Geopolitik Tegang, Komoditas Panas
Tensi geopolitik di Timur Tengah kian memanas. Ini menyebabkan kekhawatiran baru muncul. Yakni terkait perkembangan harga-harga komoditas yang biasanya sangat terkait dengan gejolak global. Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, jika berbicara tensi geopolitik di Timur Tengah maka komoditas yang berpotensi langsung mendidih tak lain adalah komoditas minyak bumi. "Hal yang dikhawatirkan adanya perluasan dari tensi geopolitik yang tengah terjadi saat ini. Meskipun masih terkendali, tetapi volatilitas di pasar masih sangat tinggi," ujarnya kepada Kontan, Minggu (5/11). Berdasarkan data Bloomberg, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, harga minyak berangsur-angsur naik. Harga minyak tertinggi berada pada level US$ 88,37 per barel pada tanggal 19 Oktober 2023. Bob Setiadi, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia menjelaskan meskipun Israel dan Palestina bukanlah pemain minyak utama, namun risiko dapat berasal dari dampak spillover ke wilayah dan negara penghasil minyak terdekat seperti Iran. "Kami pikir risiko konflik Israel-Hamas dapat menyebabkan sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat terhadap ekspor minyak Iran tetap ada, sementara Iran dapat mengancam untuk menutup Selat Hormuz," paparnya. Analis Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy menambahkan, semakin lama konflik tersebut berlanjut dan jika aktor-aktor regional lainnya juga turut terlibat, risiko harga minyak menembus US$ 100 per barel kian menguat. Hal ini terjadi di saat pasar minyak global sudah mengalami defisit yang cukup signifikan. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Arab Saudi telah merencanakan untuk meningkatkan pasokan minyaknya tahun depan. Namun, konflik Israel-Palestina mempersulit upaya untuk menormalkan hubungan antara Arab Saudi dan Israel, sehingga membatasi kemungkinan peningkatan pasokan minyak. Seiring dengan potensi kenaikan harga minyak dunia, harga komoditas lainnya juga berpotensi akan bergerak selaras. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa harga komoditas seperti batubara juga akan terkerek imbas dari kenaikan harga minyak dunia.
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
03 Feb 2026
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
25 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023