;

Mewaspadai Ancaman PHK di 2023

Ekonomi Yoga 14 Feb 2023 Kompas
Mewaspadai Ancaman PHK di 2023

Di Indonesia, pemutusan hubungan kerja (PHK) mengintai industri manufaktur (khususnya padat karya), akibat penurunan permintaan ekspor, sebagai dampak perlambatan ekonomi global. Ledakan PHK perusahaan teknologi di seluruh dunia juga dialami perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Beberapa terpaksa melakukan PHK, bahkan ada yang tutup. Pemerintah mencatat angka pengangguran sebenarnya turun dua tahun terakhir, sejalan dengan mulai pulihnya ekonomi. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2022 tercatat 5,86 persen, turun dibandingkan 6,49 persen Agustus 2021. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga membaik ke 68,63 persen per Agustus 2022, tertinggi sejak 1986. Namun, resesi global dikhawatirkan membalikkan progres ini dan memukul industri berorientasi ekspor. PHK di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki, diprediksi Apindo, masih berlanjut hingga triwulan I-2023, dengan turunnya permintaan ekspor hingga 30-50 persen. Sejauh ini, sudah terjadi PHK 87.236 pekerja di 163 perusahaan. Untuk start up, PHK bahkan diperkirakan berlanjut sampai 2024, meski sektor ini tetap menarik investor. (Yoga)

Tags :
#Startup
Download Aplikasi Labirin :