;

ATURAN FREE FLOAT : RACIK TAKTIK TAMBAH SAHAM PUBLIK

Ekonomi Hairul Rizal 19 Dec 2023 Bisnis Indonesia
ATURAN FREE FLOAT : RACIK TAKTIK TAMBAH SAHAM PUBLIK

Emiten perbankan yang belum memenuhi kewajiban pemenuhan porsi saham publik atau free float sebesar 7,5% ancang-ancang untuk menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Berbagai strategi disiapkan agar porsi saham yang beredar makin besar dan likuid. Ketentuan mengenai kewajiban perusahaan tercatat dapat memiliki saham free float paling sedikit 50 juta saham dan porsi 7,5% paling lambat 2 tahun sejak aturan diberlakukan pada 21 Desember 2021.Kendati demikian, otoritas bursa memberi kesempatan bagi emiten untuk mengajukan permohonan agar pemegang saham tertentu dapat dikategorikan sebagai pemegang saham free float, tetapi dengan ketentuan kepemilikan berupa portofolio investasi dengan penerima manfaat investor publik.Dari sisi pergerakan harga saham sepanjang tahun berjalan, emiten perbankan yang bakal memenuhi ketentuan pemenuhan saham publik sebesar 7,5% mencatatkan performa yang kurang apik.Hanya saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang harga sahamnya sepanjang tahun berjalan bergerak naik lebih dari 40%. Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, pihaknya sedang menjalankan tahapan pemenuhan ketentuan free float sesuai dengan arah dari regulator. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Compliance Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menuturkan bank sedang dalam proses memenuhi ketentuan tersebut dengan menggelar private placement. Aksi private placement tersebut direncanakan sebanyak-banyaknya 10,59 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang tengah berupaya untuk memenuhi ketentuan free float, bakal mengalami perubahan komposisi pemegang saham.Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyatakan pemegang saham pengendali yakni APRO Financial Co. Ltd. sudah berbicara dengan beberapa investor potensial, yang tertarik untuk membeli sebagian saham dari pengendali. Menurutnya, transaksi jual-beli saham DNAR itu akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Sementara itu, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melaporkan telah memenuhi ketentuan free float 7,5% saham publik menyusul Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) melepas kepemilikan sahamnya di BTPN sebanyak 200 juta lembar.Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (12/12), SMBC menjalankan transaksi pelepasan jumlah saham BTPN yang digenggamnya sebanyak 200 juta lembar dengan harga penjualan Rp2.600 per saham. Alhasil, sebanyak 2,45% porsi saham SMBC di BTPN ini merosot seiring dengan upaya BTPN memenuhi ketentuan free float dari otoritas bursa.Demikain halnya dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang melaporkan telah memenuhi porsi saham publik.Manajemen BNII melaporkan adanya transaksi penjualan kepemilikan saham UBS AG London sebanyak 13,95 miliar lembar saham dengan harga Rp252 per lembar kepada Multi Dynamic Fund, Global Agility Fund, dan Vital Solution Fund.

Download Aplikasi Labirin :