;
Tags

Saham

( 1722 )

Sentimen Global hingga Judi Online Penyebab Pelemahan RNTH

KT1 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Irvan Susandy dan juga Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi  Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini sepakat bahwa penurunan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) bukan disebabkan oleh adanya penutupan kode broker. Minat investasi yang berkurang akibat sentimen  global dan juga sentimen dalam negeri sebabnya. Dalam acara IDSTV, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi Bursa Efek Indonesia  periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini menyoroti judi online yang sedang marak ini, lantaran  dalam mencapai Rp 365 triliun dalam setahun. "jadi yang saya lihat bisa jadi sebagian masyarakat yang biasanya bertransaksi saham beralih kesana, nah hal seperti ini harus diperhatikan oleh bursa," jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (22/11/2023). (Yetede)

Hingga September 2023, EXCL Mencetak Laba Bersih Rp 1,01 T

HR1 23 Nov 2023 Kontan

Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mengalami pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga September 2023, pendapatan EXCL naik 10,19% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 23,87 triliun. Sejalan dengan pendapatan, laba bersih EXCL naik 2,99% menjadi Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba itu di tengah beban EXCL yang meningkat 9,6% secara tahunan menjadi Rp 20,39 triliun. "Kompetisi terus berlangsung ketat hingga saat ini, tapi EXCL mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur & CEO EXCL, Dian Siswarini, Rabu (22/11). Karena itu, EXCL terus berupaya membesarkan layanan fixed broadband (FBB) dan fixed mobile convergence (FMC) untuk menghadapi tantangan industri ke depan. "Kedua segmen ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan," jelas Dian. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi XL Axiata mencapai 69% dari pelanggan layanan XL Home. Artinya, 69% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL Satu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho mengatakan, kinerja EXCL per kuartal III-2023 masih cukup solid. Di sisi lain, bisnis utama telekomunikasi mulai berkontraksi, tapi EXCL terus mencari peluang yang baru. Namun, hal ini membutuhkan dana investasi yang besar.

Aksi Korporasi Menopang Kinerja Grup Medco

HR1 22 Nov 2023 Kontan

Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, kinerja Grup Medco masih terkontraksi. Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kompak menyusut seiring melemahnya harga komoditas minyak dan tembaga. Meski demikian, analis menilai kinerja MEDC dan AMMN masih memiliki prospek cerah. MEDC misalnya, prospek kinerja didukung akuisisi sejumlah blok migas. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan memproyeksi, peningkatan 8,5% total volume produksi MEDC pada tahun 2024 menjadi 166 million barrel oil per day (mbopd). Proyeksi ini dengan menimbang tambahan volume sebesar 13 mbopd dari hasil akuisisi blok Timur Tengah. Di sisi lain, meski kinerja AMMN masih tertekan, Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, kinerja AMMN akan kembali positif. "Kinerja Amman akan positif setelah mendapat izin ekspor konsentrat beberapa bulan lalu, positif bagi MEDC,” kata Felix. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap memperkirakan, AMMN akan mencatatkan lonjakan laba yang besar di kuartal keempat 2023 ini. Samuel Sekuritas mempertahankan rating hold saham AMMN dengan target harga baru Rp 7.000 per saham dari sebelumnya Rp 5.500. Sementara Felix merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga di Rp 1.700 per saham. Salah satu katalisnya karena kinerja MEDC juga disokong oleh bisnis listrik.

Melirik Para Mantan Jawara Big Caps

HR1 22 Nov 2023 Kontan

Sejak tiga tahun terakhir peta saham yang mempunyai kapitalisasi pasar atau market cap  terbesar mulai berubah. Terdapat beberapa emiten yang sebelumnya masuk sepuluh besar atau top ten saham yang punya market cap terbesar kini terlempar. Sebut saja saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), kemudian ada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), juga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), hingga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kini, saham UNVR berada di urutan ke 11 sebagai saham dengan market cap terbesar menurut data per 21 November 2023. Lantas saham ADRO terlempar ke urutan 20. Sedangkan EMTK dan ARTO sudah jauh berada di luar 20 besar saham berkapitalisasi pasar terbesar di bursa. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjelaskan, salah satu penyebab yang membuat beberapa big caps tersebut terlempar dari 10 besar terkait kinerja yang menurun. Martha memproyeksi, kinerja ADRO, UNVR, dan EMTK sampai akhir tahun ini bakal mengalami kontraksi. Sementara kinerja ARTO, masih bisa tumbuh positif. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, penurunan kinerja emiten akibat sentimen global hingga peran regulasi. "Hal ini berpengaruh terhadap pergerakan saham tersebut," jelasnya ke KONTAN.

Proyek Infrastruktur Menopang PTPP

HR1 20 Nov 2023 Kontan

Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) tengah mengevaluasi proyeksi kinerja hingga akhir 2023. Hal ini berkaca dari kinerja PTPP hingga kuartal III-2023. Di periode tersebut, PTPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,22 triliun. Nilai perolehan tersebut turun 9,17% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 13,46 triliun. Sementara laba bersih sebesar Rp 239,72 miliar hingga akhir kuartal III-2023. Pencapaian itu naik 69,9% dari laba bersih di periode sama tahun lalu sebesar Rp 141,02 miliar. Bakhtiyar Efendi, Sekretaris Perusahaan PTPP menjelaskan, pendapatan PTPP yang turun karena komposisi kerjasama operasional (KSO) saat ini lebih besar. Jadi, di jenis proyek PTPP tersebut tergantung pihak lain yang menjalin kerjasama dengan BUMN karya ini. Sementara, penyerapan belanja modal alias capital expenditure (capex) PTPP hingga kuartal III 2023 sebesar Rp 611,33 miliar. Catatan KONTAN, PTPP sudah menganggarkan belanja modal Rp 3,4 triliun tahun ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, sentimen kenaikan laba PTPP itu diakibatkan adanya perolehan nilai kontrak yang baik hingga kuartal III 2023. Kondisi ini membuat kinerja saham PTPP ikut terdongkrak. Nafan melihat, kinerja PTPP pada kuartal IV dan sepanjang tahun 2023 ini masih bisa melonjak. Apalagi, PTPP saat ini tengah berkomitmen dalam meningkatkan portofolio yang mendukung proyek strategis nasional lewat pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) maupun pada skala BUMN. Pengamat Pasar Modal dan pendiri WH Project, William Hartanto menambahkan secara teknikal, saham PTPP menunjukkan pattern double bottom dengan neckline pada harga Rp 620 per saham.

Upaya Menjadikan Saham Rokok Tetap Ngebul

HR1 18 Nov 2023 Kontan

Emiten rokok masih bakal menghadapi tantangan di tahun politik. Penyebabnya bukan lantaran memanasnya suhu politik, tapi terutama terkait kenaikan cukai rokok. Setelah tahun ini cukai rokok 10%, di tahun 2024 nanti, pemerintah bakal mengerek kembali tarif cukai rokok sama besar yakni 10%. Kenaikan cukai rokok 10% tahun ini langsung menjadi pukulan bagi industri rokok. Berdasarkan data APBN Kita, kenaikan tarif cukai rokok belum mampu mendongkrak setoran ke kas negara. Penerimaan cukai rokok akhir September 2023 mengalami penurunan 5,37% secara tahunan jadi Rp 144,84 triliun. Penurunan ini lantaran rendahnya pemesanan pita cukai. Selain itu, penurunan ini disebabkan melorotnya produksi rokok sampai Juli 2023 sebesar 3,6% tahunan dan tarif rata-rata tertimbang yang hanya naik 1,0% secara tahunan. Kenaikan ini lebih rendah dari kenaikan tarif normatif sebesar 10%. Dian Widyanarti, Head of External Affairs PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) menyatakan, kebijakan cukai multi years tersebut bisa membuat industri rokok menyusun strategi bisnis ke depan. Selain itu, industri tembakau saat ini tengah menghadapi tantangan berupa rencana pelarangan dan pembatasan produk hasil tembakau yang termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kesehatan yang merupakan turunan Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Sedangkan Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menilai, dampak kenaikan cukai terhadap emiten rokok tergantung pada beberapa faktor. Yakni daya beli konsumen, strategi harga, dan persaingan pasar. Memang secara umum kenaikan cukai akan menurunkan volume penjualan rokok. Terutama segmen rokok mesin yang punya tarif cukai lebih tinggi. Dengan syarat tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk sektor rokok, termasuk saham HMSP dan GGRM, dengan target harga masing-masing adalah di harga Rp 1.000 dan Rp 31.300 per saham.

Divestasi Vale Dikukuhnya Dalam HoA

KT1 18 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kesepakatan Divestasi PT Vale Indonesia Tbk melepas 14% saham dikukuhkan dalam Head of Agreement (HoA) yang ditandatangani di San Fransisco, Amerika Serikat (AS). Hanya saja belum diketahui kesepakatan valuasi harga saham serta porsi saham yang akan dilepas. Rencananya, Presiden Joko Widodo menyaksikan pendatanganan HoA antara MIND ID, sebagai pihak yang mengakusisi, dengan Vale Canada.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan penandatanganan HoA akan berlangsung disela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Ekonomi Cooperation (APEC). Bila tidak ada perubahan, maka pada Jumat waktu Amerika Serikat penandatanganan tersebut berlangsung. "Harusnya kan minggu ini selesai urusan yang di APEC ya. Dalam moment APEC ini (HoA) ditandatangani Sabtu (Presiden Jokowi dan Delegasi Indonesia) sudah pada pulang, kalau enggak ditandatangani ( paling lambat Jumat waktu Amerika Serikat) ya enggak jadi (HoA)," kata Arifin di Jakarta. (Yetede)

Saham OCBC Naik Seusai Akuisisi

KT3 17 Nov 2023 Kompas
Saham PT Bank OCBC NISP Tbk menguat pada perdagangan Kamis (16/11/2023). Penguatan itu terjadi seiring pengumuman perusahaan yang mengakuisisi 99 persen saham PT Bank Commonwealth dari pemegang saham lama Commonwealth Bank of Australia. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, saham OCBC naik 8,14 persen menjadi Rp 1.195. Sejak awal tahun, saham OCBC naik 60,4 persen. (Yoga)

Asing Mulai Aksi Beli Tapi Masih Hati-Hati

HR1 17 Nov 2023 Kontan
Investor asing mulai kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) meskipun nilainya belum besar. Dua hari terakhir, asing mencetak net buy Rp 1,08 triliun. Kendati begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampak sulit menanjak karena masih ada sejumlah ketidakpastian. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Rio Febrian mengatakan, selama ini, capital outflow investor asing dipicu oleh sentimen geopolitik dan kebijakan moneter global, khususnya bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) pada kuartal III-2023. Memasuki pertengahan November ini, situasi yang lebih kondusif berpotensi mendorong IHSG dan menarik capital inflow. Salah satu faktor penting adalah sinyal dari The Fed soal arah kebijakan yang tak terlalu agresif lagi hingga 2024. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menambahkan, sentimen eksternal memang mendorong capital inflow ke pasar Indonesia. Katalis penting masih bersumber dari AS yang melaporkan inflasi di tingkat konsumen secara tahunan di level 3,2% pada Oktober 2023. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya di posisi 3,7%. Equity & Economics Analyst KGI Sekuritas Indonesia, Rovandi mengamini, perkembangan di AS juga memompa capital inflow di emerging market kawasan Asia, termasuk Indonesia. "Dengan inflasi di AS mulai melemah dan terlihat arus dana masuk kembali ke Asia. Jadi sentimen positif buat IHSG di bulan ini," ujar Rovandi. Meski tidak signifikan, tapi Rio mencermati bahwa momentum rebalancing Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) ikut memberikan kontribusi. Hal ini mempertimbangkan sebagian investor asing yang berinvestasi di pasar Indonesia menggunakan jasa manajer investasi. Namun, investor tetap harus waspada, lantaran sumbatan bagi capital inflow masih ada. Rio mengingatkan potensi capital outflow masih terbuka lebar menimbang masih adanya risiko ketidakpastian, terutama akibat kondisi geopolitik. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menimpali, potensi net buy akan berlanjut sampai tutup tahun 2023. Tapi secara akumulasi lebih berpeluang tetap membukukan net sell. Sukarno pun menyoroti sentimen pemilu. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto ikut mengamati, biasanya IHSG juga cenderung stagnan menjelang pilpres. Dia lantas mengingatkan capital inflow yang kembali mengalir dalam dua hari terakhir belum bisa dikatakan sebagai titik balik.

Peluang Setelah Kocok Ulang Indeks MSCI

HR1 16 Nov 2023 Kontan (H)

Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merombak Indeks Saham MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Ada tiga saham yang masuk dan enam saham yang tergusur sebagai konstituen indeks MSCI. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Emiten big caps pendatang baru itu menggeser posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Di kategori Small Cap Index, MSCI menambahkan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Lantas PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersingkir MSCI Small Cap Index. Pelaku pasar merespons positif saham-saham yang menjadi konstituen Indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Small Cap. Tengok saja pergerakan harga AMMN yang kembali menanjak, naik 1,05% ke level Rp 7.225 pada Rabu (15/11). Saham EMTK dan ARTO melaju lebih kencang, masing-masing 7,41% dan 12,20%. Membawa harga EMTK ke Rp 580 dan ARTO ke Rp 2.300 per saham. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, rebalancing indeks MSCI cukup sesuai ekspektasi mempertimbangkan market cap, free float dan nilai rata-rata transaksi harian. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menambahkan, masuk menjadi anggota indeks MSCI dapat memoles prospek saham. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sepakat, masuk ke indeks MSCI membawa angin segar bagi pergerakan harga saham. Namun, investor tetap perlu cermat menilai kondisi fundamental, prospek bisnis dan valuasi emiten tersebut. Sementara Analis dan Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo, Robin Haryadi mengingatkan, manager investasi yang menjadikan MSCI sebagai referensi akan ikut me-rebalancing portofolio fund . Situasi ini menyetir harga saham yang terkena kocok ulang. Beda lagi Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska yang menilai saham AMMN layak koleksi. Namun, dia menyarankan strategi buy on weakness pada Rp 7.000, dengan target Rp 7.500.