;

Tantangan Mengadang BUMN Tambang

Ekonomi Hairul Rizal 03 Nov 2023 Kontan
Tantangan Mengadang BUMN Tambang
Kinerja emiten saham yang tergabung dalam induk pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mind Id masih loyo. Dari tiga emiten di bawah Mind Id, hanya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang laba bersihnya masih bertumbuh meskipun hanya single digit. Sementara dua emiten lainnya yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS) harus rela kinerja keuangan mereka tergerus. Salah satu biang kerok penurunan kinerja emiten tambang BUMN adalah penurunan harga komoditas. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA mengatakan, rata-rata harga batubara ICI-3 terkoreksi sekitar 33% menjadi sebesar US$ 86,3 per ton pada Januari-September 2023. Dus, penurunan kinerja PTBA tidak bisa terelakkan. Laba bersih PTBA merosot 62% menjadi hanya Rp 3,8 triliun per akhir September 2023. Fina Eliani, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS mengatakan, harga logam timah dunia terus tertekan akibat penguatan dolar AS dan lambatnya pemulihan perekonomian ChinaPenurunan harga jual ini juga dibarengi dengan penurunan kinerja operasional TINS. Samuel Glenn Tanuwidjaja, Senior Equity Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas mengatakan, harga sejumlah komoditas seperti batubara, nikel, timah, dan tembaga memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hanya harga emas saja yang mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe haven di saat inflasi Amerika Serikat (AS) dan inflasi negara berkembang masih meningkat. Meskipun kinerja ketiga emiten tambang BUMN ini masih lemah, Glenn melihat bisnis PTBA dan ANTM akan tetap defensif pada tahun depan. Meskipun, akan tetap ada pengaruh volatilitas dari efek pemilu dan sentimen resesi. Di sisi lain, pergerakan harga timah kemungkinan masih suram dan menjadi kabar buruk bagi kinerja dan bisnis TINS. "Namun, proyek smelter Ausmelt Furnace TINS kemungkinan akan meningkatkan kinerja operasional perusahaan dalam mengolah bijih timah kadar rendah ke depannya," kata Glenn. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengatakan, realisasi pendapatan PTBA pada sembilan bulan pertama 2023 berada di bawah estimasi Mirae Asset Sekuritas, atau hanya mencerminkan 66% target 2023. Rizkia merevisi turun proyeksi pendapatan PTBA pada 2023 sebesar 7,2% menjadi Rp 38,9 triliun. Sedangkan estimasi laba bersih PTBA dipangkas 24% menjadi Rp 5,3 triliun tahun ini.
Download Aplikasi Labirin :