;
Tags

Saham

( 1717 )

Jelang Akhir Tahun, Asing Mencari Peluang

HR1 16 Dec 2023 Kontan
Setelah sempat mencatatkan jual bersih atau net sell,  investor asing kembali membukukan beli bersih atau net buy di pasar saham Indonesia. Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 3,87 triliun pada Jumat (15/12). Angka ini merupakan foreign net inflow tertinggi sejak April 2023. Sejalan dengan arus dana investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut menguat. IHSG menutup pekan kedua Desember 2023 dengan menguat 0,21%. Indeks komposit ini menguat 14,97 poin ke level 7.190,98 hingga akhir perdagangan di pekan ini. Terpantau asing mulai kembali masuk ke saham-saham blue chip. Pada perdagangan Jumat (15/12),  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy Rp 1 triliun. Asing juga mengakumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan masing-masing beli bersih Rp 301,7 miliar, Rp 143,4 miliar dan Rp 86,8 miliar. Analis ritel Maybank Sekuritas, Adi Wicaksono melihat, memang pasar tengah merespons positif sikap The Fed dalam menahan suku bunga dan ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan. Asing  sudah beralih dari saham sektor bahan baku. "Perbankan big cap ditutup menguat. Hampir sebagian besar saham blue chip kompak menguat," ujar Adi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyatakan, sikap dovish The Fed menjadi angin surga bagi pasar global. Pasalnya The Fed menjadi tolak ukur bagi bank sentral lainnya. Nico mengatakan penurunan suku bunga akan menjadi sentimen positif. Suku bunga yang rendah bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat yang lebih tinggi. Untuk akhir tahun ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menjagokan sektor perbankan, telekomunikasi, konsumen primer, transportasi dan logistik. Adapun sahamnya adalah  saham BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, TLKM dan JSMR. 

NCKL Bakal Tambah Tambang Nikel Lagi

HR1 14 Dec 2023 Kontan
Tren energi bersih  memicu para penambang nikel semakin bergairah. Misalnya PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) membuka opsi  mengakuisisi tambang nikel lain. Akuisisi ini untuk menambah cadangan nickel ore perusahaan tersebut. Lukito Gozali, Hubungan Investor NCKL menyebutkan, ada sejumlah pertimbangan NCKL mengakuisisi tambang nikel. Seperti harga dan kandungan nikel yang ada dalam tambang tersebut. Saat ini, emiten terafiliasi Grup Harita tersebut memiliki lima konsesi tambang. Lukito menyebut, ada satu tambang lagi yang sedang dalam proses untuk masuk ke daftar konsesi milik NCKL. Pada akhir November 2023, NCKL mengakuisisi 99% saham PT Gane Tambang Sentosa. Ini adalah perusahaan tambang nikel yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Akuisisi sebesar Rp 7,9 miliar ini akan meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel NCKL menjadi 302 juta wet metric ton (wmt). Sehingga menjadikan Harita Nickel sebagai perusahaan tambang nikel terbesar kelima di Indonesia berdasarkan sumber daya. Ia berharap, akuisisi ini bisa meningkatkan produksi nikel perusahaan. Sebab kenaikan kinerja  NCKL hingga 30 September 2023 berkat lonjakan produksi nikel anak perusahaan. Yakni  PT Halmahera Persada Lygend dan PT Harita Jayaraya Feronikel. Dari sisi kinerja, emiten pertambangan nikel ini membukukan laba bersih senilai Rp 4,64 triliun. Realisasi ini naik 23,8% dari laba bersih NCKL di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,60 triliun. Selama periode sembilan bulan pertama 2023, anak usaha NCKL di bisnis pertambangan itu telah memproduksi sekitar 10 juta bijih nikel limonite dan 4,4 juta bijih nikel saprolite. Jika ditotal, produksi bijih nikel NCKL mencapai 14,48 juta ton, melesat 119% secara year-on-year (yoy). Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap dalam risetnya menyematkan rating buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.500 per saham. Menurut Juan  akuisisi akan menjadi katalis yang positif bagi NCKL.

Tahun Depan, PTPP Siapkan Belanja Modal Rp 1,5 Triliun

HR1 14 Dec 2023 Kontan
PT PP Tbk (PTPP) menyiapkan sejumlah agenda bisnis di tahun depan. Emiten konstruksi pelat merah ini menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) hingga Rp 1,5 triliun pada 2024 mendatang. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto mengatakan, dana capex tersebut akan diperoleh melalui obligasi yang akan diterbitkan pada April atau Mei 2024. Selain untuk capex, hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kembali utang atau refinancing. Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP, Sinur Linda Gustina, memaparkan, belanja modal di tahun depan kemungkinan besar tidak akan digunakan untuk investasi proyek baru. "Kami hanya melanjutkan beberapa proyek yang sudah berlangsung. Kalau yang baru tidak ada," ujarnya dalam konferensi pers usai RUPSLB di Jakarta, Rabu (13/12). PTPP juga masih berencana untuk melepas aset atau divestasi dan membidik perolehan dana Rp 1,4 triliun pada tahun ini. Divestasi anak usaha nilainya ditargetkan hampir Rp 1 triliun dan divestasi aset terafiliasi senilai Rp 450 miliar. "Kami harapkan selesai tahun ini," ungkapnya. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, kinerja PTPP dapat terdorong oleh proyek baru dan rencana divestasi aset. Sementara itu, Technical Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, prospek PTPP akan baik tahun depan jika presiden terpilih akan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Karena masih ada ketidakpastian, Andhika menyarankan wait and see dahulu untuk saham PTPP.

Waspada di Paruh Pertama, Tancap Gas di Paruh Kedua

HR1 14 Dec 2023 Kontan (H)
Bukan hanya bagi Indonesia, tahun 2024 menjadi tahun politik global. Berdasarkan riset JP Morgan yang dirilis baru-baru ini, ada 27 negara yang menggelar pemilihan umum (pemilu) pada tahun depan. Pesta demokrasi ini bakal mempengaruhi psikologis pasar, karena tingkat ketidakpastian yang tinggi. Para pelaku pasar dan emiten lebih berhati-hati dan menahan diri untuk berekspansi. JP Morgan menyematkan peringkat overweight terhadap pasar Indonesia. Perusahaan jasa keuangan dari Amerika Serikat (AS)  memproyeksikan indeks MSCI Indonesia bisa naik 6% di tahun 2024. Tak hanya JP Morgan, Maybank Sekuritas juga memasang target yang optimistis pada pasar saham Indonesia. Hal ini didukung beberapa faktor makro dalam negeri yang dinilai kondusif. Pertama, pertumbuhan PDB Indonesia akan kuat tahun depan. Kedua, inflasi domestik masih bisa dijaga dengan baik. Ketiga, gelontoran belanja pemerintah akan mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal III-2023 hingga kuartal I-2024. Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chen Lim menyarankan investor berhati-hati di semester I-2024. Terlebih pasar berpotensi bearish akibat perlambatan ekonomi global. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas, Chang-kun Shin menilai, investor wait and see selama kampanye. Namun usai pemilihan presiden bursa saham berpotensi berfluktuasi. "Investor menunggu hingga presiden terpilih," katanya, Rabu (13/12). Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy memperkirakan, masih ada potensi peningkatan volatilitas IHSG di sisa 2023 hingga semester I-2024. Sepanjang 2023  hingga kemarin investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 16,7 triliun. Maybank Sekuritas memproyeksi, IHSG bisa tembus level 8.000. Dengan catatan, pemilu berjalan lancar dan presiden terpilih bisa menjaga lingkungan yang kondusif bagi investor. Untuk separuh pertama tahun depan, Maybank Sekuritas melihat MYOR dan HMSP bisa menjadi pilihan. Jika bank sentral menunjukkan sikap dovish, BSDE, CTRA, PWON dan SMRA bisa dilirik. Pada separuh kedua 2024, ada peluang permintaan logam efek pemulihan ekonomi China, berimbas ke MDKA dan INCO.

IPO Paling Boncos dari Emiten Skala Kecil

HR1 13 Dec 2023 Kontan
Jumlah emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini memang tokcer. Bahkan, telah mencapai rekor terbanyak, yakni 79 emiten baru. Tapi nyatanya, tak semuanya punya prospek bagus. Memang belakangan, BEI mendorong perusahaan dengan aset kecil dan menengah untuk melakukan initial public offering (IPO). Namun nyatanya, saham emiten menengah-kecil yang sahamnya dicatatkan di papan akselerasi ini banyak yang mangkrak, bahkan ambles. Catatan KONTAN, dari 79 emiten baru yang listing di BEI tahun ini, ada 14 emiten saham yang berkubang di kisaran Rp 50-an per saham. Lalu, sembilan emiten harganya di bawah gocap. Saham PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) menjadi saham IPO tahun 2023 yang paling boncos, dengan penurunan harga hingga 90,43% dari harga IPO. Emiten jasa bimbingan akademik ini mulanya memasang harga IPO di harga Rp 188 per saham. Tapi per Selasa (12/12) harganya tersisa Rp 18 per saham. Produsen makanan bayi, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) juga sahamnya ambles 85% dari Rp 100 menjadi Rp 15. Kemudian ada saham PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) dan PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) masing-masing anjlok 80,91% dan 80,77% dari harga IPO. Muhammad Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, secara garis besar ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan harga saham-saham IPO tersebut. Pertama, penurunan kinerja keuangan emiten. Faktor kedua yang menekan ialah minimnya aksi korporasi yang dilakukan emiten-emiten ini. "Lalu, faktor ketiga ialah kurangnya implementasi good corporate governance (GCG) dari emiten pasca IPO," ucap Nafan saat Selasa (12/12). Head of Research Retail Sinarmas Sekuritas, Ike Widiati mengatakan, di tengah banyaknya saham-saham baru yang memiliki kinerja buruk, maka pelaku pasar sebaiknya lebih selektif dan bijaksana dalam melakukan investasi saham. "Jangan terjebak fear of missing out (FOMO) semata," kata Ike. Di sisi lain, saham-saham IPO yang telah turun ini bukan berarti tak punya peluang naik. Founder CTA Saham Andri Zakaria mengatakan, investor yang berani mengambil risiko dan tertarik untuk melirik saham di level gocap atau di bawahnya, tetap harus mencermati beberapa hal penting. Di antaranya, saham-saham itu harus didukung isu fundamental positif dan volume transaksi yang meningkat.

Tiktok Segera Ambil Alih Saham Mayoritas Tokopedia

KT3 12 Dec 2023 Kompas

Tiktok, aplikasi milik perusahaan raksasa teknologi China, ByteDance, berencana menyuntikkan investasi lebih dari 1,5 miliar USD atau Rp 23,38 triliun dalam jangka panjang ke Tokopedia sekaligus mengambil alih saham mayoritas aplikasi lokapasar itu. Sekretaris Perusahaan PT Goto GojekTokopediaTbk (Goto), grup perusahaan yang membawahi Tokopedia, RA Koesoemohadiani, seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (11/12) mengatakan, rencana kemitraan strategis Goto melalui PT Tokopedia dimulai dengan konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah. Adapun kampanye pertama Tokopedia dan Tiktok dilakukan dalam inisiatif Beli Lokal pada 12 Desember 2023, bersamaan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Bisnis Tokopedia dan Tiktok Shop Indonesia ini akan dikombinasikan di bawah entitas Tokopedia. Tiktok telah berkomitmen untuk memberikan investasi awal dalam bentuk dana tunai dan surat sanggup bayar (promissory notes) serta tambahan pendanaan untuk mendukung modal kerja yang dibutuhkan oleh Tokopedia.

Goto dan Tokopedia telah menandatangani beberapa perjanjian secara terpisah dengan Tiktok. Pertama, perjanjian pembelian aset tertanggal 10 Desember 2023. Aset yang diambil alih oleh Tokopedia berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki serta mengoperasikan Tiktok Shop di Indonesia dari Tiktok dengan nilai pembelian 340 juta USD atau Rp 5,338 triliun. Rencana pembelian asset ini diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan pertama 2024. Kedua, perjanjian ambil bagian saham tertanggal 10 Desember 2023, sehubungan dengan rencana investasi Tiktok ke Tokopedia senilai 840 juta USD atau Rp 13,188 triliun. Dana itu digunakan untuk mengambil alih saham lama dan membeli saham baru yang akan dikeluarkan oleh Tokopedia. Pada saat penyelesaian rencana investasi ini, Tokopedia juga akan menerima promissory note dari Tiktok sebesar 1 miliar USD atau Rp 15,7 triliun. Siaran pers bersama Goto dan Tiktok menyatakan, mereka akan berkomitmen untuk memberi manfaatlebih luas kepada para pelaku UMKM di Indonesia dengan memanfaatkan platform e-dagang dan mendorong penciptaan jutaan lapangan kerja baru dalam lima tahun mendatang, mereka menyatakan 90 % mitra pedagang merupakan UMKM. (Yoga)

Berharap Tiktok Menjadi Penyelamat

HR1 12 Dec 2023 Kontan
Sempat mengalami beragam tantangan sepanjang tahun ini, prospek kinerja salah satu emiten teknologi yakni PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menemukan titik cerah.Titik cerah itu seiring masuknya investasi Tiktok Pte Ltd lebih dari US$ 1,5 miliar kepada entitas Goto, yakni PT Tokopedia. Sebelumnya memang santer terdengar, salah satu raksasa digital asal China tersebut bakal merangsek masuk GOTO. Sekretaris Perusahaan GOTO, Koesoemohadiani menjelaskan investasi Tiktok akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama, sebesar US$ 340 juta atau setara dengan Rp 5,33 triliun untuk pembelian aset Tokopedia. Kedua, Tiktok juga akan menggelontorkan sebesar US$ 840 juta atau Rp 13,18 triliun. Dana ini bakal dipakai Tiktok untuk mencaplok dan membayar atas saham baru yang dikeluarkan oleh PT Tokopedia. Promissory note itu dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja Tokopedia di masa mendatang. Namun manajemen belum memastikan kapan dana itu akan seluruhnya dibagikan. Jika Tiktok menyelesaikan seluruh rangkaian proses investasi, maka kepemilikan perusahaan asal China ini akan menggenggam 75,01% saham PT Tokopedia. Sementara GOTO hanya memiliki 24,99%. Seluruh rangkaian investasi diharapkan bisa selesai pada kuartal I-2024. Namun dia menekankan, target itu bisa tercapai asal persyaratan pendahuluan sudah terpenuhi. Sejalan dengan itu, GOTO akan bisa fokus untuk mengembangkan sumber daya dan modal mereka. Terutama ditujukan kepada lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial melalui Gopay. Melihat aksi strategis tersebut, Direktur Utama Kiwoom Sekuritas, Chang-kun Shin menilai, meski Tiktok akan menjadi pengendali Tokopedia, tetapi GOTO akan tetap memperoleh keuntungan. Christopher Rusli, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas menilai, masuknya Tiktok seharusnya menjadi hal yang baik karena kinerja Tokopedia terbilang kurang baik.

IHSG Akan Menguji Level Tertinggi Baru Pekan Ini

KT1 11 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indeks saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEI) berpeluang menguji level tertinggi baru 2023 di pekan ini, menggeser posisi puncak 7.159 yang dicapai pada penutupan  perdagangan Jumat (8/12/2023). Peluang kenaikan IHSG  masih cukup terbuka, seiring adanya pertemuan  The Fed pekan ini yang diperkirakan  menahan suku bunga, serta dari potensi windows dressing  yang masih akan terjadi. "Pekan ini IHSG diproyeksi menguat dengan rentang 7.150-7.220. IHSG kemungkinan bisa menyentuh level baru," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo kepada Investor Daily, Minggu (10/12/2023). Selain The Fed bank Sentral Eropa juga melakukan pertemuan pada 14 Desember, yang kemngkinan besar mereka juga akan menahan tingkat sukubunga imbas turunnya inflasi. (Yetede)

Kemilau Emas Masih Lanjut Tahun Depan

HR1 11 Dec 2023 Kontan

Harga emas makin cemerlang di tahun ini. Bahkan, harga emas sempat memecahkan rekor harga tertingginya sepanjang masa pada 4 Desember 2023, yaitu US$ 2.135,4 per ons troi.Sejumlah analis meyakini, penguatan harga emas mampu berlanjut tahun depan. Investment Analyst Stockbit Sekuritas Hendriko Gani bilang, konsensus meramal harga emas akan bullish pada 2024 dengan harga rata-rata naik 3,2% year on year (yoy) ke level US$ 1.986 per ons troi. Harga emas pun berpotensi meningkat ke atas level US$ 2.000 bila bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan pelonggaran moneter. Maka, analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia Fahressi Fahalmesta mengerek asumsi harga emas 2023 jadi US$ 1.950 (dari sebelumnya US$ 1.600). Pada 2025 direvisi dari US$ 1.500 jadi US$ 1.850 per ons troi. Proyeksi kenaikan harga emas ini turut menguntungkan emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fahressi menaikkan estimasi harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) emas ANTM untuk tahun ini sampai 2025 sebesar masing-masing 8,2%, 17% dan 22%. Emiten lain yang diuntungkan menurut Hendriko adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Sebagai salah satu penambang emas, ARCI berpotensi mengalami kenaikan ASP, seiring dengan kenaikan harga emas dunia. Sedangkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi bilang investor bisa mencermati saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Emiten ini cukup menarik untuk dilirik sebagai saham alternatif pilihan yang memiliki hubungan dengan emas.

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi di 2023

KT1 09 Dec 2023 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh rekor tertinggi baru di 2023 di level 6.850. "Penguatan IHSG kami perkirakan dipengaruhi oleh pergerakan bursa global, di muka yield US treasury 10 tahun dapat dikatakan melandai, ditambah dengan adanya optimisme pasar akan berakhir nya era tertinggi  suku bunga The Fed akan menahan suku bunga acuannya pada skenario terburuknya," kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily. Didit menambahkan, pergerakan IHSG juga didorong oleh berbagai Group Barito milik konglomerat Parjogo Pangestu seperti BREN, TPIA, dan BRPT, berdasarkan data BEI, ketiga saham tersebut menjadi penggerak  utama IHSG, setelah GOTO yang menduduki posisi puncak. (Yetede)