;
Tags

Saham

( 1717 )

Divestasi Vale Dikukuhnya Dalam HoA

KT1 18 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kesepakatan Divestasi PT Vale Indonesia Tbk melepas 14% saham dikukuhkan dalam Head of Agreement (HoA) yang ditandatangani di San Fransisco, Amerika Serikat (AS). Hanya saja belum diketahui kesepakatan valuasi harga saham serta porsi saham yang akan dilepas. Rencananya, Presiden Joko Widodo menyaksikan pendatanganan HoA antara MIND ID, sebagai pihak yang mengakusisi, dengan Vale Canada.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan penandatanganan HoA akan berlangsung disela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Ekonomi Cooperation (APEC). Bila tidak ada perubahan, maka pada Jumat waktu Amerika Serikat penandatanganan tersebut berlangsung. "Harusnya kan minggu ini selesai urusan yang di APEC ya. Dalam moment APEC ini (HoA) ditandatangani Sabtu (Presiden Jokowi dan Delegasi Indonesia) sudah pada pulang, kalau enggak ditandatangani ( paling lambat Jumat waktu Amerika Serikat) ya enggak jadi (HoA)," kata Arifin di Jakarta. (Yetede)

Saham OCBC Naik Seusai Akuisisi

KT3 17 Nov 2023 Kompas
Saham PT Bank OCBC NISP Tbk menguat pada perdagangan Kamis (16/11/2023). Penguatan itu terjadi seiring pengumuman perusahaan yang mengakuisisi 99 persen saham PT Bank Commonwealth dari pemegang saham lama Commonwealth Bank of Australia. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, saham OCBC naik 8,14 persen menjadi Rp 1.195. Sejak awal tahun, saham OCBC naik 60,4 persen. (Yoga)

Asing Mulai Aksi Beli Tapi Masih Hati-Hati

HR1 17 Nov 2023 Kontan
Investor asing mulai kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) meskipun nilainya belum besar. Dua hari terakhir, asing mencetak net buy Rp 1,08 triliun. Kendati begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampak sulit menanjak karena masih ada sejumlah ketidakpastian. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Rio Febrian mengatakan, selama ini, capital outflow investor asing dipicu oleh sentimen geopolitik dan kebijakan moneter global, khususnya bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) pada kuartal III-2023. Memasuki pertengahan November ini, situasi yang lebih kondusif berpotensi mendorong IHSG dan menarik capital inflow. Salah satu faktor penting adalah sinyal dari The Fed soal arah kebijakan yang tak terlalu agresif lagi hingga 2024. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menambahkan, sentimen eksternal memang mendorong capital inflow ke pasar Indonesia. Katalis penting masih bersumber dari AS yang melaporkan inflasi di tingkat konsumen secara tahunan di level 3,2% pada Oktober 2023. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya di posisi 3,7%. Equity & Economics Analyst KGI Sekuritas Indonesia, Rovandi mengamini, perkembangan di AS juga memompa capital inflow di emerging market kawasan Asia, termasuk Indonesia. "Dengan inflasi di AS mulai melemah dan terlihat arus dana masuk kembali ke Asia. Jadi sentimen positif buat IHSG di bulan ini," ujar Rovandi. Meski tidak signifikan, tapi Rio mencermati bahwa momentum rebalancing Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) ikut memberikan kontribusi. Hal ini mempertimbangkan sebagian investor asing yang berinvestasi di pasar Indonesia menggunakan jasa manajer investasi. Namun, investor tetap harus waspada, lantaran sumbatan bagi capital inflow masih ada. Rio mengingatkan potensi capital outflow masih terbuka lebar menimbang masih adanya risiko ketidakpastian, terutama akibat kondisi geopolitik. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menimpali, potensi net buy akan berlanjut sampai tutup tahun 2023. Tapi secara akumulasi lebih berpeluang tetap membukukan net sell. Sukarno pun menyoroti sentimen pemilu. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto ikut mengamati, biasanya IHSG juga cenderung stagnan menjelang pilpres. Dia lantas mengingatkan capital inflow yang kembali mengalir dalam dua hari terakhir belum bisa dikatakan sebagai titik balik.

Peluang Setelah Kocok Ulang Indeks MSCI

HR1 16 Nov 2023 Kontan (H)

Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merombak Indeks Saham MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Ada tiga saham yang masuk dan enam saham yang tergusur sebagai konstituen indeks MSCI. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Emiten big caps pendatang baru itu menggeser posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Di kategori Small Cap Index, MSCI menambahkan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Lantas PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersingkir MSCI Small Cap Index. Pelaku pasar merespons positif saham-saham yang menjadi konstituen Indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Small Cap. Tengok saja pergerakan harga AMMN yang kembali menanjak, naik 1,05% ke level Rp 7.225 pada Rabu (15/11). Saham EMTK dan ARTO melaju lebih kencang, masing-masing 7,41% dan 12,20%. Membawa harga EMTK ke Rp 580 dan ARTO ke Rp 2.300 per saham. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, rebalancing indeks MSCI cukup sesuai ekspektasi mempertimbangkan market cap, free float dan nilai rata-rata transaksi harian. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menambahkan, masuk menjadi anggota indeks MSCI dapat memoles prospek saham. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sepakat, masuk ke indeks MSCI membawa angin segar bagi pergerakan harga saham. Namun, investor tetap perlu cermat menilai kondisi fundamental, prospek bisnis dan valuasi emiten tersebut. Sementara Analis dan Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo, Robin Haryadi mengingatkan, manager investasi yang menjadikan MSCI sebagai referensi akan ikut me-rebalancing portofolio fund . Situasi ini menyetir harga saham yang terkena kocok ulang. Beda lagi Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska yang menilai saham AMMN layak koleksi. Namun, dia menyarankan strategi buy on weakness pada Rp 7.000, dengan target Rp 7.500.

Mobilitas, Kunci Kinerja Emiten Tol

HR1 16 Nov 2023 Kontan

Kinerja emiten jalan tol diproyeksi masih prospektif di periode kuartal IV 2023 ini. Meski, kinerja sejumlah emiten jalan tol terbilang beragam. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian menyatakan, secara umum, emiten jalan tol per Juni 2023 masih mencatatkan pertumbuhan kinerja. Sentimen penggeraknya terkait mobilitas masyarakat yang sudah semakin normal. Namun Fajar memperkirakan, kinerja emiten jalan tol pada kuartal IV 2023 dan tahun 2024 masih prospektif. Terlebih tahun depan konsumsi masyarakat diprediksi melonjak seiring dengan hajatan pemilu 2024. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto juga sependapat, melihat kinerja rata-rata emiten jalan tol sejauh ini positif dari sisi top line. Ini seiring semakin tingginya lalu lintas masyarakat. Maka Pandhu melihat prospek jalan tol cenderung positif seiring pembangunan yang terus berlanjut. Namun, Pandhu mengingatkan, proyek jalan tol adalah padat modal, sehingga sulit melakukan balik modal secara cepat. Sentimen utama positif dari kinerja emiten jalan tol tentu masih pada proyek infrastruktur yang akan dibangun oleh pemerintah. Berbeda, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana yang merekomendasikan buy if break untuk JSMR dengan target harga Rp 4.800 - Rp 5.000 per saham. Serta speculative buy untuk CMNP dengan target harga Rp 1.650 - Rp 1.700 per saham.

PT FREEPORT INDONESIA, Tahap Akhir Pembahasan Tambah Saham

KT3 15 Nov 2023 Kompas

Presiden Jokowi mengharap pembahasan penambahan saham pemerintah sebanyak 10 % di Freeport Indonesia segera diputuskan. Dengan demikian, perpanjangan kontrak izin usaha pertambangan khusus atau IUPK PT Freeport Indonesia di Tambang Grasberg, Papua, setelah tahun 2041 bisa segera dikeluarkan. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat menerima Chairman Freeport McMoran Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, AS, Senin (13/11). ”Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10 % saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah capai tahap akhir,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap agar pembahasan dapat diselesaikan pada akhir November ini. Sejauh ini, Pemerintah Indonesia memberikan dua syarat untuk perpanjangan kontrak IUPK PT Freeport Indonesia di Tambang Grasberg, Papua. Syarat tersebut adalah penambahan saham pemerintah sebanyak 10 % dan pembangunan smelter baru di Papua. Adapun perpanjangan masa operasi yang diberikan 2 x 10 tahun setelah 2041. Secara terpisah, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir menambahkan, saat ini BUMN melalui MIND ID sudah memiliki 51 % saham PT Freeport Indonesia. Ke depan, diharapkan hilirisasi dan industrialisasi bisa berlanjut. Karena itu, pembangunan smelter untuk mengolah hasil pertambangan emas dan tembaga diperlukan. (Yoga)

61% Saham RI di Freeport Dekati Kepastian

KT1 15 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penambahan kepemilikan saham sebesar 10% menjadi 61,23% oleh Indonesia di PT Freeport (PTFI) setelah tahun 2041 mendekati kepastian.  Pada saat bersamaan, PTFI bakal mengantongi perpanjangan kontrak izin usaha pertambangan khusus (IUPK) selama 20 tahun, juga setelah tahun 2041. Hal tersebut mengemuka saat Presiden Joko Widodo menerima Chairman Freeport McMoran, Richard Adkerson di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (13/11/2023). Dalam pertemuan itu, Presiden menyambut baik  pembahasan mengenai penambahan saham Freeport di Indonesia hingga perpanjangan izin tambang yang telah mencapai tahap akhir. "Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10% saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah capai tahap akhir," Kata Presiden Jokowi kepada Richard Adkerson seperti dikutip laman resmi Sekretariat kabinet pada Selasa (14/11/2023). Kepala Negara berharap, agar hal tersebut dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini. (Yetede)

Habiskan Rp 35 Triliun, Grup Astra Lanjut Ekspansi Bisnis

KT1 15 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Astra Internasional Tbk (ASII)  telah menghabiskan dana jumbo hingga Rp34-35 triliun hanya dalam sembilan bulan 2023 untuk mendanai ekspansi dan belanja modal (capital expenditure/capex) di tujuh lini usaha perseroan. Meski telah mengeluarkan dana jauh lebih banyak dibanding 2022 yang sebesar Rp26,4 triliun,  salah satu grup konglomerasi papan atas di Indonesia tersebut menegaskan tidak akan mengerem investasi dan akan terus melihat peluang bisnis  baru ke depan. "Kami saat ini tidak memiliki rencana untuk menahan ekspansi. Apapun, selama ekspansi itu memang bisa kami danai dengan baik. Kami akan lihat nanti dengan berjalannya waktu, dan ekspansi tersebut memberikan satu manfaat serta return menjanjkan dan potensial," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjandro dalam paparan publik Astra International, Selasa (14/11/2023). Djony menegaskan sangat penting bagi Astra untuk mempertahankan keunggulan portfolio inti yang dimiliki. (Yetede)

ASII Masih Akan Rajin Ekspansi

HR1 15 Nov 2023 Kontan

PT Astra International Tbk (ASII) masih akan menginjak gas dalam ekspansi tahun depan. ASII membuka peluang investasi, baik investasi baru ataupun investasi yang berhubungan dengan bisnis inti perusahaan. Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, seluruh investasi ASII dilakukan berdasarkan kajian dengan prospek bisnisnya. Saat ini, ASII memiliki tujuh lini bisnis utama. Di antaranya, otomotif, alat berat, dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti. Ekspansi ASII ini terus dilakukan kendati kas internal ASII cenderung turun dan jumlah kewajiban meningkat. Djony melihat penurunan kas dan kenaikan liabilitas bisa terjadi di tengah gencarnya ekspansi. Sayangnya, Djony belum memaparkan secara gamblang sektor atau perusahaan apa yang dibidik ASII tahun depan. Yang jelas, investasi atau akuisisi tersebut bisa memberikan return yang baik dan potensial untuk dibawa ke dalam portofolio Astra. Head of Investor Relations ASII, Tira Ardianti mengatakan, total rencana capex ASII di tahun 2023 sebenarnya sekitar Rp 26,5 triliun. Sehingga, nilai penyerapan ini juga lebih tinggi dari tahun lalu. Wajar saja, ASII banyak melakukan akuisisi penambahan modal ataupun pengambilan saham di beberapa perusahaan. "Lalu, ada beberapa aksi korporasi lain, termasuk pengambilan saham di Nickel Industries Limited (NIC), penambahan investasi di Halodoc, akuisisi OLX, dan akuisisi Hotel Mandarin Oriental, ujarnya. Analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer menilai, kinerja ASII ke depan masih akan kuat, disokong pemulihan ekonomi dan keyakinan konsumen. Dia menilai, saham ASII undervalue.

Laba Bersih dari Bisnis Energi Bersih

HR1 14 Nov 2023 Kontan

Usai mencatatkan saham perdana pada Oktober 2023, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan kinerja periode Januari-September 2023. Hasilnya, BREN mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih dari bisnis energi baru terbarukan alias energi bersih. Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mencetak laba bersih senilai US$ 84,47 juta atau senilai Rp 1,32 triliun dengan asumsi kurs rupiah Rp 15.701 per dollar AS. Realisasi ini naik 12,4% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan BREN US$ 445,27 juta, atau naik 5,14% secara tahunan. Pendapatan BREN didominasi penjualan ke pihak ketiga. Penjualan listrik menjadi tulang punggung BREN, mencapai US$ 205,46 juta, naik 8,5% secara tahunan. Adapun penjualan listrik dan uap, pendapatan sewa operasi dan pendapatan sewa pembiayaan dihasilkan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, penjualan kredit karbon BREN merosot 99,8% menjadi hanya US$ 4.000 dari US$ 3,26 juta. Beban BREN terpantau meningkat. Seperti beban usaha naik 6,8% menjadi US$ 127,12 juta dan beban keuangan melompat 60,44% menjadi US$ 100,54 juta dari s US$ 62,66 juta. Penguatan yang signifikan menyebabkan perdagangan saham BREN sempat dihentikan sementara pada Jumat (10/11). Penguatan harga saham ini menjadikan kapitalisasi pasar BREN melonjak. Per Senin (13/11), market cap BREN menyentuh Rp 709 triliun dan membayangi market cap BBRI yang senilai Rp 761,58 triliun. Saat ini BREN melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd berkomitmen untuk mengembangkan usahanya salah satunya melalui Proyek Salak Binary. "Selain itu BREN melalui Star Energy juga tetap aktif mencari prospek pengembangan usaha melalui akuisisi atas perusahaan energi baru dan terbarukan baik di dalam negeri dan di luar negeri," tulis Merly, Sekretaris Perusahaan BREN. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menilai, di tengah lonjakan saham BREN, investor bisa memulai profit taking secara bertahap. Head of Business Development FAC Sekuritas, Kenji Putera Tjahaja menilai, bisnis BREN cukup menarik seiring isu energi baru terbarukan (EBT) yang sedang jadi fokus perhatian baik dalam dan luar negeri.