;
Tags

Saham

( 1737 )

Hujan Cuan Saham Sepanjang November Rain

HR1 01 Dec 2023 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan November 2023 dengan menguat 4,87% ke posisi 7.080,74 pada Kamis (30/11). Indeks LQ45 juga ikut menguat sebesar 4,22% sepanjang bulan yang diwarnai mendung dan hujan. Kenaikan indeks ini diiringi oleh lonjakan sejumlah saham. Paling mencolok adalah saham Bank Jago Tbk (ARTO) yang melambung 103,17% ke level Rp 3.200 per saham sepanjang November. Emiten yang terafiliasi dengan Bank Jago, yakni PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga ikut melejit 62,67%. Masih dari deretan LQ45, jika ditarik dari awal 2023, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menjadi kampiun dengan penguatan saham 51,21%. Disusul saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik taipan Prajogo Pangestu yang telah melambung 38,41%. Head of Information Investment Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mencermati kenaikan saham-saham teknologi itu karena pergerakan sahamnya sudah negatif sepanjang 2023 dan rebound pada bulan ini. Sedangkan Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lukman Hakim melihat kenaikan saham-saham teknologi juga ditopang kocok ulang indeks MSCI. ARTO yang bermain di bisnis bank digital menjadi penghuni anyar MSCI Small Cap. Jika diihat secara tahunan, Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai kenaikan saham jagoan IHSG yakni PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) tergolong tak wajar. Salah satunya lantaran kenaikan harga KAYU tidak berjalan seiring kondisi fundamentalnya. Dengan kondisi tersebut, Lukman mencermati pada Desember 2023 bursa saham masih akan dipengaruhi sentimen eksternal. Terutama dari keputusan The Fed dalam arah kebijakan moneter ke depannya. Para investor dipercaya telah mengekspektasikan The Fed telah selesai menaikkan suku bunga. Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bakal melaju ke level 7.200 di akhir tahun ini. Sementara Mirae Asset Sekuritas jauh lebih optimistis dan memproyeksikan IHSG bisa berada di level 7.400 di ujung tahun 2023.

Tarif Cukai Menahan Laju GGRM

HR1 30 Nov 2023 Kontan

Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih harus menghadapi berbagai tantangan pada tahun depan. Salah satunya adalah kenaikan tarif cukai rokok yang akan memicu peralihan ke rokok murah masih berlanjut. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan GGRM turun 13% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 81,7 triliun. Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari mengatakan, hal ini terutama akibat penurunan penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang mencapai 14,1% yoy. Kontribusi segmen ini terhadap total penjualan pun menurun menjadi 90,4%, dari 91,6% pada sembilan bulan pertama 2022. Sementara itu, kontribusi penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sedikit naik menjadi 8,4%, dari sebelumnya 7%. Tren pertumbuhan penjualan segmen SKT sejalan dengan pertumbuhan pesaing utama GGRM, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Kendati begitu, Analis MNC Sekuritas Raka Junico W dalam riset 15 November 2023, Raka mengatakan, di tengah kenaikan tarif cukai rata-rata 10% pada 2024, GGRM akan melakukan penyesuaian harga secara perlahan demi mempertahankan pangsa pasar. Pada semester kedua 2024, Raka memperkirakan harga ritel untuk produk andalan GGRM seperti Gudang Garam International 12 menjadi Rp 27.100–Rp 27.900 per bungkus, sedangkan Surya 16 seharga Rp 36.200–Rp 37.300 per bungkus. Angka-angka ini mewakili kenaikan 7%-10% dibandingkan harga eceran pada Oktober 2023. Head of Research Mega Capital Sekuritas (Investasiku) Cheril Tanuwijaya menambahkan, tekanan lainnya berasal dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024 relatif kecil. Sehingga, konsumsi masyarakat menengah bawah bakal semakin tertekan. Di tengah penurunan volume penjualan GGRM, Raka memangkas proyeksi kinerja GGRM. Proyeksi pendapatan setahun penuh 2023 diturunkan sebesar 15,1% menjadi Rp 110,8 triliun dari Rp 130,44 triliun. Lalu target laba bersih diturunkan 4,8% menjadi Rp 6 triliun dari prediksi awal di Rp 6,31 triliun.

PGAS Ingin Lebih Ngegas di 2024

HR1 30 Nov 2023 Kontan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan volume penjualan gas bumi tahun depan meningkat 4%. Target ini seiring naiknya pasokan dari sejumlah blok seperti Jambi Merang, Jambaran Tiung Biru (JTB), Pangkah, dan Muriah. Per kuartal III-2023, emiten berkode saham PGAS ini mencatatkan kenaikan volume niaga gas 5% dari semula 894 billion british thermal unit per day   (BBTUD) menjadi 935 BBTUD. Peningkatan volume niaga gas secara year on year (yoy) didorong volume pemakaian gas pelanggan industri, komersial dan rumah tangga. Adapun konsumsi PGAS berdasarkan segmentasi pelanggan masih didominasi pembangkit listrik yakni 33%. Lantas disusul industri kimia 13%, serta industri makanan, pupuk, dan keramik masing-masing 8%. PGAS juga aktif mencari pelanggan baru hingga pengembangan jaringan gas rumah tangga. PGAS menargetkan menambah 100.000 sambungan rumah tangga (SR) gas tahun depan. Sampai saat ini, PGAS telah mengelola sekitar 835.000 sambungan rumah tangga. Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGAS Harry Budi Sidharta mengatakan, PGAS berupaya mencari peluang pasar di wilayah yang layak secara keekonomian dan punya daya beli yang sesuai. Di sisi lain, Direktur Sales dan Operasi PGAS, Ratih Esti Prihatini berharap, pemerintah mengevaluasi skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Sebab, hingga saat ini, PGAS belum menerima kompensasi atas penerapan HGBT dari pemerintah. Misal, PGAS sudah melakukan amended and restated contract terhadap pelaksanaan kontrak pembelian LNG dengan Petronas LNG Ltd. Kontrak ini memiliki jangka waktu 2024-2025. Analis DBS Group William Simadiputra mempertahankan rekomendasi hold saham PGAS dengan target harga lebih rendah, yakni Rp 1.050 dari Rp 1.400.

Mesin Baru AKRA di Kawasan Industri

HR1 29 Nov 2023 Kontan

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merancang kawasan industri dan pelabuhan sebagai motor penggerak laba yang berkelanjutan. AKRA siap menggenjot tiga sumber pendapatan dari Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Direktur & Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo, Suresh Vembu membeberkan tiga sumber pendapatan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Gresik ini. Pertama, penjualan lahan dengan memonetisasi 850 hektare (ha). Total nilai indikatif mencapai Rp 19 triliun-Rp 20 triliun. Kedua, utilities income atau pendapatan dari penyediaan kebutuhan listrik, air dan gas. AKRA berpotensi memonetisasi kebutuhan 1,1 gigawatt (GW)-1,3 GW listrik, 800 liter per detik (lps)-850 lps air, dan 65 juta kaki kubik per hari (mmcfd)-75 mmcfd gas saat semua tenant memanfaatkan fasilitas. Ketiga, AKRA akan meraup pendapatan dari pelabuhan (port income) dengan kapasitas 10 juta ton kargo curah. Bisnis kawasan industri dan pelabuhan ini akan menunjang pendapatan berulang (recurring income) AKRA. Sumbangan dari kawasan industri & pelabuhan akan menanjak. Sebagai estimasi, kontribusinya ditaksir 22% terhadap laba kotor AKRA tahun 2024, dan bakal mencapai jadi 32% pada tahun 2030. Selain itu, Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo meyakini prospek kinerja di segmen bahan kimia dan BBM akan tumbuh. Arus investasi yang meningkat, ikut mengangkat permintaan dari industri. Apalagi dengan semakin banyaknya smelter yang beroperasi. Suresh menambahkan, AKRA juga menjalankan ekspansi infrastruktur dan penambahan kapal untuk meningkatkan kekuatan logistik. Secara bersamaan, AKRA menjajaki pengembangan bisnis di segmen bahan bakar aviasi, pelumas dan metanol. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai saham AKRA layak koleksi dengan strategi trading buy. Cermati support resistance saham AKRA di level Rp 1.400-Rp 1.555.

Direstrukturisasi Tapi Masih Merugi

HR1 28 Nov 2023 Kontan

Segala upaya berupa restrukturisasi utang hingga suntikan dana dari pemerintah untuk sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya masih belum membuahkan hasil. Sejumlah emiten itu masih rugi seusai menuntaskan restrukturisasi. Misalnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun pada akhir tahun lalu melalui skema rights issue. Namun suntikan itu belum mampu mendongkrak kinerja GIAA. Kondisi serupa juga terjadi di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Kemudian ada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harus rela mengembalikan PMN tahun anggaran 2022 senilai Rp 3 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut dialihkan kepada PT Hutama Karya untuk menyelesaikan beberapa proyek strategis milik WSKT. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM menjelaskan, masalah dari beberapa emiten pelat merah seperti GIAA hingga WSKT disebabkan oleh utang yang menumpuk tinggi. Pengamat Pasar Modal dan Direktur Avere Investama Teguh Hidayat melihat masalah restrukturisasi BUMN terletak pada manajemen atau sumber daya manusia (SDM) di emiten pelat merah itu sendiri. Menurut Teguh, Kementerian BUMN perlu mengambil peran lebih besar dari sisi internal emiten pelat merah. Dia menandaskan, pemerintah sebaiknya tak hanya memberikan suntikan dana, melainkan juga membenahi jajaran direksi dari BUMN sakit. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai isu soal restrukturisasi emiten BUMN sudah menjadi bahasan lama di pasar modal sehingga dampaknya minim ke saham BUMN yang bersangkutan. Meski sejumlah emiten BUMN tengah menghadapi masalah, namun Arjun menyebut masih ada BUMN non perbankan dari sektor lain yang menarik. Misalnya saja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Teguh juga menilai Telkom masih menarik untuk dicermati. Bisnis Telkom masih akan tetap bertumbuh karena berkaitan dengan teknologi dan internet yang memang punya prospek positif. Selain itu BUMN di sektor energi baru terbarukan juga menarik untuk dicermati, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO).

PERPANJANGAN IUPK : Divestasi Freeport Indonesia Segera Rampung

HR1 28 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah dipastikan bakal mengumumkan divestasi 10% saham Freeport Indonesia dalam 2 pekan ke depan, karena proses yang harus dilewati kali ini tidak serumit sebelumnya. “Freeport Indonesia itu penambahan saham 10%. sekecil itu pasti akan lebih murah, dan angkanya akan saya umumkan 2 pekan lagi,” katanya, Senin (27/11). Pemerintah memang telah memastikan bakal memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041. Banyaknya cadangan mineral di Grasberg, Papua, menjadi alasan utama pemerintah menyetujui permintaan perusahaan. “Karena mereka sudah sekian puluh tahun , dan dalam persyaratan ini ada cadangan. Masa kami mau putus , nanti mencari investor lagi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sementara itu, VP Corporate Communication Freeport Indonesia Katri Krisnati memastikan, Freeport Indonesia berkomitmen untuk menjalankan seluruh persyaratan dalam proses perpanjangan izin, termasuk pembangunan smelter di Papua dan divestasi 10% saham perusahaan. “Pembangunan smelter di Papua, serta penambahan saham pemerintah sebesar 10% merupakan bagian dari perpanjangan IUPK Freeport Indonesia.”

Emiten Mengalap Berkah dari IKN

HR1 27 Nov 2023 Kontan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergulir. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan per 1 November 2023 progres pembangunan fisik IKN telah mencapai 22,1%. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Daniel A. Widjaja menilai, sejumlah emiten akan diuntungkan dari berlanjutnya proyek IKN Nusantara ini. Salah satunya sektor semen, karena akan ada kenaikan permintaan semen untuk keperluan pembangunan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah menyuplai 71% dari total kebutuhan semen di IKN. Sebagai BUMN, posisi SMGR lebih diuntungkan. "Sehingga diprioritaskan dibanding swasta, kata Daniel kepada KONTAN, kemarin. Selain sektor semen, pembangunan IKN juga akan menjadi katalis bagi sektor konstruksi. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya mengatakan, pencapaian kontrak baru dari IKN akan berdampak positif bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), keduanya mempunyai permasalahan leverage . Sehingga, memenangkan kontrak baru akan meningkatkan arus kas WIKA dan WSKT. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya bilang, proyek-proyek di IKN garapan WIKA masih berlangsung dengan baik di tengah upaya penyehatan keuangan WIKA. Emiten properti juga banyak yang terlibat di proyek IKN. Namun, RHB Sekuritas menilai, dampak IKN terhadap sektor properti masih netral.

Berkah Emiten Ritel di Akhir Tahun

HR1 27 Nov 2023 Kontan

Musim perayaan Natal dan tahun baru merupakan momentum besar bagi emiten sektor ritel. Khususnya, emiten ritel yang memiliki fokus bisnis pada penjualan perlengkapan rumah tangga dan produk gaya hidup. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pergerakan emiten ritel pada libur Natal dan Tahun Baru berpotensi positif di akhir tahun 2023 ini seiring peningkatan daya beli masyarakat. Belum lagi pemilihan umum (pemilu) diproyeksi bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat di akhir tahun 2023 hingga pemilu dilangsungkan. Ini sejalan dengan potensi perputaran uang yang lebih besar di masyarakat selama masa kampanye pemilihan umum. “Kinerja emiten ritel fesyen dan emiten ritel kebutuhan sehari-hari berpotensi meningkat,” jelas Azis ke KONTAN, Sabtu (25/11). Meski Azis tak menampik penjualan ritel saat ini memang masih cenderung flat atau datar. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Rill (IPR) mengalami kontraksi 1,5% secara bulanan pada September 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menjagokan sektor ritel bersama sektor lain seperti konsumer, telekomunikasi, minyak & gas, serta batubara untuk mencari kantong pertumbuhan di akhir tahun. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak menyoroti, emiten sektor ritel juga disokong insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan dapat memacu penjualan ritel, khususnya bagi perusahaan menjual produk perbaikan rumah seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Dia merekomendasikan trading buy ACES dengan target harga Rp 950 per saham. Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi pada kuartal IV-2023 karena faktor musiman yang biasanya mendorong pertumbuhan pada periode tersebut, yaitu memasuki musim liburan pada bulan Desember. Namun, penting untuk dicatat bahwa situasi ekonomi global masih belum menentu dan dapat menimbulkan risiko yang signifikan menjelang tahun 2024. Sementara Azis memilih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) dengan rekomendasi buy masing-masing target harga sebesar Rp 3.250 per saham dan Rp 2.030 per saham.

Windows Dressing Dimulai IHSG Menuju 7.300

KT1 27 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Aksi memoles portfolio oleh manajer investasi (window dressing) berlangsung lebih cepat tahun ini, yakni pada akhir November dari biasanya Desember pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat pada keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level psikologis 7.000 pada akhir pekan lalu. Selama November 2023, indeks naik 3,8% ke level 7.009. Adapun sepanjang tahun ini (year on date/ytd), indeks tumbuh 2,3%, dengan net sell asing Rp16,5 triliun, merujuk data RTI. Analis menilai, window dressing akan kian intens memasuki Desember 2023. Tak ayal lagi, aksi ini akan membawa indeks  ke level 7.150-7.300 di pengujung tahun. Sejauh ini, sentimen global dan domestik mendukung terjadinya window dressing di bursa saham. Dari global, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), diprediksi mengakhiri kenaikan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) yang kini mencapai 5,25-5,5% dan mulai menurunkan FFR pertengahan tahun depan. (Yetede)

Mengejar Muatan Lebih Besar

HR1 25 Nov 2023 Kontan

Satu lagi perusahaan jasa transportasi atau freight forwarding belum lama ini melantai di bursa, yakni PT Logisticplus International Tbk. Emiten berkode LOPI resmi menjadi anggota bursa pada Oktober 2023. Logisticsplus berdiri pada tahun 2013. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama para pengusaha nasional bidang logistik dan jasa pengiriman dengan anak perusahaan Logisticsplus Inc, asal Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Namun kiprah LOPI di kancah jasa transportasi dan logistik dimulai pada tahun 2016. Saat itu LOPI baru mendapatkan tiga mitra dengan dua armada truk. Di tahun tersebut, LOPI mendapat kontrak dari GE Healthcare. Pelan tapi pasti, kontrak yang didapat LOPI terus berkembang. Satu tahun kemudian, LOPI mendapat kontrak distribusi ritel dari perusahaan yang sama ke 1.800 lokasi. Melihat prospek bisnis yang terus berkembang, di tahun berikutnya LOPI mulai mengembangkan lini bisnis di layanan jasa kapal tongkang. Ekspansi ini digelar seiring dengan maraknya pertambangan di periode tersebut. Alhasil, dengan beragamnya layanan tersebut, Logisticsplus Plus Inc masuk menjadi salah satu pemegang saham dari LOPI. Kerjasama ini membuat LOPI kini memiliki kantor di Amerika Serikat. Tak hanya itu, LOPI juga punya kantor perwakilan di hampir 180 negara. Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan kerja sama tersebut salah satu strategi LOPI setelah resmi melantai di BEI. Selain dengan Pertamina, ia mengklaim, LOPI telah menekan kontrak dengan beberapa perusahaan, dengan nilai yang bervariatif dengan rentang Rp 30 miliar hingga Rp 60 miliar. Adapun sekitar 60% dana initial public offering (IPO) bakal dipakai untuk modal kerja. Selain itu juga untuk pembelian perangkat teknologi logistik untuk mendukung operasional perusahaan dan penjualan. Saat ini, LOPI memiliki pelanggan utama yaitu PT GE Operations Indonesia, PT Abi Mandiri Perkasa, dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Kerja sama ini terus berlanjut hingga saat ini.