;
Tags

Saham

( 1722 )

Efek Ekonomi Global Seret Turun IHSG ke Level 6.741

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 1,57% ke posisi 6.741 pada perdagangan Senin (23/10/2023). Merosot IHSG hingga  ke level terendah di bulan Oktober ini, akibat efek domino dari berbagai sentimen negatif global, dan diperparah longsornya rupiah ke level Rp 15.943 per dolar Amerika Serikat (AS). "Pelemahan IHSG lebih kepada efek domino dari sentimen kenaikan US Treasure Yields sehubungan dengan dinamika suku bunga the Fed, serta dinamika di Kawasan Timur Tengah," kata Senior Invesment Information Mirea Assset Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (23/10/2023). Senada dengan Nafan, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menilai, rontoknya IHSG kemarin tidak lepas dari melemahnya Wall Street pada perdagangan Jumat (20/10/2023) akibat makin meluasnya risiko konflik antara Israel dan Hamas, serta ancaman tingkat suku bunga AS yang diekspektasikan meningkat dalam jangka panjang. Buntut semua itu, membuat bursa asia kompak melemah. (Yetede)

Proyek IKN Belum Bisa Perbaiki Kinerja BUMN Karya

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Di tengah proses pergantian pucuk pimpinan negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya bakal terus melanjutkan proyek pembangunan infrastruktur. Seperti program proyek strategis nasional (PSN). Misalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI)  yang berkomitmen menyelesaikan proyek yang tengah berjalan di tengah rangkaian pemilu tahun 2024 mendatang. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Farid Budiyanto mengatakan, proses pemilu adalah agenda rutin nasional. Menurut Farid, periode akhir pemerintah Presiden Joko Widodo justru mendorong pelaku sektor konstruksi mempercepat penyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Farid berharap, proses Pemilu 2024 akan mendorong optimisme pasar terhadap sektor konstruksi.  Sebab, setelah Pemilu 2024 nanti berakhir, program-program pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda penting dari pemerintahan yang baru. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani melihat prospek BUMN Karya masih buruk menjelang akhir tahun 2023. Kinerja yang negatif dari BUMN karya juga masih akan terjadi di tengah kegiatan rangkaian Pemilu 2024.

Saham Milik Para Politisi Tersengat Sentimen Pilpres

HR1 23 Oct 2023 Kontan (H)
Tensi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) memanas. Di tengah bayang-bayang sentimen global, pasar masih menerka, apakah pilpres kali ini bisa menambah tekanan atau justru membuat pasar saham lebih sumringah. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, secara historis, masa kampanye hingga penyelenggaraan pilpres, pasar lebih bergairah. Musim kampanye hingga pilpres 2009, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,23%. IHSG juga meningkat pada pilpres 2014 dan 2019 silam. "Melihat tren sebelumnya, pemilu dan kampanye dominan meningkatkan minat investasi di saham domestik," kata Nico, Minggu (22/10). Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan, pilpres memang jadi katalis bagi pasar saham. Tapi, sentimen eksternal dan domestik lain tetap punya peran signifikan. William melihat IHSG cenderung melemah sebelum pilpres, dan menguat lagi setelahnya. Di tengah euforia ini, sebagian pelaku pasar biasanya mengambil peluang dari saham-saham milik tokoh politik. Kondisi itu juga terlihat saat saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) melonjak beberapa hari terakhir. Dus, jika tertarik uji nyali mengoleksi saham-saham tokoh politik yang mengambil peran di Pemilu dan Pilpres, Nico mengingatkan agar cermat memperhatikan perkembangan berita. Contoh ABBA dan MARI yang menguat karena isu Erick menjadi cawapres. Bisa jadi terkoreksi saat Erick batal menjadi cawapres. Saham-saham terkait Partai Golkar juga bisa tersengat sentimen ini. Misal, saham Grup Bakrie. Juga bisa berpengaruh ke saham Lalu masih terkait Erick, ada Adaro (ADRO) milik sang kakak, Garibaldi Thohir.

Semakin Andalkan Pendapatan Rutin

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6% pada Rapat Dewan Gubernur BI bulan Oktober 2023 membawa sejumlah efek ke sektor properti. Menurut analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, kenaikan suku bunga ini secara tidak langsung akan memengaruhi penjualan properti. Terutama yang mayoritas pembelinya menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Kenaikan bunga acuan akan memicu kenaikan suku bunga KPR. "Mungkin tahun depan emiten akan lebih konservatif dalam menetapkan target marketing sales," kata Jono, ke KONTAN, Jumat (20/10). Ada dua emiten properti yang pembelinya banyak menggunakan KPR. Yakni  PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Apalagi, proyek-proyek kedua emiten tersebut lebih banyak menyasar segmen pasar menengah. Kemudian, dari segi daya beli masyarakat, Jono melihat kemampuan masyarakat akan lebih dipengaruhi kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Head of Research Investasiku, Cheril Tanuwijaya menyampaikan, kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi penekan kinerja emiten properti. Pasalnya, kenaikan bunga KPR dapat menghambat minat masyarakat membeli properti. Berdasarkan riset tanggal 12 Oktober 2023, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano menyampaikan, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur akan menciptakan pasar baru untuk para pengembang properti. Beberapa komitmen telah dibuat untuk mengembangkan IKN.  Selain gedung pemerintah, terdapat beberapa investor swasta yang berkomitmen terhadap pengembangan proyek di IKN. Pertama, konsorsium yang dipimpin oleh Agung Sedayu (termasuk Sinarmas, Mulia Group, Salim, Adaro, Astra, dan lainnya) akan mengembangkan mixed-use seluas 17 hektare (ha) senilai Rp 20 triliun. Kedua, Pertamina akan membangun pusat energi berkelanjutan seluas 3,70 ha. Ketiga, FIFA akan membangun pusat pelatihan sepakbola bagi PSSI di atas lahan 35 ha. 

Penetapan Capres dan Cawapres Topang Penguatan IHSG

KT1 23 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penetapan calon presiden (capres) dan calon presiden (cawapres) Pemilihan Presiden (Capres) 2024 bakal menopang penguatan  indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini. Sebab, hal ini memberikan kepastian di kalangan pelaku pasar. Di luar sentimen dalam negeri, pasar saham akan berimbas sejumlah sentimen global, terutama konflik di Timur Tengah  yang memanas dan kembali munculnya sinyal hawkish The Fed. "Kenaikan yield obligasi AS ditambah konflik geopolitik Timur Tengah memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk saham," ujar Praktisi pasar modal dan co-founder PasarDana hans Kwee. Hans menambahkan, pasar tenaga kerja dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, memberi The Fed mungkin mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Dari dalam negeri, kata Hans, Bank Indonesia mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan besar 25 basis points (bps) untuk memerikan dukungan kepada rupiah yang melemah terhadap dolar AS. (Yetede)

IKAI Memperluas Pasar ke Outlet Ritel Bangunan Modern

HR1 20 Oct 2023 Kontan
Pasar properti yang mulai menggeliat membuat PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) memasang kuda-kuda. Lewat anak usahanya,  IKAI bakal menggenjot penjualan keramik di ritel modern. Untuk itu, produsen keramik merek Essenza ini bakal menambah jaringan di outlet ritel modern untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama Internusa Keramik Alamasri, Angelica Lie menjelaskan, saat ini penjualan keramik Essenza melalui distributor sebesar 70% dan sekitar 30% lewat outlet ritel modern. Saat ini distribusi penjualan Essenza telah masuk di sejumlah outlet ritel modern, khususnya ritel bahan bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah  produk Essenza ada di 10 outlet milik Mitra 10, dua outlet di Depo Bangunan, sembilan outlet di Mitra Bangunan dan 15 outlet  di RKM Supermarket Bangunan. Angelica menjelaskan, para peritel bahan bangunan beberapa outlet di Jambi, Palembang, Pekanbaru, Lubuklinggau dan Lampung. Teranyar, Mitra Bangunan telah membuka cabang di selatan kota Jambi. Tak hanya itu, entitas usaha IKAI ini juga telah menambah modern outlet baru, yakni Belanja Keramik yang merupakan anak perusahaan Siam Cement Group (SCG). Ritel  ini sudah punya jaringan distribusi di Jabodetabek dan Jawa Timur. Setelah memperluas jaringan pemasaran, IKAI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi keramik di tahun 2024 nanti. Maka emiten ini berencana menghidupkan line 3 yang sudah ada mesin kiln (pembakaran) di Tangerang, Banten.

DINAMIKA PASAR SAHAM : ARUS MODAL ASING TERPELANTING

HR1 20 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Tingginya ketidakpastian global yang memantik ketidakpastian di pasar keuangan mendorong berlanjutnya aliran modal asing di pasar saham Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing membukukan aksi jual bersih Rp1,05 triliun pada perdagangan Kamis (19/10). Akibatnya, net sell di pasar saham secara kumulatif meningkat menjadi Rp8,2 triliun sepanjang tahun berjalan 2023.Arus keluar dana investor asing juga dicatat oleh Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global mendorong aliran keluar modal asing (net outfl ows) dalam bentuk investasi portofolio pada kuartal III/2023 sebesar US$2,1 miliar.“Tekanan terhadap aliran modal asing terus berlanjut pada kuartal IV/2023 yang hingga 17 Oktober 2023 mencatat net outfl ows sebesar US$0,4 miliar,” tuturnya dalam keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/10).Dalam RDG tersebut, BI memutuskan untuk mengerek naik suku bunga acuan atau BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin ke level 6%. Di tengah sentimen suku bunga acuan, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 1,18% ke level 6.846,42 pada akhir perdagangan kemarin. Koreksi itu membuat IHSG berbalik memerah secara year-to-date(YtD) dengan return -0,06%.Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata memperkirakan BI pada Desember nanti akan memonitor segala perkembangan data ekonomi global dan nilai tukar rupiah sebelum memutuskan perubahan suku bunga lebih lanjut. Terpisah, Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya mengatakan peningkatan suku bunga acuan BI ini cukup mengejutkan pasar karena di luar konsensus. “Investor bisa simak saham-saham perbankan yang fundamentalnya masih kuat, dan energi, khususnya minyak. Saham pilihannya adalah BBCA, BBNI, MEDC, dan ELSA,” ujar Cheril.Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan pasar merespons negatif peningkatan suku bunga acuan BI. Respons negatif ini terutama terjadi pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti perbankan.

Bunga Naik, Properti Makin Babak Belur

HR1 20 Oct 2023 Kontan
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6% bakal kembali membebani kinerja emiten properti. Terutama yang banyak bergerak di bisnis rumah tapak atau apartemen. Nasib sial menimpa emiten properti yang tidak memiliki pendapatan berulang. Kemungkinan kinerja mereka. tidak terlalu baik di kuartal IV 2023 ini. Analis Henan Putihrai, Jono Syafei mengatakan, kenaikan suku bunga BI berpotensi melemahkan daya beli masyarakat. Maka, banyak emiten yang mulai mengandalkan segmen pendapatan berulang atau recurring income. Hal tersebut juga sudah terlihat dari kinerja laporan keuangan semester I-2023, yang menunjukkan kalau emiten properti masih bergantung dari pendapatan berulang atau recurring income. Misalnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan sektor mall dan ritei dari pihak ketiga mencapai Rp 743 miliar di semester I 2023. Naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 619,29 miliar. Kontribusi sektor mall dan ritel  SMRA dari pihak-pihak berelasi tercatat Rp 23,5 miliar di semester I 2023, meningkat dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,55 miliar. Sedangkan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada semester I 2023 mencatatkan pendapatan usaha Rp 966,03 miliar. Terdiri dari pusat niaga dan kawasan komersial, pelayanan kesehatan, hotel, sewa kantor, lapangan golf, dan lain-lain. Angka itu naik 9,6% dari raihan pendapatan usaha di semester I 2022. Technical Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora mengatakan,  emiten yang memiliki pendapatan berulang memiliki potensi yang lebih baik pada kuartal IV 2023. Sebab, kunjungan mall akan meningkat di akhir tahun, mengingat banyak tenant yang akan memberikan diskon.

Jelang Tutup Tahun, Emiten Rajin Akuisisi

HR1 19 Oct 2023 Kontan
Aksi akuisisi emiten kembali terjadi. Teranyar, emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) menggali lebih dalam potensi bisnis di bidang nikel. Melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), UNTR kembali menjalankan aksi akuisisi perusahaan nikel. Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR menginformasikan pengambilalihan saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR) oleh Danusa Tambng Nusantara. Anugerah Surya  merupakan perusahaan tambang nikel dan kegiatan usaha lain terkait dengan nikel. Sara membeberkan, pada 16 Oktober 2023, Danusa telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan tiga perusahaan. Meliputi PT Kalira Pascama (KP), PT Bintang Prima Investama (BPI), serta  PT Anugerah Dayakaya Angkasa (ADA). Lantas sebanyak 16,67% milik Bintang Prima dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ASPR. Serta sebanyak 16,67% milik Anugerah Dayakaya Angkasa dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Anugerah Surya. Sebelumnya, pada 21 September 2023 UNTR melalui Danusa Tamabang Nusantara juga  telah menyelesaikan transaksi dengan Nickel Industries Limited (NIC) atas pengambilan 857 juta saham biasa baru yang dikeluarkan NIC. Total nilai transaksi ini mencapai A$ 942,7 juta. Melihat aksi akuisisi yang kian marak jelang akhir tahun, analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengatakan tujuan emiten melakukan akuisisi tentunya untuk memperkuat pertumbuhan bisnis. Selain itu, bisa juga untuk efisiensi operasional dengan menggabungkan teknologi, dan infrastruktur yang dimiliki oleh ekosistem perusahaan sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi, hingga akhir tahun 2023 akan semakin marak emiten melakukan aksi akuisisi karena memang selalu terjadi menjelang akhir tahun.

Prajogo Pangestu, Taipan Paling Tajir di Bursa

HR1 19 Oct 2023 Kontan (H)
Lagi-lagi fenomena saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di lantai bursa. Sejak mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan harga saham BREN  telah membawa cuan besar bagi para pemilik sahamnya. Betapa tidak, sejak melantai di BEI pada 9 Oktober 2023, harga saham BREN terus meroket. Pada akhir perdagangan Rabu (18/10), BREN parkir di level Rp 3.790 per saham. Artinya, para investor yang mendekap saham BREN sejak initial public offering (IPO) di harga Rp 780 per saham, mereka sudah mencatatkan cuan hingga 385,89%. Tidak hanya investor publik yang sumringah. Nilai kekayaan taipan pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu dan keluarganya, juga melesat terangkat kenaikan harga saham emiten energi baru terbarukan (EBT) itu. Bahkan kini, Prajogo tercatat sebagai investor paling tajir di bursa dan di  Tanah Air, berkat dorongan BREN. Jika menghitung dengan saham-saham lain yang dimilikinya secara langsung maupun tak langsung, total nilai aset saham Prajogo dan keluarganya mencapai sekitar Rp 533,06 triliun. Nah, nilai aset saham milik Prajogo itu sudah melampaui kalkulasi nilai kekayaan Low Tuck Kwong, yang kini tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan Bloomberg Billionaires Index. Low Tuck Kwong adalah pemilik saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS). Nilai aset sahamnya ditaksir sekitar  Rp 407,62 triliun. Economist & Financial Market Specialist Lucky Bayu Purnomo melihat kenaikan harga BREN disebabkan  energi hijau yang tengah naik daun. BREN juga punya kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 885 megawatt (MW). Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, sebagai pebisnis,  langkah Prajogo membawa BREN listing di bursa merupakan bagian dari strategi pengembangan usahanya. Teguh Hidayat, Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama menilai harga BREN berpotensi  dikendalikan market maker karena porsi free float yang minim. Porsi kepemilikan masyarakat di BREN hanya 3%. 

Pilihan Editor