;
Tags

Saham

( 1722 )

MIND ID Minat Jadi Pengendali Vale Indonesia

KT3 07 Jul 2023 Kompas

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID masih berminat jadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk. ”Dengan jadi pemegang saham pengendali, kami yakin dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan industri pertambangan dan mineral di Indonesia, terutama di nikel,” kata Kepala Divisi Relasi Institusional MIND ID Selly Adriatika, Kamis (6/7/2023). (Yoga)

TLKM Fokus Garap Segmen B2B & UKM

HR1 07 Jul 2023 Kontan

Usai melebur IndiHome ke dalam PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kian fokus menggarap segmen business to business (B2B). Salah satunya dengan meluncurkan produk solusi digital, yakni Indibiz. Nantinya, produk anyar ini menyasar segmen small medium enterprise (SME) alias UKM. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, FM Venusiana menjelaskan, segmen UMKM bukan hal yang baru bagi TLKM. Tapi selama ini pihaknya belum fokus mengembangkan pasar ini. TLKM akan memberikan solusi platform dan layanan digital ke UKM sambil berkolaborasi dengan startup. TLKM juga bisa memberikan solusi pembiayaan ke UKM. VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko menambahkan, dengan bergabungnya IndiHome ke Telkomsel, Telkom fokus B2B diharapkan pendapatan meningkat dan membuka peluang baru. "Telkom fokus ke B2B, diharapkan bisa menciptakan peluang baru dan belanja modal diharapkan bisa ditekan. Target pendapatan akhir tahun masih dibahas di RKAB perubahan dan mudah-mudahan revisi naik," ujar Andri. Sebelumnya, VP Investor Relations Telkom Edwin Sebayang mengatakan, dari sekitar 65 juta rumah tangga, ada potensi 20 juta30 juta berpotensi menggunakan produk FMC milik emiten pelat merah ini. "Ada peluang 8 juta pelanggan baru," ujar Edwin.

KILAU CUAN EMITEN LOGAM

HR1 07 Jul 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kompetisi emiten-emiten sektor pertambangan logam di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal makin panas. Minat tinggi investor untuk mengoleksi saham di sektor ini tecermin dari suksesnya gelaran penawaran perdana saham bernilai jumbo pada tahun ini. Teranyar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) telah merampungkan initial public offering (IPO) terbesar sepanjang tahun berjalan 2023 senilai Rp10,72 triliun dan dijadwalkan melantai di BEI pada Jumat (7/7). Dalam penawaran umum perdana, 6,32 miliar saham yang dilepas AMMN laris manis hingga mengalami kelebihan permintaan. Mewakili penjamin pelaksana emisi IPO Amman Mineral, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengungkapkan kelebihan permintaan atau oversubscription mencapai 13,6 kali dengan jumlah investor lebih dari 27.000 orang. Presiden Direktur Merdeka Battery Minerals Devin Ridwan mencatat kelebihan permintaan dalam porsi penjatahan terpusat IPO MBMA mencapai 19,9 kali. Respons positif investor yang mendorong oversubscribed dalam periode penawaran umum juga disampaikan Presiden Direktur Trimegah Bangun Persada Roy A. Arfandy. Menurut Roy, oversubscribed dalam IPO emiten Grup Harita Nickel itu menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel perseroan. Tiga emiten pendatang baru itu memperpanjang daftar emiten di BEI yang terjun ke bisnis pertambangan dan pengolahan mineral logam, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya. (Lihat Infografik) Sebagai emiten debutan, Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan IPO merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis AMMN yang berkelanjutan di era transisi energi, yang akan mendorong permintaan komoditas tembaga di masa mendatang.

Dana jumbo senilai Rp10,72 triliun bakal digunakan AMMN untuk tiga pos besar. Pertama, setoran modal Rp1,79 triliun ke PT Amman Mineral Industri (AMIN) yang selanjutnya akan digunakan oleh AMIN untuk membia­yai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia AMIN di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua, AMMN akan melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan smelter sebesar Rp3,05 triliun. Ketiga, sisa dana IPO akan digunakan AMMN untuk penyetoran modal kepada AMNT untuk proyek ekspansi pabrik konsentrator dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Sumbawa Barat, NTB. Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro sebelumnya menargetkan peningkatan produksi emas dan tembaga pada 2023. Induk usaha MBMA itu juga menyiapkan capital expenditure (capex) dan investasi US$750 juta pada 2023 yang akan dialirkan ke proyek acid iron metal US$250 juta, US$90 juta untuk Sulawesi Cahaya Mineral, US$110 juta untuk Pani, dan US$130 juta untuk Zhao Hui Nickel. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap dalam risetnya menyoroti rencana ekspansi smelter AMMN sebagai salah satu katalis positif kinerja perseroan ke depan. Valuasi saham AMMN kompetitif mencapai 7,4 kali P/E 2022, diskon 17,7% dari rata-rata industri. Sementara itu, Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Ryan Winipta berpendapat koreksi saham NCKL sejalan dengan perubahan pandangan investor menjadi bearish terhadap penambang komoditas dan nikel di tengah penurunan harga. Pada 2023, harga rata-rata FeNi NCKL diperkirakan sebesar US$14.900 per ton dan harga MHP sebesar US$16,8 per ton. Saham NCKL mendapat rekomen­­dasi akumulasi dengan target harga sebesar Rp1.200.

Mengalap Cuan dari Tender Offer Saham

HR1 04 Jul 2023 Kontan

Memasuki semester II 2023, sederet aksi korporasi gencar dilakukan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya tender offer alias penawaran pembelian saham oleh pihak tertentu kepada pemegang saham suatu emiten. Salah satunya adalah MUFG Bank Ltd. Bank asal Jepang ini akan melakukan penawaran wajib atas saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Hal ini seiring pengumuman resmi MUFG Bank pada Senin (26/6), yang akan membeli 1,87 miliar saham atau 70,6% kepemilikan saham MFIN milik PT Jayamandiri Gemasejati dan beberapa pemegang saham lain. Sementara itu, emiten yang terafiliasi dengan MUFG Bank, yakni PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) akan membeli 265 juta saham atau 10% porsi saham MFIN. Dus, total saham MFIN yang akan di-tender offer sekitar 80,6%. Senior Information Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut, tender offer digelar seiring perpindahan pengendalian dari pemegang saham lama. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengingatkan, meskipun investor bakal cuan, bukan berarti proses tender offer tak mengandung risiko bagi investor.

Bersiap Belanja Saham Murah di Paruh Kedua

HR1 04 Jul 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang sempit sepanjang tahun ini. Beberapa sentimen global seperti kenaikan suku bunga dan penurunan harga komoditas yang terjadi pada paruh pertama tahun ini membuat sejumlah saham ikut merosot. Ketidakpastian global memang masih akan membayangi pergerakan IHSG pada semester kedua 2023. Tapi, sentimennya sudah tidak sedalam semester pertama. Jadi, ada peluang bagi IHSG untuk berbalik arah menguat. Sejumlah saham yang terdiskon pun bisa mulai masuk ke daftar belanja saham kali ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, dalam sebulan terakhir, sektor saham kinerjanya tertekan paling dalam berasal dari sektor energi dan barang baku. Hal itu tak lepas dari penurunan harga komoditas global. Meski begitu, saham sektor ini belum bisa dikatakan layak diakumulasi, lantaran masih ada risiko penurunan yang membayangi di paruh kedua. Padahal, kalau dari valuasinya, sektor energi punya rata-rata price earning ratio (PER) yang rendah. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global, namun perekonomian dalam negeri masih solid.Selain itu, daya beli masih terjaga. Karena itu, ada beberapa sektor saham yang punya prospek positif. Misalnya, transportasi dan logistik, barang konsumsi baik primer atau non primer, sektor properti dan finansial. Beberapa sektor barang konsumsi juga punya valuasi harga yang murah. Ambil contoh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan PER sebesar 8,11 kali. Selain menjagokan INDF, Nico juga melihat saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) layak masuk kerangjang investasi.

KINERJA SEKTORAL : SAHAM TEKNOLOGI BELUM BERTAJI

HR1 04 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Saham emiten-emiten di sektor teknologi yang terhimpun di dalam indeks IDX Sector Technology diproyeksi belum mendapat suntikan tenaga yang signifikan untuk mendorong lajunya di lantai bursa pada semester II/2023. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IDX Technology mengalami koreksi hingga 7,4% sepanjang semester I/2023. Koreksi ini lebih dalam dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi 2,76%. Berdasarkan data Bloomberg, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memiliki bobot paling besar di antara 33 konstituen indeks IDX Technology. Sepanjang tahun berjalan 2023, saham GOTO terpantau menguat hingga 23,08% ke level Rp112 per saham. Berbanding terbalik, empat saham dengan bobot terbesar setelah GOTO di dalam indek tersebut mengalami koreksi harga. Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) -4,89%, Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) -29,61%, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) -19,08%, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) -2,98%. Saat dihubungi Bisnis, analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan IDX Technology dengan konstituen terbesar GOTO dan BUKA sedang kekurangan katalis positif dalam waktu dekat. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan kondisi keuangan GOTO dan BUKA yang masih membukukan kerugian. Merujuk data Bloomberg, Nasdaq Index 100 menguat tajam 39,81% sepanjang tahun berjalan 2023. Kinerja itu tidak terlepas dari kencangnya kenaikan harga saham Apple Inc. yang mencapai 55,09% year-to-date (YtD) ke level US$193,97 per saham sehingga mendorong kapitalisasi pasarnya menembus US$3 triliun. Untuk sektor teknologi, lanjut Jimmy, Sucor Sekuritas masih memberikan pandangan netral. Dia merekomendasikan analis untuk melirik saham di sektor lain. Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan sektor teknologi pada semester II/2023 memiliki peluang sekaligus tantangan.

IHSG Bisa Menguat di Semester Kedua

HR1 03 Jul 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di posisi 6.661,87 di akhir semester pertama tahun ini. Artinya, IHSG sudah melemah 2,76% sejak awal tahun. Lima sektor saham mengalami penguatan hingga akhir perdagangan Juni, Selasa (27/6). Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 14,37%. Pada saat yang sama, ada enam sektor saham melemah. Sektor energi anjlok paling dalam, minus 23,76% sepanjang semester pertama 2023. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengatakan, ada sejumlah katalis yang muncul di luar ekspektasi pasar. Mulai dari sentimen kebangkrutan bank regional di Amerika Serikat (AS), batas utang atau debt ceiling AS, hingga lambatnya pertumbuhan ekonomi China. Harga komoditas yang turun juga membuat saham sektor energi terkoreksi. Kondisi ini turut menjadi penekan IHSG di paruh pertama 2023. "Muncul banyak risiko tak terduga sehingga menghambat laju IHSG," kata Nico, Minggu (2/7). Founder dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menimpali, siklus IHSG mulai melandai di semester kedua tahun lalu. Fase konsolidasi ini berlanjut pada semester I-2023. "Tema besar yang mempengaruhi indeks saham adalah kenaikan suku bunga," sebut Fendi. Sektor saham yang berpotensi mendorong laju IHSG pada semester kedua adalah keuangan, industri, pertambangan, barang konsumsi, hingga properti. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG punya peluang berbalik menguat pada semester kedua, asal mampu bertahan pada support krusial di 6.542 dengan 6.971 sebagai area resistance-nya. Sektor saham yang menarik adalah keuangan dan konsumer primer, seperti ARTO, BBRI, PNLF, JPFA, ANJT dan GGRM.

IHSG Konsolidasi, Harga SUN Menguat

KT1 03 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)  diprediksi konsolidasi di rentang 6.600-6.700 selama 3-7 Juli 2023, serta kemungkinan ditutup di level 6.900 pada akhir bulan. Pergerakan indeks akan dipengaruhi potensi penaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), The Federal Faunds Rate (FFR), yang bisa mengguncang bursa global. Sementara itu, harga surat utang negara (SUN) diprediksi menguat terbatas pekan ini. Alasannya, likuiditas di pasar obligasi masih besar. Pada pekan lalu, indeks naik 0,33% ke level 6.661 triliun. Nilai transaksi saham mencapai Rp15,5 triliun. Asing mencetak net buy Rp191 miliar. Pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono menyebutkan, data paling penting yang dinanti investor pekan ini adalah nonfarm payroll (NFP) AS. Dia memperkirakan ekonomi AS, masih cukup sehat dan pulih  secara umum dengan inflasi yang mereda. "Namun, peluang pasar tenaga kerja AS  melambat juga bisa terjadi, yang akan terlihat di data NFP. Sebab, data jobless claims dan beberapa data komponen tenaga kerja AS lainnya juga mengindikasikan pelemahan," kata Wahyu kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)

MENYISIR CUAN SAHAM LIKUID

HR1 30 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Peluang investor untuk mengoptimalkan portofolio lewat saham-saham likuid kian terbuka lebar. Apalagi, indeks LQ45 yang didominasi oleh saham-saham bluechips, diramal bakal melanjutkan apresiasi pada paruh kedua tahun ini, setelah mampu bertahan di zona hijau pada semester I/2023. Konstituen dari sektor konsumen, perbankan, dan otomotif dinilai bakal menjadi motor pendorong indeks yang berisi 45 saham paling likuid itu. Performa LQ45 yang menguat 0,91% sepanjang Januari-Juni 2023 mampu mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merosot 2,76% year-to-date ke level 6.661,88 pada akhir perdagangan Selasa (27/6). Kinerja LQ45 juga lebih moncer ketimbang IDX30 yang hanya naik tipis 0,64% pada semester I/2023. Jika ditelusuri, menghijaunya indeks LQ45 tak terlepas dari apresiasi harga saham konstituen berkapitalisasi jumbo, seperti BBRI naik 9,8%, ASII 18,9%, BBCA 7%, GOTO 20,9%, dan TLKM menguat 6,7% dibanding penutupan akhir 2022. Saat dimintai pendapat, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengatakan indeks LQ45 masih dapat mencatatkan pertumbuhan pada semester kedua ini. Menurutnya, beberapa hal yang menjadi indikator yaitu normalisasi harga komoditas dan pemilihan umum (pemilu). Sebab meskipun terjadi pelambatan, ujarnya, hajatan politik bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai 4,8%—4,9%. Adapun untuk semester II/2023, Mirae Sekuritas merekomendasikan sektor perbankan, konsumer, dan otomotif. 

Di sektor otomotif contohnya, ASII dinilai prospektif sejalan dengan potensi kenaikan penjualan mobil. Pandangan senada disampaikan oleh CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo. “Prospek LQ45 pada semester 2/2023 diperkirakan kembali menguat meskipun relatif terbatas dengan dukungan saham-saham dari sektor perindustrian, keuangan, energi, infrastruktur, dan barang baku,” ujar Praska kepada Bisnis, Kamis (29/6). Tim Analis JP Morgan yang dipimpin oleh Henry Wibowo menyoroti sejumlah saham konstituen LQ45 sebagai saham yang potensial pada semester II/2023. Sektor perbankan mendapat peringkat overweight sejalan dengan proxy terhadap aliran modal asing, pertumbuhan kredit, dan perbaikan kualitas aset. Meski begitu, JP Morgan lebih selektif terhadap emiten bank dan memilih saham BMRI sebagai top pick. Di sektor barang konsumen, dua saham Grup Salim INDF dan ICBP menjadi unggulan. Sektor tersebut dinilai JP Morgan dapat manfaat signifikan dari belanja pemilu, kenaikan uang beredar, dan penurunan harga komoditas yang dapat memperlebar margin.

20 Saham Small Cap Pilihan 2023, Potensi Gain Minimal 14%

KT1 30 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- RHB Sekuritas Indonesia mengeluarkan daftar 20 saham berkapitaslisasi pasar (market cap) kecil, dibawah US$ 500 juta, namun berpotensi memberikan capital gain besar untuk tahun 2023. Tahun lalu, 20 saham small cap RHB rata-rata mencetak gain 20%, jauh mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang naik 4,1%. Tren ini diprediksi terjadi lagi untuk saham kecil pilihan 2023. Merujuk harga penutupan 10 Mei, potensi gain 20 saham itu berkisar 14-154%. Potensi gain terendah diberikan saham WIIM terbesar 14%, sedangkan tertinggi SULI sebesar 154%. dari 20 saham itu, beberapa saham sudah menembus target RHB Rp 1.200. Andrey Wijaya, kepala riset RHB Sekuritas, menegaskan, ekonomi Indonesia mampu bertahan dari berbagai macam goncangan global, seperti ketegangan geopolitik dan resiko resesi global. Itu berkat kuatnya neraca perdagangan yang terjadi tahun lalu. "Kami juga memasukkan saham pertambangan dan energi kedalam daftar, yang memiliki fundamental kuat dan pertumbuhan laba bersih stabil, seiring kuatnya pendapatan," kata Andrey dalam riset, belum lama ini. (Yetede)

Pilihan Editor