Saham
( 1722 )Laju Saham Dipacu Harga Komoditas
Setelah jadi indeks paling longsor di sepanjang semester pertama tahun ini, saham-saham di sektor energi dan barang baku mulai bangkit di awal semester II-2023.
Hingga penutupan perdagangan Juni, IDX Sector Energy turun paling dalam dibandingkan sektor lainnya, yakni ambles -23,76%. IDX basic materials membuntuti dengan koreksi mencapai -18,35%.
Nah, kemarin (12/7), gerak kedua sektor tersebut lebih apik. Penurunan indeks sektor energi tersisa -19,24% dan indeks barang baku susut jadi -14,73% sejak awal tahun ini.
Equity Research Analyst
Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyebut, saham sektor energi terpapar sentimen positif dari kenaikan harga komoditas karena ekspektasi meningkatnya permintaan.
Sementara
Research Analyst
Reliance Sekuritas Ayu Dian melihat kenaikan saham barang baku lebih didorong menguatnya sektor industri semen, kertas, dan nikel.
Sejumlah katalis penopang sektor bahan baku antara lain, pengembangan industri kendaraan listrik, penjualan semen yang berpotensi meningkat, serta ekspor kertas yang berpeluang naik.
Asing Kembali Borong Saham Bank Besar
JAKARTA,ID-Pemodal asing kembali memborong saham empat bank besar pada pekan ini, setelah sebelumnya mencetak net sell Rp 2,3 triliun selama 1 Juni hingga 7 Juli 2023. Seiring dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 0,17% ke level 6.808, kemarin, tertinggi sejak 11 Mei 2023 atau dalam dua bulan terakhir. Kemarin, dari total net buy asing Rp 545 miliar, sebesar Rp340 miliar mengalir kedua bank besar, yakni PT Bank Central Asia (BCA/BBCA) Rp340,05 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 64,25 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp37,19 miliar, dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GPTO) senilai Rp31,15 miliar. BCA dan BRI adalah emiten dengan market cap nomor satu dan dua di BEI, masing-masing Rp1.120 triliun dan Rp 818 triliun per Rabu (12/7/2023). Selain BCA dan BRI, dua bank dengan markep cap besar adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT bank Mandiri Indonesia (BNI/BBNI) RP490 triliun dan Rp 166 triliun. Keempat bank itu masuk Top 10 emiten dengan market cap besar di BEI. Dengan demikian, pergerakan empat saham bank itu menentukan kinerja IHSG, (Yetede)
Dividen Batubara Tak Lagi Membara
Pesta dividen jumbo emiten tambang batubara diproyeksi akan berakhir. Hal ini seiring estimasi loyonya kinerja keuangan emiten batubara. Maklum, di sepanjang tahun 2023, harga komoditas batubara terus melandai.
Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario mencermati, di sepanjang tahun berjalan ini, harga batubara di Bursa Newcastle telah menukik 68%. Sementara itu, harga batubara acuan (HBA) China dan Indonesia telah melemah masing-masing 38% dan 37%.
Seiring itu, Alif menganalisa, besaran dividen yang akan dibagikan emiten batubara untuk tahun buku 2023 akan melorot dibanding 2022. Dia mengantisipasi adanya penurunan besaran dividend payout ratio.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Richard Suherman memproyeksi, dengan posisi neraca solid dan rasio utang per modal bersih rendah, DPR dividen ADRO tahun ini bisa tembus 45% dari laba bersih.
UU Kesehatan Dongkrak Saham Emiten Rumah Sakit
JAKARTA,ID-Pengesahan Undang-Undang Kesehatan bakal mendongkrak saham emiten rumah sakit dalam jangka pendek hingga panjang. Sebab, UU itu akan mempermulus ekspansi para pemain RS ke kota lapis kedua dan ketiga nasional, yang dapat mengerek kinerja keuangan sekaligus harga saham. Imbas pengesahan UU Kesehatan langsung terasa ke pergerakan harga saham emiten RS. Kemarin, saham sektor kesehatan melesat dan menjadi motor utama pendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI, indeks saham sektor kesehatan melambung 2,88% atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya, sedangkan IHSG melesat 65,88 poin (0,98%) ke level 6.796,9. IHSG hari ini bergerak dalam rentang 6.730-66,796,9 dengan nilai transaksi Rp7,87 triliun. Lonjakan harga saham emiten RS tertinggi dicetak PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) sebesar Rp180 atau 9,89% ke posisi Rp 2.00. Hal serupa juga melanda saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang menguat 5,03% menjadi Rp 376, PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) 3,94% menjadi Rp 1.450, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) 2,78% menjadi Rp370, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MILA) 1,92% menjadi Rp 2.650. (Yetede)
Royaltama Mulia Bidik Dana IPO 112 Miliar
JAKARTA,ID-PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) berencana menggelar penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan melepas 250 juta saham atau maksimal 20% melalui IPO dengan target dana Rp 122,5 miliar. Perseroan melaksanakan penawaaran awal atau bookbuilding IPO 10-13 Juli 2023, dengan harga penawaran Rp350-450. Pemesanan saham dapat dilakukan di website www,e-ipo.co.id. Perseroan akan menggunakan dana dari hasil IPO untuk modal kerja dalam mendukung kode saham RMKO dalam keperluan perdagangan saham di,setelah diterimanya izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO perseroan adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia. RMKO merupakan perusahaan dengan spesialisasi bisnis jasa batu bara terintegrasi yang menyediakan jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewa alat-alat berat. Jasa yang ditawarkan oleh MRKO di antaranya persiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batu bara, persiapan dan pembangunan jalan pengangkutan, jasa pengangktan batu bara, persiapan infratsruktur emplasemen sampai pemuatan batu bara, serta penyewaan alat-alat berat. (Yetede)
Berburu Saham Pendatang Baru
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru. Kemarin (10/7), empat perusahaan resmi mencatatkan saham perdana di BEI lewat skema penawaran umum perdana saham alias
initial public offering
(IPO).
Emiten anyar tersebut berasal dari berbagai sektor bisnis. Misalnya, PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) dan PT Carsurin Tbk (CRSN) yang bergerak di sektor industri.
Lalu, dari sektor konsumer primer, ada PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) yang mencoba peruntungannya di BEI. Terakhir, dari sektor transportasi dan logistik ada PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
Sayang, dari empat emiten baru itu, tidak ada satupun yang masuk ke papan pencatatan utama di BEI. Contohnya, saham GRPM dan WIDI tercatat di papan akselerasi. Sedang CRSN dan TGUK masuk di papan pengembangan.
Terkait pencatatan TGUK, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melihat, bidang makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) memiliki peluang
market
yang cukup luas. Hal ini terbukti saham TGUK mendapatkan respons bagus dari kalangan investor saat
go public.
Dus, Kementerian Koperasi dan BEI akan menjemput bola dengan melakukan induksi dan koneksi pelaku UKM dengan
securities crowdfunding
(SCF).
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai, dari empat emiten yang baru listing di BEI, emiten di sektor konsumer yang punya prospek paling baik.
Menuai Berkah dari Masa Transisi
Memasuki semester kedua 2023, kinerja saham emiten barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals) berlari kencang. Tercermin dari kinerja indeks saham IDX
consumer cyclicals
yang menguat di sepanjang tahun 2023 berjalan.
Pada perdagangan kemarin (10/7), indeks saham konsumen nonprimer memang melemah 0,52%. Tapi jika diakumulasi sejak awal tahun 2023 berjalan ini, indeks saham konsumen nonprimer masih tumbuh 7,04%.
Analis melihat, ada dua faktor utama yang mendorong laju saham-saham konsumen nonprimer. Pertama, rotasi sektor saham.
Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto, mengamati momentum rotasi sejauh ini mengarah ke saham konsumen nonprimer. Sektor ini memiliki sejumlah segmen seperti komponen otomotif, ritel, media, hingga pariwisata.
Kedua, normalisasi mobilitas masyarakat di tengah kondisi makro ekonomi yang masih terjaga. Equity Analyst
Phillip Sekuritas Indonesia, Helen, memandang hal ini jadi faktor penting pendorong rotasi sektor ke saham
consumer cyclicals.
Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey sepakat, faktor tersebut menjadi katalis penting bagi saham konsumen nonprimer. Andhika memandang kondisi ini membawa prospek cemerlang terutama bagi emiten ritel.
Apalagi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih terjaga di atas 100 atau pada zona optimistis. Andhika memandang, ruang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar bagi saham
consumer cyclicals.
"Biasanya mengangkat sektor konsumer akibat meningkatnya daya konsumsi masyarakat," papar Cindy Alicia Ramadhania, Equity Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia.
Harga Minyak Naik, Emiten Migas Ceria
Harga minyak mentah dunia kembali memanas. Dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (7/7), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Agustus 2023 berada di level US$ 73,86 per barel.
Jika dibandingkan hari sebelumnya, harga minyak WTI sudah naik 2,86%. Kenaikan tersebut akibat langkah Arab Saudi yang akan memperpanjang pengurangan produksi 1 juta barel per hari (bpd) hingga Agustus mendatang.
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai pemangkasan produksi sejumlah negara OPEC bisa menjaga stabilitas harga minyak. Menurut Felix, harga minyak mentah dunia masih berpeluang melemah pada tahun ini.
Potensi tersebut, salah satunya dipicu sentimen data
Purchasing managers’ index
(PMI) China yang turun dari 50,9, menjadi 50,5 pada Juni 2023.
Data PMI China jadi sentimen yang patut dicermati, mengingat negara itu konsumen minyak terbesar di dunia. Pergerakan harga minyak ke depan juga dibayangi kenaikan suku bunga acuan di berbagai negara.
Dibayangin Kenaikan FFR, IHSG Dalam Tekanan
JAKARTA,ID-Dibayang-bayangi rencana kenaikan suku bunga The Fed, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diproyeksikan tertekan. Indeks bakal bergerak di kisaran 6.674,7. Menurut CEO Edvisor.id Praska Putrantyo, lalu IHSG akan tertahan oleh sentimen negatif dari inflasi Tiongkok yang diperkirakan kembali meningkat di atas 5% dari kuartal pertama yang sempat melambat 0,1%. Sebaliknya, inflasi AS pada Juni 2023 yang diproyeksikan melambat ke level 3,2% juga akan menjadi sorotan para investor setelah AS berhasil menekan angka pengangguran. "Hal ini membuat kekhawatiran investor mengenai peluang bagi kenaikan Fed funds rate (FFR) setidak 25 bps lagi," kata Praska kepada Investorr Daily. Bank Sentral AS, The Fed, digadang-gadang bakal menaikkan FFR sebanyak dua kali lagi dari posisi saat ini di level 5,0-5,25% sikap hawkish The Fed telah memicu kekhawatiran di pasar finansial global. (Yetede)
Amman Mineral Listing di BEI, Marketing Cap Rp 121 Triliun
JAKARTA,ID-PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023). Perseroan meraup dana hasil penawaran umum perdana (inital public offering/IPO) saham sebesar Rp 10,73 triliun, terbesar sepanjang tahun 2023. Perseroan melepas 6,32 miliar saham biasa atau setara 8,8% saham ke publik, dari modal ditempatkan dan disetor penuh, setelah IPO dengan harga penawaran sebesar Rp1.695 setiap saham. Saat listing, market cap Amman Mineral mencapai Rp 121 triliun. Pada menutupan perdagangan, saham AMMN naik 3,5% ke level Rp 1.755, sehingga market cap membengkak menjadi Rp126 triliun. Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan, prospek usaha pertambangan tembaga positif ke depan, karena peningkatan permintaan tembaga di dunia. "Peningkatan ini terjadi seiring pertumbuhan sektor industri, energi terbarukan, serta kendaraan listrik. AMMN melihat dinamika pasar tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di dunia," ujar Alexander di BEI. (Yetede)









