;

Industri Terbelit Masalah

Ekonomi Ayu Dewi 29 Jan 2020 Kompas, 7 Januari 2020
Industri Terbelit Masalah

Pertumbuhan industri pengolahan non migas beberapa tahun terakhir (setidaknya sejak 2016) selalu dibawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Perindustrian menengarai ada 7 isu utama :

  • kekurangan bahan baku, seperti : kondensat, gas, nafta, dan biji besi serta bahan penolong seperti katalis, scrap atau baja bekas, kertas bekas dan nitrogen
  • kekurangan infrsatruktur pelabuhan, jalan dan kawasan industri
  • kekurangan utilitas listrik, air, gas dan pengolah limbah
  • kekurangan tenaga ahli berketrampilan dan pengawas
  • tekanan impor
  • spesifikasi limbah industri untuk kertas bekas dan baja bekas terlalu ketat sehingga menyulitkan industri
  • permasalahan yang dihadapi industri kecil dan menengah, mulai aspek pembiayaan, bahan bakudan bahan penolong, mesin atau peralatan hingga pemasaran
Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, salah satu langkah penting dalam mendongkrak pertumbuhan industri adalah menjamin ketersediaan pasokan gas dan harga gas yang ideal untuk setiap sektor industri agar berdaya saing kuat. Harga gas maksimal 6 dolaar AS per juta MMBTU dinilai akan menjadikan industri di Indonesia berdaya saing cukup baik dibandingkan industri di kawasan.

Download Aplikasi Labirin :