RUANG SEMPIT MODAL VENTURA
Ruang gerak modal ventura sedang tak leluasa. Urusan memilih perusahaan rintisan alias startup yang bakal didanai kini semakin menantang lantaran bayang-bayang ketidakpastian ekonomi dunia. Startup baru di sektor mainstream seperti teknologi finansial atau wealth management misalnya, diprediksi sulit untuk mendapat tempat di hati investor. Selain karena persaingan yang kian ketat, keuangan masyarakat juga berisiko tertekan gejolak ekonomi. Tak ayal, pelaku industri modal ventura pun kini perlu lebih cermat memilih perusahaan rintisan, salah satunya dengan memburu startup di layanan teknologi yang inovatif. Co-founder & Managing Partner Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani meyakini perusahaan rintisan di layanan bahan pangan, agrikultur, akuakultur, dan ekonomi hijau, berpeluang bersinar. Selain itu, katanya terdapat peluang bagi pelaku startup yang masuk ke solusi terkait dengan high-tech manufacturing dan renewable energy. Senada, Chief Investment Officer merangkap Plt. CEO Mandiri Capital Dennis Pratistha mengatakan strategi baru dibutuhkan untuk menghadapi gejolak ekonomi yang secara umum membuat valuasi startup tertekan. Jika diamati, sejatinya risiko gejolak ekonomi global yang terjadi tak serta merta membuat pelaku industri modal ventura di Indonesia mati kutu. Buktinya, penyaluran pembiayaan terus tumbuh.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023