;
Tags

Saham

( 1722 )

IHSG Kembali Ukir Rekor Baru di 7.237

KT1 23 Dec 2023 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi 2023 menjelang libur panjang. Jumat (22/12/2023), di posisi 7.237,5 dari posisi tertinggi sebelumnya 7.219. IHSG menguat 27,9 poin (0,39) pada perdagangan kemarin, sejalan dengan penguatan sebagian besar saham dari total nilai transaksi yang mencapai Rp 15,8 triliun. Tim riset Pilarmas Sekuritas mengungkapkan, kenaikan IHSG sejalan dengan penguatan bursa asia. Hal itu dipicu data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) yang naik 4,9%  secara tahunan pada kuartal terakhir. Ini memberikan peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga. "Sehingga ini memicu pelaku pasar memiliki ekspektasi rilis data PDB AS bahwa The Fed akan memangkas suku bunga  pada Maret tahun depan," ujar Pilarmas dalam risetnya. Merujuk FedWatch Tool CME Group, probabilitas pemangkas suku bunga acuan sebesar 71,3%. (Yetede)

Emiten Rokok Masih Bisa Mengepul

HR1 22 Dec 2023 Kontan
Harga rokok di tahun depan dipastikan semakin mahal. Ini setelah Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun 2024 akan naik 10%. Tak hanya itu, rokok elektrik juga mengalami kenaikan tarif cukai yang lebih besar lagi, yakni hingga 15% di tahun 2024. Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian kebijakan tersebut pemerintah tempuh untuk mengurangi angka pengguna perokok di Indonesia. Ia memperkirakan, tarif cukai rokok bakal terus menanjak dari  tahun ke tahun. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, para emiten rokok harus mampu melakukan langkah-langkah inovasi termasuk juga efisiensi. Tujuannya adalah supaya bisa mempertahankan daya beli konsumen perokok. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi juga sependapat kenaikan CHT tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengendalikan konsumsi rokok secara berkelanjutan. Jika dihitung-hitung, imbuhnya, sejak 2012 hingga 2023 akumulasi kenaikan tarif cukai telah mencapai 117,69%. Berdasarkan data Philip Morris International, sampai dengan kuartal III 2023, di Indonesia terjadi penurunan jumlah perokok sebesar 3,9% secara tahunan atau year on year (yoy). Di periode tersebut, konsumsi rokok menjadi 77,9 juta batang. "Kenaikan cukai rokok ini yang terendah sejak tahun 2020, sehingga masih akan mendongkrak konsumsi," lanjut dia. Alhasil, Oktavianus masih merekomendasikan buy saham GGRM dengan target harga Rp 32.950 per saham dan buy pada saham HMSP dengan target harga Rp 1.150 per saham.

Ulur Waktu Restrukturisasi Utang BUMN Karya

HR1 22 Dec 2023 Kontan (H)
Kinerja emiten BUMN karya masih diselimuti awan kelabu. Inilah yang mendorong sejumlah emiten BUMN karya melakukan restrukturisasi utang untuk memperbaiki kinerja mereka. Terbaru, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengklaim sudah mengantongi persetujuan 81% kreditur terkait skema restrukturisasi utang. Artinya, sudah 17 kreditur dari 21 kreditur yang memberikan persetujuan. "Masih ada empat bank dalam  proses konsolidasi internal," kata Direktur Keuangan WSKT Wiwi Suprihatno di paparan publik, Kamis (21/12). Utang WSKT saat ini bersumber dari proyek-proyek yang diteken hingga 2021. Sejak 2022, kontrak baru yang diambil sudah disesuaikan dengan transformasi yang dilakukan WSKT. Tak jauh berbeda, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menerapkan strategi serupa. Salah satu emiten BUMN karya ini minta penangguhan pembayaran pokok surat utang. Lantas memilih proyek yang memberikan uang muka dan pembayaran secara bulanan. Alhasil, WIKA telah mendapatkan restu dari 12 kreditur perbankan dari total 15 kreditur perbankan untuk melakukan restrukturisasi utang. PT PP Tbk (PTPP) juga tengah menyusun strategi untuk menurunkan tingkat utang maksimal 3% di akhir 2023. PTPP tercatat memiliki liabilitas Rp 44,21 triliun per kuartal III 2023. Perusahaan pelat merah ini tengah menata utang berbunga dengan cara divestasi. Hingga akhir tahun 2023, setidaknya ada tujuh divestasi yang ditargetkan akan dilakukan oleh PTPP. Baik itu dari perusahaan induk maupun anak usaha. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, kinerja BUMN Karya masih negatif dalam waktu dekat. Untuk itu perusahaan konstruksi pelat merah ini perlu mengubah tata kelola perusahaan. Kementerian BUMN sendiri memproyeksi, proses restrukturisasi utang BUMN karya bisa memakan waktu dua sampai tiga tahun. Ini artinya, pemegang saham publik emiten BUMN karya harus sabar menunggu melihat hasil restrukturisasi itu. Menurut hitungan Budi ada sekitar 60.000 investor publik WIKA dan hampir 100.000 investor publik yang mendekap saham WSKT saat ini. 

Emiten Kesehatan Terpapar Korona Lagi

HR1 21 Dec 2023 Kontan

Meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini turut mendorong harga saham emiten di sektor kesehatan. Sepekan terakhir, Indeks Sektor Kesehatan menanjak sebesar 1,72%. Sejak November 2023, kasus Covid-19 memang kembali meningkat di kawasan ASEAN, tak terkecuali di Indonesia. Rata-rata kasus harian Indonesia terkini naik sekitar 30 hingga 40 kasus. Salah satu penyebabnya adalah munculnya sub-varian baru. Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menjadi saham yang harganya naik paling tinggi dalam sepekan terakhir, yakni sebesar 67,84% ke harga Rp 1.670 per saham. Saham farmasi lain, PT Indofarma Tbk (INAF) juga mengakumulasi kenaikan 35,71% seminggu ini. Sedangkan saham distributor alat kesehatan seperti jarum suntik, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah melambung hingga 62,62% ke Rp 870 per saham. Tak hanya saham-saham emiten farmasi yang menanjak, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang merupakan produsen masker, juga dilanda aksi beli. Per Rabu (20/12) saham MEDS naik 33,96% dari hari sebelumnya ke Rp 71 per saham dan menjadi top gainers di bursa. Dalam sepekan, saham MEDS, sudah naik 42%. Edi Chandren, Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas menyoroti kenaikan saham KAEF yang cukup tinggi. "Kami menilai kenaikan harga saham yang signifikan ini sebagai overexcitement para pelaku pasar," katanya dalam laporan kemarin. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-kun Shin mengatakan, kenaikan harga saham emiten kesehatan ini kemungkinan cuma bersifat sementara. Sehingga, harga saham sektor ini juga bisa kembali turun lagi jika angka Covid-19 melandai. Apalagi kondisi saat ini berbeda dengan kasus Covid-19 pertama kali di tahun 2019. Sekarang, tingkat kekebalan dari vaksinasi sudah lebih tinggi dari sebelumnya. Meski demikian, Shin tetap melihat kekebalan vaksinasi yang telah dilakukan dari pemerintah belum dapat menahan varian Covid-19 yang baru. Dari sejumlah saham emiten kesehatan, Shin lebih menyukai PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), kendati kenaikan harga sahamnya tak setinggi emiten lainnya. KLBF lebih menarik karena masih berhasil mencetak laba bersih. Sedangkan saham KAEF dan IRRA potensi penguatannya akan lebih terbatas. "Karena harga sahamnya sudah naik signifikan," kata Shin, Rabu (20/12).

Ekspansi Gerai, MIDI Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun

HR1 21 Dec 2023 Kontan

Emiten ritel pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun depan. Dana capex itu berasal dari kas internal dan hasil rights issue tahun ini. Sekretaris Perusahaan MIDI, Suantopo Po mengatakan, MIDI bakal agresif dalam menambah gerai. Alfamidi menargetkan jumlah gerai baru sepanjang tahun depan bisa mencapai 200 gerai. Dengan ekspansi itu, MIDI membidik pertumbuhan 11% pada tahun 2024. "Lalu, target SSSG ( same store sales growth ) Alfamidi sebesar 6%," ujar Suantopo, Rabu (20/12).  Dengan pengembangan gerai itu, kontribusi gerai Lawson terhadap pendapatan konsolidasi MIDI mencapai 5,9% dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023. Kontribusi ini juga diprediksi bakal naik menjadi 6,2%-6,3% sampai akhir tahun 2023. Angka kontribusi ini meningkat dari 3,2% pada tahun 2022 silam. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, pengembangan jaringan bakal menyokong prospek MIDI ke depan. MIDI juga mendapat dorongan daya beli di tengah tahun pemilu. Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo meyakini, kinerja MIDI masih akan tumbuh tahun depan. Azis merekomendasikan beli saham MIDI dengan target harga Rp 600 per saham.

Tersengat Prospek Suku Bunga

HR1 21 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Nuansa positif terus menyertai kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam beberapa waktu terakhir. Tren bullish ini diharapkan terus bergulir konsisten sampai dengan akhir perdagangan di pengujung tahun ini. Dalam perdagangan kemarin, Rabu (20/12), IHSG kembali ditutup menguat 0,44% ke level 7.219,67. Jika diakumulasi sepanjang periode bulan berjalan, indeks komposit sudah naik sebanyak 1,97%. Bahkan, secara year-to-date/YtD, pertumbuhannya telah mencapai 5,39%. Penguatan pasar saham di Indonesia sejalan dengan kinerja bursa di Asia yang kompak menghijau kemarin. Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan terbesar setelah melonjak 1,8%, diikuti oleh Indeks Hang Seng Hong Kong yang juga melesat 1,1% ditopang penguatan saham-saham energi dan teknologi. Di Amerika Serikat, bursa saham di Wall Street New York turut menghijau. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,68% atau 251,90 poin ke level 37.557,92, begitu pula dengan indeks S&P 500 yang menguat 0,59% atau 27,81 poin ke 4.768,37, dan Nasdaq menanjak 0,66% atau 98,03 poin ke level 15.003,22. Jika penurunan suku bunga The Fed ke depan betul terjadi, ini akan menjadi angin segar yang berhembus ke pasar modal di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Penurunan suku bunga akan diikuti dengan penurunan US Treasury Yield dan indeks dolar Amerika Serikat. Kuncinya tentu saja bergantung dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait dengan kebijakan suku bunga yang diumumkan hari ini (21/12). Adapun, konsensus ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6%. Setelah The Fed mempertahankan suku bunganya pada pertemuan pekan lalu, potensi Bank Indonesia untuk ikut mempertahankan suku bunga acuan tentu sangatlah besar. Terlebih, pergerakan nilai tukar rupiah belakangan masih cukup rentan dipengaruhi volatilitas pasar keuangan global. Kami meyakini bahwa Bank Indonesia baru akan melakukan pelonggaran suku bunga acuan pada paruh kedua tahun depan, mengikuti proyeksi penurunan suku bunga The Fed. Ini akan menjadi kesempatan bagi investor untuk mulai menyerbu instrumen pasar modal yang berisiko tinggi seperti saham. Bagi pemodal domestik, momentum tahun depan seharusnya sudah mulai direspons dari sekarang. Valuasi IHSG hari ini cenderung masih sangat murah. Rasio harga saham dengan laba bersih per saham (price earning ratio/PER) di pasar saat ini rata-rata tercatat hanya 12,8 kali.

UNTR Makin Panas di Bisnis Panas Bumi

HR1 20 Dec 2023 Kontan

Aksi korporasi salah satu lini bisnis Grup Astra, yakni PT United Tractors Tbk  di ranah energi baru terbarukan (EBT) masih terus berlangsung. Terbaru, perusahaan dengan kode saham UNTR ini menambah kepemilikan saham di perusahaan listrik panas bumi, yakni PT Supreme Energy Sriwijaya. Dalam keterbukaan informasi, di Bursa Efek Indonesia (BRI) Selasa (19/12), UNTR mengumumkan amandemen terhadap rencana perjanjian pengambilan bagian alias subscription agreement atas saham Supreme Energy Sriwijaya oleh perusahaan terkendali milik UNTR. Perusahaan tersebut yakni PT Energia Prima Nusantara (EPN). Pada 18 Desember 2023, Energia Prima Nusantara telah menandatangani amandemen terhadap subscription agreement dengan PT Supreme Energy dan PT Supreme Energy Sriwijaya. Ini terkait dengan perubahan rencana pengambil bagian saham. Berdasarkan amandemen, Energia Prima Nusantara berencana akan mengambil bagian saham-saham baru dalam Supreme Energy Sriwijaya sebanyak 984.127 saham baru. Nilai tersebut setara dengan 49,6% dari total saham yang dikeluarkan oleh Supreme Energy Sriwijaya kepada Energia Prima Nusantara. Adapun total nilai keseluruhan dari pengambil bagian ini sebesar US$ 51,87 juta atau setara Rp 804,01 miliar. Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors menyatakan, penambahan saham Supreme Energy Sriwijaya diputuskan berdasarkan pertimbangan bisnis. Yakni untuk meningkatkan keterlibatan United Tractor di bisnis listrik panas bumi alias geotermal. Adapun akuisisi ini menandakan masuknya UNTR ke bisnis panas bumi, sekaligus melebarkan sayap UNTR ke bisnis non batubara. Supreme Energy Sriwijaya merupakan salah satu pemegang saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Ini adalah perusahaan pemegang izin panas bumi dengan kapasitas 2 x 49 megawatt (MW) yang telah beroperasi. Lokasinya berada di Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan.

ATURAN FREE FLOAT : RACIK TAKTIK TAMBAH SAHAM PUBLIK

HR1 19 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Emiten perbankan yang belum memenuhi kewajiban pemenuhan porsi saham publik atau free float sebesar 7,5% ancang-ancang untuk menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Berbagai strategi disiapkan agar porsi saham yang beredar makin besar dan likuid. Ketentuan mengenai kewajiban perusahaan tercatat dapat memiliki saham free float paling sedikit 50 juta saham dan porsi 7,5% paling lambat 2 tahun sejak aturan diberlakukan pada 21 Desember 2021.Kendati demikian, otoritas bursa memberi kesempatan bagi emiten untuk mengajukan permohonan agar pemegang saham tertentu dapat dikategorikan sebagai pemegang saham free float, tetapi dengan ketentuan kepemilikan berupa portofolio investasi dengan penerima manfaat investor publik.Dari sisi pergerakan harga saham sepanjang tahun berjalan, emiten perbankan yang bakal memenuhi ketentuan pemenuhan saham publik sebesar 7,5% mencatatkan performa yang kurang apik.Hanya saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang harga sahamnya sepanjang tahun berjalan bergerak naik lebih dari 40%. Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, pihaknya sedang menjalankan tahapan pemenuhan ketentuan free float sesuai dengan arah dari regulator. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Compliance Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menuturkan bank sedang dalam proses memenuhi ketentuan tersebut dengan menggelar private placement. Aksi private placement tersebut direncanakan sebanyak-banyaknya 10,59 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang tengah berupaya untuk memenuhi ketentuan free float, bakal mengalami perubahan komposisi pemegang saham.Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyatakan pemegang saham pengendali yakni APRO Financial Co. Ltd. sudah berbicara dengan beberapa investor potensial, yang tertarik untuk membeli sebagian saham dari pengendali. Menurutnya, transaksi jual-beli saham DNAR itu akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Sementara itu, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melaporkan telah memenuhi ketentuan free float 7,5% saham publik menyusul Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) melepas kepemilikan sahamnya di BTPN sebanyak 200 juta lembar.Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (12/12), SMBC menjalankan transaksi pelepasan jumlah saham BTPN yang digenggamnya sebanyak 200 juta lembar dengan harga penjualan Rp2.600 per saham. Alhasil, sebanyak 2,45% porsi saham SMBC di BTPN ini merosot seiring dengan upaya BTPN memenuhi ketentuan free float dari otoritas bursa.Demikain halnya dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang melaporkan telah memenuhi porsi saham publik.Manajemen BNII melaporkan adanya transaksi penjualan kepemilikan saham UBS AG London sebanyak 13,95 miliar lembar saham dengan harga Rp252 per lembar kepada Multi Dynamic Fund, Global Agility Fund, dan Vital Solution Fund.

TANGKAP CUAN RELI SAHAM

HR1 19 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Peluang cuan di pasar saham kian menjanjikan. Apalagi, pasar saham melaju di teritori hijau menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024. Belakangan investor memang kembali berburu saham blue chips bervaluasi atraktif untuk mempercantik portofolionya sebelum tutup buku.Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,55% sepanjang 1-18 Desember 2023 dan parkir di level 7.119,52 pada Senin (18/12). IHSG kompak menghijau bersama sejumlah bursa utama dunia.Secara month-to-date (MtD), indeks Dow Jones naik 3,77%, S&P 500 menguat 3,31%, Nasdaq memantul 4,13%, dan FTSE 100 meningkat 2,03%. Kinerja positif juga dicetak indeks komposit di Asia, seperti Kospi 1,25%, PSEi Filipina 4,05%, dan FTSE Straits Time yang naik 1,31%.Penguatan pasar saham menjelang libur Natal dan Tahun Baru itu kerap dikaitkan dengan "Santa Claus rally" dan window dressing. Aksi itu biasanya dimotori oleh investor institusi yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memoles kinerja portofolio efeknya dan memantik pandangan bullish para investor ritel. Bursa Efek Indonesia mencatat sahamblue chips masuk dalam jajaran top leaders indeks komposit sepanjang bulan ini, seperti TPIA, BRPT, BBRI, TLKM, BBCA, ASII, dan BMRI. Tiga saham pendorong utama IHSG Desember, yakni TPIA yang melesat 72%, BRPT naik 40,2%, dan BBRI menguat 4,3%.Secara umum, Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas ChangKun Shin menuturkan pasar saham cenderung menguat pada kuartal IV. Kecenderungan itu juga terjadi pada tahun ini karena faktor peningkatan aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun, meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi pada 2024, dan kecenderungan penarikan dana dari pasar saham untuk keperluan liburan. Pendapat senada disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Menurutnya, euforia mewarnai pasar saham pada akhir tahun ini. Meski begitu, arah IHSG tetap dibayangi kebijakan moneter The Fed, Bank of Japan, dan Bank Indonesia.Sinyal kuat Santa Claus rally juga diamini oleh Head of Research Team Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Hardy. Dia memperkirakan saham blue chipsberpotensi menjadi motor penguatan IHSG yang diteropong mampu menembus kisaran 7.200—7.300 pada akhir tahun ini. Dari kacamata Mirae Asset Sekuritas, beberapa saham blue chips yang menarik untuk dicermati investor, yakni ASII, TLKM, EXCL, dan AKRA. ASII dinilai memiliki valuasi PER yang terus turun mendekati level Maret 2020, meskipun valuasi return on equity (ROE) merangkak naik.Robertus juga menilai harga saham dan valuasi TLKM juga membaik, serta rasio harga per nilai buku (price to book value/PBV) EXCL telah turun ke bawah satu kali. Secara teknikal, Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan pelaku pasar perlu mewaspadai adanya koreksi jangka pendek pada IHSG seiring dengan Santa Claus rally ini. Risiko koreksi akibat profi t taking diproyeksi bakal membayangi saham fenomenal seperti CUAN, BREN, TPIA, dan BRPT yang turut berkontribusi terhadap penguatan IHSG.

Uji Kemanjuran Resep Bisnis KLBF

HR1 19 Dec 2023 Kontan

Emiten saham farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), akan menghadapi sejumlah tekanan pada tahun depan. Kendati kasus Covid-19 kembali naik belakangan ini, peralihan dari pandemi menuju endemi tahun ini cukup signifikan mengurangi minat pasar terhadap produk-produk kesehatan. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong peningkatan permintaan obat-obatan terutama obat anti Covid-19. Di sisi lain, permintaan vaksin dan <i>booster </i> Covid-19 juga terangkat selama periode tersebut. Namun, setelah kondisi berubah menjadi endemi, masyarakat cenderung tidak bergantung lagi terhadap produk kesehatan terkait pencegahan wabah Covid-19. Analis Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat mengatakan, KLBF mencatatkan penurunan kinerja hingga ke bawah ekspektasi pasar. Angka yang lebih rendah dari perkiraan ini berkaitan dengan kenaikan biaya dan operational expenditure (opex). Akibatnya, laba bersih KLBF turun 18,2% secara tahunan year on year (yoy) menjadi Rp 2,1 triliun di periode Januari-September 2023. Laba bersih KLBF tidak dapat mengikuti pendapatan yang masih naik 6,5% yoy menjadi Rp 22,6 triliun atau setara dengan 74,5% dari proyeksi pendapatan tahun 2023. Namun demikian, Nicko melihat peluang kenaikan penjualan segmen obat resep KLBF, sejalan dengan diperolehnya izin edar Efesa, obat bioteknologi pertama di dunia untuk pasien anemia dengan penyakit ginjal kronis (CKD). Ini adalah peluang global karena CKD mendera lebih dari 10% populasi dunia pada tahun 2016. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto menilai kinerja KLBF di tahun depan akan bergantung pada pertumbuhan organik di segmen obat resep dengan produk onkologi atau biosimilar baru. Penjualan produk ini secara bertahap akan berkontribusi lebih tinggi terhadap KLBF. Natalia pun merekomendasikan hold KLBF dengan target harga Rp 1.600 per saham seiring dengan prospek bisnis KLBF yang masih menantang.