;
Tags

Saham

( 1717 )

Investasi Hijau Dongkrak Saham Astra dan Barito Renewables

KT1 26 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Investasi hijau atau green investment yang dilakukan oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Astra Internasional TBK (ASII) diyakini mampu mengangkat kinerja di lantai bursa. Saham BREN yang bergerak di bidang panas bumi, telah mencatatkan kenaikan hingga 389% sejak listing di Bursa Efek Indonesia  (BEI) pada 9 Oktober 2023. Saham ASII juga memiliki peluang besar untuk terkerek dari investasi hijau yang menjadi salah satu fokus bisnis Group Astra saat ini. President Director Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan,  fokus perseroan di portfolio investasi  hijau telah mengangkat kinerja saham perseroan sebanyak empat kali. "Jadi kami tidak setuju kalau harga saham tidak naik, yang tidak merasakan kenaikan saham itu, mereka tidak ikut pre-IPO" Ujar Hendra. (Yetede)

KAEF Bidik Kinerja Tumbuh Dua Digit

HR1 26 Oct 2023 Kontan
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membidik pertumbuhan kinerja hingga dua digit pada tahun 2024 mendatang. Emiten farmasi ini juga menargetkan laba bersih dan EBITDA bisa berada di level positif. "Tahun 2024 kami menginginkan pertumbuhan dobel digit. Kami juga mau pastikan EBITDA dan net income positif," ujar David Utama, Direktur Utama KAEF, saat ditemui di acara forum investor di Jakarta, Rabu (25/10). Sepanjang tahun ini, kinerja KAEF masih akan disokong meningkatnya penjualan produk dan jasa layanan laboratorium medis dan klinik. David juga menyinggung soal rencana membawa anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA) untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Rencana IPO ini memang menjadi salah satu aksi korporasi yang dibidik KAEF. Namun, dia melihat IPO KFA belum akan terlaksana di tahun depan. "Tetapi kemungkinan besar adalah di 2025. Karena kami mau menyiapkan fundamental KFA sebaik-baiknya kata David.

Galang Dana Jumbo Demi Ekspansi

HR1 25 Oct 2023 Kontan
Kendati kondisi ekonomi masih dibayangi sentimen negatif, sejumlah emiten tetap menggarap agenda ekspansi. Terlihat dari sejumlah aksi korporasi menjaring pendanaan eksternal, baik dengan menerbitkan surat utang maupun pendanaan pihak perbankan. Terkini, unit usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yakni Adaro Power, dikabarkan t mencari pembiayaan untuk mendanai proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) senilai US$ 5 miliar. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/10), Presiden Direktur Adaro Power, Dharma Djojonegoro dalam sebuah wawancara di Singapura mengungkapkan, pendanaan yang dicari Adaro Power sekitar 80% dari total nilai proyek tenaga surya itu. Saat dikonfirmasi, Head of Corporate Communication ADRO, Febriati Nadira belum bisa menyampaikan lebih lanjut terkait kabar tersebut. "Sejauh ini baru itu saja," terang Ira, sapaan Nadira, Selasa (24/10). Kemarin emiten Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) juga meraih pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 2,2 triliun. Rinciannya, limit pinjaman untuk PT Borneo Indobara maksimal Rp 2,05 triliun, sementara sisanya untuk PT Barasentosa Lestari. PT United Tractors Tbk (UNTR), melalui anak usahanya yakni PT Pamapersada Nusantara juga baru saja mengail pinjaman bernilai jumbo dari sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan. Nilainya mencapai US$ 527,9 juta atau setara Rp 8,25 triliun. "Pinjaman akan digunakan untuk belanja modal (capex) dan cash flow operasional," kata Sekretaris Perusahaan UNTR Sara. K Loebis. Saham emiten yang meraih pendanaan untuk melanjutkan ekspansi ini layak dicermati. Pengamat Pasar Modal dan Guru Besar Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, pendanaan dengan obligasi lebih dapat menghindari fluktuasi tingkat bunga. Selain itu, penerbitan obligasi tidak perlu melakukan angsuran pokok sehingga cashflow emiten lebih terjaga.

Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

HR1 24 Oct 2023 Kontan (H)
Berbarengan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden kubu Prabowo Subianto, rupiah dan bursa saham bergejolak. Suhu politik dalam negeri yang memanas menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 dinilai berandil turut menekan rupiah serta laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG terpangkas 107,2 poin atau turun 1,57% menjadi 6.741,96. Sementara nilai tukar rupiah nyaris menembus batas psikologis baru yakni Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). "Hanya menghitung hari, potensi rupiah ke Rp 16.000 akan segera terjadi dalam satu sampai dua hari ke depan," ujar Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, kepada KONTAN, Senin (23/10). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menilai, anjloknya IHSG pada Senin (23/10) terdampak dari sentimen global maupun lokal. Tapi menurutnya, sentimen lokal tidak terlalu besar. Sentimen lain yang mempengaruhi pasar keuangan domestik adalah menurunnya kepercayaan investor terhadap mata uang Garuda. Risiko investasi juga meningkat. Ditandai dengan kenaikan CDS menembus 100 pada pekan lalu. Tepatnya 100,83. Juga arus keluar non resident dari pasar keuangan domestik. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro sepakat, tekanan pasar keuangan Indonesia memang datang dari faktor global, setelah pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan, kenaikan suku bunga acuan dibutuhkan untuk membawa inflasi AS ke 2%. Sentimen ini membawa Dollar Index terus tinggi di 106. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede sepakat dengan Andry. Data AS yang terus menunjukkan ekonomi yang kuat, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang memperkuat perlunya mempertahankan suku bunga tinggi hingga inflasi mereda, banyak investor lebih bearish terhadap aset berisiko. Selain itu para pelaku pasar mengamati dengan seksama perkembangan di Timur Tengah. 

Efek Ekonomi Global Seret Turun IHSG ke Level 6.741

KT1 24 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 1,57% ke posisi 6.741 pada perdagangan Senin (23/10/2023). Merosot IHSG hingga  ke level terendah di bulan Oktober ini, akibat efek domino dari berbagai sentimen negatif global, dan diperparah longsornya rupiah ke level Rp 15.943 per dolar Amerika Serikat (AS). "Pelemahan IHSG lebih kepada efek domino dari sentimen kenaikan US Treasure Yields sehubungan dengan dinamika suku bunga the Fed, serta dinamika di Kawasan Timur Tengah," kata Senior Invesment Information Mirea Assset Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (23/10/2023). Senada dengan Nafan, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menilai, rontoknya IHSG kemarin tidak lepas dari melemahnya Wall Street pada perdagangan Jumat (20/10/2023) akibat makin meluasnya risiko konflik antara Israel dan Hamas, serta ancaman tingkat suku bunga AS yang diekspektasikan meningkat dalam jangka panjang. Buntut semua itu, membuat bursa asia kompak melemah. (Yetede)

Proyek IKN Belum Bisa Perbaiki Kinerja BUMN Karya

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Di tengah proses pergantian pucuk pimpinan negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya bakal terus melanjutkan proyek pembangunan infrastruktur. Seperti program proyek strategis nasional (PSN). Misalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI)  yang berkomitmen menyelesaikan proyek yang tengah berjalan di tengah rangkaian pemilu tahun 2024 mendatang. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Farid Budiyanto mengatakan, proses pemilu adalah agenda rutin nasional. Menurut Farid, periode akhir pemerintah Presiden Joko Widodo justru mendorong pelaku sektor konstruksi mempercepat penyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Farid berharap, proses Pemilu 2024 akan mendorong optimisme pasar terhadap sektor konstruksi.  Sebab, setelah Pemilu 2024 nanti berakhir, program-program pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda penting dari pemerintahan yang baru. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani melihat prospek BUMN Karya masih buruk menjelang akhir tahun 2023. Kinerja yang negatif dari BUMN karya juga masih akan terjadi di tengah kegiatan rangkaian Pemilu 2024.

Saham Milik Para Politisi Tersengat Sentimen Pilpres

HR1 23 Oct 2023 Kontan (H)
Tensi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) memanas. Di tengah bayang-bayang sentimen global, pasar masih menerka, apakah pilpres kali ini bisa menambah tekanan atau justru membuat pasar saham lebih sumringah. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, secara historis, masa kampanye hingga penyelenggaraan pilpres, pasar lebih bergairah. Musim kampanye hingga pilpres 2009, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,23%. IHSG juga meningkat pada pilpres 2014 dan 2019 silam. "Melihat tren sebelumnya, pemilu dan kampanye dominan meningkatkan minat investasi di saham domestik," kata Nico, Minggu (22/10). Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan, pilpres memang jadi katalis bagi pasar saham. Tapi, sentimen eksternal dan domestik lain tetap punya peran signifikan. William melihat IHSG cenderung melemah sebelum pilpres, dan menguat lagi setelahnya. Di tengah euforia ini, sebagian pelaku pasar biasanya mengambil peluang dari saham-saham milik tokoh politik. Kondisi itu juga terlihat saat saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) melonjak beberapa hari terakhir. Dus, jika tertarik uji nyali mengoleksi saham-saham tokoh politik yang mengambil peran di Pemilu dan Pilpres, Nico mengingatkan agar cermat memperhatikan perkembangan berita. Contoh ABBA dan MARI yang menguat karena isu Erick menjadi cawapres. Bisa jadi terkoreksi saat Erick batal menjadi cawapres. Saham-saham terkait Partai Golkar juga bisa tersengat sentimen ini. Misal, saham Grup Bakrie. Juga bisa berpengaruh ke saham Lalu masih terkait Erick, ada Adaro (ADRO) milik sang kakak, Garibaldi Thohir.

Semakin Andalkan Pendapatan Rutin

HR1 23 Oct 2023 Kontan
Keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6% pada Rapat Dewan Gubernur BI bulan Oktober 2023 membawa sejumlah efek ke sektor properti. Menurut analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, kenaikan suku bunga ini secara tidak langsung akan memengaruhi penjualan properti. Terutama yang mayoritas pembelinya menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Kenaikan bunga acuan akan memicu kenaikan suku bunga KPR. "Mungkin tahun depan emiten akan lebih konservatif dalam menetapkan target marketing sales," kata Jono, ke KONTAN, Jumat (20/10). Ada dua emiten properti yang pembelinya banyak menggunakan KPR. Yakni  PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Apalagi, proyek-proyek kedua emiten tersebut lebih banyak menyasar segmen pasar menengah. Kemudian, dari segi daya beli masyarakat, Jono melihat kemampuan masyarakat akan lebih dipengaruhi kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Head of Research Investasiku, Cheril Tanuwijaya menyampaikan, kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi penekan kinerja emiten properti. Pasalnya, kenaikan bunga KPR dapat menghambat minat masyarakat membeli properti. Berdasarkan riset tanggal 12 Oktober 2023, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano menyampaikan, pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur akan menciptakan pasar baru untuk para pengembang properti. Beberapa komitmen telah dibuat untuk mengembangkan IKN.  Selain gedung pemerintah, terdapat beberapa investor swasta yang berkomitmen terhadap pengembangan proyek di IKN. Pertama, konsorsium yang dipimpin oleh Agung Sedayu (termasuk Sinarmas, Mulia Group, Salim, Adaro, Astra, dan lainnya) akan mengembangkan mixed-use seluas 17 hektare (ha) senilai Rp 20 triliun. Kedua, Pertamina akan membangun pusat energi berkelanjutan seluas 3,70 ha. Ketiga, FIFA akan membangun pusat pelatihan sepakbola bagi PSSI di atas lahan 35 ha. 

Penetapan Capres dan Cawapres Topang Penguatan IHSG

KT1 23 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penetapan calon presiden (capres) dan calon presiden (cawapres) Pemilihan Presiden (Capres) 2024 bakal menopang penguatan  indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini. Sebab, hal ini memberikan kepastian di kalangan pelaku pasar. Di luar sentimen dalam negeri, pasar saham akan berimbas sejumlah sentimen global, terutama konflik di Timur Tengah  yang memanas dan kembali munculnya sinyal hawkish The Fed. "Kenaikan yield obligasi AS ditambah konflik geopolitik Timur Tengah memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk saham," ujar Praktisi pasar modal dan co-founder PasarDana hans Kwee. Hans menambahkan, pasar tenaga kerja dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, memberi The Fed mungkin mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Dari dalam negeri, kata Hans, Bank Indonesia mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan besar 25 basis points (bps) untuk memerikan dukungan kepada rupiah yang melemah terhadap dolar AS. (Yetede)

IKAI Memperluas Pasar ke Outlet Ritel Bangunan Modern

HR1 20 Oct 2023 Kontan
Pasar properti yang mulai menggeliat membuat PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) memasang kuda-kuda. Lewat anak usahanya,  IKAI bakal menggenjot penjualan keramik di ritel modern. Untuk itu, produsen keramik merek Essenza ini bakal menambah jaringan di outlet ritel modern untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama Internusa Keramik Alamasri, Angelica Lie menjelaskan, saat ini penjualan keramik Essenza melalui distributor sebesar 70% dan sekitar 30% lewat outlet ritel modern. Saat ini distribusi penjualan Essenza telah masuk di sejumlah outlet ritel modern, khususnya ritel bahan bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah  produk Essenza ada di 10 outlet milik Mitra 10, dua outlet di Depo Bangunan, sembilan outlet di Mitra Bangunan dan 15 outlet  di RKM Supermarket Bangunan. Angelica menjelaskan, para peritel bahan bangunan beberapa outlet di Jambi, Palembang, Pekanbaru, Lubuklinggau dan Lampung. Teranyar, Mitra Bangunan telah membuka cabang di selatan kota Jambi. Tak hanya itu, entitas usaha IKAI ini juga telah menambah modern outlet baru, yakni Belanja Keramik yang merupakan anak perusahaan Siam Cement Group (SCG). Ritel  ini sudah punya jaringan distribusi di Jabodetabek dan Jawa Timur. Setelah memperluas jaringan pemasaran, IKAI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi keramik di tahun 2024 nanti. Maka emiten ini berencana menghidupkan line 3 yang sudah ada mesin kiln (pembakaran) di Tangerang, Banten.

Pilihan Editor