;
Tags

Saham

( 1717 )

Menuai Berkah dari Masa Transisi

HR1 11 Jul 2023 Kontan

Memasuki semester kedua 2023, kinerja saham emiten barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals) berlari kencang. Tercermin dari kinerja indeks saham IDX consumer cyclicals yang menguat di sepanjang tahun 2023 berjalan. Pada perdagangan kemarin (10/7), indeks saham konsumen nonprimer memang melemah 0,52%. Tapi jika diakumulasi sejak awal tahun 2023 berjalan ini, indeks saham konsumen nonprimer masih tumbuh 7,04%. Analis melihat, ada dua faktor utama yang mendorong laju saham-saham konsumen nonprimer. Pertama, rotasi sektor saham. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto, mengamati momentum rotasi sejauh ini mengarah ke saham konsumen nonprimer. Sektor ini memiliki sejumlah segmen seperti komponen otomotif, ritel, media, hingga pariwisata. Kedua, normalisasi mobilitas masyarakat di tengah kondisi makro ekonomi yang masih terjaga. Equity Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Helen, memandang hal ini jadi faktor penting pendorong rotasi sektor ke saham consumer cyclicals. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey sepakat, faktor tersebut menjadi katalis penting bagi saham konsumen nonprimer. Andhika memandang kondisi ini membawa prospek cemerlang terutama bagi emiten ritel. Apalagi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih terjaga di atas 100 atau pada zona optimistis. Andhika memandang, ruang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar bagi saham consumer cyclicals. "Biasanya mengangkat sektor konsumer akibat meningkatnya daya konsumsi masyarakat," papar Cindy Alicia Ramadhania, Equity Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Harga Minyak Naik, Emiten Migas Ceria

HR1 10 Jul 2023 Kontan

Harga minyak mentah dunia kembali memanas. Dikutip dari data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (7/7), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Agustus 2023 berada di level US$ 73,86 per barel. Jika dibandingkan hari sebelumnya, harga minyak WTI sudah naik 2,86%. Kenaikan tersebut akibat langkah Arab Saudi yang akan memperpanjang pengurangan produksi 1 juta barel per hari (bpd) hingga Agustus mendatang. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai pemangkasan produksi sejumlah negara OPEC bisa menjaga stabilitas harga minyak. Menurut Felix, harga minyak mentah dunia masih berpeluang melemah pada tahun ini. Potensi tersebut, salah satunya dipicu sentimen data Purchasing managers’ index (PMI) China yang turun dari 50,9, menjadi 50,5 pada Juni 2023. Data PMI China jadi sentimen yang patut dicermati, mengingat negara itu konsumen minyak terbesar di dunia. Pergerakan harga minyak ke depan juga dibayangi kenaikan suku bunga acuan di berbagai negara.

Dibayangin Kenaikan FFR, IHSG Dalam Tekanan

KT1 10 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Dibayang-bayangi rencana kenaikan suku bunga The Fed, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diproyeksikan tertekan. Indeks bakal bergerak di kisaran 6.674,7. Menurut CEO Edvisor.id Praska Putrantyo, lalu IHSG akan tertahan oleh sentimen negatif dari inflasi Tiongkok yang diperkirakan kembali meningkat di atas 5% dari kuartal pertama yang sempat melambat 0,1%. Sebaliknya, inflasi AS pada Juni 2023 yang diproyeksikan melambat ke level 3,2% juga akan menjadi sorotan  para investor setelah  AS berhasil menekan angka pengangguran. "Hal ini membuat kekhawatiran investor mengenai peluang bagi kenaikan Fed funds rate (FFR) setidak 25 bps lagi," kata Praska kepada Investorr Daily. Bank Sentral AS, The Fed, digadang-gadang bakal menaikkan FFR sebanyak dua kali lagi dari posisi saat ini  di level 5,0-5,25% sikap hawkish The Fed telah memicu kekhawatiran di pasar finansial global. (Yetede)

Amman Mineral Listing di BEI, Marketing Cap Rp 121 Triliun

KT1 08 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023). Perseroan meraup dana hasil penawaran umum perdana (inital public offering/IPO) saham sebesar Rp 10,73 triliun, terbesar sepanjang tahun 2023. Perseroan melepas 6,32 miliar saham biasa atau setara 8,8% saham ke publik,  dari modal ditempatkan dan disetor penuh, setelah IPO dengan harga penawaran sebesar Rp1.695 setiap saham. Saat listing, market cap Amman Mineral mencapai Rp 121 triliun. Pada menutupan perdagangan, saham AMMN naik 3,5% ke level Rp 1.755, sehingga market cap membengkak menjadi Rp126 triliun. Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan, prospek usaha pertambangan tembaga positif ke depan, karena peningkatan permintaan tembaga di dunia. "Peningkatan ini terjadi seiring pertumbuhan sektor industri, energi terbarukan, serta kendaraan listrik. AMMN melihat dinamika pasar tersebut sebagai peluang untuk memperkuat  posisi perseroan sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di dunia," ujar Alexander di BEI. (Yetede)

MIND ID Minat Jadi Pengendali Vale Indonesia

KT3 07 Jul 2023 Kompas

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID masih berminat jadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk. ”Dengan jadi pemegang saham pengendali, kami yakin dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan industri pertambangan dan mineral di Indonesia, terutama di nikel,” kata Kepala Divisi Relasi Institusional MIND ID Selly Adriatika, Kamis (6/7/2023). (Yoga)

TLKM Fokus Garap Segmen B2B & UKM

HR1 07 Jul 2023 Kontan

Usai melebur IndiHome ke dalam PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kian fokus menggarap segmen business to business (B2B). Salah satunya dengan meluncurkan produk solusi digital, yakni Indibiz. Nantinya, produk anyar ini menyasar segmen small medium enterprise (SME) alias UKM. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, FM Venusiana menjelaskan, segmen UMKM bukan hal yang baru bagi TLKM. Tapi selama ini pihaknya belum fokus mengembangkan pasar ini. TLKM akan memberikan solusi platform dan layanan digital ke UKM sambil berkolaborasi dengan startup. TLKM juga bisa memberikan solusi pembiayaan ke UKM. VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko menambahkan, dengan bergabungnya IndiHome ke Telkomsel, Telkom fokus B2B diharapkan pendapatan meningkat dan membuka peluang baru. "Telkom fokus ke B2B, diharapkan bisa menciptakan peluang baru dan belanja modal diharapkan bisa ditekan. Target pendapatan akhir tahun masih dibahas di RKAB perubahan dan mudah-mudahan revisi naik," ujar Andri. Sebelumnya, VP Investor Relations Telkom Edwin Sebayang mengatakan, dari sekitar 65 juta rumah tangga, ada potensi 20 juta30 juta berpotensi menggunakan produk FMC milik emiten pelat merah ini. "Ada peluang 8 juta pelanggan baru," ujar Edwin.

KILAU CUAN EMITEN LOGAM

HR1 07 Jul 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kompetisi emiten-emiten sektor pertambangan logam di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal makin panas. Minat tinggi investor untuk mengoleksi saham di sektor ini tecermin dari suksesnya gelaran penawaran perdana saham bernilai jumbo pada tahun ini. Teranyar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) telah merampungkan initial public offering (IPO) terbesar sepanjang tahun berjalan 2023 senilai Rp10,72 triliun dan dijadwalkan melantai di BEI pada Jumat (7/7). Dalam penawaran umum perdana, 6,32 miliar saham yang dilepas AMMN laris manis hingga mengalami kelebihan permintaan. Mewakili penjamin pelaksana emisi IPO Amman Mineral, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengungkapkan kelebihan permintaan atau oversubscription mencapai 13,6 kali dengan jumlah investor lebih dari 27.000 orang. Presiden Direktur Merdeka Battery Minerals Devin Ridwan mencatat kelebihan permintaan dalam porsi penjatahan terpusat IPO MBMA mencapai 19,9 kali. Respons positif investor yang mendorong oversubscribed dalam periode penawaran umum juga disampaikan Presiden Direktur Trimegah Bangun Persada Roy A. Arfandy. Menurut Roy, oversubscribed dalam IPO emiten Grup Harita Nickel itu menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel perseroan. Tiga emiten pendatang baru itu memperpanjang daftar emiten di BEI yang terjun ke bisnis pertambangan dan pengolahan mineral logam, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya. (Lihat Infografik) Sebagai emiten debutan, Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan IPO merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis AMMN yang berkelanjutan di era transisi energi, yang akan mendorong permintaan komoditas tembaga di masa mendatang.

Dana jumbo senilai Rp10,72 triliun bakal digunakan AMMN untuk tiga pos besar. Pertama, setoran modal Rp1,79 triliun ke PT Amman Mineral Industri (AMIN) yang selanjutnya akan digunakan oleh AMIN untuk membia­yai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia AMIN di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua, AMMN akan melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan smelter sebesar Rp3,05 triliun. Ketiga, sisa dana IPO akan digunakan AMMN untuk penyetoran modal kepada AMNT untuk proyek ekspansi pabrik konsentrator dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Sumbawa Barat, NTB. Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro sebelumnya menargetkan peningkatan produksi emas dan tembaga pada 2023. Induk usaha MBMA itu juga menyiapkan capital expenditure (capex) dan investasi US$750 juta pada 2023 yang akan dialirkan ke proyek acid iron metal US$250 juta, US$90 juta untuk Sulawesi Cahaya Mineral, US$110 juta untuk Pani, dan US$130 juta untuk Zhao Hui Nickel. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap dalam risetnya menyoroti rencana ekspansi smelter AMMN sebagai salah satu katalis positif kinerja perseroan ke depan. Valuasi saham AMMN kompetitif mencapai 7,4 kali P/E 2022, diskon 17,7% dari rata-rata industri. Sementara itu, Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Ryan Winipta berpendapat koreksi saham NCKL sejalan dengan perubahan pandangan investor menjadi bearish terhadap penambang komoditas dan nikel di tengah penurunan harga. Pada 2023, harga rata-rata FeNi NCKL diperkirakan sebesar US$14.900 per ton dan harga MHP sebesar US$16,8 per ton. Saham NCKL mendapat rekomen­­dasi akumulasi dengan target harga sebesar Rp1.200.

Mengalap Cuan dari Tender Offer Saham

HR1 04 Jul 2023 Kontan

Memasuki semester II 2023, sederet aksi korporasi gencar dilakukan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya tender offer alias penawaran pembelian saham oleh pihak tertentu kepada pemegang saham suatu emiten. Salah satunya adalah MUFG Bank Ltd. Bank asal Jepang ini akan melakukan penawaran wajib atas saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Hal ini seiring pengumuman resmi MUFG Bank pada Senin (26/6), yang akan membeli 1,87 miliar saham atau 70,6% kepemilikan saham MFIN milik PT Jayamandiri Gemasejati dan beberapa pemegang saham lain. Sementara itu, emiten yang terafiliasi dengan MUFG Bank, yakni PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) akan membeli 265 juta saham atau 10% porsi saham MFIN. Dus, total saham MFIN yang akan di-tender offer sekitar 80,6%. Senior Information Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut, tender offer digelar seiring perpindahan pengendalian dari pemegang saham lama. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengingatkan, meskipun investor bakal cuan, bukan berarti proses tender offer tak mengandung risiko bagi investor.

Bersiap Belanja Saham Murah di Paruh Kedua

HR1 04 Jul 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang sempit sepanjang tahun ini. Beberapa sentimen global seperti kenaikan suku bunga dan penurunan harga komoditas yang terjadi pada paruh pertama tahun ini membuat sejumlah saham ikut merosot. Ketidakpastian global memang masih akan membayangi pergerakan IHSG pada semester kedua 2023. Tapi, sentimennya sudah tidak sedalam semester pertama. Jadi, ada peluang bagi IHSG untuk berbalik arah menguat. Sejumlah saham yang terdiskon pun bisa mulai masuk ke daftar belanja saham kali ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, dalam sebulan terakhir, sektor saham kinerjanya tertekan paling dalam berasal dari sektor energi dan barang baku. Hal itu tak lepas dari penurunan harga komoditas global. Meski begitu, saham sektor ini belum bisa dikatakan layak diakumulasi, lantaran masih ada risiko penurunan yang membayangi di paruh kedua. Padahal, kalau dari valuasinya, sektor energi punya rata-rata price earning ratio (PER) yang rendah. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global, namun perekonomian dalam negeri masih solid.Selain itu, daya beli masih terjaga. Karena itu, ada beberapa sektor saham yang punya prospek positif. Misalnya, transportasi dan logistik, barang konsumsi baik primer atau non primer, sektor properti dan finansial. Beberapa sektor barang konsumsi juga punya valuasi harga yang murah. Ambil contoh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan PER sebesar 8,11 kali. Selain menjagokan INDF, Nico juga melihat saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) layak masuk kerangjang investasi.

KINERJA SEKTORAL : SAHAM TEKNOLOGI BELUM BERTAJI

HR1 04 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Saham emiten-emiten di sektor teknologi yang terhimpun di dalam indeks IDX Sector Technology diproyeksi belum mendapat suntikan tenaga yang signifikan untuk mendorong lajunya di lantai bursa pada semester II/2023. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IDX Technology mengalami koreksi hingga 7,4% sepanjang semester I/2023. Koreksi ini lebih dalam dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi 2,76%. Berdasarkan data Bloomberg, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memiliki bobot paling besar di antara 33 konstituen indeks IDX Technology. Sepanjang tahun berjalan 2023, saham GOTO terpantau menguat hingga 23,08% ke level Rp112 per saham. Berbanding terbalik, empat saham dengan bobot terbesar setelah GOTO di dalam indek tersebut mengalami koreksi harga. Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) -4,89%, Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) -29,61%, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) -19,08%, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) -2,98%. Saat dihubungi Bisnis, analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan IDX Technology dengan konstituen terbesar GOTO dan BUKA sedang kekurangan katalis positif dalam waktu dekat. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan kondisi keuangan GOTO dan BUKA yang masih membukukan kerugian. Merujuk data Bloomberg, Nasdaq Index 100 menguat tajam 39,81% sepanjang tahun berjalan 2023. Kinerja itu tidak terlepas dari kencangnya kenaikan harga saham Apple Inc. yang mencapai 55,09% year-to-date (YtD) ke level US$193,97 per saham sehingga mendorong kapitalisasi pasarnya menembus US$3 triliun. Untuk sektor teknologi, lanjut Jimmy, Sucor Sekuritas masih memberikan pandangan netral. Dia merekomendasikan analis untuk melirik saham di sektor lain. Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan sektor teknologi pada semester II/2023 memiliki peluang sekaligus tantangan.

Pilihan Editor