Saham
( 1722 )Dua Rencana IPO BUMN
JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal melepas saham dua perusahaan pelat merah tahun ini: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PalmCo, anak usaha PT Perkebunan Nusantara III di bidang sawit. Persiapan menuju lantai bursa sudah berjalan sejak tahun lalu.
Menurut Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury, persiapan untuk menawarkan saham kedua perusahaan ini ke publik hampir rampung. PHE, misalnya, sudah menyerahkan dokumen rencana penawaran perdana sahamnya (initial public offering/IPO) untuk ditinjau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Pahala belum memberi kepastian ihwal eksekusinya.
"Kami menunggu timing yang tepat," ujar Pahala, akhir pekan lalu. Dia menilai pemerintah dan perusahaan perlu berhati-hati memilih momentum masuk ke pasar demi mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu alasannya, saham PHE bakal langsung dilepas ke pasar tanpa menggandeng investor jangkar. Langkah ini berbeda dengan saudara PHE yang lebih dulu melantai di bursa, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy.
Pahala belum mengungkap dana segar yang diincar perusahaan lewat aksi korporasi yang melibatkan advisor dari Citibank, JP Morgan, Chase & Co, Credit Suisse, Mandiri Sekuritas, hingga BRI Danareksa ini. Namun dia memastikan porsi saham yang dilepas ke publik sebesar 5-10 persen. (Yetede)
IHSG Menguat, Harga SUN Stabil
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menguat terbatas pekan ini di rentang 6.644-6.750, setelah pekan lalu hanya naik tipis 0,07% ke level 6.698. Katalis penguatan indeks adalah perbaikan perekonomian Amerika Serikat (AS) dan perlambatan laju inflasi dalam negeri. Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi stabil pekan ini, dengan imbal hasil (yield) tenor 10 tahun bergerak direntang 6,2-6,4%. Pergerakan harga SUN akan dipengaruhi keputusan The Fed menahan suku bunga acuan di 5,75% pekan lalu dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini. Sepanjang 2023, IHSG indeks menjadi saham terburuk di dunia. Berdasarkan data Blooberg, IHSG turun 2,2%, terburuk kedua di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1%. Sementara itu, Nikel Jepang menjadi Indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17%, diikuti Taiex Taiwan 22,2%, dan DAX Jerman 17,4%. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan indeks yang flat pekan lalu diakibatkan pelemahan saham-saham sektor barang konsumen primer, properti dan real estate, serta keuangan, khususnya bank-bank berkapitalisasi besar. Selain itu, indeks semakin tertekan seiring munculnya peluang kenaikan suku bunga acuan AS, The Fed Funds Rate, Juli mendatang jika inflasi tak sesuai target bank The Fed. (Yetede)
Reli Saham Properti Berlanjut di Semester II
JAKARTA,ID-Sebanyak lima saham properti reli sepanjang 2023, dengan kenaikan rata-rata 20%, mengungguli indeks harga saham (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang turun 2%. Tren ini diprediksi berlanjut sampai akhir tahun, ditopang ekspektasi bertahannya suku bunga acuan Bank Indonesia. Kelima saham itu adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Alam Autera Realty Tbk (ASRI). Sementara itu, merujuk data BEI, per 16 Juni 2023. IHSG terpangkas 2,2%. Namun, indeks saham properti BEI atau IDX Sector Properties & Real Estate masih tumbuh 3,1%. Artinya, saham sektor properti mampu melawan arus pelemahan pasar bersama saham sektor transportasi dan logistik yang indeksnya naik 15,5%, konsumer nonsiklikal 3,6%. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Jumat (16/6/2023), ada tiga katalis penguatan saham properti. Pertama, suku bunga acuan BI atau BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DDR) diprediksi bertahan di level 5,75% sampai akhir tahun. (Meski BI7DDR) telah naik 225 basis points (bps) sejak Agustus 2022, rata-rata suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) stabil di level 7,6-7,7%. (Yetede)
Menimbang Investasi di Saham Luar Negeri
Era digital yang berkembang pesat melunturkan sekat bagi investor yang ingin menjaring cuan dari bursa saham luar negeri. Sejumlah platform investasi sudah bisa memfasilitasi investor untuk memilih saham dari bursa global.
Tengok saja aplikasi investasi multi-aset, Pluang, yang memperluas akses investor ritel ke lebih dari 600 aset di bursa Amerika Serikat (AS). Pluang menyajikan pilihan investasi di pasar saham AS mulai dari US$ 0,3 atau kurang dari Rp 5.000.
"Termasuk 500 lebih pilihan baru saham AS mulai dari sektor teknologi, farmasi, consumer goods sampai klub sepak bola," ungkap Claudia Kolonas
, Co-Founder
Pluang, belum lama ini.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengamati, platform trading dan investasi cukup jeli melihat potensi gairah investasi, terutama di kalangan milenial. Apalagi investor di segmen ini lebih berpikiran terbuka, sehingga tidak sebatas menganalisa saham di Indonesia.
Investor yang berinvestasi di bursa saham global biasanya sudah memiliki pengetahuan yang baik, khususnya pengetahuan di bidang teknologi. "Mereka juga mengamati saham-saham luar negeri, terutama yang berorientasi di sektor teknologi," ungkap Raphon kepada KONTAN, Jumat (16/6).
Certified
Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, terbukanya akses ke pasar saham luar negeri membawa alternatif investasi. Sejalan dengan ukuran kapitalisasi, likuiditas dan jenis perusahaan yang lebih beragam.
Head of Retail Marketing & Product Development Division
Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi menegaskan, investasi di bursa luar negeri tidak cocok untuk investor awam. Dengan banyaknya, instrumen derivatif, pasar luar dapat diekspektasi lebih volatil. "Diversifikasi dapat dilakukan untuk mitigasi risiko," kata Reza.
Saham Teknologi Bertaji Berkat AI
Harga saham-saham teknologi dunia meroket tinggi di pekan ini. Bahkan harga saham Microsoft Corp dan Apple Inc mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa.
Pada perdagangan Kamis (15/6), harga saham Microsoft di bursa
Wall Street
ditutup di US$ 348,10 per saham, rekor harga tertingginya. Kapitalisasi pasar saham ini pun meroket ke level baru, US$ 2,59 triliun atau setara sekitar Rp 38.591 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.900). Harga saham Apple juga ditutup di rekor harga tertinggi sepanjang masa pada Kamis, yakni US$ 186,01 per saham. Kapitalisasi pasar saham produsen iPhone ini pun mencapai US$ 2,93 triliun atau nyaris tiga kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Apple dan Microsoft pun sukses mempertahankan status sebagai perusahaan peringkat pertama dan kedua dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Penguatan harga saham Apple masih didorong sentimen pengumuman produk kacamata
augmented reality
(AR) Vision Pro beberapa waktu lalu. Investor juga menilai Apple punya fundamental kuat dan rencana ekspansi jelas.
"Apple memiliki peta jalan yang membuat nyaman investor dan arus kas luar biasa," tutur Wayne Kaufman, analis Phoenix Financial Services, seperti ditulis oleh
Fortune, kemarin.
Analis menilai positif ekspansi Microsoft ini. Dalam riset ke investor, JPMorgan menyebut perkembangan AI meningkatkan permintaan produk Microsoft dan membuat prospek emiten ini cerah.
Laba Terangkat Penambahan Forklift
Perusahaan penyewaan forklift dan material handling equipment PT Sarana Mitra Luas Tbk akan terus menambah pasarnya.
Emiten berkode saham SMIL ini akan menambah 250 unit forklift baru dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan. Proyeksi ini disesuaikan besaran belanja modal SMIL dari tahun ke tahun.
Direktur Sarana Mitra Luas, Winston Suhermin mengungkapkan bahwa penambahan jumlah forklift sebanyak 250 unit forklift tersebut dari berbagai ukuran.
Ukuran forklift mulai dari 2,5 ton hingga 25 ton yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. "Pembelian forklift ini akan meningkatkan pendapatan kami lebih dari 30% dan laba meningkat 40%-50%," kata Winston kepada KONTAN, Jumat (16/6).
Menurut Winston, ekspansi pembelian forklift tambahan tersebut akan menggunakan sebagian dana hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Dari aksi korporasi tersebut, SMIL memperoleh dana sebesar Rp 175 miliar.
Dimana dana yang dialokasikan untuk membeli forklift sebanyak Rp 75 miliar setara 43,99% dari total dana IPO. "Dana tersebut untuk membeli 250 unit forklift dan material handling equipment lain dalam rangka menambah kapasitas dan diversifikasi unit rental," jelas Winston.
Pergerakan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) masih di atas harga perdana alias initial public offering (IPO). Harga saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Mei 2023 ini di awal listing berada di Rp 100 per saham. Jumat (16/6), saham SMIL di Rp 150 per saham. Ini artinya saham SMIL naik 50%.
DIVESTASI SAHAM : INCO Diberi Waktu Hingga 2024
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta PT Vale Indonesia Tbk. mengajukan penawaran harga divestasi, setahun sebelum berakhirnya kontrak. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan Indonesia tengah menunggu PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk menyampaikan penawarannya. “Kalau terlambat pengajuan ya setop,” katanya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (16/6). Menurutnya, kontrak INCO akan berakhir pada Desember 2025. Dalam proses pemberian izin berlanjutnya kontrak karya INCO bergantung pada besaran porsi saham yang akan kembali didivestasikan perseroan kepada Pemerintah Indonesia. Adapun, divestasi menjadi syarat perpanjangan kontrak. Arifin juga enggan menanggapi hak pengendalian operasional dan financial consolidation INCO yang sempat dibahas oleh DPR beberapa waktu lalu agar Indonesia mengambil alih saham pengendali INCO. Komisi VII DPR sebelumnya meminta pemerintah memperkuat posisi MIND ID dalam upaya negosiasi saham mayoritas INCO, di tengah momentum perpanjangan kontrak karya. Anggota DPR Komisi VII Ramson Siagian mengatakan MIND ID harus mengamankan hak pengendalian operasional dan financial consolidation INCO guna menjamin potensi sumber daya nikel bisa menjadi aset yang tercatat di Indonesia.
CUAN JUMBO EMITEN PILIHAN
Sinyal pemulihan ekonomi mulai dirasakan para emiten berkinerja ciamik yang berujung pada pemberian dividen lebih tinggi pada tahun ini. Kendati kondisi pasar modal belum sepenuhnya bangkit dari imbas perlambatan global, arah menuju pemulihan mulai tampak. Hal ini terlihat emiten anggota IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) yang kian royal membagikan dividen. Dari data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 18 dari 20 konstituen telah memutuskan besaran dividen yang bakal dibagikan tahun ini. Lonjakan jumlah dividen paling terasa pada duo emiten Astra, yakni PT Astra International Tbk. (ASII) yang membagikan Rp22,35 triliun pada musim ini dibandingkan dengan Rp3,91 triliun pada 2022. PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga telah lebih dahulu berbagi Rp25,5 triliun dividen, melebihi laba bersihnya yang sebesar Rp21 triliun. Teranyar, anggota dari sektor komoditas baru saja serentak memutuskan bagi dividen jumbo, seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang membagikan seluruh laba bersihnya jadi dividen sebesar Rp12,6 triliun. Kemudian, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membagikan 50% atau senilai Rp1,91 triliun Di awal kuartal II/2023, emiten perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga telah membagikan cuannya masing-masing Rp43,5 triliun dan Rp25,3 triliun kepada para pemegang sahamnya.
Secara total, IDX High Dividend 20 menguat 2,99% sepanjang tahun berjalan ke level 572,72, di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melorot 2,22% sepanjang tahun. Menghadapi sejumlah hal tersebut, UNTR menyampaikan telah menyiapkan strategi menghadapi penurunan harga komoditas di tahun ini. Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan sudah melakukan proyeksi kinerja 2023 dan memasang asumsi yang konservatif. "Artinya kami tidak memproyeksikan harga komoditas setinggi tahun sebelumnya. ," kata Sara kepada Bisnis, Jumat (16/6/2023). Adapun, emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) telah menyiapkan strategi menghadapi situasi ekonomi makro yang menantang. SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia Ahmad Reza mengatakan Telkom meyakini strategi saat ini sudah mempertimbangkan berbagai tantangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyarankan investor harus lebih fokus untuk memperhatikan kinerja fundamental masing-masing emiten. Hal ini agar investor dapat melihat sejauh mana masing-masing saham portofolionya mampu menguat.
Saham Basis Syariah Belum Raih Berkah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat di akhir perdagangan Kamis (15/6). Kenaikan IHSG ditopang positifnya mayoritas indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak terkecuali indeks saham berbasis syariah.
Dari lima indeks saham berbasis syariah yang ada di BEI, seluruhnya mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, jika diakumulasi sejak awal tahun berjalan ini, indeks saham syariah masih terbenam di zona merah (lihat tabel).
Kepala Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, mengatakan, pergerakan indeks syariah memang bagian dari IHSG yang saat ini masih mengalami tekanan. Menurut dia, kondisi pasar saham ini tengah mengalami gejolak, baik di pasar domestik maupun global.
Sementara itu, per 31 Maret 2023, nilai transaksi investor syariah mencapai Rp 1,3 triliun, dengan volume transaksi 4,9 miliar. Hingga akhir tahun ini, BEI menargetkan, investor pasar modal syariah bisa tumbuh 10% dibanding 2022.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana mencermati, tekanan pada indeks syariah di sepanjang tahun ini sejalan dengan penelaahan yang terjadi di pasar saham.
Maaf, Saham Suspensi Dilarang Didagangkan
Investor yang dananya nyangkut di sejumlah saham yang disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bersabar. Pasalnya, meski saham yang disuspensi masuk ke papan pemantauan khusus, tidak berarti saham itu bisa diperdagangkan. Dari catatan KONTAN, ada sekitar 43 saham yang dibekukan perdagangannya oleh BEI. Di antaranya, saham emiten Benny Tjokro, yakni MYRX, HOME, NUSA dan SIMA. Otoritas menggembok perdagangan saham-saham itu sejak awal tahun 2020.
BEI pada Senin lalu (12/6), telah memberlakukan papan pemantauan khusus. Sebanyak 171 saham yang masuk ke papan ini.
Ada 11 kriteria yang ditetapkan BI untuk memasukkan saham ke papan pemantauan khusus. Di antaranya, likuiditas dan kinerja fundamental saham emiten masih jeblok. Nah, sejumlah saham yang disuspensi BEI, juga masuk papan pemantauan khusus.
Sebagai perbandingan, saham pada umumnya ditransaksikan dengan skema
continuous call.
Dengan skema ini, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa berjalan.
Pada papan pemantauan khusus juga diberlakukan ketentuan
auto rejection
atau
auto reject
saham. Adapun, batas
auto rejection
saham di papan ini ditetapkan sebesar 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, suspensi dan papan pencatatan memiliki mekanisme berbeda, karena semua saham bisa dikenakan suspensi. "Tidak ada kaitan langsung antara papan pencatatan dengan suspensi," katanya, Kamis (15/6).









