Window Dressing & Isu Merger Menyetir Saham BUMN Karya
Saham sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya masih fluktuatif. Menurut data RTI, saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 4,85% pada hari Kamis lalu dibandingkan sehari sebelumnya. Meski pada Jumat (15/12) turun lagi 1,73% ke Rp 340 per saham.
Saham PT PP Tbk (PTPP) juga naik 4,85% pada hari Kamis lalu. Lalu melorot 1,85% pada Jumat (15/12) ke Rp 530 per saham. Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga tercatat naik 24,10% pada perdagangan Kamis (14/12), sebelum turun 0,83% ke posisi Rp 240 pada Jumat lalu. Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, kinerja saham BUMN karya pada akhir tahun kemungkinan disebabkan
window dressing.
Kinerja BUMN Karya dalam waktu dekat juga berpeluang positif lantaran ada Penyertaan Modal Negara (PMN). Berkat injeksi negara, arus kas mereka sedikit membaik.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan, kenaikan harga saham emiten BUMN karya juga didorong oleh spekulasi merger antar BUMN karya.
Meski begitu, Azis menilai kinerja emiten BUMN Karya pada tahun depan masih tertekan. Apalagi liabilitas emiten pelat merah itu masih tinggi. Alhasil, Azis dan Budi belum memberikan rekomendasi ataupun proyeksi terhadap saham BUMN karya.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023