USAHA RINTISAN, ”Tech Winter” MasihBerlanjut pada 2023
Fenomena tech winter masih akan berlanjut pada tahun 2023. Situasi ini mendorong perusahaan rintisan bidang teknologi, dari berbagai tahapan, untuk fokus mengejar inovasi model bisnis yang menghasilkan profit. Tech winter adalah kondisi kenaikan biaya modal yang memaksa investor memperketat seleksi investasi mereka untuk memaksimalkan pengembalian investasi dan menurunkan risiko. Peningkatan biaya modal ini karena faktor makro-ekonomi, seperti perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok global. Faktor lainnya, banyak konsumen yang beralih ke layanan digital pada saat pandemi Covid-19 kini sebagian dari mereka kembali menggunakan layanan luring.
”Tech winter sudah terjadi lama karena suku bunga Bank Sentral AS masih tinggi. Perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk. Daya beli konsumen juga relatif masih turun,” ujar Investment Partner GDP Venture, Antony Liem, saat diskusi ”Navigating Startups: Opportunities & Challenges 2023”, Rabu (15/3) di Jakarta. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut. Hal ini makin mengingatkan pelaku usaha rintisan (start up) bidang teknologi untuk fokus menjalankan bisnis yang menguntungkan. Mendirikan start up jangan lagi dianggap ”gaya hidup” dan menekankan prestasi sebatas perolehan pendanaan. Start up yang berhasil profit juga akan berdampak bagi masyarakat. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023