Strategi Kemenperin Pacu Industri Batik Dalam Negeri
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong potensi industri batik dalam negeri agar semakin dikenal dan diminati oleh seluruh kalangan masyarakat. Upaya yang telah dilakukan dengan berbagai pihak seperti yayasan batik Indonesia (YBI). "Industri batik nasional memiliki keragaman dan keunikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Keragaman identitas batik di Nusantara meliputi berbagai aspek mulai dari motif, warna, dan bahan baku, hingga teknik pembuatan. Ini yang menjadi potensi kita untuk terus mengembangkannya," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita. Dirjen IKMA mengemukakan, salah satu daerah Kabupaten Cirebon. Di wilayah ini, ada Sentra Batik Trusmi, yang merupakan kawasan industri kecil dengan lebih dari 600 pengrajin dan pelaku usaha batik yang tersebar di Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kacamatan Plered. Adapun berbagai jenis batik khas unggulan Kota Udang ini, kata dia, di antaranya batik mega mendung, waleran, dan merawit. Batik Merawit Cirebon merupakan sebuah teknik membatik tulis khas Cirebon yang memerlukan ketelitian dalam penggambaran isian motif atau isen-isen menggunakan canting berujung sangat kecil . (Yetede)
Postingan Terkait
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
28 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023