Startup
( 184 )Investor Tetap Danai Startup Fintech Indonesia
JAKARTA, ID - Di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian ekonomi global, para investor tetap mendanai perusahaan perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup) jenis financial technology (fintech) di Indonesia. Nilai pendanaan startup fintech di Tanah Air meningkat 8,4% pada 2022 menjadi US$ 1,42 miliar. Sej a lan dengan i t u , penyaluran pinjaman fintech lending juga terus bertumbuh, mencapai Rp 18,7 triliun pada Oktober 2022. Namun dalam periode yang sama, angka TWP90 (tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo) menyentuh angka tertinggi sekitar Rp 1,49 triliun dari sebelumnya Rp 521 miliar. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara serta Steering Committee Dyah NK Makhijani, Tirta Segara, dan Hendri Saparini dalam Media Briefing tentang Catatan Akhir Tahun 2022 Fintech dan Ekonomi Digital di Jakarta, Selasa (27/12). (Yetede)
BUMN Perlu Mendanai Startup
Gelombang PHK akhir-akhir ini sangat berkaitan dengan tren inflasi yang kemudian direspons kenaikan bunga acuan secara agresif, baik dalam negeri maupun global. Akibatnya, kemampuan perusahaan berekspansi melemah, sementara beban perusahaan bertambah.
Perusahaan dituntut melakukan efisiensi, salah satunya PHK. Perusahaan global macam Amazon dan Meta melakukan PHK sebagai imbas suku bunga acuan yang terus naik. Di Indonesia, efek kebijakan BI juga terasa. Faktanya, tak hanya perusahaan di sektor riil atau padat karya saja yang memangkas karyawannya, perusahaan digital juga melakukannya.
Pendanaan investor tetap dibutuhkan perusahaan digital. Salah satunya mendorong venture capital di bawah BUMN seperti MDI Ventures, Mandiri Capital, dan Indonesia Investment Authority mendanai startup digital kecil untuk memberi daya tarik investor lain ikut menanamkan modal. Investor adalah elemen penting di ekosistem digital. Kian kuat pendanaan, bisnis digital juga makin kuat.
PERUSAHAAN RINTISAN : Startup Tempuh Jalan Efisiensi
Indonesia ICT Institute menilai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi tengah melakukan efisiensi untuk bertahan hidup di tengah potensi perlambatan ekonomi global pada 2023. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, upaya efisiensi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan itu bisa membantu keberlangsungan ekosistem dan mitra yang ada di dalamnya. Saat ini, situasi global berada dalam istilah winter is coming atau terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan perusahaan rintisan atau startup salah satunya melalui pemangkasan karyawan adalah merupakan hal realistis. “Efisiensi dilakukan agar perusahaan bisa survive. Saat ini yang dialami sebagian startup di Indonesia adalah terjadinya pengurangan investasi dari investor di luar negeri,” jelasnya seperti dikutip Antara.
Perusahaan Kejar Pertumbuhan Sehat
Co-founder dan Country Manager Glints diIndonesia Steve Sutanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/11) mengatakan upaya perekrutan di perusahaan-perusahaan relatif menurun. Rata-rata perusahaan yang berkecimpung di sektor ini sedang fokus mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat agar mampu bertahan. Namun, tidak semua bisnis terdampak serupa dari isu ketidakpastian makroekonomi. Secara umum, bisnis yang menguntungkan dan arus kas positif berada dalam posisi baik untuk memanfaatkan bakat yang kuat mencari peran baru. ”Perekrutan massal di Indonesia telah mendingin, tetapi pertarungan mendapatkan talenta-talenta paling berbakat tetap memanas,” ujarnya. Menurut dia, masih ada perusahaan teknologi dengan posisi bisnis yang kuat yang tetap aktif mempekerjakan pekerja untuk peran komersial, seperti penjualan, demi menumbuhkan topline dengan margin sehat. Steve memandang fenomena itu sebagai koreksi pasar dan bersifat sementara.
Board of Member Asosiasi Modal Ventura untuk Start Up Indonesia Edward Ismawan Chamdani saat dikonfirmasi mengatakan, ia percaya sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi di Indonesia masih mencari talenta terampil kendati mereka sedang memprioritaskan kesehatan arus kas. Mereka mengutamakan strategi mengejar untung dalam merespons ketatnya pendanaan. Pekan ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan pemangkasan 12 % karyawan tetap atau 1.300 orang. Pemangkasan karyawan ini dilakukan demi menaikkan efisiensi. Keputusan GoTo ini menambah deretan perusahaan rintisan bidang teknologi di Indonesia yang melakukan PHK. (Yoga)
Era Bakar Uang Berakhir
Pemangkasan karyawan menjadi pertaruhan perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi dalam mengejar perbaikan kinerja keuangan. Langkah efisiensi ini merupakan upaya menekan biaya sekaligus mengakhiri strategi bakar uang untuk merealisasikan keuntungan. Menjelang akhir pekan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan pemangkasan 1.300 pegawai atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup Goto. “Di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan, GOTO harus mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan,” tulis manajemen GOTO dalam keterangan resmi, Jumat (18/11). Hanya selang beberapa jam setelah pengumuman GOTO, Ruangguru, startup edutech, memberitahukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Tim Corporate Communications Ruangguru mengatakan keputusan sulit itu diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis. GOTO dan Ruangguru menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelum GOTO, sejumlah startup teknologi juga melakukan hal serupa, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka a.l. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), Tanihub, Shopee, JD.ID, Zenius, Linkaja, Twitter, Meta, dan Amazon. Pertimbangannya, yakni efisiensi dan menipiskan rugi.
Analis Kanaka Hita Solvera, Raditya Pradana, mengatakan masalah startup di dalam negeri terletak pada tingkat monetisasi, terutama take rates yang masih rendah, tetapi pada saat yang sama bujet untuk promosi, iklan, dan overhead cost yang lain masih besar. Salah satu overhead cost lain yang besar adalah komponen upah, gaji, dan tunjangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencermati, meninjau ulang, dan merasionalisasi struktur biaya, yang diimbangi dengan peningkatan daya saing dan produktivitas Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) menilai pemangkasan karyawan merupakan strategi menghadapi musim dingin perusahaan teknologi atau tech winter. Bendahara Amvesindo Edward Ismawan Chamdani mengatakan startup harus bisa dalam menjaga cash-flow 1 tahun hingga 2 tahun ke depan karena kondisi ekonomi makro yang tidak menentu.
PERUSAHAAN RINTISAN : RI BERPELUANG JADI PEMAIN GLOBAL
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan Indonesia berpeluang membangun perusahaan rintisan kelas dunia karena potensinya masih besar dengan dukungan populasi mencapai 273,9 juta. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbanyak keenam di dunia dengan total 2.321 unit startup. Saat ini, negara dengan startup terbanyak masih dipegang Amerika Serikat dengan jumlah 73.791 unit startup, selanjutnya India dengan 14.793 unit startup, Inggris sebanyak 6.569 startup, Kanada 3.562 unit startup dan Australia sebanyak 2.513 startup. Erick mengatakan startup di Indonesia masih didominasi oleh sektor teknologi finansial yang mencapai porsi 23%. Erick menyayangkan startup yang bergerak di bidang agrikultur hanya 4%. Padahal, sektor agrikultur termasuk empat potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. “Agriculture baru 4% tetapi untuk fintech, retail, logistik, dan e-commerce besar mencapai 45%,” katanya dalam acara Satu Festival, Digital Imperative Do More With Less di Jakarta, Kamis (10/11).
RUANG SEMPIT MODAL VENTURA
Ruang gerak modal ventura sedang tak leluasa. Urusan memilih perusahaan rintisan alias startup yang bakal didanai kini semakin menantang lantaran bayang-bayang ketidakpastian ekonomi dunia. Startup baru di sektor mainstream seperti teknologi finansial atau wealth management misalnya, diprediksi sulit untuk mendapat tempat di hati investor. Selain karena persaingan yang kian ketat, keuangan masyarakat juga berisiko tertekan gejolak ekonomi. Tak ayal, pelaku industri modal ventura pun kini perlu lebih cermat memilih perusahaan rintisan, salah satunya dengan memburu startup di layanan teknologi yang inovatif. Co-founder & Managing Partner Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani meyakini perusahaan rintisan di layanan bahan pangan, agrikultur, akuakultur, dan ekonomi hijau, berpeluang bersinar. Selain itu, katanya terdapat peluang bagi pelaku startup yang masuk ke solusi terkait dengan high-tech manufacturing dan renewable energy. Senada, Chief Investment Officer merangkap Plt. CEO Mandiri Capital Dennis Pratistha mengatakan strategi baru dibutuhkan untuk menghadapi gejolak ekonomi yang secara umum membuat valuasi startup tertekan. Jika diamati, sejatinya risiko gejolak ekonomi global yang terjadi tak serta merta membuat pelaku industri modal ventura di Indonesia mati kutu. Buktinya, penyaluran pembiayaan terus tumbuh.
Bisnis Start-Up Lokal Didorong Tumbuh Lebih Kuat
Kemenkominfo terus mendorong perusahaan rintisan (start-up) lokal Indonesia untuk terus bertumbuh dengan daya tahan bisnis yang lebih kuat di tengah tekanan ekonomi global. Melalui program HUB. ID Accelerator, sebanyak 24 start-up lokal didukung mencari peluang pendanaan dari para investor. Kemenkominfo terus mendorong lahirnya start-up yang mampu tumbuh bukan hanya pada kemampuan untuk menguasa pasar dan meningkatkan valuasi perusahaanmya. Start-up juga didukung untuk mampu tumbuh dengan daya tahan bisnis yang lebih kuat.
“Mereka juga harus mampu menahan serangan dari berbagai dinamika global,” kata Menkominfo Johnny G Plate, saat membuka Demo Day HUB.ID Accelerator 2022 di Jakarta, Jumat (7/10). Menurut dia, HUB.ID Accelerator merupakan program terobosan Kemenkominfo untuk membantu start-up lokal mendapatkan akses pendanaan sekaligus meningkatkan kerja sama bisnis dan memperluas kemitraan. Pengembangannya difasilitasi melalui serangkaian proses panel, mentoring, dan business matchmaking. Program tersebut dibuat karena Indonesia merupakan negara terbesar nomor lima pasar start-up dunia dan telah menjadi magnet bisnis start-up di kawasan Asia Tenggara. Tercatat, terjadi lonjakan transaksi pendanaan start-up dalam beberapa tahun terakhir. “Sebanyak 700 transaksi pendanaan untuk start-up terjadi pada 2020, dan pada 2021, meningkat jadi 942 transaksi pendanaan,” ungkapnya. (Yoga)
Cosmart Kantongi Pendanaan US$ 5 Juta
Cosmart, platform berbasis keanggotaan (membership) e-commerce pertama di Indonesia untuk kebutuhan bulanan, mengumumkan pendanaan awal sebesar US$ 5 juta dari Lightspeed, East Ventures, dan Vertex Ventures SEA & India. Putaran pendanaan yang melebihi penawaran (oversubscribed) tersebut juga melibatkan partisipasi investor kawakan, yakni Henry Hendrawan dan Albert Lucius. Visi Cosmart adalah menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan harga murah untuk kebutuhan rutin pengguna, sehingga konsumen dapat menghemat waktu, uang, dan anti ribet. “Pendanaan dari Lightspeed, East Ventures, dan Vertex Ventures akan digunakan untuk memperkuat teknologi dan infrastruktur data, sekaligus membangun kerja sama strategis dengan produsen dan para pemain kunci dalam ekosistem rantai pasokan,” Co-Founder Cosmart Alvin Kumarga, dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/10).
Cosmart merupakan one-stop solution bagi pengguna untuk membeli
kebutuhan bulanan. Dengan membayar biaya keanggotaan yang murah
untuk menjadi anggota, pengguna
bisa mendapatkan akses ke produk
berkualitas dengan harga lebih
murah.
Pengguna pun bisa membeli produk yang tidak bisa ditemukan di
platform e-commerce lain dan mendapatkan produk contoh (sample) dari
merek baru. Dengan transparansi
harga, kualitas tinggi, dan manfaat keanggotaan lainnya, Cosmart
menghadirkan klaim pengalaman
belanja yang cerdas dan dijamin
menguntungkan anggotanya.
Alvin menyebut, sejak awal berdiri
pada kuartal II-2022, Cosmart telah
menjual lebih dari 100.000 produk.
Start-up e-commerce berlangganan
ini juga mampu meraih pertumbuhan bisnis enam kali lipat dalam tiga
bulan terakhir.
Sementara itu, volume belanja bulanan pengguna tercatat empat kali
lebih tinggi dibandingkan aktivitas
belanja di platform lain.
“Mengelola barang-barang kebutuhan bulanan bisa sangat melelahkan. Cosmart hadir sebagai solusi
yang tepat untuk membantu para
pengguna untuk menghemat lebih
banyak waktu dan uang,” tambah
Co-Founder dan Managing Partner
East Ventures Willson Cuaca.
(Yoga)
Geliat Pelat Merah Warnai Ekosistem Startup
Korporasi pelat merah kian menaruh perhatian besar pada ekosistem digital melalui sejumlah inisiatif yang dilakukan, termasuk ruang kolaborasi bersama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan rintisan alias startup. Kolaborasi keduanya diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia yang pada 2020 telah mencapai Rp632 triliun. Bahkan, pada 2030, ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai Rp4.531 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan korporasi pelat merah saat ini sudah memiliki perusahaan modal ventura seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom dengan MDI Ventures, Telkomsel dengan Telkomsel Mitra Inovasi, dan yang terakhir BNI juga diminta membuat venture capital. Menurutnya, lima modal ventura pelat merah sudah memberikan investasi ke 336 startup. Dia menambahkan saat ini kelima modal ventura BUMN ini sedang bersiap untuk meluncurkan Merah Putih Fund. Dana akan diberikan kepada startup-startup dalam tahap berkembang dan valuasinya besar sehingga bersiap menjadi unicorn. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap agar startup di sektor agrikultur bisa diakselerasi guna membantu pemerintah mengatasi persoalan krisis pangan akibat konflik Rusia-Ukraina. Pasalnya, perusahaan rintisan yang bergerak di sektor ini hanya sekitar 4% saja. Dari data yang dimiliki Presiden, mayoritas startup masih berfokus pada teknologi finansial dengan bauran 23% dan ritel dengan porsi 14%.
Pilihan Editor
-
Startup Bukan Pilihan Utama
24 Jan 2023 -
Mendag Pastikan Minyak Kita Tetap Diproduksi
30 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023 -
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023









