;
Tags

Saham

( 1737 )

Demi Diversifikasi, Semakin Rajin Akuisisi

HR1 08 Dec 2023 Kontan (H)

Sejumlah emiten konglomerasi lumayan sibuk melakukan akuisisi bisnis pada tahun ini. Para emiten ini merogoh kocek cukup dalam demi melakukan diversifikasi bisnis ataupun memperluas pangsa pasar. Tahun ini, konglomerasi yang paling gencar melakukan ekspansi bisnis adalah Grup Astra. Setidaknya, ada 10 target akuisisi yang dituntaskan oleh Grup Astra. Akuisisi dengan nilai paling besar dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Sepanjang tahun 2023 ini saja, UNTR sudah mencaplok lima perusahaan, dengan nilai lebih dari Rp 14 triliun. UNTR masuk ke bisnis pertambangan dan pengolahan nikel, hingga bisnis pembangkit listrik panas bumi. Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis mengatakan, UNTR masih membuka peluang untuk mencaplok tambang mineral lain, mengingat posisi kas UNTR yang melimpah. Kami masih terbuka untuk potensi akuisisi mineral lain, terang Sara kepada KONTAN, Kamis (7/11). Tak cuma Grup Astra, kong-lomerasi yang dikomandani taipan Prajogo Pangestu juga lincah melakukan akuisisi. Misalkan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang mencaplok dua entitas usaha Krakatau Steel. Emiten batubara yang dikendalikan Prajogo, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga rajin belanja. CUAN mengumumkan niat masuk ke bisnis emas, pasir silika, hingga batubara kokas di tahun ini. Terkini, CUAN masuk ke bisnis kontraktor tambang dengan mengakuisisi sebagian saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, Grup Barito dan Grup Indika menjadi dua teratas emiten konglomerasi yang banyak menyasar bisnis EBT. Dalam jangka pendek, bisnis EBT itu bagus dan menguntungkan, ujarnya kepada KONTAN, Kamis (7/12). Analis CGS-CIMB Sekuritas Handy Noverdanius menilai, Grup Astra nampak semakin fokus diversifikasi. Tapi dia punya catatan, berbagai akuisisi ini bisa menguras posisi kas UNTR ke level terendah dalam 10 tahun terakhir.

Saatnya Melirik Saham Lapis Dua dan Tiga

HR1 07 Dec 2023 Kontan (H)

Menjelang penghujung tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai tancap gas. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar memang masih menjadi pendorong utama pergerakan indeks. Tapi, saham lapis dua dan tiga juga terlihat mulai unjuk gigi. Kemarin (6/12), IHSG berhasil menembus level 7.140, kendati di akhir perdagangan terpeleset 0,19% ke posisi 7.087,39. Dengan posisi itu, IHSG sudah mencetak penguatan 3,46% year to date (ytd). Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyoroti, pendorong IHSG dominan berasal dari saham baru yang harganya langsung melejit. Seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). BREN dan AMMN bahkan memimpin di posisi teratas. Sebaliknya, William memandang kontribusi saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga terbilang mini. Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengamini hal itu. Menurut dia, kondisi ini juga menunjukkan saham lapis kedua dan ketiga cenderung sideways dalam memberikan kontribusi terhadap IHSG. William sepakat, saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga yang pergerakannya masih tertinggal, justru berpeluang melaju. Apalagi, pelaku pasar mulai cenderung menghindari risiko mengejar saham-saham yang penguatannya sudah signifikan. Toh, cukup banyak saham blue chips anggota indeks LQ45 yang juga menjadi konstituen dari IDX SMC Liquid. Meski demikian, William menyarankan agar lebih cermat mengkombinasikan analisa teknikal dan menelaah kinerja keuangan terbaru. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati secara teknikal sejumlah saham di IDX SMC berpotensi menguat. Saham pilihannya adalah ANTM, ERAA, dan ADMR.

Pendapatan XL Axiata Bakal Tembus Rp 35 Triliun

KT1 07 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT XL Axiata Tbk (EXCL) diyakini bisa mencapai pendapatan hingga Rp 35 triliun pada tahun depan, seiring rencana perseroan mengonsolidasi 750 ribu  pelanggan milik PT Link Net Tbk (LINK) untuk mengakselerasi perubahan strategis menjadi serverCo dan FiberCo. Perolehan pendapatan tersebut  akan naik 10,79% dibanding proyeksi tahun ini yang sebesar Rp 32 tahun. "Konsolidasi basis pengguna Link Net dengan perjanjian grosir infrastruktur dan kemungkinan konsolidasi dengan PT Smartfren Telcom Tbk (FREN) akan meningkatkan potensi  pendapatan anorgenik perseroan," kata Senior Research Analist Mirea Asset Robertus Hardy dalam riset yang dikutip Rabu (6/12/20203). Robertus berpendapat, ke depan kinerja EXCL masih cukup tangguh dididukung dengan eskpansi dan inovasinya di bisnis fixed Broadband (FBB) dan IT Managed Service segmen melalui XL Home dan Hypernet. Karena itu, dirinya mempertahankan rekomendasi trending buy bagi saham  EXCL dengan target harga Rp2.450 atau menyiratkan 4,7x/4,2x rasio EV/EBITDA 23F/24F. "Nilai ini sedikit lebih rendah dibanding sebelumya Rp2.700  karena adanya  pemeringkatan ulang penilaian pasar secara  keseluruhan baru-baru ini akibat tingkat suku bunga yang lebih tinggi." ungkap dia. (Yetede)

2024, IHSG Tembus 8.000

KT1 06 Dec 2023 Investor Daily (H)
Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik kencang pada 2023 sehingga menembus level 8.000, dan berakhir di 8.050. Proyeksi selama 12 bulan ke depan tersebut bisa terealisasi apabila didukung sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri, sehingga IHSG memasuki tren bullish.  "Kalau resesi Amrika Serikat (AS) tidak terjadi, kemudian harga komoditas menurun dan ekonomi Indonesia tumbuh diatas 5%, serta presiden yang terpilih merupakan pilihan favorit, skenario IHSG adalah bullish dan bisa mengakhiri 2024 di anagka 8.050 denan asumsi 15,3x price to-earning ratio," kata Head of Institusional Reserach Sinarmas Sekuritas Isfhan dalam Monthly Market Outlook:Melihat peluang investasi di sektor pilihan Tahun 2024, Selasa (5/12/2023). (Yetede)

Perlambatan Ekonomi Global Membayangi IPO Tahun Depan

HR1 06 Dec 2023 Kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target konservatif terkait target penjaringan dana di pasar modal. BEI memperkirakan bakal ada 230 pencatatan penerbitan efek seluruh instrumen sepanjang 2024 atau lebih tinggi 30 efek dari tahun 2023. Target penerbitan efek itu meliputi efek saham, obligasi korporasi baru, Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Efek Beragun Aset (EBA), waran terstruktur dan lainnya.Sedangkan untuk pencatatan saham, BEI membidk 62 perusahaan baru yang tercatat. Target itu tak jauh berbeda dari target IPO tahun ini sebanyak 61 emiten. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK mengatakan, target tersebut sejalan dengan proyeksi World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi global. IMF memproyeksikan ekonomi global berada di angka 3% untuk tahun ini. Sementara pada 2024, ekonomi global berada di level 2,9%. Per 30 November 2023, OJK masih mengantongi 96 rencana penggalangan dana senilai Rp 41,11 triliun. Sebanyak 64 di antaranya merupakan rencana IPO senilai Rp 11,18 triliun. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin memperkirakan, kondisi ekonomi global jusru akan lebih stabil pada tahun 2024. Sehingga bisa mendorong aksi IPO lebih tinggi. Menurutnya ketidakpastian pasar di 2024 akan mereda seiring pelonggaran kebijakan moneter. Ini akan menjadi angin segar untuk IPO. Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy mengatakan, meski suku bunga masih tinggi, tetapi masih ada peluang IPO tetap ramai. Tapi dia menilai, pasar tak butuh IPO terlalu banyak. Investor justru menantikan IPO berkualitas dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang tinggi. "Secara kuantitas tidak ada dibatasi karena perizinan sudah dipermudah," ucap Robertus.

Laba Melejit, JSMR Pastikan Bakal Membagikan Dividen

HR1 05 Dec 2023 Kontan
Ada kabar gembira buat pemegang saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Operator jalan tol terbesar di Indonesia itu memastikan bakal menebar dividen kepada pemegang sahamnya. Porsinya setidaknya 20% dari laba tahun buku 2023. "Rentang pembagian dividen akan mencapai 20% dari core profit bersih JSMR," ujar Haning Pangastuty, Corporate Finance and Investor Relations Senior Group Head JSMR, Senin (4/12). Namun, perlu dicatat bahwa angka pay out ratio itu belum final karena masih bergantung dari hasil diskusi dengan Kementerian BUMN. Kinerja JSMR sejauh ini memang kinclong. Hingga akhir September 2023, laba bersih JSMR melonjak 497% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 5,97 triliun. Sedangkan pendapatan mencapai Rp 14,08 triliun, naik 20,13% secara tahunan. "Terkait dengan pembiayaan capex, akan berasal dari perbankan dan pasar modal. Kami lihat mana yang bisa memberikan yang terbaik untuk JSMR," ujar Atika Dara Prahita, Operation and Maintenance Management Group Head JSMR. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, kenaikan pendapatan JSMR dipengaruhi kenaikan trafik kendaraan dan tarif. "Sedangkan lonjakan laba disebabkan keuntungan nilai wajar investasi Rp 4 triliun," ujarnya.

Otoritas Tunda Papan Pemantauan Khusus

HR1 05 Dec 2023 Kontan
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunda implementasi papan pemantauan khusus tahap dua, yakni full call auction hingga enam bulan ke depan. Adapun BEI telah meluncurkan papan pemantauan khusus pada 12 Juli 2023. Pada tahap pertama, BEI menerapkan sistem hybrid call auction. Nah, tadinya tahap kedua atau full call auction akan diimplementasikan pada Desember 2023. Namun hasil evaluasi BEI menunjukkan para pelaku pasar masih belum siap. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan BEI soal penundaan implementasi ini. Inarno berharap dengan penundaan ini, kendala-kendala teknis yang sudah diidentifikasi oleh BEI dan OJK dapat diselesaikan. Penundaan implementasi ini juga telah dimuat dalam Surat Keputusan Direksi BEI. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya masih terus memantau kesiapan seluruh pelaku pasar termasuk anggota bursa (AB), data vendor dan para investor. Sejalan dengan itu, Jeffrey bilang, BEI akan memberikan perpanjangan waktu yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia yang diterbitkan pada 1 Desember 2023. Otoritas bursa sejatinya telah meluncurkan papan pemantauan khusus pada 12 Juli 2023. Pada tahap pertama, BEI menerapkan sistem hybrid call auction. Di tahap awal tersebut, emiten yang masuk dalam kriteria tidak likuid akan masuk perdagangan call auction yang akan berlaku dua sesi dalam satu hari. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy  mencermati salah satu penyebab mundurnya implementasi full call auction ialah kurang sosialisasi. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito menyadari kehadiran papan pemantauan khusus ini bisa membantu investor untuk mengetahui status saham tertentu. Tapi ia menyarankan kepada emiten yang masuk papan pengembangan untuk memperbaiki fundamentalnya. Supaya kenaikan saham sejalan dengan perbaikan kinerja.

Asing Waspada Pemilu, Bursa Saham Tetap Melaju

HR1 05 Dec 2023 Kontan (H)
Pasar keuangan global diramal bergerak lebih fluktuatif tahun depan. Pasalnya, selain Indonesia dan Amerika Serikat (AS), setidaknya ada 38 negara lain, termasuk di Asia yang akan menggelar pemilihan umum (pemilu) di 2024. Tentu saja, pesta rakyat ini bakal mempengaruhi psikologis pasar karena tingkat ketidakpastian yang tinggi. Hal ini juga kerap membuat pelaku pasar dan emiten lebih berhati-hati dan menahan diri untuk berekspansi. Dus, perusahaan perbankan dan jasa keuangan asal Prancis Societe Generale SA (SocGen) pun mengutak-atik peringkat pasar negara-negara tersebut. Khusus Indonesia dan India peringkatnya dipangkas. Mengutip laporan Reuters, SocGen memangkas peringkat Indonesia menjadi underweight. Bank Eropa ini menilai prospek Indonesia masih akan lemah di tengah ketidakpastian politik. Sedangkan peringkat India dipangkas menjadi netral dari sebelumnya overweight. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus tak menampik kalau isu pemilu merupakan hal yang sensitif bagi masyarakat. Pasalnya, ekonomi yang kuat dan politik yang stabil menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong ekonomi dalam negeri. Perhelatan lima tahunan ini memang biasanya berdampak pada pergerakan bursa saham. Sehingga, volatilitas IHSG akan tetap tinggi menjelang pemilu. Apalagi kalau melihat data Poltracking, tingkat elektabilitas ketiga pasangan calon tidak ada yang di atas 50%. Ini membuka peluang terjadinya putaran kedua. Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan, ketika putaran pemilihan umum semakin panjang, IHSG pun akan semakin lama untuk pulih. Sehingga, sebelum ada presiden baru yang terpilih, volatilitas IHSG akan tinggi. Namun, volatilitas itu hanya bersifat sementara. Robertus Hardy, Head of Research Mirae Asset Sekuritas juga menyebut, mulai akhir 2023 hingga semester I-2024, volatilitas pasar saham akan meningkat. Tiga sentimen utama penggerak IHSG adalah tensi geopolitik, suku bunga yang masih akan bertahan tinggi dan ketidakpastian politik karena pemilu. Menurut Robertus, sektor perbankan, telekomunikasi, otomotif dan barang konsumsi akan menjadi penopang IHSG di paruh kedua tahun depan. Dus, saham pilihannya adalah BBRI, BBCA, AMRT, HOKI, ACES, dan MAPI.

Komoditas Lesu, Pertambangan Loyo

HR1 04 Dec 2023 Kontan
Harga sejumlah komoditas tambang, mulai dari batubara hingga nikel, diproyeksi masih lesu tahun depan. Walhasil, prospek emiten tambang dihantui sentimen negatif. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menilai, saham-saham berbasis komoditas masih belum prospektif tahun depan. Bukan hanya dari sisi pasokan yang berlebih, prospek komoditas tambang juga dibayangi sentimen dari sisi permintaan. Pertumbuhan perekonomian negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan wilayah Eropa masih belum mampu mencapai ke level pra-pandemi. Sejumlah emiten mengakui. Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer (CFO) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjelaskan, saat ini masih ada tekanan harga nikel terutama dari tendensi kelebihan pasokan di semua kelas nikel. Harga nikel berfluktuasi di US$ 16.000-US$ 17.000 per ton. Direktur PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),  Yulius Kurniawan Gozali memproyeksi, outlook batubara tahun depan tidak banyak berubah dari tahun ini. "Di level saat ini permintaan cukup kuat. Sehingga harga stabil di US$ 110-US$ 120 per ton," kata Yulius. Namun meski harga batubara tahun ini tidak sebagus tahun kemarin, Farida Thamrin, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis bisa meningkatkan penjualan di sisa tahun ini. Dari banyaknya emiten tambang, Agung lebih condong ke saham, ADRO,  ITMG, dan INCO. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan juga merekomendasikan buy saham INCO dengan target harga Rp 6.500 per saham, Rekomendasi di tengah potensi surplus pasar nikel masih tetap tinggi.

Prospek Emiten Emas Ikut Berkilau

HR1 04 Dec 2023 Kontan
Harga emas masih terus menanjak. Prospek emiten yang memiliki lini bisnis emas pun ikut mengkilap. Per Selasa (6/8), harga emas menyentuh US$ 1.463,70 per ons troi. Ini merupakan level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik 14%. Beberapa emiten yang mengandalkan pendapatan dari emas, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan pemain baru PT United Tractors Tbk (UNTR). Selain itu, emiten perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sudah menikmati berkah kenaikan harga emas. ANTM merupakan salah satu emiten yang kinerjanya bersinar karena kenaikan harga emas. Pada semester satu lalu, ANTM mendulang penjualan emas Rp 9,61 triliun. Kontribusinya 67% terhadap pendapatan ANTM yang sebesar Rp 14,43 triliun, akhir Juni lalu. Total pendapatan ANTM naik 22% year on year. Harga emas batangan ANTM juga kian mengkilap. Kemarin (6/8), harga emas ANTM ukuran 1 gram Rp 739.000, naik Rp 15.000 dalam sehari. Sepanjang 2019, harga emas Antam sudah naik 11%. "Tentu saja ANTAM tetap berkomitmen terhadap upaya peningkatan kinerja produksi dan penjualan komoditas emas," kata Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo. UNTR yang baru mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan akhir 2018 mulai merasakan kontribusi bisnis emas. Berkah dari emas sangat membantu di saat bisnis intinya di batubara thermal turun. "Kami berharap, bidang usaha non-batubara dapat mengompensasi sebagian penurunan di bidang usaha lain," ujar Investor Relations UNTR Ari Setiyawan. MDKA juga akan menggenjot produksi seiring melejitnya harga emas. Manajemen MDKA pernah mengatakan kepada KONTAN, mereka menargetkan produksi emas 180.000 ons-200.000 ons. Angka ini lebih tinggi 7,46%-19,39% dibanding realisasi produksi 2018 sebanyak 167.506 ons. Kenaikan harga emas juga membawa rezeki bagi HRTA. Jika harga emas naik, perusahaan peritel emas ini akan mendulang permintaan perhiasan kadar muda atau kadar rendah lebih banyak. Di antarabeberapa emiten yang meraup berkah dari kemilau harga emas, Vice President Research Artha Sekuritas Frederick Rasali merekomendasikan saham ANTM dan MDKA, karena bisnis intinya adalah emas. Adapun ANTM dinilai lebih menarik karena price to book value (PBV)-nya sudah 1,07 kali, dan secara teknikal dapat mencapai Rp 985. Kemaren, ANTM ditutup di harga Rp 940 per saham.