pada awal 2023 dengan membukukan pertumbuhan sebesar 60% pada Januari 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Chairman SCI Setijadi menyatakan pelaku usaha perlu melakukan beragam upaya peningkatan, mulai dari sisi sumber daya manusia hingga pemanfaatan big data, untuk memaksimalkan peluang tersebut.

Mewaspadai Ancaman PHK di 2023

KT3 14 Feb 2023 Kompas

Di Indonesia, pemutusan hubungan kerja (PHK) mengintai industri manufaktur (khususnya padat karya), akibat penurunan permintaan ekspor, sebagai dampak perlambatan ekonomi global. Ledakan PHK perusahaan teknologi di seluruh dunia juga dialami perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Beberapa terpaksa melakukan PHK, bahkan ada yang tutup. Pemerintah mencatat angka pengangguran sebenarnya turun dua tahun terakhir, sejalan dengan mulai pulihnya ekonomi. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2022 tercatat 5,86 persen, turun dibandingkan 6,49 persen Agustus 2021. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga membaik ke 68,63 persen per Agustus 2022, tertinggi sejak 1986. Namun, resesi global dikhawatirkan membalikkan progres ini dan memukul industri berorientasi ekspor. PHK di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki, diprediksi Apindo, masih berlanjut hingga triwulan I-2023, dengan turunnya permintaan ekspor hingga 30-50 persen. Sejauh ini, sudah terjadi PHK 87.236 pekerja di 163 perusahaan. Untuk start up, PHK bahkan diperkirakan berlanjut sampai 2024, meski sektor ini tetap menarik investor. (Yoga)

Musim Gugur Perusahaan Rintisan Masih Berlanjut

HR1 31 Jan 2023 Kontan (H)

Musim gugur perusahaan rintisan (startup) di awal tahun 2023 mulai nampak. Bisnis rintisan berbasis digital kembali goyah. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dan, penghentian kegiatan operasional dilakukan. Tren bunga tinggi menjadi alasan masa sulit bagi startup bisa unjuk gigi, jika mengandalkan pinjaman perbankan. Kondisi ini tak hanya di global tapi era bunga tinggi juga di lokal. Bank Indonesia (BI) sejak awal Agustus 2022 hingga 19 Januari 2023 sudah menaikkan suku bunga acuan dari 3,75% menjadi 5,75%. Inilah menjadi alasan start up goyah, selain alasan gagal karena persaingan. OLX Indonesia, JD.ID, dan TaniFund adalah diantara usaha rintisan yang awal tahun harus menelan pil pahit itu. OLX Indonesia bahkan sudah memutuskan untuk merumahkan 300 karyawan dari total jumlah pekerja 1.000 orang. Ini setara 30% dari jumlah karyawan. Kabar tak sedap lain juga datang dari TaniFund, peer to peer lending (P2P lending) di sektor agrikultur. Saat ini, Tanifund juga memilih menyetop layanan pembiayaan lantaran didera persoalan gagal bayar ke lender. Dari urusan gagal bayar, persoalan TaniFund juga melebar menjadi dugaan tindak pidana dalam pengelolaan startup ini. "Bisnis ini dijalankan dengan tak benar, ada dugaan tindak pidana," sebut Josua Victor, kuasa hukum sejumlah lender TaniFund Minggu (29/1).

Mencari Bisnis Digital yang Masih Moncer

KT1 24 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Meski sempat diterjang badai PHK sepanjang 2022, sejumlah investor dan ekonom menilai industrial digital serta perusahan rintisan alias startup masih punya peluang untuk bangkit kembali pada tahun ini. Beberapa sektor dinilai mampu bertumbuh meski terbatas.  Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia, Eddy Danusaputro, mengatakan arus investasi untuk perusahaan rintisan  masih mengalir. "Tapi memang lebih selektif," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Starup yang bisa mengelola arus kas tidak mengandalkan strategi bakar uang serta memiliki peluang membukukan keuntungan bakal menjadi pilihan investor. Menurut Eddy, startup bidang teknologi finansial atau fintech dan pertanian memiliki peluang yang bagus. "Sebab mereka masih diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap dia. (Yetede)

Startup Bukan Pilihan Utama

KT1 24 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Memasuki semester akhir perkuliahan membuat Idham Viryawan mulai membuat  membayangkan rencana hidupnya setelah lulus. Mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi swasta di Jakarta itu sedang menimbang-nimbang pilihan kariernya kelak. Ada dua jenis perusahaan yang ia timbang-timbang: perusahan rintisan atau startup dan BUMN. Dari dua pilihan itu, ia merasa BUMN merupakan pilihan yang lebih pas lantaran menjanjikan stabilitas pendapatan. Sebetulkan, kata Idham, kedua jenis perusahaan itu menawarkan situasi yang berbeda bagi lulusan anyar. Startup dianggap memberi peluangan pengambangan diri yang lebih cepat lantaran industrinya masih baru dan perkembangannya cepat. "Tapi kekurangannya, startup beresiko bangkrut dan bisa melakukan PHK kapanpun," ujar pria asal Bekasi itu kepada Tempo, kemarin. Kekhawatiran Idham ini didasari fakta maraknya PHK oleh perusahaan teknologi di dalam dan luar negeri sepanjang tahun lalu. (Yetede)

Startup Bukan Pilihan Utama

KT1 24 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Memasuki semester akhir perkuliahan membuat Idham Viryawan mulai membuat  membayangkan rencana hidupnya setelah lulus. Mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi swasta di Jakarta itu sedang menimbang-nimbang pilihan kariernya kelak. Ada dua jenis perusahaan yang ia timbang-timbang: perusahan rintisan atau startup dan BUMN. Dari dua pilihan itu, ia merasa BUMN merupakan pilihan yang lebih pas lantaran menjanjikan stabilitas pendapatan. Sebetulkan, kata Idham, kedua jenis perusahaan itu menawarkan situasi yang berbeda bagi lulusan anyar. Startup dianggap memberi peluangan pengambangan diri yang lebih cepat lantaran industrinya masih baru dan perkembangannya cepat. "Tapi kekurangannya, startup beresiko bangkrut dan bisa melakukan PHK kapanpun," ujar pria asal Bekasi itu kepada Tempo, kemarin. Kekhawatiran Idham ini didasari fakta maraknya PHK oleh perusahaan teknologi di dalam dan luar negeri sepanjang tahun lalu. (Yetede)

RUANG PERKANTORAN : Co-Working Space Tertahan PHK Startup

HR1 06 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Penghentian kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM oleh pemerintah belum mampu mengembalikan kinerja buram layanan sewa perkantoran pada tahun ini.Senior Associate Director Office Services Colliers Ricky Tarore mengatakan, pangsa pasar untuk layanan sewa perkantoran atau untuk co-working space selama ini menyasar pekerja startup. Sayangnya, saat ini industri startup dihantui oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berimpak pada penurunan kinerja sektor tersebut.“Dengan banyaknya startup yang tidak bisa bertahan mengurangi market dari co-working space itu sendiri,” kata Ricky, dikutip Kamis (5/1). Apalagi, kinerja bisnis co-working space sudah mengalami tren penurunan sebelum pandemi Covid-19 melanda. “Hybrid system di 2023 masih berjalan. Belum semua perusahaan mau menerapkan 100% WFO [work from office], walaupun ada dari perusahaan yang sektor-sektornya penting,” ujarnya.Di sisi lain, salah satu penyedia co-working space asal New York, Amerika Serikat, yaitu WeWork justru melaporkan adanya peningkatan tingkat hunian di sejumlah perkantoran yang disewakannya di Jakarta. Tercatat pendapatan WeWork meningkat 19% secata tahunan pada kuartal II/2022.