;
Tags

Saham

( 1717 )

Saham Siklikal Bakal Berkibar di Semester II

KT1 26 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Sejumlah analis percaya, saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring kondusifnya ekonomi global dan domestik. Sejalan dengan itu, saham siklikal, yang pergerakannya ditentukan kondisi ekonomi bakal berkibar di semester II-2023. Bedasarkan riset RHB sekuritas, dikutip Selasa (25/07/2023), saham siklikal yang layak dicermati adalah bank-bank besar, otomotif, semen, dan pertambangan mineral, RHB tak segan menetapkan rekomondasi  positif untuk saham-saham di empat sektor tersebut. Indikasi menggeliatnya saham bank besar terlihat sejak pekan lalu, di mana pemodal asing mulai agresif memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT bank Central AsiaTbk (BBCA), dan PT bank Mandiri Tbk (BMRI) pekan lalu, net buy asing di tiga  saham bank besar itu mencapai Rp 1,3 triliun. Tren ini berlanjut pada pekan ini. Buktinya, dari total net buy asing, kemarin, Rp636,03 miliar, BBCA menarik Rp 358,4 miliar. BBRI Rp 194,29 miliar, dan BMRI p 97 miliar. Alhasil, saham BBRI mencetak  all time high kemarin, setelah menyentuh level Rp 5.700 sebelum ditutup di level Rp5.650. (Yetede)

PROSPEK INVESTASI SAHAM : MAGNET KUAT EMITEN JUMBO

HR1 26 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Pasar modal sedang punya pijakan kuat untuk melompat lebih tinggi, yang salah satunya bakal terlihat dari kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG). Faktor kuat pendorong fase bullish IHSG adalah kinerja saham emiten-emiten berkapitalisasi pasar jumbo, di atas Rp100 triliun, yang kembali unjuk gigi, di tengah musim pelaporan kinerja keuangan semester I/2023. Adapun, emiten big caps di sektor perbankan, telekomunikasi, dan teknologi dinilai atraktif bagi investor pada paruh kedua tahun ini.Saat ini sebanyak 14 emiten tercatat memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp100 triliun. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tak tergoyahkan di posisi puncak dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1.117 triliun.Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi pendatang baru dengan market capitalization yang menyentuh Rp165 triliun. Menggemuknya kapitalisasi pasar AMMN sejalan dengan apresiasi harga sahamnya yang melesat 35,69% dari harga IPO ke level Rp2.300 per saham pada Selasa (25/7).Alhasil, perusahaan afi liasi PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang baru melantai di BEI pada 7 Juli 2023 itu menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-9 di Bursa Efek Indonesia menyalip PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Di sisi performa finansial, sebanyak tiga emiten big caps sudah melaporkan kinerja keuangan semester I/2023. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas BBCA dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kompak meningkat sepanjang paruh pertama 2023.BBCA mengantongi pertumbuhan laba bersih 34,02% year-on-year (YoY) dari Rp18,05 triliun menjadi Rp24,19 triliun. Sementara itu, laba bersih BBNI naik 17,02% secara tahunan menjadi Rp10,3 triliun dari Rp8,8 triliun pada semester I/2022.Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menuturkan realisasi laba bersih itu sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 5,1% YoY menjadi Rp20,6 triliun pada 6 bulan pertama tahun ini. Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan laba bank didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia, mengatakan penurunan laba bersih dipicu oleh sejumlah tantangan, yakni kenaikan infl asi dan peningkatan biaya hidup masyarakat yang menyebabkan tren perlambatan konsumsi rumah tangga.Meski begitu, dia menyebut margin kotor UNVR per Juni 2023 mencapai 50,5% lebih tinggi dari level 49,3% per Maret 2023. Perihal emiten jumbo, Head of Research InvestasiKu Cheril Tanuwijaya menilai emiten perbankan masih memiliki prospek positif. Hal itu sejalan dengan tingkat suku bunga saat ini masih berada dalam level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir tetapi sudah mencapai puncak, pemulihan ekonomi, dan berlanjutnya pertumbuhan kredit.

Laba Unilever Merosot 19,55%

HR1 25 Jul 2023 Kontan

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih lesu. Sepanjang semester pertama 2023, emiten barang konsumsi ini mencatatkan penurunan laba sebesar 19,55% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,75 triliun. Mengutip paparan kinerja UNVR per 30 Juni 2023, penurunan laba bersih ini juga dipicu penurunan penjualan. Secara kuartalan, laba bersih dan pendapatan UNVR juga turun. Pendapatan UNVR di kuartal II-2023 mencapai Rp 9,7 triliun, atau turun 8,8% secara tahunan.Sedangkan laba bersih kuartal II-2023 turun 2,9% secara tahunan menjadi Rp 1,4 triliun. Penjualan UNVR baik di segmen home and personal care (HPC) dan food and refreshment (FnR) terkoreksi secara kuartalan. Presiden Direktur UNVR, Ira Noviarti mengatakan, penurunan kinerja UNVR disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal. Salah satunya adalah, disrupsi channel e-commerce dan dampak penutupan layanan dari sejumlah kanal daring beberapa pemain B2B dan B2C e-commerce pada akhir tahun lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta masih optimistis kinerja UNVR membaik di sisa tahun ini. Dia menyarankan akumulasi UNVR dengan target harga Rp 4.920 per saham.

Sentimen Suku Bunga Mereda, Saatnya Belanja

HR1 24 Jul 2023 Kontan (H)

Sejumlah agenda bank sentral pekan ini menjadi sentimen utama yang akan menggerakkan bursa saham global maupun dalam negeri. Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan suku bunga acuan, kendati Federal Reserve kemungkinan kembali menaikkan bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan digelar lebih dulu pada 24-25 Juli 2023. Kemudian Federal Open Market Committee (FOMC) berlangsung 25-26 Juli 2023. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan memperkirakan, BI akan tetap menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih juga turut memprediksi, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih berada di posisi 5,75%. Salah satu pertimbangan BI masih perlu menahan suku bunga adalah bank sentral beberapa negara, khususnya The Fed masih belum benar-benar memberikan sinyal dovish. "BI perlu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan iklim investasi aset keuangan domestik," ujar Ratih. kepada KONTAN, kemarin. Sedangkan FOMC The Fed diprediksi kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps), sejalan rencana menekan inflasi AS ke level 2%. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro menambahkan, pasar terbilang sangat yakin The Fed akan menaikkan federal funds rate (FFR).

E-Commerce Angkut Bisnis GTRA

HR1 22 Jul 2023 Kontan

Permintaan jasa angkut menjadi penggerak roda bisnis PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA). Emiten transportasi dan logistik ini menyambut peluang tersebut dengan menambah armadanya. Direktur Utama Grahaprima Suksesmandiri, Ronny Senjaya, optimistis atas prospek industri transportasi dan logistik. Perusahaan ini menargetkan pendapatan tahun ini bisa tumbuh 40% dari realisasi di tahun lalu, yang senilai Rp 215,87 miliar. Proyeksi pendapatan GTRA akan didukung ekspansi penambahan armada baru. Tahun ini, GTRA mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 36,82 miliar. Secara total, GTRA memiliki lebih dari 1.000 unit truk. GTRA memiliki sejumlah armada yang terdiri dari bebagai tipe. Di antaranya colt diesel engkel (CDE-4 Ban), colt diesel double (CDD-6 Ban), fuso (6 Ban) dan tronton wing box (TWB- 10 Ban). GTRA percaya diri truk miliknya akan menerima banyak order. Ini sejalan dengan perkembangan internet dan teknologi yang melahirkan booming e-commerce. Saat pandemi Covid-19 lalu pun menjadi berkah bagi jasa transportasi ataupun pengiriman barang seperti GTRA. GTRA telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan e-commerce salah satunya Shopee Express. GTRA juga memiliki pelanggan di bidang fast moving consumer goods (FMCG) yang berproduksi dalam volume besar. Direktur Operasional GTRA, Pittoyo Adi Kriswanto menambahkan, perusahaan ini akan mengutamakan kepuasan pelanggan untuk menjadi strategi peningkatan bisnis. GTRA berkomitmen untuk memastikan pengiriman barang dilakukan selalu tepat waktu (on-time).

Cukai Naik, Emiten Rokok Tercekik

HR1 22 Jul 2023 Kontan

Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2023 sebesar 10%, mulai berdampak negatif bagi emiten rokok. Di semester I-2023, produksi rokok nasional hanya 139,4 miliar batang. Produksi ini turun 5,76% dibanding 2022 sebanyak 147 miliar batang. Lalu terjadi pergeseran konsumsi rokok di Indonesia. Masyarakat beralih mengonsumsi rokok golongan II yang harganya lebih terjangkau dari golongan I. Maklum, sejak tarif CHT tahun 2023 melejit, emiten rokok mengerek naik harga jual produknya. Analis Bahana Sekuritas, Christine Natasya melihat, terjadi kenaikan harga eceran untuk hampir semua merek rokok, terutama golongan non-tier 1. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan sepakat, dampak kenaikan CHT, beban pokok emiten naik. Ujung-ujungnya, harga jual harus naik. Raka memproyeksi, prospek emiten rokok masih cerah. Raka merekomendasi beli GGRM dengan harga Rp 32.500. Sedang Valdy merekomendasi beli HMSP dengan target Rp 980-Rp 1.030.

Kinerja Cemerlang Amunisi Saham Perbankan

HR1 21 Jul 2023 Kontan (H)

Musim kinerja keuangan perbankan kuartal II 2023 bakal dimulai pada pekan depan. Para analis menilai pertumbuhan kinerja perbankan kuartal II bakal lebih bergizi dibanding kuartal sebelumnya. Proyeksi ini diperkuat dengan survei Bank Indonesia (BI). Survei mencatat penyaluran kredit perbankan pada periode April hingga Juni, lebih tinggi dari tiga bulan pertama 2023. Ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan II 2023 yang sebesar 94,0%, jauh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya di level 63,7%. Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit baru terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Hanya kredit investasi yang terindikasi tumbuh sedikit lebih rendah bila dibandingkan dari triwulan sebelumnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus berpendapat, potensi peningkatan kinerja perbankan terbuka lebar. Meski pertumbuhan kredit masih lambat, namun daya beli dan konsumsi masyarakat masih berjalan stabil. Nico melihat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan kembali mencatat kinerja cemerlang pada kuartal II tahun ini. Proyeksi dia, kedua bank ini akan mengulang kinerja cemerlang pada kuartal I 2023 lalu. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn berharap, pertumbuhan kredit BCA ada di kisaran 10%-12% pada tahun ini. Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta bilang, ke depan pertumbuhan kredit bank secara keseluruhan bakal membaik. Sebab, BI terlihat tidak akan lagi menaikkan suku bunga acuan. Harapannya, ini bisa menjadi pendorong kredit.

Anak Usaha Erajaya Segera Masuk Bursa

KT3 18 Jul 2023 Kompas

PT Sinar Eka Selaras Tbk atau Erajaya Active Lifestyle (EAL) menawarkan saham ke publik sebanyak 20 persen. Direktur Utama PT Sinar Eka Selaras Djohan Sutanto, Senin (17/7/2023), mengatakan, pihaknya optimistis sektor ritel masih potensial untuk berkembang. EAL mematok harga penawaran awal di kisaran Rp 370 dan Rp 410 per saham. Potensi dana yang diperoleh maksimal Rp 425 miliar. (Yoga)

Harga Emas Berkilau Laba Emiten Bersinar

HR1 18 Jul 2023 Kontan

Harga emas bergerak fluktuatif. Senin (17/7), harga emas untuk perdagangan kontrak Agustus 2023 mencapai US$ 1.961,50 per ons troi. Harga ini turun 0,15% dibandingkan akhir pekan lalu (14/7) yang masih ada di level US$ 1.964,40 per ons troi. Meski begitu, jika dihitung secara mingguan, harga emas dunia masih menguat 1,65%. Ini sekaligus menjadi kenaikan terbesar harga emas dalam tiga bulan terakhir. Pada pekan pertama April 2023 (7/4), harga emas sempat menyentuh 2.044 per ons troi atau menguat sebesar 2,01%. Kenaikan harga logam mulia, tak pelak, akan jadi sentimen positif bagi emiten emas di dalam negeri. Salah satunya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo menilai, kenaikan harga emas akan mendorong harga rata-rata atau average selling price (ASP) emas MDKA. Thomas mengatrol estimasi harga rata-rata emas MDKA tahun ini jadi US$ 1,982 per oz, naik 11,1% dari estimasi US$ 1.784 per ons troi. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga bakal kecipratan berkah dari kenaikan harga emas. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario, menilai, emas masih akan jadi kontributor terbesar bagi emiten tambang pelat merah itu. Alif merekomendasi beli saham ANTM dan HRTA dengan target masing-masing Rp 2.400 dan Rp 560. Thomas juga merekomendasi MDKA dengan target harga Rp 4.300.

Prospek Memikat Saham Bioskop

KT1 17 Jul 2023 Tempo

Perusahaan pengelola jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI, bakal melantai di bursa pada Agustus mendatang. Kehadiran CNMA sebagai emiten baru diprediksi menarik perhatian investor dan menggairahkan kinerja saham industri hiburan secara keseluruhan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory, Fajar Dwi Alfian, mengatakan, sebagai pemimpin pasar industri bioskop, CNMA memiliki kinerja cukup menjanjikan untuk memikat investor, dengan total saham yang dilepas sebanyak 83,3 miliar saham atau setara dengan 10 persen kepada publik. Terlebih, pada masa penawaran awal atau book building, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yaitu Rp 270-288 per saham. "Proyeksi ke depan masih cukup baik. Apalagi dengan dicabutnya status pandemi menjadi endemi, masyarakat lebih tertarik melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk hiburan, seperti mal dan menonton langsung di bioskop," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu. 

Berdasarkan kinerja terakhir CNMA pada 2022, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,40 triliun, yang terutama disumbangkan bioskop sebesar Rp 2,70 triliun, disusul lini bisnis makanan dan minuman sebesar Rp 1,43 triliun. Peningkatan pendapatan terjadi karena peningkatan harga rata-rata tiket bioskop secara tahunan dari Rp 41.212 per tiket menjadi Rp 44.704 per tiket. Efektivitas kinerja juga terpantau meningkat, dengan persentase pendapatan makanan dan minuman terhadap bioskop naik dari 48,9 persen menjadi 53 persen. Terakhir, jumlah pengunjung melesat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 67,05 juta pengunjung. Pada masa penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan, CNMA berpeluang meraup dana segar Rp 2,2-2,4 triliun. Dalam prospektusnya, CNMA menyatakan akan menggunakan 65 persen dana hasil IPO untuk membiayai ekspansi jaringan bioskop, khususnya untuk daerah-daerah tingkat II. Berikutnya, perseroan mengalokasikan 20 persen dana hasil IPO untuk melunasi utang kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Adapun pada 2022, CNMA telah menambah tiga bioskop baru dan 10 layar baru yang meningkatkan jaringannya menjadi 225 bioskop dan 1.216 layar. "Jika dilihat dari rencana penggunaan dana IPO, mayoritas disebut akan dialokasikan untuk ekspansi sehingga seharusnya cukup menarik dan menjanjikan bagi investor," ujar Fajar. (Yetede)

Pilihan Editor