;

IHSG Bisa Menguat di Semester Kedua

Ekonomi Hairul Rizal 03 Jul 2023 Kontan
IHSG Bisa Menguat di Semester Kedua

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di posisi 6.661,87 di akhir semester pertama tahun ini. Artinya, IHSG sudah melemah 2,76% sejak awal tahun. Lima sektor saham mengalami penguatan hingga akhir perdagangan Juni, Selasa (27/6). Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 14,37%. Pada saat yang sama, ada enam sektor saham melemah. Sektor energi anjlok paling dalam, minus 23,76% sepanjang semester pertama 2023. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengatakan, ada sejumlah katalis yang muncul di luar ekspektasi pasar. Mulai dari sentimen kebangkrutan bank regional di Amerika Serikat (AS), batas utang atau debt ceiling AS, hingga lambatnya pertumbuhan ekonomi China. Harga komoditas yang turun juga membuat saham sektor energi terkoreksi. Kondisi ini turut menjadi penekan IHSG di paruh pertama 2023. "Muncul banyak risiko tak terduga sehingga menghambat laju IHSG," kata Nico, Minggu (2/7). Founder dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menimpali, siklus IHSG mulai melandai di semester kedua tahun lalu. Fase konsolidasi ini berlanjut pada semester I-2023. "Tema besar yang mempengaruhi indeks saham adalah kenaikan suku bunga," sebut Fendi. Sektor saham yang berpotensi mendorong laju IHSG pada semester kedua adalah keuangan, industri, pertambangan, barang konsumsi, hingga properti. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG punya peluang berbalik menguat pada semester kedua, asal mampu bertahan pada support krusial di 6.542 dengan 6.971 sebagai area resistance-nya. Sektor saham yang menarik adalah keuangan dan konsumer primer, seperti ARTO, BBRI, PNLF, JPFA, ANJT dan GGRM.

Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :