;
Tags

Startup

( 184 )

Pendiri Tetap Menjadi Pemegang Kendali

budi6271 06 Feb 2019 Kontan
Go-Jek kembali memperoleh pendanaan. Nilainya disebut-sebut mencapai Rp 14 triliun. Seperti diketahui sebelumnya, banyak perusahaan menyuntikkan dana ke Go-Jek, seperti Google, Tencent, dan JD.com, Grup Astra, dan Grup Djarum. Lalu siapa pemilik Go-Jek saat ini?
Ibarat pemilik rumah, Go-Jek punya hak penuh siapa tamu yang boleh datang. Go-Jek juga berhak mengatur tata krama selama si tamu bertandang. Data Dirjen AHU per Oktober 2018 mengungkapkan, salah satu pengurusnya adalah Nadiem Makarim. Dia memegang saham seri D, E, dan I. Totalnya sekitar 58.416 saham atau hanya setara 5% modal ditempatkan.
Meskipun persentase sahamnya kecil, Nadiem memegang golden share. Golden share adalah saham yang bisa mengalahkan semua saham lainnya. Ini mencegah adanya hak suara yang terlalu kuat dari investor dengan porsi kepemilikan besar. Skema serupa juga diterapkan oleh Mark Zuckerberg di Facebook dan Jack Ma di Alibaba. Golden share dapat diibaratkan seperti saham dwiwarna negara pada porsi kepemilikan BUMN.

Industri Digital, Usaha Rintisan Teknologi Berkembang Pesat

tuankacan 31 Jan 2019 Kompas
Perkembangan usaha rintisan bidang teknologi di Indonesia dinilai berkembang pesat. Ada kecenderungan anak-anak muda memilih terjun menjadi wirausaha yang memberikan solusi digital di beragam sektor. Potensi perkembangan teknologi finansial di Indonesia juga dinilai terbuka lebar. Sesuai data Bank Dunia, setiap tahun ada sekitar Rp 1.000 triliun permohonan kredit dari pelaku usaha kecil dang menengah di Indonesia tidak dapat dipenuhi oleh lembaga keuangan yang ada. Sehingga peluan ini digarap oleh oleh para pelaku usaha pinjam-meminjam uang antarpihak berbasis teknologi (peer to peer lending) yang tahun lalu menyalurkan sekitar Rp 22 triliun.

E-commerce ditarget US$ 130 miliar pada tahun 2020

Admin 24 Sep 2018 Media Indonesia
Saat ini, Indonesia mempunyai 4 perusahaan unicorn. Pemerintah juga sedang menggenjot 1000 start-up dengan valuasi bisnis mencapai US$10 miliar. Diharapkan para perusahaan digital tersebut dapat memiliki total valuasi sebesar US$ 130 miliar pada tahun 2020.

Invasi asing di Startup Berbahaya

Admin 24 Sep 2018 Investor Daily
Jika tren invasi asing dibiarkan, booming ekonomi digital baik e-commerce maupun fintech bakal direbut investor asing. Hal ini berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan dan memperlemah kurs rupiah. Bhima Yudistira menyatakan invasi asing berbahaya, untuk jangka pendek misalnya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan dana modal ventura dalam negeri. Adapun investor asing hanya mengejar valuasi, ketika perusahaan mencapai puncaknya maka mereka akan melepaskan kepemilikannya dan mendapatkan capital gain.