;
Tags

Saham

( 1717 )

Covid-19 Naik, Saham Farmasi Menarik

HR1 03 Jan 2024 Kontan

JAKARTA. Kasus Covid-19 kembali menanjak, terutama usai libur Natal dan Tahun Baru 2024. Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia salah satunya akibat munculnya varian baru JN.1. Kementerian Kesehatan mencatat, kasus positif JN.1 meningkat dari 1% pada awal November 2023 menjadi 43% pada awal Desember 2023. Analis Ciptadana Sekuritas, Nicko Yosafat dalam riset 29 Desember 2023 mengatakan, peningkatan kasus harian korona bisa mencapai 1.000-2.000 setelah libur akhir tahun, melampaui angka di saat Idul Fitri tahun 2023. Di tengah kondisi ini, Nicko memprediksi, penjualan produk-produk farmasi dan peralatan medis akan meningkat. Situasi ini dapat memacu kinerja emiten farmasi pada kuartal IV-2023. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, meski ada kenaikan kasus korona, tapi dampak positifnya akan lebih banyak tercermin ke saham-saham yang kinerja keuangannya membaik pada kuartal ketiga. Misalnya, saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). "Jadi ada kemungkinan harga sahamnya akan naik menjelang rilis laporan keuangan kuartal IV-2023," kata Jono. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi juga menilai, kenaikan kasus Covid-19 varian baru akan memberikan permintaan lebih tinggi ke emiten kesehatan. Dia menyarankan hold saham KLBF dengan target harga Rp 1.530 per saham dan hold saham SIDO dengan target harga Rp 555 per saham.

BEI Mengkaji Insentif untuk Produk Derivatif

HR1 02 Jan 2024 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sejumlah amunisi untuk menggenjot transaksi produk derivatif. BEI berencana menerbitkan sejumlah produk baru dan memberikan insentif khusus untuk produk ini. Saat ini, BEI telah memiliki sejumlah produk derivatif dengan underlying indeks saham dan surat utang. Di antaranya, IDX LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures dan Basket Bond Futures. Tapi, produk derivatif futures masih tak banyak peminat. Sepanjang 2023, produk futures di BEI hanya diperdagangkan sebanyak 326 kali dengan nilai transaksi Rp 23,71 miliar. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam pengembangan produk derivatif ini. Selama ini, setiap investor yang ingin melakukan transaksi kontrak berjangka harus terlebih dahulu membuka Rekening Dana Derivatif (RDD) melalui anggota bursa (AB) Derivatif. "Ada kekhawatiran terkait pembukaan rekening. Harapannya dengan adanya sub-rekening oleh KSEI nantinya bisa mempermudah investor," kata Iman di Jakarta, Jumat (29/12). BEI juga tengah berkoordinasi dengan regulator perpajakan untuk mendapatkan insentif bagi investor yang mentransaksikan produk Single Stock Futures.. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, pengembangan derivatif menjadi salah satu program prioritas di 2024. Meski belum menyebut rinciannya, Inarno mengatakan, OJK akan merevisi Peraturan OJK (POJK) terkait Transaksi Marjin dan Liquidity Provider untuk meningkatkan likuiditas transaksi produk ini di pasar modal. Tak hanya produk baru, BEI juga akan menggenjot transaksi Waran Terstruktur yang punya potensi besar. Di pipeline BEI, ada tiga AB yang bersiap menjadi issuer waran terstruktur. Satu di antaranya telah mengantongi izin liquidity provider. Head of Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara mengatakan, RHB masih akan fokus untuk membesarkan Waran Terstruktur. Saat ini, kian banyak investor yang sudah paham bertransaksi di Waran Terstruktur.

IHSG Sambut Januari Effect

KT1 02 Jan 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kenaikan pada awal 2024, sejalan dengan terbukanya potensi  January Effect yang akan membawa sentimen terhadap gerak saham-saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG akan mengawali perdagangan 2024 pada posisi 7.2.72 setelah menguat 6,1% sepanjang 2023 dari posisi akhir tahun 2022 di level 6.850. "Untuk January Effect  kami memeprkirakan berpeluang terjadi. Namun investor tetap dapat mewaspadai akan akan adanya aksi profit taking terlebih dahulu, mengingat pergerakan IHSG sejak November 2023 kenaikannya cukup signifikan," kata Analis MNC Sekuritas  Herditya Wicaksana. January Efeect merupakan sebuah fenomena di mana harga saham di pasar modal cenderung  mengalami kenaikan. Bahkan, beberapa saham yang termasuk ke dalam katagori kapitalisasi menengah dan kapitalisasi kecil juga ikut menikmati peningkatan harga saham. (Yetede)

ADU MONCER SAHAM TAIPAN

HR1 29 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Fluktuasi harga saham emiten-emiten milik para konglomerat mewarnai perjalanan pasar modal sepanjang 2023. Taipan pemilik emiten di sektor energi baru terbarukan (EBT), konsumer, dan perbankan mendulang cuan yang tebal. Sedikitnya ada 25 grup konglomerasi yang telah membawa sejumlah entitas bisnisnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan tercatat. Enam nama besar di antaranya ialah Grup Salim, Grup Sinar Mas, Grup Djarum, Grup Astra, Grup Lippo, dan Grup MNC. Emiten-emiten milik crazy rich juga mendominasi daftar perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang memiliki market cappaling jumbo di BEI sebesar Rp1.147 triliun ternyata terafi liasi dengan Grup Djarum. Posisi kedua ditempati oleh emiten milik taipan Prajogo Pangestu PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) dengan market cap Rp1.027 triliun. Sementara itu, emiten milik Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) eksis di posisi keempat dengan kapitalisasi pasar Rp661 triliun. EI mencatat top leaders IHSG pada 2023 ialah saham BREN.

Sejak melantai di BEI pada 9 Oktober 2023, BREN meroket 883,97% ke level Rp7.675 per saham dan berkontribusi 267,13 poin terhadap kenaikan IHSG secara year-to-date (YtD). Lonjakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terafi liasi dengan keluarga Panigoro juga berkontribusi signifi kan terhadap kinerja indeks komposit tahun ini. Saham AMMN sudah lompat 274,63% sejak listing pada 7 Juli 2023. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan kinerja saham emiten-emiten grup konglomerasi besar cukup beragam pada 2023. Hal itu akibat terjadinya pengetatan kebijakan moneter. Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beberapa emiten dari grup konglomerat, seperti INDF, ICBP, dan BBCA.Terpisah, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto mengatakan moncernya saham-saham milik Prajogo Pangestu pada tahun ini terdorong katalis positif dari tren EBT. Bloomberg Billionaires Index menempatkan Prajogo Pangestu di posisi pertama orang terkaya Indonesia dan berada di posisi ke-47 orang paling tajir sejagat dengan estimasi kekayaan US$32 miliar.

Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan saham BREN masih dapat mencetak rekor all-time-high (ATH). Sementara itu, Nafan menilai penguatan harga saham emiten-emiten Grup Tanoko seperti CLEO, DEPO, dan AVIA dalam sepekan terdorong oleh trading jangka pendek. Salah satu sentimennya, CLEO berencana mengoperasikan pabrik air minum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sementara itu, Nafan menilai penguatan harga saham emiten-emiten Grup Tanoko seperti CLEO, DEPO, dan AVIA dalam sepekan terdorong oleh trading jangka pendek. Salah satu sentimennya, CLEO berencana mengoperasikan pabrik air minum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dari Grup Harita, Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) Roy Arman Arfandy mengungkapkan fasilitas pemurnian nikel HPAL kedua berkapasitas 65.000 ton per tahun diharapkan mulai operasi pada pertengahan 2024.

Inilah Saham-Saham Buruan Asing di 2023

HR1 29 Dec 2023 Kontan

Arus dana asing yang masuk ke bursa saham cukup deras sepanjang Desember ini. Tapi, jika dilihat sejak awal tahun, asing masih cenderung melakukan aksi jual. Total nilai jual bersih ( net sell ) asing sepanjang tahun 2023 ini mencapai Rp 7,06 triliun, per Kamis (28/12). CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, arus net buy sempat berkurang saat suku bunga acuan Federal Reserve meningkat dan memicu kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Namun, dana asing kembali masuk ke pasar saham usai optimisme investor meningkat terhadap peluang stabilnya suku bunga The Fed ke depan. Saham-saham di sektor perbankan, khususnya yang berkapitalisasi besar seperti BBRI dan BBNI menjadi yang paling banyak diburu oinvestor asing. Asing juga masuk ke saham pendatang baru berkapitalisasi pasar besar, seperti AMMN. Sementara saham-saham yang paling banyak dijual investor asing kebanyakan dari sektor pertambangan dan energi. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas. Vicky Rosalinda menambahkan, di kuartal terakhir tahun ini, dana asing tetap mengalir deras meskipun ada kekhawatiran karena Indonesia mulai menggelar kampanye pemilu. Praska merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati, yaitu, ASII, ADMR, TLKM, INKP, dan TOWR. Menurut Vicky, BBRI, BBNI, AMMN, ASII, UNVR, INDF, ICBP, CTRA, dan JSMR masih menjadi incaran investor asing di tahun depan. Di antara saham-saham itu, dia merekomendasi BBRI, ASII dan INDF.

GOOD Akuisisi 75% Saham Suntory Garuda

HR1 29 Dec 2023 Kontan

Emiten saham makanan dan minuman dalam kemasan, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) akan mengakuisisi 75% saham PT Suntory Garuda Beverage dari Great Wall Capital. Suntory Garuda Beverage adalah produsen produk minuman dalam kemasan. GOOD akan menguasai mayoritas saham Suntory Garuda setelah proses transaksi ini tuntas, dari sebelumnya hanya memiliki saham minoritas. Sekretaris Perusahaan Garudafood Putra Putri Jaya, I Made Astawa menyampaikan, penandatanganan transaksi jual beli tersebut dilakukan pada Kamis (28/12). "Transaksi ini bukan termasuk afiliasi dan tidak masuk kategori benturan kepentingan berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata dia, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/12). Usai transaksi ini, GOOD akan mendapatkan tambahan portofolio produk kategori minuman, dan menggelar ekspansi operasi secara konsolidasi. Suntory Garuda Beverage merupakan bagian Grup Suntory yang berpusat di Osaka, Jepang. Berbagai produk minuman yang cukup populer seperti Jelly Okky, teh kemasan Mountea, teh dalam botol Mytea, air dengan vitamin Good Mood dan jus blackcurrant Ribena.

IHSG Kembali Cetak Rekor

KT1 29 Dec 2023 Investor Daily (H)
Tepat empat hari sebelum menutup tahun 2023, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) berikan kado manis kepada para investor dengan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun di level 7.303,89 atau naik 0,80% pada perdagangan. Penguatan ditopang oleh sentimen positif dari global dan libur Nataru. Menanggapi rekor terbaru indeks, pengamat pasar modal Reza Priyambada menjelaskan, penguatan ditopang oleh peningkatan volume beli seiring respon positif pelaku pasar, sejalan dengan menguatnya  laju bursa saham Eropa dan Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. "Akan tetapi, kita harapkan penguatan bursa saham AS masih  terjaga sehingga IHSG pun dapat menjaga momentum penguatannya. Ditambah dengan  terjaganya penguatan nilai tukar rupiah terhadap US$ maka bisa menambah sentimen positif  bagi laju IHSG,"jelas dia kepada Investor Daily. (Yetede)

Garudafood Caplok Seluruh Saham Greatwall di Suntory

KT1 29 Dec 2023 Investor Daily (H)
PT Garudafood Pura Putri Jaya Tbk (GOOD) bakal mencaplok seluruh saham PT Suntory Garuda Beverage (SGB) yang dimiliki oleh Greatwall Capital Pte Ltd (GCL). SGB merupakan salah satu perusahaan minuman  ringan paling ternama di Indonesia, bagian dari Group Suntory yang berkantor pusat di Osaka, Jepang. Head of Corporate Communication anda External Relations Garudafood Dian Astriana menyampaikan, perseroan akan mengambilalih bisnis dan operasional PT SGB, sebuah perusahaan yang berkedudukan di Jakarta. "Untuk nilai transaksi, kami belum bisa disclosed  karena masih dalam transaksi," kata Dian kepada Investor Daily. Dian meyakini, akuisisi ini akan berdampak positif bagi perseroan. Sebab, GOOD akan memperoleh tambahan portfolio produk di katagori minuman dan melakukan ekspansi operasi secara konsolidasi. (Yetede)

Menanti Rezeki dari Efek Januari

HR1 28 Dec 2023 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mantap melaju di atas 7.200. Usai terdorong window dressing dan Santa Claus rally di akhir tahun ini, pasar bersiap menyambut january effect. January effect adalah fenomena kenaikan harga saham yang biasanya terjadi sepekan sebelum pergantian tahun dan dua pekan di bulan Januari. January effect tak selalu terjadi, dan berbeda di setiap negara, tergantung sejumlah sentimen yang mengiringi. Catatan KONTAN, pada awal 2023 lalu, january effect tidak terjadi di pasar Indonesia. Tapi, di Hong Kong, bursa saham merekah dengan kenaikan 11,15% di pekan terakhir Desember hingga dua pekan pertama Januari. Grandly Christophel, Analis & Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Manado mengamati, biasanya january effect hanya terjadi pada awal bulan, sebagai lanjutan window dressing. Menurut dia, tanda-tanda kehadiran january effect terlihat dari posisi IHSG pada penutupan tahun. CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menambahkan, probabilitas january effect hanya 60% setelah rally di akhir tahun. Ada sejumlah rilis data ekonomi penting. Misalnya, inflasi domestik, FOMC Minutes, data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), rilis data inflasi AS, hingga rilis pertumbuhan ekonomi dan indeks manufaktur China. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menyarankan investo masuk ke saham-saham sektor perbankan, barang konsumsi, ritel, serta transportasi dan logistik hingga Januari 2024. Saham pilihannya BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, ASII, INDF, ICBP, MYOR dan AMRT. Sedangkan Grandly melihat saham perbankan sebagai pilihan menarik untuk mulai dikoleksi. Rekomendasinya adalah BBRI, dan BBTN. Chartered Financial Analyst Head of Research & Fund Manager Syailendra Capital, Rizki Jauhari mengingatkan, sentimen january effect bersifat taktis dibanding katalis positif yang struktural. Ia menyarankan investor menyesuaikan posisi investasi dengan profil risiko.

Jadi Pengendali Baru, Hengtong Tender Offer Saham Voksel Electric

KT1 28 Dec 2023 Investor Daily (H)

Hengton Optic-Electric International Co Ltd, holding investasi dan perdagangan  berbasis di Hongkong, siap melakukan penawaran terder (tender offer) saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) setelah jadi pengendali baru emiten produsen kabel tersebut. Saat ini, Hengton menjadi pemegang saham pengendali Voksel dengan kepemilikan 73,05% saham. Pada 22 desember 2023, Hengton mengambil alih sebanyak 1,78 miliar (42,97) saham VOKS dengan nilai transaksi Rp003,5 miliar. Hengton memborong saham Voksel Electric dari para penjual pada harga Rp 226 per saham. Sebelumnya, Hengton melalui DBS Vickers (Hong Kong) Ltd A/C Client telah memiliki 1,25 miliar (30,08%) saham Voksel Electric. Selanjutny, Hengton akan menggelar penawaran tender wajib (Mandatory) Tender Offer) saham VOKS. Pada perdagangan Rabu (27/12/2023), saham VOKS ditutup menguat 2 poin ke posisi Rp216. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten kabel tersebut telah menguat 10,77&, dan melesat hingga 55,4% secara year to date (ytd). (Yetede)