;
Tags

Saham

( 1722 )

PGAS Ingin Lebih Ngegas di 2024

HR1 30 Nov 2023 Kontan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan volume penjualan gas bumi tahun depan meningkat 4%. Target ini seiring naiknya pasokan dari sejumlah blok seperti Jambi Merang, Jambaran Tiung Biru (JTB), Pangkah, dan Muriah. Per kuartal III-2023, emiten berkode saham PGAS ini mencatatkan kenaikan volume niaga gas 5% dari semula 894 billion british thermal unit per day   (BBTUD) menjadi 935 BBTUD. Peningkatan volume niaga gas secara year on year (yoy) didorong volume pemakaian gas pelanggan industri, komersial dan rumah tangga. Adapun konsumsi PGAS berdasarkan segmentasi pelanggan masih didominasi pembangkit listrik yakni 33%. Lantas disusul industri kimia 13%, serta industri makanan, pupuk, dan keramik masing-masing 8%. PGAS juga aktif mencari pelanggan baru hingga pengembangan jaringan gas rumah tangga. PGAS menargetkan menambah 100.000 sambungan rumah tangga (SR) gas tahun depan. Sampai saat ini, PGAS telah mengelola sekitar 835.000 sambungan rumah tangga. Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGAS Harry Budi Sidharta mengatakan, PGAS berupaya mencari peluang pasar di wilayah yang layak secara keekonomian dan punya daya beli yang sesuai. Di sisi lain, Direktur Sales dan Operasi PGAS, Ratih Esti Prihatini berharap, pemerintah mengevaluasi skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Sebab, hingga saat ini, PGAS belum menerima kompensasi atas penerapan HGBT dari pemerintah. Misal, PGAS sudah melakukan amended and restated contract terhadap pelaksanaan kontrak pembelian LNG dengan Petronas LNG Ltd. Kontrak ini memiliki jangka waktu 2024-2025. Analis DBS Group William Simadiputra mempertahankan rekomendasi hold saham PGAS dengan target harga lebih rendah, yakni Rp 1.050 dari Rp 1.400.

Mesin Baru AKRA di Kawasan Industri

HR1 29 Nov 2023 Kontan

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merancang kawasan industri dan pelabuhan sebagai motor penggerak laba yang berkelanjutan. AKRA siap menggenjot tiga sumber pendapatan dari Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Direktur & Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo, Suresh Vembu membeberkan tiga sumber pendapatan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Gresik ini. Pertama, penjualan lahan dengan memonetisasi 850 hektare (ha). Total nilai indikatif mencapai Rp 19 triliun-Rp 20 triliun. Kedua, utilities income atau pendapatan dari penyediaan kebutuhan listrik, air dan gas. AKRA berpotensi memonetisasi kebutuhan 1,1 gigawatt (GW)-1,3 GW listrik, 800 liter per detik (lps)-850 lps air, dan 65 juta kaki kubik per hari (mmcfd)-75 mmcfd gas saat semua tenant memanfaatkan fasilitas. Ketiga, AKRA akan meraup pendapatan dari pelabuhan (port income) dengan kapasitas 10 juta ton kargo curah. Bisnis kawasan industri dan pelabuhan ini akan menunjang pendapatan berulang (recurring income) AKRA. Sumbangan dari kawasan industri & pelabuhan akan menanjak. Sebagai estimasi, kontribusinya ditaksir 22% terhadap laba kotor AKRA tahun 2024, dan bakal mencapai jadi 32% pada tahun 2030. Selain itu, Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo meyakini prospek kinerja di segmen bahan kimia dan BBM akan tumbuh. Arus investasi yang meningkat, ikut mengangkat permintaan dari industri. Apalagi dengan semakin banyaknya smelter yang beroperasi. Suresh menambahkan, AKRA juga menjalankan ekspansi infrastruktur dan penambahan kapal untuk meningkatkan kekuatan logistik. Secara bersamaan, AKRA menjajaki pengembangan bisnis di segmen bahan bakar aviasi, pelumas dan metanol. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai saham AKRA layak koleksi dengan strategi trading buy. Cermati support resistance saham AKRA di level Rp 1.400-Rp 1.555.

Direstrukturisasi Tapi Masih Merugi

HR1 28 Nov 2023 Kontan

Segala upaya berupa restrukturisasi utang hingga suntikan dana dari pemerintah untuk sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya masih belum membuahkan hasil. Sejumlah emiten itu masih rugi seusai menuntaskan restrukturisasi. Misalnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun pada akhir tahun lalu melalui skema rights issue. Namun suntikan itu belum mampu mendongkrak kinerja GIAA. Kondisi serupa juga terjadi di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Kemudian ada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harus rela mengembalikan PMN tahun anggaran 2022 senilai Rp 3 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut dialihkan kepada PT Hutama Karya untuk menyelesaikan beberapa proyek strategis milik WSKT. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM menjelaskan, masalah dari beberapa emiten pelat merah seperti GIAA hingga WSKT disebabkan oleh utang yang menumpuk tinggi. Pengamat Pasar Modal dan Direktur Avere Investama Teguh Hidayat melihat masalah restrukturisasi BUMN terletak pada manajemen atau sumber daya manusia (SDM) di emiten pelat merah itu sendiri. Menurut Teguh, Kementerian BUMN perlu mengambil peran lebih besar dari sisi internal emiten pelat merah. Dia menandaskan, pemerintah sebaiknya tak hanya memberikan suntikan dana, melainkan juga membenahi jajaran direksi dari BUMN sakit. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai isu soal restrukturisasi emiten BUMN sudah menjadi bahasan lama di pasar modal sehingga dampaknya minim ke saham BUMN yang bersangkutan. Meski sejumlah emiten BUMN tengah menghadapi masalah, namun Arjun menyebut masih ada BUMN non perbankan dari sektor lain yang menarik. Misalnya saja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Teguh juga menilai Telkom masih menarik untuk dicermati. Bisnis Telkom masih akan tetap bertumbuh karena berkaitan dengan teknologi dan internet yang memang punya prospek positif. Selain itu BUMN di sektor energi baru terbarukan juga menarik untuk dicermati, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO).

PERPANJANGAN IUPK : Divestasi Freeport Indonesia Segera Rampung

HR1 28 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah dipastikan bakal mengumumkan divestasi 10% saham Freeport Indonesia dalam 2 pekan ke depan, karena proses yang harus dilewati kali ini tidak serumit sebelumnya. “Freeport Indonesia itu penambahan saham 10%. sekecil itu pasti akan lebih murah, dan angkanya akan saya umumkan 2 pekan lagi,” katanya, Senin (27/11). Pemerintah memang telah memastikan bakal memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041. Banyaknya cadangan mineral di Grasberg, Papua, menjadi alasan utama pemerintah menyetujui permintaan perusahaan. “Karena mereka sudah sekian puluh tahun , dan dalam persyaratan ini ada cadangan. Masa kami mau putus , nanti mencari investor lagi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sementara itu, VP Corporate Communication Freeport Indonesia Katri Krisnati memastikan, Freeport Indonesia berkomitmen untuk menjalankan seluruh persyaratan dalam proses perpanjangan izin, termasuk pembangunan smelter di Papua dan divestasi 10% saham perusahaan. “Pembangunan smelter di Papua, serta penambahan saham pemerintah sebesar 10% merupakan bagian dari perpanjangan IUPK Freeport Indonesia.”

Emiten Mengalap Berkah dari IKN

HR1 27 Nov 2023 Kontan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergulir. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan per 1 November 2023 progres pembangunan fisik IKN telah mencapai 22,1%. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Daniel A. Widjaja menilai, sejumlah emiten akan diuntungkan dari berlanjutnya proyek IKN Nusantara ini. Salah satunya sektor semen, karena akan ada kenaikan permintaan semen untuk keperluan pembangunan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah menyuplai 71% dari total kebutuhan semen di IKN. Sebagai BUMN, posisi SMGR lebih diuntungkan. "Sehingga diprioritaskan dibanding swasta, kata Daniel kepada KONTAN, kemarin. Selain sektor semen, pembangunan IKN juga akan menjadi katalis bagi sektor konstruksi. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya mengatakan, pencapaian kontrak baru dari IKN akan berdampak positif bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), keduanya mempunyai permasalahan leverage . Sehingga, memenangkan kontrak baru akan meningkatkan arus kas WIKA dan WSKT. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya bilang, proyek-proyek di IKN garapan WIKA masih berlangsung dengan baik di tengah upaya penyehatan keuangan WIKA. Emiten properti juga banyak yang terlibat di proyek IKN. Namun, RHB Sekuritas menilai, dampak IKN terhadap sektor properti masih netral.

Berkah Emiten Ritel di Akhir Tahun

HR1 27 Nov 2023 Kontan

Musim perayaan Natal dan tahun baru merupakan momentum besar bagi emiten sektor ritel. Khususnya, emiten ritel yang memiliki fokus bisnis pada penjualan perlengkapan rumah tangga dan produk gaya hidup. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pergerakan emiten ritel pada libur Natal dan Tahun Baru berpotensi positif di akhir tahun 2023 ini seiring peningkatan daya beli masyarakat. Belum lagi pemilihan umum (pemilu) diproyeksi bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat di akhir tahun 2023 hingga pemilu dilangsungkan. Ini sejalan dengan potensi perputaran uang yang lebih besar di masyarakat selama masa kampanye pemilihan umum. “Kinerja emiten ritel fesyen dan emiten ritel kebutuhan sehari-hari berpotensi meningkat,” jelas Azis ke KONTAN, Sabtu (25/11). Meski Azis tak menampik penjualan ritel saat ini memang masih cenderung flat atau datar. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Rill (IPR) mengalami kontraksi 1,5% secara bulanan pada September 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menjagokan sektor ritel bersama sektor lain seperti konsumer, telekomunikasi, minyak & gas, serta batubara untuk mencari kantong pertumbuhan di akhir tahun. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak menyoroti, emiten sektor ritel juga disokong insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan dapat memacu penjualan ritel, khususnya bagi perusahaan menjual produk perbaikan rumah seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Dia merekomendasikan trading buy ACES dengan target harga Rp 950 per saham. Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi pada kuartal IV-2023 karena faktor musiman yang biasanya mendorong pertumbuhan pada periode tersebut, yaitu memasuki musim liburan pada bulan Desember. Namun, penting untuk dicatat bahwa situasi ekonomi global masih belum menentu dan dapat menimbulkan risiko yang signifikan menjelang tahun 2024. Sementara Azis memilih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) dengan rekomendasi buy masing-masing target harga sebesar Rp 3.250 per saham dan Rp 2.030 per saham.

Windows Dressing Dimulai IHSG Menuju 7.300

KT1 27 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Aksi memoles portfolio oleh manajer investasi (window dressing) berlangsung lebih cepat tahun ini, yakni pada akhir November dari biasanya Desember pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat pada keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level psikologis 7.000 pada akhir pekan lalu. Selama November 2023, indeks naik 3,8% ke level 7.009. Adapun sepanjang tahun ini (year on date/ytd), indeks tumbuh 2,3%, dengan net sell asing Rp16,5 triliun, merujuk data RTI. Analis menilai, window dressing akan kian intens memasuki Desember 2023. Tak ayal lagi, aksi ini akan membawa indeks  ke level 7.150-7.300 di pengujung tahun. Sejauh ini, sentimen global dan domestik mendukung terjadinya window dressing di bursa saham. Dari global, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), diprediksi mengakhiri kenaikan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) yang kini mencapai 5,25-5,5% dan mulai menurunkan FFR pertengahan tahun depan. (Yetede)

Mengejar Muatan Lebih Besar

HR1 25 Nov 2023 Kontan

Satu lagi perusahaan jasa transportasi atau freight forwarding belum lama ini melantai di bursa, yakni PT Logisticplus International Tbk. Emiten berkode LOPI resmi menjadi anggota bursa pada Oktober 2023. Logisticsplus berdiri pada tahun 2013. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama para pengusaha nasional bidang logistik dan jasa pengiriman dengan anak perusahaan Logisticsplus Inc, asal Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Namun kiprah LOPI di kancah jasa transportasi dan logistik dimulai pada tahun 2016. Saat itu LOPI baru mendapatkan tiga mitra dengan dua armada truk. Di tahun tersebut, LOPI mendapat kontrak dari GE Healthcare. Pelan tapi pasti, kontrak yang didapat LOPI terus berkembang. Satu tahun kemudian, LOPI mendapat kontrak distribusi ritel dari perusahaan yang sama ke 1.800 lokasi. Melihat prospek bisnis yang terus berkembang, di tahun berikutnya LOPI mulai mengembangkan lini bisnis di layanan jasa kapal tongkang. Ekspansi ini digelar seiring dengan maraknya pertambangan di periode tersebut. Alhasil, dengan beragamnya layanan tersebut, Logisticsplus Plus Inc masuk menjadi salah satu pemegang saham dari LOPI. Kerjasama ini membuat LOPI kini memiliki kantor di Amerika Serikat. Tak hanya itu, LOPI juga punya kantor perwakilan di hampir 180 negara. Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan kerja sama tersebut salah satu strategi LOPI setelah resmi melantai di BEI. Selain dengan Pertamina, ia mengklaim, LOPI telah menekan kontrak dengan beberapa perusahaan, dengan nilai yang bervariatif dengan rentang Rp 30 miliar hingga Rp 60 miliar. Adapun sekitar 60% dana initial public offering (IPO) bakal dipakai untuk modal kerja. Selain itu juga untuk pembelian perangkat teknologi logistik untuk mendukung operasional perusahaan dan penjualan. Saat ini, LOPI memiliki pelanggan utama yaitu PT GE Operations Indonesia, PT Abi Mandiri Perkasa, dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Kerja sama ini terus berlanjut hingga saat ini.

Saham Pilihan Para Juragan

HR1 25 Nov 2023 Kontan (H)

Sudah lazim, suhu politik menghangat menjelang proses pemilihan umum (pemilu). Tanpa terkecuali menjelang pemilu tahun 2024. Situasi ini acap membuat investor saham bersikap wait and see dan ekstra waspada untuk masuk bursa saham. Namun demikian, sejumlah investor saham kawakan menilai situasi kali ini lebih adem ketimbang suhu politik beberapa pemilu yang sudah-sudah. Alhasil, pilihan-pilihan sahamnya pun lebih fleksibel. Menurut Kartika Sutandi, salah satu investor kawakan di bursa, tahun pemilu saat ini, terutama pemilu presiden, bukan sentimen besar yang bisa mempengaruhi investor menata ulang portofolio mereka. Perempuan yang akrab disapa Tjoe Ai ini justru melihat ada sentimen lain yang lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi di pasar saham ketimbang sentimen pemilu. "Sentimen The Fed itu lebih penting, dibandingkan dengan pemilu yang akan berlangsung nanti. Pemilu sekarang sepertinya tidak sehuru-hara tahun 2019 lalu," kata Tjoe Ai, kepada KONTAN, Jumat (24/11). Sukarto Bujung, investor saham dan pemilik PT Buyung Putra Sembada Tbk (HOKI), juga menyatakan perhelatan pemilu tidak akan mengubah portofolionya. Saat ini Sukarto berinvestasi di saham sektor teknologi, asuransi, dan sektor konsumer. "Saya tidak takut investasi di pasar modal Indonesia dalam keadaan apapun," tandas dia. Selain sektor konsumer, Tjoe Ai juga melihat saham-saham sektor teknologi hingga perbankan sebagai sektor yang prospektif. Di sektor teknologi misalnya, kabar rencana merger antara dua perusahaan telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL), masuk dalam radar pantauan Tjoe Ai. Ia menambahkan saat ini terus memupuk cash, sebagai amunisi untuk berburu saham pilihannya. Ihwal saham pilihan, Lo mengaku sedang tertarik dengan saham sektor perbankan dan batubara. Dia menilai emiten di dua sektor ini bisa membukukan laba besar, serta memiliki valuasi murah. Selain saham bank, investor kawakan lainnya, Presiden Direktur Adi Sarana Armada (ASSA), Prodjo Sunarjanto, menjagokan saham fast moving consumer good (FMCG) di tahun pemilu lantaran emiten sektor ini berpeluang menangguk paling besar perputaran duit pemilu.

Harga Saham 3 Emiten Melonjak Ratusan Persen

KT1 24 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Setidaknya tiga emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga saham sampai ratusan persen dibandingkan harga saat mereka melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek jakarta (BEI) tahun ini. Ketiganya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Tripar Multivision Plus tbk (RAAM) Harga penawaran awal saham BREN saat IPO pada 9 Oktober 2023  adalah Rp 780 per saham. Namun, harga itu telah melonjak hingga 723,72% menjadi Rp 6.425 pada penutupan perdagangan Kamis (23/11/2023). Sedangkan harga saham AMMN yang saat IPO pada Juli 2023 baru senilai Rp1.695 per saham, melesat hingga 307,07% menjadi Rp6.900 pada penutupan perdagangan kemarin. (Yetede)