Startup
( 184 )Stop Bakar Uang, Startup Mulai Incar Profitabilitas
Ekspektasi pasar terhadap perusahaan rintisan atau startup makin menjulang. Jika sebelumnya investor memaklumi ritual bakar uang untuk memacu valuasi pasar, kini situasi berubah. Para pemilik modal mulai meminta perusahaan startup segera berbenah dengan mulai memupuk profitabilitas. Para pemilik modal juga semakin selektif saat memilih injeksi modal. CEO GOTO Andre Sulistyo menegaskan, GOTO akan terus berfokus mengejar profitabilitas, bukan terus-terusan membakar uang. GOTO juga akan terus membangun produk yang dibutuhkan masyarakat.
Era Bakar Duit Usai, Investor Startup Mulai Selektif
Era bakar duit di bisnis startup berakhir. Investor mulai selektif mengucurkan dana. Jadi, pengelola startup harus kreatif mempertahankan bisnisnya.
Kini, lanskap dunia startup di Indonesia berubah cepat. Bahkan sejumlah startup mulai realistis menghadapi persaingan bisnis, sehingga memangkas jumlah tenaga kerja. Dengan beragam alasan, Jd.Id, Tanihub, Zenius dan Link Aja, mulai mengurangi jumlah karyawan. Pengamat pasar modal Teguh Hidayat berpendapat, tren tumbangnya startup mirip fenomena gelembung dot-com di Amerika Serikat pada 1995-2000. Kala itu, banyak e-commerce tumbuh hingga akhirnya tumbang satu per satu dan tinggal menyisakan Amazon dan Ebay.
PHK Demi Startup Tetap Maju
Pekan ini kabar tidak sedap menguar dari dunia startup di Tanah Air. Sejumlah perusahaan rintisan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan mereka. Yang terbaru, JD.ID. Pemain e-commerce ini mengumumkan pemangkasan karyawan pada Jumat (27/5). Langkah yang perusahaan digital asal China ini ambil seolah mengekor beberapa startup lainnya yang lebih dulu mengambil langkah serupa. Sebut saja, Link Aja, Tanihub, serta Zenius. Menurut Edi Danusaputro, Sekretaris Jendral Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo), penyebab PHK di startup karena para investor kini mulai selektif dan berhati-hati dalam injeksi dana. Imbasnya, lalu ekspansi startup menjadi terbatas dan ujungnya adalah melakukan efisiensi. "Jadi, startup harus menghemat cash," sebutnya.
Pendanaan Selektif Merah Putih Fund
Pemerintah tidak berdiam diri menyaksikan jatuh-bangun perusahaan rintisan alias start-up di dalam negeri. Pada Desember 2021, Presiden Jokowi meluncurkan Merah Putih Fund sebagai sumber pendanaan alternatif bagi rintisan lokal. Platform modal ventura didukung oleh lima anak usaha investasi milik BUMN. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Merah Putih Fund akan mengucurkan dana senilai US$ 300 juta untuk setara dengan 4,3 triliun (kurs 14,400) untuk mendanai perusahaan rintisan lokal yang selama ini lebih banyak disokong investor asing. Pendanaan tersebut ditargetkan, mulai mengucur pada kuartal II 2022. "Kami akan memastikan perusahaan-perusahaan start-up mendapat dana yang tersedia secara domestik dan ada ekosistem yang terbangun," ujar Kartika dalam acara Mandiri Investasi Forum 2022, Februari lalu. (Yetede)
Stop Bakar Uang di Musim Dingin
Perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi didorong untuk mengubah model bisnis agar bisa bertahan ditengah kondisi menipisnya kucuran pendanaan. Bisnis-bisnis digital ini disarankan keluar dari strategi bakar uang, atau menghabiskan uang untuk promosi serta menarik minat konsumen, dan beralih ke model yang lebih berkelanjutan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura dan Star Up Indonesia (Amvesindo), Eddi Danusaputro, mengatakan investor akan semakin selektif dalam mengucurkan modalnya. "Startup tidak bisa terus-terusan bakar uang. Harus ada path to profitability," ujar Eddy, yang juga Chief Executive Officer Mandiri Capital Indonesia, kepada Tempo, kemarin, 25 Mei. Makin seretnya aliran investor itu, kata Eddy, harus disikapi perusahaan Startup untuk menghemat kas dan mengupayakan runway (batas waktu ketersediaan dana) yang lebih panjang. (Yetede)
Pecah Gelembung Bisnis Digital
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menerpa ratusan pegawai perusahaan rintisan atau startup digital di Tanah Air. Perusahaan rintisan yang baru saja mengumumkan PHK terhadap para pekerjanya, antara lain, platform Zenius mengakui lebih dari 200 karyawan harus meninggalkan perseroan. Menurut Zenius, upaya ini ditempuh untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro-ekonomi yang mempengaruhi kinerja industri. "Kami perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan," termaktub dalam keterangan manajemen yang dikirim oleh Senior Public Relations Specialist Zenius, Wynne Whardani, kemarin, 25 Mei. Implikasi dari konsolidasi tersebut adalah perubahan peran di beberapa fungsi bisnis seiring dengan optimalisasi dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)
Sompo Gandeng StartUp
PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) menggandeng startup insurtech Roojai. Kolaborasi keduanya adalah bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kemudahan akses produk asuransi terutama di digital. "Kolaborasi dengan Roojai menjanjikan inklusi yang lebih baik untuk semua orang di Indonesia, dan memungkinkan nasabah untuk membeli asuransi melalui kanal paling intuitif yang mereka miliki dengan harga yang terjangkau." kata Eric Nemitz, CEO Sompo Insurance, kemarin.
AWS Berkomitmen Investasi di Indonesia US$ 5 Miliar
Amazone Web Service Inc (AWS), perusahaan teknologi dan layanan data center asal AS, mengumumkan rencana komitmen rencana investasi US$ 5 miliar (Rp 71 triliun) di Indonesia dalam 15 tahun kedepan. "Investasi AWS di Indonesia yang masif ini bukan sekedar membawa lokasi data center di Indonesia agar pelanggan bisa menyimpan data dengan aman, tetapi juga dampaknya bagi perekonomian di Indonesia," kata Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto. Sementara itu, mulai Selasa (14/12), seiring pengumuman dibukanya secara resmi AWS Asia-Pasifik (Jakarta) Region di Indonesia, para pengembangm start-up, wirausahawan, dan perusahaan berskala besar,serta pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi nirlabapun dapat menjalankan aplikasi serta melayani pelanggannya dari kumpulan beberapa pusat data yang berlokasi di Indonesia. (Yetede)
15 Peserta Start-up Studio Digembleng Kembangkan Produk
Program inkubasi Star-up Studio Indonesia (SSI) yang inisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memasuki bacth ketiga. Pada tahap ini, 15 Star-up early-stage yang terpilih menjadi finalis dibekali pengembangan nilai tambah, antara lain dalam hal produk dan model bisnis.
Para mentor SSI tersebut merangkum lima tips penting untuk mencari PMF. Pertama, lakukan uji pasar sesegera mungkin. Kedua, lakukan A/B testing untuk menghitung dampak nyata, dalam operasional star-up, seringkali perusahaan menghadirkan fitur-fitur baru dengan harapan untuk menarik semakin banyak pengguna,
Ketiga, dengarkan umpan balik dari pengguna. Pemikiran kritis, menjadi hal esensial yang harus dimiliki semua founder start-up. "Semua pengguna ingin mencoba layanan star-up agar bisa mempermudah hidud mereka," tutur Phil Opamuratawongse. Keempat, bersikap fleksibel dalam adaptasi produk. Kelima, fokus mengembangkan basis power user. (Yetede)
Merah Putih Fund, Modal Ventura BUMN Incar 7 Startup
Ambisi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai sarang unikorn melalui pembentukan Merah Putih Fund segera dijawantahkan medio bulan ini. Sebagai pemanasan, program modal ventura yang disokong 5 BUMN itu diproyeksi menyalurkan pendanaan ke 7 startup dalam setahun ke depan. CEO PT Metra Digital Investama (MDI Ventures)—anak usaha Telkom Group— Donald Wihardja mengungkapkan bidikan tersebut bisa berkurang atau justru bertambah. Dia mengelaborasi para pemangku kepentingan juga sedang mengkaji kemungkinan Merah Putih Fund untuk dikolaborasikan dengan perusahaan modal ventura swasta.
Dengan demikian, dia optimistis Merah Putih Fund bakal efektif membantu startup lokal naik kasta ke level unikorn dan terlibat lebih banyak di dalam ekosistem perusahaan pelat merah. Ujungnya, misi transformasi digital BUMN pun bisa direalisasikan lebih cepat. Sekadar informasi, pembentukan Merah Putih Fund melibatkan perusahaan modal ventura milik 5 BUMN dan afiliasinya, yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Melalui Merah Putih Fund, startup dengan valuasi di atas US$100 juta atau centaur yang memperoleh pendanaan bakal masuk ke ekosistem BUMN dan berpeluang lebih cepat untuk tumbuh menjadi unikorn.
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









