Saham
( 1722 )Momentum Kebangkitan Pasar Saham
JAKARTA,ID-Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan diyakini menjadi momentum kebangkitan pasar saham Indonesia, yang tertekan hebat dalam tiga bulan terakhir. Apalagi, dalam pertemuan FOMC terakhir, The Fed mengirimkan banyak sinyal dovish kuat, yang menjadi angin segar pasar saham. Tak ayal lagi, begitu kabar itu mencuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung reli dalam dua hari beruntun, yakni Kamis dan Jumat pekan lalu, masing-masing sebesar 1,64% dan 0,55%, setelah sebelumnya babak belur dihajar ketidakpastian global dan maraknya aksi menghindari investasi berisiko tinggi (risk off). Asing kembali memborong saham dan mencetak net buy Rp309 miliar pada Jumat pekan lalu. Sejalan dengan itu, IHSG ditutup menguat 0,44 pada pekan lalu ke level 6.639, terendah dalam tiga bulan terakhir. Indeks tercatat melemah, 1,45% dalam sebulan,0 96% dalam tiga bulan, 0,44% dalam enam bulan, dan 0,9% secara year to date (ytd), berdasarkan data RTI. (Yetede)
Menanti Sinterklas Berbagi Kado Akhir Tahun di Bursa
Geopolitik Tegang, Komoditas Panas
Tantangan Mengadang BUMN Tambang
Potensi Window Dressing Kembali Terbuka Lebar
Harga Komoditas Anjlok, Laba Emiten MIND.ID Melorot
Pilih-Pilih LQ45 dengan Cuan Tinggi
Proyek Besar Topang Emiten Konstruksi
Laba Bersih AMMN Melorot 91,57%
Pendapatan Berulang Topang Pengembang
Pilihan Editor
-
Manufaktur dalam Tekanan
18 Oct 2019 -
Prospek Kesepakatan Brexit Tertunda Lagi
21 Oct 2019 -
Reformasi yang Belum Tuntas
18 Oct 2019









