;
Tags

Saham

( 1722 )

Musim Kinerja Warnai Laju Bursa Saham

HR1 01 Nov 2023 Kontan (H)
Musim laporan kinerja keuangan emiten saham kuartal III-2023 mewarnai pergerakan pasar saham, terutama dorongan kinerja emiten blue chips yang tergabung dalam indeks LQ45. Seperti diduga para analis, kinerja emiten di kuartal ketiga tahun ini cenderung melandai akibat volatilitas harga komoditas dan depresiasi rupiah. Sektor saham yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global, terutama emiten saham sektor energi, sebagian besar mencetak penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun ini. Misalnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang labanya turun dua digit. Sementara kinerja emiten saham perbankan relatif masih solid, dipimpin oleh Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi. Bank plat merah ini menorehkan kenaikan laba bersih sebesar 27,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp 39,1 triliun.Berbeda nasib dengan perbankan, emiten saham teknologi masih boncos. Pada kuartal III-2023, emiten teknologi masih membukukan nilai kerugian yang signifikan kendati mulai tampak perbaikan dari sisi pendapatan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan rupiah menjadi penekan kinerja emiten pada kuartal III-2023. Salah satu sektor saham yang mendapatkan tekanan besar dari pelemahan kurs rupiah adalah sektor kesehatan. Maklum, mayoritas emiten saham kesehatan masih mengandalkan bahan baku impor, sehingga volatilitas kurs berpengaruh terhadap beban keuangannya. Toh, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memberi catatan khusus untuk saham perbankan. Ia menilai, kendati mengalami penurunan harga dan banyak dijual asing, saham perbankan berpeluang berbalik arah alias naik lagi.

UPAYA EKSTRA DULANG LABA

HR1 31 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

Mata investor saham sedang tertuju pada rapor keuangan emiten-emiten per 9 bulan 2023. Apalagi, korporasi tengah berjibaku mencetak pertumbuhan laba di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, maupun krisis geopolitik. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 79 dan 162 emiten membukukan pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Januari-September 2023. Adapun, 9 emiten berbalik mendulang laba, 54 emiten mengalami penurunan laba bersih, 9 emiten membukukan penurunan rugi bersih, dan 3 emiten ruginya meningkat secara tahunan per 30 September 2023. Laba bersih yang lebih tebal a.l. dibukukan oleh emiten di sektor perbankan, properti, transportasi, komponen otomotif, pengelola rumah sakit, rokok, dan barang konsumsi. Di sektor perbankan, laba bersih BMRI tumbuh 27,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp39,1 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Adapun, GGRM membukukan lompatan laba bersih 197,62% secara tahunan menjadi Rp4,45 triliun pada periode tersebut. Kontras, emiten teknologi GOTO dan BUKA masih bergelut dengan rugi bersih per 30 September 2023 berturut-turut Rp9,54 triliun dan Rp776,22 miliar. Namun, kerugian GOTO menyusut 53% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp20,32 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan sinergi ekosistem yang makin kuat menjadi keunggulan perusahaan di tengah kompetisi yang kian ketat.

Terpisah, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi mengatakan perseroan terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan kinerja laba bersih bank juga terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 10,8% yoy menjadi Rp24,55 triliun pada kuartal III/2023. Adapun, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie melaporkan produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 62% atau Rp19,29 triliun. Faktanya, dalam sebulan terakhir, IHSG tercatat merosot 3,24% dan parkir di level 6.735,89 pada akhir perdagangan kemarin, Senin (30/10). Hal itu sejalan dengan arus modal keluar asing yang mencatat net sell Rp11,97 triliun secara year-to-date. Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Changkun Shin menilai kinerja emiten per kuartal III/2023 bervariasi, tetapi rapor emiten blue chips mayoritas tumbuh positif. Meski demikian, daya dorong sentimen positif itu disebut tidak begitu kuat terhadap IHSG mengingat pasar cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed dalam FOMC 31 Oktober-1 November 2023.

Emiten Sektor Kesehatan Semakin Bugar

HR1 30 Oct 2023 Kontan
Di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sektor kesehatan justru menjadi salah satu sektor yang bisa melaju di zona hijau. Sepekan terakhir ini indeks tepangkas sekitar 1,32%. Pada perdagangan bursa saham Jumat (27/10), indeks sektor saham kesehatan ditutup  menguat 16,85 poin atau 1,13% menjadi 1.504,83. Kondisi ini melanjutkan penguatan di hari sebelumnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, penguatan sektor kesehatan ini salah satunya karena kenaikan suku bunga. Sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang defensif terhadap kondisi tersebut. Tapi Nico menegaskan, sektor kesehatan hanya menjadi alternatif  berinvestasi, Jadi bukanlah menjadi sektor prioritas. Maka ia menyarankan investor  tetap memilih emiten kesehatan yang tidak memiliki komponen impor yang besar. Lantaran pada saat ini kondisi rupiah masih terus mengalami tekanan. Meski begitu, analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei menambahkan, sektor kesehatan biasanya mengalami peningkatan kinerja pada semester kedua, termasuk pada periode saat ini. Jono memproyeksi, kinerja sektor kesehatan akan terus tumbuh. Salah satu emiten kesehatan yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sebelumnya juga sudah merilis kinerja keuangan kuartal III-2023. Hasilnya adalah, salah satu emiten dari Grup Lippo mencatatkan kenaikan laba 91,2% di periode tersebut menjadi Rp 858,90 miliar, dari periode serupa tahun lalu sebesar Rp 449,21 miliar.

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed to Higher

KT1 30 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak bervariasi  dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) pada pekan ini, setelah minggu lalu ditutup naik 0,66% ke level 6.758. Banyaknya rilis data penting dn berpotensi  menjadi sentimen utama pasar, baik dari luar maupun dalam negeri, akan menjadi penentu laju IHSG sepanjang pekan ini. "IHSG diprediksi bergerak mixed to higher dengan support 6.740-.656 dan resistance 6.771-6.792," kata Senior Information Investment Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Minggu. Nafan mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi melandainya hasil pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, yang diharapkan  dapat meredam kekhawatiran terkait dengan potensi penerapan kenaikan suku bunga the fed. "Peluanganya lebih banyak kalau the Fed menahan suku bunganya di level saat ini, jadi ini akan bagus untuk pasar," ujar dia. (Yetede)

UJIAN RESILIENSI PASAR SAHAM

HR1 27 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)

Volatilitas tinggi sedang menyelimuti pasar saham Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun tak kuasa membendung gempuran sentimen negatif yang datang bertubi-tubi dari sisi eksternal.Tekanan pasar saham datang dari antisipasi pelaku pasar terhadap sikap hawkish bank sentral global, terutama The Fed dan European Central Bank, dalam penentuan kebijakan suku bunga acuan.Selain itu, gejolak geopolitik yang memanas akibat konflik Israel-Hamas turut diwaspadai efek dominonya terhadap pergerakan harga komoditas energi global.Dari dalam negeri, kejutan Bank Indonesia yang mengerek 7-Days Reverse Repo Rate ke level 6% dan depresiasi rupiah yang nyaris menyentuh Rp16.000 per dolar AS juga menekan minat investor di pasar saham.Pada perdagangan Kamis (26/10), IHSG menukik turun 1,75% dan parkir di level 6.714,51. IHSG makin menjauhi level tertinggi tahun ini 7.016,84 yang disentuh pada 22 September 2023.Alhasil, indeks komposit terkoreksi 1,99% sepanjang tahun berjalan 2023. Namun, Bursa Efek Indonesia bukan satu-satunya pasar saham regional yang merah membara. narno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan berbagai capaian ditorehkan dalam momentum 46 tahun reaktivasi pasar modal Indonesia. Di sisi lain, berbagai tantangan masih harus dihadapi. Meski tengah digempur sentimen negatif, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengaku optimistis pasar modal Indonesia masih berpeluang untuk balik arah dan membukukan kinerja positif hingga akhir 2023. Menurutnya, fluktuasi IHSG merupakan hal yang wajar di tengah dinamika sentimen global dan ekonomi Indonesia. Optimisme itu turut mendorong kepercayaan diri BEI terhadap prospek kenaikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2024. BEI menargetkan RNTH menembus Rp12,25 triliun atau lebih tinggi dari target tahun ini yang direvisi turun menjadi Rp10,75 triliun. Dihubungi Bisnis, Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan saat ini belum ada katalis positif yang dapat menopang pasar saham sehingga investor disarankan wait and see sambil menunggu IHSG mengalami pemulihan.Terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dia berpendapat investor asing harap-harap cemas sambil menunggu rencana kebijakan ketiga pasangan capres dan cawapres.Sementara itu, Managing Director UBS Indonesia Joshua Arief Tanja menuturkan kebijakan suku bunga yang lebih hawkish disoroti oleh pelaku pasar. Akibatnya, kalangan analis kembali mempertanyakan peluang penurunan suku bunga pada 2024.

Melego Saham demi Perbaikan Kinerja

KT1 26 Oct 2023 Tempo
JAKARTA – PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) memastikan tawaran pelepasan saham tidak akan mengganggu struktur kepemilikan pemerintah di Bandara Kertajati. Direktur Utama BIJB Muhammad Singgih mengatakan manajemen hanya mencari mitra untuk pengembangan layanan dan jaringan usaha lapangan terbang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tersebut. Singgih menambahkan, masuknya investor juga dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi finansial perusahaan. "Yang penting adalah bagaimana BIJB menyelesaikan kewajiban keuangan sambil tetap melayani masyarakat dengan baik,” katanya kepada Tempo, kemarin.

Saat ini porsi kepemilikan saham Bandara Kertajati yang dipegang oleh BIJB selaku entitas milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 82,29 persen. Porsi BIJB akan berkurang menjadi 60 persen jika PT Angkasa Pura II (Persero) yang kini memegang 15,41 persen saham memenuhi seluruh setoran modalnya.  Selanjutnya, sebanyak 1,62 persen porsi kepemilikan bandara berkapasitas 5,6 juta penumpang itu dipegang Koperasi Praja Sejahtera Jawa Barat serta 0,68 persen dimiliki PT Jasa Sarana, badan usaha bidang infrastruktur milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Yetede)

Investasi Hijau Dongkrak Saham Astra dan Barito Renewables

KT1 26 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Investasi hijau atau green investment yang dilakukan oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Astra Internasional TBK (ASII) diyakini mampu mengangkat kinerja di lantai bursa. Saham BREN yang bergerak di bidang panas bumi, telah mencatatkan kenaikan hingga 389% sejak listing di Bursa Efek Indonesia  (BEI) pada 9 Oktober 2023. Saham ASII juga memiliki peluang besar untuk terkerek dari investasi hijau yang menjadi salah satu fokus bisnis Group Astra saat ini. President Director Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan,  fokus perseroan di portfolio investasi  hijau telah mengangkat kinerja saham perseroan sebanyak empat kali. "Jadi kami tidak setuju kalau harga saham tidak naik, yang tidak merasakan kenaikan saham itu, mereka tidak ikut pre-IPO" Ujar Hendra. (Yetede)

KAEF Bidik Kinerja Tumbuh Dua Digit

HR1 26 Oct 2023 Kontan
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membidik pertumbuhan kinerja hingga dua digit pada tahun 2024 mendatang. Emiten farmasi ini juga menargetkan laba bersih dan EBITDA bisa berada di level positif. "Tahun 2024 kami menginginkan pertumbuhan dobel digit. Kami juga mau pastikan EBITDA dan net income positif," ujar David Utama, Direktur Utama KAEF, saat ditemui di acara forum investor di Jakarta, Rabu (25/10). Sepanjang tahun ini, kinerja KAEF masih akan disokong meningkatnya penjualan produk dan jasa layanan laboratorium medis dan klinik. David juga menyinggung soal rencana membawa anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA) untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Rencana IPO ini memang menjadi salah satu aksi korporasi yang dibidik KAEF. Namun, dia melihat IPO KFA belum akan terlaksana di tahun depan. "Tetapi kemungkinan besar adalah di 2025. Karena kami mau menyiapkan fundamental KFA sebaik-baiknya kata David.

Galang Dana Jumbo Demi Ekspansi

HR1 25 Oct 2023 Kontan
Kendati kondisi ekonomi masih dibayangi sentimen negatif, sejumlah emiten tetap menggarap agenda ekspansi. Terlihat dari sejumlah aksi korporasi menjaring pendanaan eksternal, baik dengan menerbitkan surat utang maupun pendanaan pihak perbankan. Terkini, unit usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yakni Adaro Power, dikabarkan t mencari pembiayaan untuk mendanai proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) senilai US$ 5 miliar. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/10), Presiden Direktur Adaro Power, Dharma Djojonegoro dalam sebuah wawancara di Singapura mengungkapkan, pendanaan yang dicari Adaro Power sekitar 80% dari total nilai proyek tenaga surya itu. Saat dikonfirmasi, Head of Corporate Communication ADRO, Febriati Nadira belum bisa menyampaikan lebih lanjut terkait kabar tersebut. "Sejauh ini baru itu saja," terang Ira, sapaan Nadira, Selasa (24/10). Kemarin emiten Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) juga meraih pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 2,2 triliun. Rinciannya, limit pinjaman untuk PT Borneo Indobara maksimal Rp 2,05 triliun, sementara sisanya untuk PT Barasentosa Lestari. PT United Tractors Tbk (UNTR), melalui anak usahanya yakni PT Pamapersada Nusantara juga baru saja mengail pinjaman bernilai jumbo dari sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan. Nilainya mencapai US$ 527,9 juta atau setara Rp 8,25 triliun. "Pinjaman akan digunakan untuk belanja modal (capex) dan cash flow operasional," kata Sekretaris Perusahaan UNTR Sara. K Loebis. Saham emiten yang meraih pendanaan untuk melanjutkan ekspansi ini layak dicermati. Pengamat Pasar Modal dan Guru Besar Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, pendanaan dengan obligasi lebih dapat menghindari fluktuasi tingkat bunga. Selain itu, penerbitan obligasi tidak perlu melakukan angsuran pokok sehingga cashflow emiten lebih terjaga.

Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

HR1 24 Oct 2023 Kontan (H)
Berbarengan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden kubu Prabowo Subianto, rupiah dan bursa saham bergejolak. Suhu politik dalam negeri yang memanas menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 dinilai berandil turut menekan rupiah serta laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG terpangkas 107,2 poin atau turun 1,57% menjadi 6.741,96. Sementara nilai tukar rupiah nyaris menembus batas psikologis baru yakni Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). "Hanya menghitung hari, potensi rupiah ke Rp 16.000 akan segera terjadi dalam satu sampai dua hari ke depan," ujar Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, kepada KONTAN, Senin (23/10). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menilai, anjloknya IHSG pada Senin (23/10) terdampak dari sentimen global maupun lokal. Tapi menurutnya, sentimen lokal tidak terlalu besar. Sentimen lain yang mempengaruhi pasar keuangan domestik adalah menurunnya kepercayaan investor terhadap mata uang Garuda. Risiko investasi juga meningkat. Ditandai dengan kenaikan CDS menembus 100 pada pekan lalu. Tepatnya 100,83. Juga arus keluar non resident dari pasar keuangan domestik. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro sepakat, tekanan pasar keuangan Indonesia memang datang dari faktor global, setelah pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan, kenaikan suku bunga acuan dibutuhkan untuk membawa inflasi AS ke 2%. Sentimen ini membawa Dollar Index terus tinggi di 106. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede sepakat dengan Andry. Data AS yang terus menunjukkan ekonomi yang kuat, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang memperkuat perlunya mempertahankan suku bunga tinggi hingga inflasi mereda, banyak investor lebih bearish terhadap aset berisiko. Selain itu para pelaku pasar mengamati dengan seksama perkembangan di Timur Tengah. 

Pilihan Editor