Saham
( 1717 )Menjala Bonus Akhir Tahun dari Emiten
Domestik Tumpuan Emiten Saham Sawit
Berburu Dividen Jelang Akhir Tahun
Musim pembagian bonus akhir tahun telah tiba. Sejumlah emiten akan segera membagikan dividen interim dalam waktu dekat. Misalnya, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) yang akan membagikan dividen interim tahun buku 2023 sebesar Rp 2 per saham. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga akan membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2023 sebesar Rp 15 per saham. Emiten farmasi lain, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) secara resmi juga akan membagikan dividen tengah tahun atau interim sebesar Rp 50 per saham. Tak mau ketinggalan, PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) berencana untuk membagikan dividen interim kepada pemegang saham periode tahun buku 2023. Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin melihat, dampak pembagian dividen interim akan menyebabkan kinerja saham emiten tersebut berpeluang menguat. Khususnya menjelang cum date. Shin menilai TSPC dan BUDI punya peluang melanjutkan tren pertumbuhan. Hal itu terlihat dari kinerja kedua emiten tersebut sampai bulan September 2023 yang menunjukkan pertumbuhan. Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan menilai pembagian dividen dan dividen interim akan selalu menjadi katalis positif bagi performa saham emiten yang bersangkutan.
Emiten Jumbo Gencar Ekspansi
Momentum Kebangkitan Pasar Saham
JAKARTA,ID-Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan diyakini menjadi momentum kebangkitan pasar saham Indonesia, yang tertekan hebat dalam tiga bulan terakhir. Apalagi, dalam pertemuan FOMC terakhir, The Fed mengirimkan banyak sinyal dovish kuat, yang menjadi angin segar pasar saham. Tak ayal lagi, begitu kabar itu mencuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung reli dalam dua hari beruntun, yakni Kamis dan Jumat pekan lalu, masing-masing sebesar 1,64% dan 0,55%, setelah sebelumnya babak belur dihajar ketidakpastian global dan maraknya aksi menghindari investasi berisiko tinggi (risk off). Asing kembali memborong saham dan mencetak net buy Rp309 miliar pada Jumat pekan lalu. Sejalan dengan itu, IHSG ditutup menguat 0,44 pada pekan lalu ke level 6.639, terendah dalam tiga bulan terakhir. Indeks tercatat melemah, 1,45% dalam sebulan,0 96% dalam tiga bulan, 0,44% dalam enam bulan, dan 0,9% secara year to date (ytd), berdasarkan data RTI. (Yetede)
Menanti Sinterklas Berbagi Kado Akhir Tahun di Bursa
Geopolitik Tegang, Komoditas Panas
Tantangan Mengadang BUMN Tambang
Potensi Window Dressing Kembali Terbuka Lebar
Harga Komoditas Anjlok, Laba Emiten MIND.ID Melorot
Pilihan Editor
-
Kluster Industri Fintech Kian Luas
22 Nov 2019 -
Hyundai Teken Investasi US$ 1 Miliar
14 Nov 2019 -
Dark Skies Ahead for Jokowi's economy : Experts
21 Oct 2019 -
Menteri Ekonomi Harus Benahi Iklim Usaha
21 Oct 2019









