;

IPO Paling Boncos dari Emiten Skala Kecil

Ekonomi Hairul Rizal 13 Dec 2023 Kontan
IPO Paling Boncos dari Emiten Skala Kecil
Jumlah emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini memang tokcer. Bahkan, telah mencapai rekor terbanyak, yakni 79 emiten baru. Tapi nyatanya, tak semuanya punya prospek bagus. Memang belakangan, BEI mendorong perusahaan dengan aset kecil dan menengah untuk melakukan initial public offering (IPO). Namun nyatanya, saham emiten menengah-kecil yang sahamnya dicatatkan di papan akselerasi ini banyak yang mangkrak, bahkan ambles. Catatan KONTAN, dari 79 emiten baru yang listing di BEI tahun ini, ada 14 emiten saham yang berkubang di kisaran Rp 50-an per saham. Lalu, sembilan emiten harganya di bawah gocap. Saham PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) menjadi saham IPO tahun 2023 yang paling boncos, dengan penurunan harga hingga 90,43% dari harga IPO. Emiten jasa bimbingan akademik ini mulanya memasang harga IPO di harga Rp 188 per saham. Tapi per Selasa (12/12) harganya tersisa Rp 18 per saham. Produsen makanan bayi, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) juga sahamnya ambles 85% dari Rp 100 menjadi Rp 15. Kemudian ada saham PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) dan PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) masing-masing anjlok 80,91% dan 80,77% dari harga IPO. Muhammad Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, secara garis besar ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan harga saham-saham IPO tersebut. Pertama, penurunan kinerja keuangan emiten. Faktor kedua yang menekan ialah minimnya aksi korporasi yang dilakukan emiten-emiten ini. "Lalu, faktor ketiga ialah kurangnya implementasi good corporate governance (GCG) dari emiten pasca IPO," ucap Nafan saat Selasa (12/12). Head of Research Retail Sinarmas Sekuritas, Ike Widiati mengatakan, di tengah banyaknya saham-saham baru yang memiliki kinerja buruk, maka pelaku pasar sebaiknya lebih selektif dan bijaksana dalam melakukan investasi saham. "Jangan terjebak fear of missing out (FOMO) semata," kata Ike. Di sisi lain, saham-saham IPO yang telah turun ini bukan berarti tak punya peluang naik. Founder CTA Saham Andri Zakaria mengatakan, investor yang berani mengambil risiko dan tertarik untuk melirik saham di level gocap atau di bawahnya, tetap harus mencermati beberapa hal penting. Di antaranya, saham-saham itu harus didukung isu fundamental positif dan volume transaksi yang meningkat.
Tags :
#Saham #Bursa
Download Aplikasi Labirin :