;
Tags

Startup

( 184 )

Traveloka Raih Dana Segar USD 250 juta

Ayutyas 28 Jul 2020 Investor Daily

Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring, Traveloka, meraih putaran pendanaan terbaru senilai US$ 250 juta yang dipimpin oleh sebuah institusi keuangan global. Startup berstatus unicorn ini juga mendapat dukungan dari investor sebelumnya, yakni EV Growth, dalam pendanaan tersebut. Co-founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi mengatakan, pihaknya tidak dapat memungkiri, Traveloka sangat terpengaruh dengan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan bisnis perseroan berada di titik terendah yang belum pernah terjadi sejak perusahaan pertama kali berdiri. Meskipun masih berada di tahap awal pemulihan, lanjut dia, pasar terus memperlihatkan momentum yang menjanjikan dengan kemajuan dari minggu ke minggu, terutama untuk lini bisnis akomodasi dengan kemunculan tren berlibur jarak dekat. Traveloka akan bangkit kembali dengan  Industri perjalanan, lanjut dia, juga dengan adanya penyesuaian strategi bisnis mengalami masa sulit yang belum pernah secara cepat, bekerja sama dengan terjadi sebelumnya, termasuk Traveloka.

Sementara itu, Managing Partner EV Growth Willson Cuaca mengatakan, krisis akibat Covid-19 merupakan yang terbesar untuk generasi saat ini, baik dari  sisi keuangan maupun kemanusiaan. Situasi ini merupakan bentuk dari penyesuaian ulang yang memaksa para pelaku bisnis untuk memikirkan kembali rencana, strategi dan model bisnis mereka. Dana segar yang dikucurkan diharapkan dapat memperkuat neraca keuangan Traveloka dan memperdalam penawaran Traveloka untuk sejumlah lini produk yang diprioritaskan. Produk yang diprioritas tersebut mencakup pengembangan portofolio layanan produk perjalanan dan gaya hidup di pasar-pasar utama. Tak luput, Traveloka turut melakukan perluasan bisnis di layanan keuangan untuk memberikan dukungan yang lebih baik bagi ekosistem aplikasi perjalanan dan gaya hidup.

Usaha rintisan digital bantu pemulihan

Ayutyas 12 Jul 2020 Kompas, 8 Juli 2020

Pemerintah mendorong kemunculan perusahaan rintisan digital lokal yang menjual produk dalam negeri serta dimiliki dan dijalankan warga Indonesia. Keberadaan usaha rintisan digital semacam ini diyakini dapat mempercepat pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam peluncuran program Baparekraf for Startup (BEKUP) secara dalam jaringan (daring) Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Josua Simanjuntak mengatakan, perusahaan rintisan digital di Indonesia masih lebih banyak yang dikuasai perusahaan asing. Penguasaan asing terutama dari kepemilikan saham, sumber daya manusia, dan produk yang dijual. Ia mencontohkan, pada 2018, nilai transaksi perdagangan secara elektronik atau e-dagang di Indonesia Rp 148 triliun. Namun, disinyalir, 90 persen dari produk yang dijual masih berupa barang impor.

Presiden Coworking Indonesia sekaligus CEO KUMPUL Faye Alund memaparkan, banyak tantangan untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bertransformasi digital. Tantangan itu, antara lain, menemukan talenta baru yang mau berinovasi, memberi bantuan pembiayaan, serta mendampingi usaha rintisan agar bertahan dan berkembang. Menurut Faye, usaha rintisan yang mestinya dikembangkan adalah usaha rintisan lokal dari tiap daerah, bukan dari investor asing. Sementara itu, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan, sektor pariwisata paling terpukul karena pertama kali terdampak pandemi dan paling terakhir pulih. Namun, pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk merevitalisasi industri pariwisata menuju transformasi digital

EKOSISTEM PERUSAHAAN RINTISAN - STARTUP JAKARTA TERBAIK DUNIA

Ayutyas 05 Jul 2020 Bisnis Indonesia, 30 Jun 2020

Didapuknya DKI Jakarta sebagai ekosistem perusahaan rintisan terbaik kedua di dunia tidak terlepas dari dukungan stabilitas ekonomi dan politik Tanah Air beberapa tahun terakhir. Namun, prestasi tersebut diyakini sulit dipertahankan. Laporan Startup Genome bertajuk The Global Startup Ecosystem Report 2020 mencatat Jakarta sebagai ekosistem perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup) terbaik di dunia, kedua setelah Mumbai. 

Indikator yang digunakan dalam pencatatan tersebut a.l. performa, pendanaan, jangkauan pasar, dan talenta digital. Berdasarkan keempat indikator tersebut, ekosistem startup di Indonesia dinilai paling lemah dalam aspek talenta digital. Pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia Saga Iqranegara mengatakan inisiatif-inisiatif pengembangan talenta digital yang muncul dalam beberapa tahun terakhir belum benar-benar melibatkan pelaku industri secara keseluruhan. Sekadar catatan, dalam laporan yang sama disebutkan nilai ekosistem startup di Jakarta mencapai US$26,3 miliar alias yang tertinggi di dunia. 

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia Handito Joewono mengamini terkait dengan dorongan untuk berinovasi, dia menilai pembenahan perlu dilakukan terhadap program-program pengembangan talenta digital yang selama ini hanya berorientasi pada kuantitas. 

Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi berpendapat stabilitas ekosistem startup di Tanah Air bergantung pada kemampuan tiap pemangku kepentingan dalam berkolaborasi.

Platform Untung Ganda

Ayutyas 30 Jun 2020 Kompas, 17 Juni 2020

Sejumlah platform digital mitra pemerintah meraih keuntungan ganda dari program Kartu Prakerja yang menjadi salah satu bagian dari jaring pengaman sosial selama masa pandemi Covid-19. Selain menjadi platform mitra, mereka juga merangkap sebagai lembaga pelatihan. Berdasarkan data Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, dalam waktu sekitar satu bulan, jumlah pendaftar mencapai 10,4 juta orang. Skill Academy, misalnya, dari total 95 kelas pelatihan yang disediakan, 50 kelas terafiliasi dengan Ruangguru yang merupakan pengelola Skill Academy. Sebanyak 13 kelas juga diampu oleh jajaran pimpinan Ruangguru dari level pemegang saham hingga manajer. Akan tetapi, mayoritas tidak menuliskan keterangan posisinya di Ruangguru pada bagian identitas. Di platform Pintaria, dari 129 kelas pelatihan, terdapat 29 kelas yang diampu oleh HarukaEDU.

Keterkaitan antara lembaga pelatihan dan platform digital juga tampak di Sekolah.mu. Sebanyak 20 dari total 97 kelas yang tersedia di platform milik Najelaa Shihab itu berasal dari Sekolah.mu. Beberapa lembaga lain juga terafiliasi dengan Najelaa beserta keluarga. Contohnya, Kampus Guru Cikal, Sekolah Cikal, danRencanamu, yang didirikandan dipimpin Najelaa. Ada pula Pusat Studi Al-Quran dan Cariustadz.id, yang didirikan ayah Najelaa, Quraish Shihab.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, platform digital memang bukan lembaga pelatihan. Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Saragih, mengakui, ada potensi pelanggaran persaingan usaha di dalam program Kartu Prakerja yang terindikasi dari adanya integrasi vertikal dalam model bisnis Kartu Prakerja karena platform digital merangkap juga sebagai lembaga pelatihan lewat anak perusahaan yang mereka miliki. Dikatakan, hal ini masih diteliti lebih lanjut oleh tim khusus dari KPPU. Sedangkan, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, menilai situasi ini mengindikasikan persaingan usaha yang tidak sehat dan berpotensi memperbesar porsi keuntungan pada rombongan platform digital serta mempersempit lingkup perputaran uang.

Chief Partnership Officer PT Haruka Evolusi Digital Utama (HarukaEDU) Gerald Ariff mengakui, terdapat sejumlah pelatihan yang diselenggarakan sendiri oleh Pintaria dengan porsi 10 persen 200 lembaga pelatihan mitra. Direktur Utama PT Sekolah Integrasi Digital (Sekolah.mu) Najelaa Shihab mengatakan, sebanyak 130 lembaga di Sekolah.mu merupakan hasil kurasi dari 1.200 mitra Sekolah.mu yang juga sudah dikurasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Ia menolak anggapan lembaga pelatihan yang dimilikinya dan keluarganya terlibat konflik kepentingan untuk tergabung dalam ekosistem Prakerja. Hal yang sama juga diutarakan Public Relations Lead Ruangguru Sekar Krisnauli.

Sementara itu, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, Bukalapak berperan sebagai marketplace, platform bagi lembaga pelatihan menawarkan kelas kepada para peserta. Semua lembaga berhak menawarkan asal mengacu pada peraturan pemerintah. Baik Ruangguru, Pintaria, maupun Sekolah.mu menekankan, meski program Kartu Prakerja sudah berlangsung selama tiga gelombang dan pelatihan terus berjalan, platform digital sama sekali belum menerima uang dari pemerintah.

Alasan Investor Berani Setor Modal untuk Startup

Ayutyas 21 Jun 2020 Investor Daily, 11 Juni 2020

Investor startup yang juga pendiri Indies Capital, Pandu Patria Sjahrir, menilai situasi pandemi seharusnya dapat menjadi pemicu bagi perusahaan startup Indonesia untuk mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital. Namun, pada masa ini keberlangsungan startup masih sangat tergantung dari suntikan modal investor. Selaku investor, Pandu mengaku berani menyuntikkan modal ke startup lantaran melihat masa depan dari sisi pasarnya. Perusahaan digital juga memiliki segmentasi yang luas.

Pandu merupakan salah satu investor Indonesia yang sangat tertarik investasi di perusahaan rintisan. Lewat perusahaan besutannya Indies Capital dan AC Ventures sudah menyuntikkan modal kurang lebih ke 70 perusahaan startup, nilai investasinya bisa mencapai US$ 100 juta. Beberapa startup yang didanai oleh Pandu melalui AC Ventures adalah WarungPintar, Wahyoo, Aruna, Waste4Change, Xurya, Paxel, Akseleran.

Ekosistem Gojek Saling Dukung Hadapi Covid

Ayutyas 20 Jun 2020 Investor Daily, 28 Mei 2020

Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) terhadap 41.393 mitra pengemudi Gojek mengungkapkan bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, perusahaan Gojek, mitra pengemudi, maupun konsumen yang ada dalam satu ekosistem, saling membantu.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, hasil riset itu cukup menarik. Pasalnya, pekerja dan ekosistem Gojek sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sikap gotong-royong tercermin dari temuan bahwa walaupun mengalami penurunan penghasilan, hampir setengah dari mitra pengemudi Gojek memberikan bantuan sosial kepada sesama. Secara keseluruhan, hampir semua mitra tetap berencana untuk melanjutkan kemitraannya dengan Gojek dan cenderung optimistis bahwa penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum terjadinya pandemi.

Trend Pendanaan Startup - Gemerincing Seed Funding Kembali Nyaring

Ayutyas 15 Jun 2020 Bisnis Indonesia, 08 Jun 2020

Pendanaan ke perusahaan rintisan tahap awal mulai kembali diminati oleh para pemodal ventura di tengah pandemi Covid-19, kendati model investasi tersebut sebelumnya tercatat lebih sering menyebabkan kerugian bagi investor.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia Edward Ismawan Chamdani menilai minat investasi ke startup tahap awal (seed funding) di Indonesia masih tinggi, meski masih ada beberapa hal yang patut menjadi catatan. 

Tingginya minat investor untuk seed funding, lanjut Edward, juga tidak lepas dari potensi pangsa pasar RI yang dinilai mendukung perusahaan rintisan tahap awal untuk terus bertumbuh. Di samping itu, portofolio investor yang makin baik turut memengaruhi kelancaran siklus investasi di beberapa tahapan startup.
Namun, lanjutnya, hal itu tidak mudah lantaran kompetisi antarperusahaan rintisan pascapandemi Covid-19 bakal makin ketat. Ketatnya kompetisi tersebut dikatakan menjadi salah satu risiko investasi startup saat ini. 

Sekadar catatan, belum lama ini salah satu perusahaan multinasional asal Jepang, SBI Holdings, membentuk dana usaha patungan dengan perusahaan modal ventura Indonesia, Kejora Capital Management Pte. Ltd., untuk dikucurkan kepada startup-startup tahap awal di Tanah Air. 

Mulai diminatinya lagi pendanaan ke startup tahap awal merupakan sebuah anomali. Pasalnya, pendanaan startup tahap awal Indonesia, yang pada 2019 tercatat paling tinggi di Asia Tenggara, justru memiliki riwayat ‘gagal’ yang tidak kalah tinggi. 

Berdasarkan laporan Cento Ventures berjudul Southeast Asia Tech Investment in 2019, dari total investasi startup di Indonesia sepanjang 2014—2019 yang mencapai US$9,42 miliar, return of investment (RoI)-nya hanya US$1,29 miliar sehingga rasio likuiditas terhadap investasi baru 0,1 kali lipat. 

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia Handito Joewono berpendapat mulai maraknya investasi seed funding tidak terlepas dari kinerja industri startup RI yang diprediksi kembali normal dalam waktu relatif cepat. 

Partner East Ventures (EV) Melisa Irene menjelaskan seed investors tidak lagi cenderung menghindari risiko dan memilih menanamkan modal untuk jangka menengah dan jangka panjang di startup yang sudah sangat kompetitif dengan harga premium seperti pada masa sebelum pandemi Covid-19. 

Sementara itu, Investment Associate Ideosource Venture Eldo Wana Kusuma mengatakan tingginya minat pemodal ventura terhadap startup tahap awal tidak terlepas dari potensi bisnis yang terus dinilai mampu berkembang secara eksponensial dalam waktu singkat.

Facebook dan Paypal Investasi di Gojek

Ayutyas 07 Jun 2020 Investor Daily, 4 Juni 2020

Gojek mengumumkan bahwa Facebook dan PayPal menjadi investor baru dalam penggalangan dana terkini tanpa menyebutkan besaran investasinya. Sementara itu, pada saat yang sama, Google dan Tencent menambah investasi setelah menanamkan uangnya pada penggalangan dana putaran sebelumnya. Gojek merupakan perusahaan Indonesia pertama yang menerima investasi dari Facebook, seiring dengan keinginan Facebook menciptakan peluang bagi dunia bisnis di Indonesia, termasuk melalui layanan instant messaging yang sudah digunakan secara luas, yakni Whatsapp.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, bergabungnya Facebook, PayPal, Google, dan Tencent merupakan pengakuan bahwa perusahaan teknologi paling inovatif di dunia melihat dampak positif Gojek terhadap Indonesia dan Asia Tenggara. Sumber daya perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia itu akan disinergikan dengan teknologi, pendekatan, dan fokus lokal yang dimiliki Gojek. Tujuannya guna mendorong adopsi sistem pembayaran digital secara cepat, sehingga mendatangkan manfaat bagi jutaan usaha dan orang di Indonesia dan Asia Tenggara.

Layanan pembayaran digital dari Gojek, yaitu Gopay, sejak lama fokus untuk meningkatkan akses ekonomi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bergabungnya perusahaan-perusahaan teknologi global itu bersama Gojek diharapkan akan membantu percepatan misi tersebut, di tengah mayoritas UMKM di Asia Tenggara masih mengandalkan uang tunai dalam bertransaksi. Karena, sebagian besar masyarakat di wilayah ini belum terjangkau layanan perbankan. Hal ini juga turut di tuturkan Chief Operating Officer Whatsapp Matt Idema, ia berpendapat kerja sama ini bisa membantu jutaan UMKM dan pelanggannya untuk bergabung di komunitas ekonomi digital terbesar Asia Tenggara.

Gojek dan PayPal menyepakati bahwa layanan pembayaran PayPal akan diintegrasikan ke Gojek. Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dan membuka akses bagi para pengguna Gopay ke jaringan PayPal yang terdiri atas 25 juta merchant di seluruh dunia. Head of Corporate Development and Ventures for APAC PayPal, Farhad Maleki menyampaikan semangat dari pihaknya mengenai hubungan strategis dengan Gojek untuk memperluas akses dan memberikan pengalaman baru bagi para pengguna.

Sejak diluncurkan tahun 2015, Gojek telah berhasil membantu ratusan ribu merchant untuk mendigitalisasi dan memberikan akses kepada lebih dari 170 juta pengguna Gojek di seluruh Asia Tenggara. Sebagian besar dari pencapaian itu dikontribusi dari Gofood dan perluasan cakupan layanan Gopay pada sektor lain di dalam maupun di luar ekosistem Gojek.

LADANG STARTUP MAKIN SUBUR

Ayutyas 19 May 2020 Bisnis Indonesia, 18 May 2020

Beberapa vertical startup alias perusahaan rintisan berbasis teknologi diprediksi masih mampu menorehkan pendanaan dan kinerja yang moncer di tengah tantangan kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani memprediksi vertikal (startup) sektor pendidikan, kesehatan, teknologi finansial (tekfin), gim, agrobisnis, dan logistik memiliki prospek moncer pada saat dan pascapandemi virus corona. 

Dia menilai makin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap platform teknologi pada masa pandemi membuat berbagai vertikal startup memperbaiki kualitas layanan mereka. 

Setelah pandemi berakhir pun, lanjutnya, kinerja beberapa vertikal seperti tekfin justru akan makin berjaya. Pasalnya, dia memprediksi perbankan bakal kian ketat memberikan kredit sehingga menjadi peluang bagi startup tekfin untuk mengisi kebutuhan pendanaan atau permodalan. 

Dia lantas mengimbau pelaku startup melakukan tiga langkah agar bisa tetap bertahan setelah pandemi Covid-19 usai. Pertama, meminimalisasi pengeluaran. Kedua, mendata kembali kebiasaan setiap pelanggan yang telah beralih ke digital semasa pandemi. Ketiga, membuat peta jalan baru untuk strategi bisnis mereka ke depan. 

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Astindo) Handito Joewono mengatakan pendanaan yang masuk kuartal I/2020 senilai US$1,3 miliar merupakan keistimewaan yang patut disyukuri sehingga akan memberi optimisme lebih besar bagi pengembangan perusahaan rintisan Tanah Air ke depan.  

Menurutnya, vertikal pertanian, perikanan, dan kehutanan, akan menjadi primadona pada masa depan. Di sisi lain, dia juga berpendapat Indonesia memerlukan vertikal-vertikal startup baru yang harus dikembangkan untuk menyokong perekonomian nasional, tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengembangan startup yang eksis.

Partner East Ventures Melissa Irene melihat ada dorongan transformasi digital yang makin cepat setelah pandemi usai karena masyarakat mulai terbiasa dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar melalui pendekatan daring. Para pelaku industri startup di Indonesia harus sigap memantau pergeseran apa saja yang akan terjadi di masyarakar agar rencana bisnis tetap sesuai dengan target pasar.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat ke depan, industri startup akan lebih mengarah pada pengembangan digital 4.0 dan industri kreatif.

Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

Ayutyas 17 May 2020 Investor Daily, 13 Mei 2020

Tokocrypto, pedagang aset uang digital (crypto) pertama yang terdepan di Indonesia dan telah teregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mengumumkan keberhasilannya mendapatkan investasi dari Binance, perusahaan blockchain global di balik pedagang aset crypto terbesar di dunia dari sisi volume transaksi dan pengguna.Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis Tokocr ypto dan Ekspansi yang akan dilakukan secara nasional.

Co-Founder dan CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, investasi di Tokocrypto tersebut menjadi penegasan kepercayaan dari pemimpin pasar aset crypto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan. Didirikan pada awal 2018, Tokocrypto bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan   dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya. Pada awal berdirinya, Tokocrypto juga telah berhasil mendapat pendanaan putaran awal (seed funding) dari QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan investasi yang berbasis di Singapura.

Pendiri dan CEO Binance Chang-peng Zhao (CZ) menyatakan bahwa dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara.Tokocrypto juga didukung oleh dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset crypto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.