Saham
( 1737 )Demi Diversifikasi, Semakin Rajin Akuisisi
Sejumlah emiten konglomerasi lumayan sibuk melakukan akuisisi bisnis pada tahun ini. Para emiten ini merogoh kocek cukup dalam demi melakukan diversifikasi bisnis ataupun memperluas pangsa pasar.
Tahun ini, konglomerasi yang paling gencar melakukan ekspansi bisnis adalah Grup Astra. Setidaknya, ada 10 target akuisisi yang dituntaskan oleh Grup Astra. Akuisisi dengan nilai paling besar dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Sepanjang tahun 2023 ini saja, UNTR sudah mencaplok lima perusahaan, dengan nilai lebih dari Rp 14 triliun. UNTR masuk ke bisnis pertambangan dan pengolahan nikel, hingga bisnis pembangkit listrik panas bumi.
Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis mengatakan, UNTR masih membuka peluang untuk mencaplok tambang mineral lain, mengingat posisi kas UNTR yang melimpah. Kami masih terbuka untuk potensi akuisisi mineral lain, terang Sara kepada KONTAN, Kamis (7/11).
Tak cuma Grup Astra, kong-lomerasi yang dikomandani taipan Prajogo Pangestu juga lincah melakukan akuisisi. Misalkan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang mencaplok dua entitas usaha Krakatau Steel.
Emiten batubara yang dikendalikan Prajogo, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga rajin belanja. CUAN mengumumkan niat masuk ke bisnis emas, pasir silika, hingga batubara kokas di tahun ini. Terkini, CUAN masuk ke bisnis kontraktor tambang dengan mengakuisisi sebagian saham PT Petrosea Tbk (PTRO).
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, Grup Barito dan Grup Indika menjadi dua teratas emiten konglomerasi yang banyak menyasar bisnis EBT. Dalam jangka pendek, bisnis EBT itu bagus dan menguntungkan, ujarnya kepada KONTAN, Kamis (7/12).
Analis CGS-CIMB Sekuritas Handy Noverdanius menilai, Grup Astra nampak semakin fokus diversifikasi. Tapi dia punya catatan, berbagai akuisisi ini bisa menguras posisi kas UNTR ke level terendah dalam 10 tahun terakhir.
Saatnya Melirik Saham Lapis Dua dan Tiga
Menjelang penghujung tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai tancap gas. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar memang masih menjadi pendorong utama pergerakan indeks. Tapi, saham lapis dua dan tiga juga terlihat mulai unjuk gigi.
Kemarin (6/12), IHSG berhasil menembus level 7.140, kendati di akhir perdagangan terpeleset 0,19% ke posisi 7.087,39. Dengan posisi itu, IHSG sudah mencetak penguatan 3,46%
year to date
(ytd).
Pengamat Pasar Modal &
Founder
WH-Project William Hartanto menyoroti, pendorong IHSG dominan berasal dari saham baru yang harganya langsung melejit. Seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
BREN dan AMMN bahkan memimpin di posisi teratas. Sebaliknya, William memandang kontribusi saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga terbilang mini. Equity Sales
Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengamini hal itu. Menurut dia, kondisi ini juga menunjukkan saham lapis kedua dan ketiga cenderung
sideways
dalam memberikan kontribusi terhadap IHSG.
William sepakat, saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga yang pergerakannya masih tertinggal, justru berpeluang melaju. Apalagi, pelaku pasar mulai cenderung menghindari risiko mengejar saham-saham yang penguatannya sudah signifikan.
Toh, cukup banyak saham
blue chips
anggota indeks LQ45 yang juga menjadi konstituen dari IDX SMC Liquid. Meski demikian, William menyarankan agar lebih cermat mengkombinasikan analisa teknikal dan menelaah kinerja keuangan terbaru.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati secara teknikal sejumlah saham di IDX SMC berpotensi menguat. Saham pilihannya adalah ANTM, ERAA, dan ADMR.
Pendapatan XL Axiata Bakal Tembus Rp 35 Triliun
2024, IHSG Tembus 8.000
Perlambatan Ekonomi Global Membayangi IPO Tahun Depan
Laba Melejit, JSMR Pastikan Bakal Membagikan Dividen
Otoritas Tunda Papan Pemantauan Khusus
Asing Waspada Pemilu, Bursa Saham Tetap Melaju
Komoditas Lesu, Pertambangan Loyo
Prospek Emiten Emas Ikut Berkilau
Pilihan Editor
-
Giliran Bumiputera Ditagih Klaim Rp 9,6 Triliun
21 Jan 2020 -
Indonesia Kerjasama Pajak dengan 70 Negara
21 Jan 2020 -
Perbankan Agresif Konsolidasi Tahun Depan
20 Jan 2020 -
Libur Akhir Tahun Dongkrak Bisnis Travel Online
20 Jan 2020









