Geliat Pelat Merah Warnai Ekosistem Startup
Korporasi pelat merah kian menaruh perhatian besar pada ekosistem digital melalui sejumlah inisiatif yang dilakukan, termasuk ruang kolaborasi bersama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan rintisan alias startup. Kolaborasi keduanya diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia yang pada 2020 telah mencapai Rp632 triliun. Bahkan, pada 2030, ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai Rp4.531 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan korporasi pelat merah saat ini sudah memiliki perusahaan modal ventura seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom dengan MDI Ventures, Telkomsel dengan Telkomsel Mitra Inovasi, dan yang terakhir BNI juga diminta membuat venture capital. Menurutnya, lima modal ventura pelat merah sudah memberikan investasi ke 336 startup. Dia menambahkan saat ini kelima modal ventura BUMN ini sedang bersiap untuk meluncurkan Merah Putih Fund. Dana akan diberikan kepada startup-startup dalam tahap berkembang dan valuasinya besar sehingga bersiap menjadi unicorn. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap agar startup di sektor agrikultur bisa diakselerasi guna membantu pemerintah mengatasi persoalan krisis pangan akibat konflik Rusia-Ukraina. Pasalnya, perusahaan rintisan yang bergerak di sektor ini hanya sekitar 4% saja. Dari data yang dimiliki Presiden, mayoritas startup masih berfokus pada teknologi finansial dengan bauran 23% dan ritel dengan porsi 14%.
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023