;
Tags

Saham

( 1717 )

Windows Dressing Dimulai IHSG Menuju 7.300

KT1 27 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Aksi memoles portfolio oleh manajer investasi (window dressing) berlangsung lebih cepat tahun ini, yakni pada akhir November dari biasanya Desember pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat pada keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level psikologis 7.000 pada akhir pekan lalu. Selama November 2023, indeks naik 3,8% ke level 7.009. Adapun sepanjang tahun ini (year on date/ytd), indeks tumbuh 2,3%, dengan net sell asing Rp16,5 triliun, merujuk data RTI. Analis menilai, window dressing akan kian intens memasuki Desember 2023. Tak ayal lagi, aksi ini akan membawa indeks  ke level 7.150-7.300 di pengujung tahun. Sejauh ini, sentimen global dan domestik mendukung terjadinya window dressing di bursa saham. Dari global, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), diprediksi mengakhiri kenaikan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) yang kini mencapai 5,25-5,5% dan mulai menurunkan FFR pertengahan tahun depan. (Yetede)

Mengejar Muatan Lebih Besar

HR1 25 Nov 2023 Kontan

Satu lagi perusahaan jasa transportasi atau freight forwarding belum lama ini melantai di bursa, yakni PT Logisticplus International Tbk. Emiten berkode LOPI resmi menjadi anggota bursa pada Oktober 2023. Logisticsplus berdiri pada tahun 2013. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama para pengusaha nasional bidang logistik dan jasa pengiriman dengan anak perusahaan Logisticsplus Inc, asal Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Namun kiprah LOPI di kancah jasa transportasi dan logistik dimulai pada tahun 2016. Saat itu LOPI baru mendapatkan tiga mitra dengan dua armada truk. Di tahun tersebut, LOPI mendapat kontrak dari GE Healthcare. Pelan tapi pasti, kontrak yang didapat LOPI terus berkembang. Satu tahun kemudian, LOPI mendapat kontrak distribusi ritel dari perusahaan yang sama ke 1.800 lokasi. Melihat prospek bisnis yang terus berkembang, di tahun berikutnya LOPI mulai mengembangkan lini bisnis di layanan jasa kapal tongkang. Ekspansi ini digelar seiring dengan maraknya pertambangan di periode tersebut. Alhasil, dengan beragamnya layanan tersebut, Logisticsplus Plus Inc masuk menjadi salah satu pemegang saham dari LOPI. Kerjasama ini membuat LOPI kini memiliki kantor di Amerika Serikat. Tak hanya itu, LOPI juga punya kantor perwakilan di hampir 180 negara. Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan kerja sama tersebut salah satu strategi LOPI setelah resmi melantai di BEI. Selain dengan Pertamina, ia mengklaim, LOPI telah menekan kontrak dengan beberapa perusahaan, dengan nilai yang bervariatif dengan rentang Rp 30 miliar hingga Rp 60 miliar. Adapun sekitar 60% dana initial public offering (IPO) bakal dipakai untuk modal kerja. Selain itu juga untuk pembelian perangkat teknologi logistik untuk mendukung operasional perusahaan dan penjualan. Saat ini, LOPI memiliki pelanggan utama yaitu PT GE Operations Indonesia, PT Abi Mandiri Perkasa, dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Kerja sama ini terus berlanjut hingga saat ini.

Saham Pilihan Para Juragan

HR1 25 Nov 2023 Kontan (H)

Sudah lazim, suhu politik menghangat menjelang proses pemilihan umum (pemilu). Tanpa terkecuali menjelang pemilu tahun 2024. Situasi ini acap membuat investor saham bersikap wait and see dan ekstra waspada untuk masuk bursa saham. Namun demikian, sejumlah investor saham kawakan menilai situasi kali ini lebih adem ketimbang suhu politik beberapa pemilu yang sudah-sudah. Alhasil, pilihan-pilihan sahamnya pun lebih fleksibel. Menurut Kartika Sutandi, salah satu investor kawakan di bursa, tahun pemilu saat ini, terutama pemilu presiden, bukan sentimen besar yang bisa mempengaruhi investor menata ulang portofolio mereka. Perempuan yang akrab disapa Tjoe Ai ini justru melihat ada sentimen lain yang lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi di pasar saham ketimbang sentimen pemilu. "Sentimen The Fed itu lebih penting, dibandingkan dengan pemilu yang akan berlangsung nanti. Pemilu sekarang sepertinya tidak sehuru-hara tahun 2019 lalu," kata Tjoe Ai, kepada KONTAN, Jumat (24/11). Sukarto Bujung, investor saham dan pemilik PT Buyung Putra Sembada Tbk (HOKI), juga menyatakan perhelatan pemilu tidak akan mengubah portofolionya. Saat ini Sukarto berinvestasi di saham sektor teknologi, asuransi, dan sektor konsumer. "Saya tidak takut investasi di pasar modal Indonesia dalam keadaan apapun," tandas dia. Selain sektor konsumer, Tjoe Ai juga melihat saham-saham sektor teknologi hingga perbankan sebagai sektor yang prospektif. Di sektor teknologi misalnya, kabar rencana merger antara dua perusahaan telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL), masuk dalam radar pantauan Tjoe Ai. Ia menambahkan saat ini terus memupuk cash, sebagai amunisi untuk berburu saham pilihannya. Ihwal saham pilihan, Lo mengaku sedang tertarik dengan saham sektor perbankan dan batubara. Dia menilai emiten di dua sektor ini bisa membukukan laba besar, serta memiliki valuasi murah. Selain saham bank, investor kawakan lainnya, Presiden Direktur Adi Sarana Armada (ASSA), Prodjo Sunarjanto, menjagokan saham fast moving consumer good (FMCG) di tahun pemilu lantaran emiten sektor ini berpeluang menangguk paling besar perputaran duit pemilu.

Harga Saham 3 Emiten Melonjak Ratusan Persen

KT1 24 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Setidaknya tiga emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga saham sampai ratusan persen dibandingkan harga saat mereka melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek jakarta (BEI) tahun ini. Ketiganya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Tripar Multivision Plus tbk (RAAM) Harga penawaran awal saham BREN saat IPO pada 9 Oktober 2023  adalah Rp 780 per saham. Namun, harga itu telah melonjak hingga 723,72% menjadi Rp 6.425 pada penutupan perdagangan Kamis (23/11/2023). Sedangkan harga saham AMMN yang saat IPO pada Juli 2023 baru senilai Rp1.695 per saham, melesat hingga 307,07% menjadi Rp6.900 pada penutupan perdagangan kemarin. (Yetede)

Sentimen Global hingga Judi Online Penyebab Pelemahan RNTH

KT1 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Irvan Susandy dan juga Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi  Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini sepakat bahwa penurunan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) bukan disebabkan oleh adanya penutupan kode broker. Minat investasi yang berkurang akibat sentimen  global dan juga sentimen dalam negeri sebabnya. Dalam acara IDSTV, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi Bursa Efek Indonesia  periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini menyoroti judi online yang sedang marak ini, lantaran  dalam mencapai Rp 365 triliun dalam setahun. "jadi yang saya lihat bisa jadi sebagian masyarakat yang biasanya bertransaksi saham beralih kesana, nah hal seperti ini harus diperhatikan oleh bursa," jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (22/11/2023). (Yetede)

Hingga September 2023, EXCL Mencetak Laba Bersih Rp 1,01 T

HR1 23 Nov 2023 Kontan

Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mengalami pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga September 2023, pendapatan EXCL naik 10,19% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 23,87 triliun. Sejalan dengan pendapatan, laba bersih EXCL naik 2,99% menjadi Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba itu di tengah beban EXCL yang meningkat 9,6% secara tahunan menjadi Rp 20,39 triliun. "Kompetisi terus berlangsung ketat hingga saat ini, tapi EXCL mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur & CEO EXCL, Dian Siswarini, Rabu (22/11). Karena itu, EXCL terus berupaya membesarkan layanan fixed broadband (FBB) dan fixed mobile convergence (FMC) untuk menghadapi tantangan industri ke depan. "Kedua segmen ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan," jelas Dian. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi XL Axiata mencapai 69% dari pelanggan layanan XL Home. Artinya, 69% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL Satu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho mengatakan, kinerja EXCL per kuartal III-2023 masih cukup solid. Di sisi lain, bisnis utama telekomunikasi mulai berkontraksi, tapi EXCL terus mencari peluang yang baru. Namun, hal ini membutuhkan dana investasi yang besar.

Aksi Korporasi Menopang Kinerja Grup Medco

HR1 22 Nov 2023 Kontan

Sepanjang sembilan bulan pertama 2023, kinerja Grup Medco masih terkontraksi. Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kompak menyusut seiring melemahnya harga komoditas minyak dan tembaga. Meski demikian, analis menilai kinerja MEDC dan AMMN masih memiliki prospek cerah. MEDC misalnya, prospek kinerja didukung akuisisi sejumlah blok migas. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan memproyeksi, peningkatan 8,5% total volume produksi MEDC pada tahun 2024 menjadi 166 million barrel oil per day (mbopd). Proyeksi ini dengan menimbang tambahan volume sebesar 13 mbopd dari hasil akuisisi blok Timur Tengah. Di sisi lain, meski kinerja AMMN masih tertekan, Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, kinerja AMMN akan kembali positif. "Kinerja Amman akan positif setelah mendapat izin ekspor konsentrat beberapa bulan lalu, positif bagi MEDC,” kata Felix. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap memperkirakan, AMMN akan mencatatkan lonjakan laba yang besar di kuartal keempat 2023 ini. Samuel Sekuritas mempertahankan rating hold saham AMMN dengan target harga baru Rp 7.000 per saham dari sebelumnya Rp 5.500. Sementara Felix merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga di Rp 1.700 per saham. Salah satu katalisnya karena kinerja MEDC juga disokong oleh bisnis listrik.

Melirik Para Mantan Jawara Big Caps

HR1 22 Nov 2023 Kontan

Sejak tiga tahun terakhir peta saham yang mempunyai kapitalisasi pasar atau market cap  terbesar mulai berubah. Terdapat beberapa emiten yang sebelumnya masuk sepuluh besar atau top ten saham yang punya market cap terbesar kini terlempar. Sebut saja saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), kemudian ada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), juga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), hingga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kini, saham UNVR berada di urutan ke 11 sebagai saham dengan market cap terbesar menurut data per 21 November 2023. Lantas saham ADRO terlempar ke urutan 20. Sedangkan EMTK dan ARTO sudah jauh berada di luar 20 besar saham berkapitalisasi pasar terbesar di bursa. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjelaskan, salah satu penyebab yang membuat beberapa big caps tersebut terlempar dari 10 besar terkait kinerja yang menurun. Martha memproyeksi, kinerja ADRO, UNVR, dan EMTK sampai akhir tahun ini bakal mengalami kontraksi. Sementara kinerja ARTO, masih bisa tumbuh positif. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, penurunan kinerja emiten akibat sentimen global hingga peran regulasi. "Hal ini berpengaruh terhadap pergerakan saham tersebut," jelasnya ke KONTAN.

Proyek Infrastruktur Menopang PTPP

HR1 20 Nov 2023 Kontan

Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) tengah mengevaluasi proyeksi kinerja hingga akhir 2023. Hal ini berkaca dari kinerja PTPP hingga kuartal III-2023. Di periode tersebut, PTPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,22 triliun. Nilai perolehan tersebut turun 9,17% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 13,46 triliun. Sementara laba bersih sebesar Rp 239,72 miliar hingga akhir kuartal III-2023. Pencapaian itu naik 69,9% dari laba bersih di periode sama tahun lalu sebesar Rp 141,02 miliar. Bakhtiyar Efendi, Sekretaris Perusahaan PTPP menjelaskan, pendapatan PTPP yang turun karena komposisi kerjasama operasional (KSO) saat ini lebih besar. Jadi, di jenis proyek PTPP tersebut tergantung pihak lain yang menjalin kerjasama dengan BUMN karya ini. Sementara, penyerapan belanja modal alias capital expenditure (capex) PTPP hingga kuartal III 2023 sebesar Rp 611,33 miliar. Catatan KONTAN, PTPP sudah menganggarkan belanja modal Rp 3,4 triliun tahun ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, sentimen kenaikan laba PTPP itu diakibatkan adanya perolehan nilai kontrak yang baik hingga kuartal III 2023. Kondisi ini membuat kinerja saham PTPP ikut terdongkrak. Nafan melihat, kinerja PTPP pada kuartal IV dan sepanjang tahun 2023 ini masih bisa melonjak. Apalagi, PTPP saat ini tengah berkomitmen dalam meningkatkan portofolio yang mendukung proyek strategis nasional lewat pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) maupun pada skala BUMN. Pengamat Pasar Modal dan pendiri WH Project, William Hartanto menambahkan secara teknikal, saham PTPP menunjukkan pattern double bottom dengan neckline pada harga Rp 620 per saham.

Upaya Menjadikan Saham Rokok Tetap Ngebul

HR1 18 Nov 2023 Kontan

Emiten rokok masih bakal menghadapi tantangan di tahun politik. Penyebabnya bukan lantaran memanasnya suhu politik, tapi terutama terkait kenaikan cukai rokok. Setelah tahun ini cukai rokok 10%, di tahun 2024 nanti, pemerintah bakal mengerek kembali tarif cukai rokok sama besar yakni 10%. Kenaikan cukai rokok 10% tahun ini langsung menjadi pukulan bagi industri rokok. Berdasarkan data APBN Kita, kenaikan tarif cukai rokok belum mampu mendongkrak setoran ke kas negara. Penerimaan cukai rokok akhir September 2023 mengalami penurunan 5,37% secara tahunan jadi Rp 144,84 triliun. Penurunan ini lantaran rendahnya pemesanan pita cukai. Selain itu, penurunan ini disebabkan melorotnya produksi rokok sampai Juli 2023 sebesar 3,6% tahunan dan tarif rata-rata tertimbang yang hanya naik 1,0% secara tahunan. Kenaikan ini lebih rendah dari kenaikan tarif normatif sebesar 10%. Dian Widyanarti, Head of External Affairs PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) menyatakan, kebijakan cukai multi years tersebut bisa membuat industri rokok menyusun strategi bisnis ke depan. Selain itu, industri tembakau saat ini tengah menghadapi tantangan berupa rencana pelarangan dan pembatasan produk hasil tembakau yang termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kesehatan yang merupakan turunan Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Sedangkan Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menilai, dampak kenaikan cukai terhadap emiten rokok tergantung pada beberapa faktor. Yakni daya beli konsumen, strategi harga, dan persaingan pasar. Memang secara umum kenaikan cukai akan menurunkan volume penjualan rokok. Terutama segmen rokok mesin yang punya tarif cukai lebih tinggi. Dengan syarat tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk sektor rokok, termasuk saham HMSP dan GGRM, dengan target harga masing-masing adalah di harga Rp 1.000 dan Rp 31.300 per saham.