;

UPAYA EKSTRA DULANG LABA

Ekonomi Hairul Rizal 31 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)
UPAYA EKSTRA DULANG LABA

Mata investor saham sedang tertuju pada rapor keuangan emiten-emiten per 9 bulan 2023. Apalagi, korporasi tengah berjibaku mencetak pertumbuhan laba di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, maupun krisis geopolitik. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 79 dan 162 emiten membukukan pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Januari-September 2023. Adapun, 9 emiten berbalik mendulang laba, 54 emiten mengalami penurunan laba bersih, 9 emiten membukukan penurunan rugi bersih, dan 3 emiten ruginya meningkat secara tahunan per 30 September 2023. Laba bersih yang lebih tebal a.l. dibukukan oleh emiten di sektor perbankan, properti, transportasi, komponen otomotif, pengelola rumah sakit, rokok, dan barang konsumsi. Di sektor perbankan, laba bersih BMRI tumbuh 27,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp39,1 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Adapun, GGRM membukukan lompatan laba bersih 197,62% secara tahunan menjadi Rp4,45 triliun pada periode tersebut. Kontras, emiten teknologi GOTO dan BUKA masih bergelut dengan rugi bersih per 30 September 2023 berturut-turut Rp9,54 triliun dan Rp776,22 miliar. Namun, kerugian GOTO menyusut 53% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp20,32 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan sinergi ekosistem yang makin kuat menjadi keunggulan perusahaan di tengah kompetisi yang kian ketat.

Terpisah, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi mengatakan perseroan terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan kinerja laba bersih bank juga terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 10,8% yoy menjadi Rp24,55 triliun pada kuartal III/2023. Adapun, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie melaporkan produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 62% atau Rp19,29 triliun. Faktanya, dalam sebulan terakhir, IHSG tercatat merosot 3,24% dan parkir di level 6.735,89 pada akhir perdagangan kemarin, Senin (30/10). Hal itu sejalan dengan arus modal keluar asing yang mencatat net sell Rp11,97 triliun secara year-to-date. Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Changkun Shin menilai kinerja emiten per kuartal III/2023 bervariasi, tetapi rapor emiten blue chips mayoritas tumbuh positif. Meski demikian, daya dorong sentimen positif itu disebut tidak begitu kuat terhadap IHSG mengingat pasar cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed dalam FOMC 31 Oktober-1 November 2023.

Download Aplikasi Labirin :