;
Tags

Saham

( 1722 )

Mulai Menikmati Hasil Akuisisi

HR1 15 Jun 2023 Kontan

Prospek saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih akan positif di sepanjang tahun ini. Emiten farmasi ini mengaku akan mulai mendapat hasil dari akuisisinya di tahun sebelumnya. Research Analyst Reliance Sekuritas, Ayu Dian mengatakan, pada tahun ini KLBF akan menuai hasil dari akuisisi PT Aventis Pharma. Ini merupakan perusahaan dengan produk obat resep maupun obat bebas. Perusahaan yang dibeli KLBF pada 30 November 2022 ini terbukti menopang hasil kinerja KLBF pada kuartal I-2023. "Segmen obat resep mengalami pertumbuhan 27% secara tahunan menjadi Rp 1,95 triliun, kami melihat akuisisi ini akan meningkatkan kontribusi penjualan KLBF," ujar dia, Rabu (14/6). Di sisi lain, KLBF akan diuntungkan di tengah penurunan harga komoditas. Tapi Ayu menyebut, hingga kini, belum melihat dampak yang signifikan. Memang beban pokok pada setiap segmen masih meningkat. Margin laba kotor KLBF pada kuartal I-2023 juga masih turun menjadi 41%. "Kami melihat margin KLBF masih akan cenderung stabil di tengah risiko fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tinggi," kata dia. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 7 Juni 2023 menjelaskan, sejak mengakuisisi 100% saham Aventis Pharma dan memiliki hak distribusi produk resep Sanofi di Indonesia, kinerja KLBF makin tumbuh. Menurut Stevanus, margin dari tender JKN akan lebih besar. Sebab margin earning before interest dan tax (EBIT) produk generik dan biosimilar berlisensi sebesar 18%-20%. Sementara produk generik tidak bermerek hanya 8%-10%. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto juga melihat akan ada perbaikan margin yang dialami KLBF pada tahun ini. Ini sebagai akibat dari kenaikan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) pada produk-produk tertentu mulai dari 3% hingga 5%. "Dikombinasikan dengan bauran produk yang lebih baik, ASP yang lebih tinggi mendukung margin laba kotor sebesar 40,9%," tulis dia dalam riset, Rabu 3 Mei 2023.

Saham Konsumer Berpotensi Tokcer

HR1 15 Jun 2023 Kontan

Indikator ekonomi nasional terus membaik di kuartal II-2023. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Mei 2023 sebesar 128,3. IKK ini lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 126,1. Survei Bank Indonesia (BI) menyebutkan, menguatnya optimisme konsumen didorong meningkatnya keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan. Kondisi itu terpantau dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Mei 2023 yang masing-masing tercatat 118,9 dan 137,8, lebih tinggi dari 116,6 dan 135,5 pada bulan sebelumnya. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Rio Febrian menilai, naiknya IKK Mei 2023 telah menunjukkan konsumsi masyarakat terus meningkat. Dia memperkirakan, kondisi ini masih terus berlanjut hingga akhir tahun 2023. Proyeksi tersebut juga didukung menggeliatnya aktivitas manufaktur domestik. "Indeks manufaktur (PMI) Indonesia pada Mei masih berada di level ekspansif, yakni di angka 50,3," kata Rio, Rabu (14/6). Menurut Rio, secara tidak langsung, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kinerja emiten sektor konsumer. Ini seiring konsumsi masyarakat Indonesia yang relatif kuat di sepanjang lima bulan pertama tahun 2023. Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima menimpali, kenaikan IKK di bulan Mei tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja sektor konsumer. Sebab, tren penjualan barang konsumsi cenderung stabil tiap tahunnya.

Amankan Profit, Dana Asing Mengempis di Bursa

HR1 15 Jun 2023 Kontan (H)

Dana asing terus mengalir keluar dari bursa Indonesia. Dalam sepekan terakhir, asing membukukan penjualan bersih atau net sell Rp 1,45 triliun. Pengumuman suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menjadi salah satu fokus investor pekan ini. Pasar berharap The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kebijakan moneter teranyar yang dirilis Rabu (14/6) waktu AS atau Kamis (15/6) dini hari waktu Indonesia. Namun, Analis Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian mengatakan, investor sudah mengantisipasi dan price-in terhadap kebijakan The Fed. Sehingga, keluarnya dana asing bukan disebabkan sikap antisipasi terhadap kenaikan bunga The Fed. "Warren Buffet juga ikut menaruh dana di Jepang, sehingga banyak investor lain yang ikut masuk ke Jepang," ujarnya, Rabu (14/6). Di sisi lain, penyebab hengkangnya dana asing adalah data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang terendah dalam 6 bulan. Ini mengindikasikan tanda-tanda perlambatan ekonomi domestik. Hal itu didukung data inflasi yang turun lebih tinggi dari proyeksi konsensus, mengindikasikan pelemahan daya beli. Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengatakan, keluarnya asing di saham bank big cap merupakan langkah fund manager mengamankan profit yang mereka akumulasi dalam beberapa bulan terakhir. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, arus dana asing punya peran penting terhadap pergerakan IHSG. Nah, jika kali ini Fed rate naik, ada potensi dana asing kembali keluar dari bursa. Tapi, Nico memperkirakan, IHSG masih berpeluang menguat di sisa tahun ini di rentang 6.875-6.950.

DPR Dorong Indonesia jadi Pengendali Vale

KT1 15 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-DPR mendorong pihak Indonesia menjadi pengendali setelah nanti mengambil alih 11% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sehingga kepemilikan bertambah dari 40,53% menjadi lebih dari  51%. Vale membuka peluang divestasi saham lebih dari 11% agar kepemilihan pihak Indonesia bertambah, guna memenuhi persyaratan perpanjangan kontrak karya berdasarkan  Undang-Undang Minerba No.3 Tahun 2020, yakni minimal 51% saham miik investor nasional atau Pemerintah RI. "Berdasarkan hasil rapat 4 Mei 2023 terkait divestasi, Vale membuka peluang divestasi saham milik investor nasional atau pemerintah RI. "Berdasarkan hasil rapat 4 Mei 2023 terkait divestasi, Vale membuka peluang divestasi saham lebih besar dari 11%, dengan syarat (tetap memilik) hak pengendalian operasional dan financial consolidation. Komposisi pemegang saham Vale Indonesia saat ini adalah Vale Canada Limited menguasai 43,79% BUMN MIND ID sebanyak 20%, Sumitomo Metal Mining Co 15,03%%, serta pemegang saham publik/masyarakat 21,18%," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Jakarta, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (13/06/2023). 

Akuisisi Saham Blok Masela Temui Titik Terang

KT3 14 Jun 2023 Kompas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Selasa (13/6/2023), mengatakan, proses akuisisi saham hak partisipasi Shell di proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela ditargetkan selesai akhir Juni 2023. Pengganti Shell, yang memiliki saham 35 % di Blok Masela, kemungkinan besar PT Pertamina dan Petronas. Keduanya akan membentuk konsorsium baru bersama Inpex Corporation sebagai pemegang saham 65 %. (Yoga)

Sentimen EV Belum Poles Saham Emiten

HR1 14 Jun 2023 Kontan

Sebagai bisnis yang tergolong baru di Indonesia, manufaktur kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dipandang memiliki potensi bisnis menjanjikan. Peluang pasar yang besar serta ambisi pemerintah menjadi modal dasar bagi perkembangan bisnis ini. Tak heran jika emiten-emiten yang didukung konglomerasi besar, bahkan yang sebelumnya tak punya sejarah berbisnis otomotif, masuk ke bisnis kendaraan listrik. Teranyar, tentakel bisnis Grup Bakrie, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menggelar initial public offering (IPO) demi melangkah lebih dalam ke bisnis EV. Gilarsi W. Setijono, Direktur Utama VKTR Selasa (13/6) menyebut, IPO merupakan langkah strategi Grup Bakrie untuk mengembangkan bisnis EV. Menurutnya, kendaraan listrik, terutama bus dan truk di dalam negeri, masih punya peluang besar untuk tumbuh ke depannya. VKTR bukan satu-satunya perusahaan terbuka yang terjun di bidang kendaraan listrik. Sebelumnya sudah ada PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang masuk ke bisnis kendaraan listrik.

Badai Telah Berlalu Saatnya Belanja Saham

KT1 14 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Sekarang merupakan waktu yang tepat untuk belanja saham alias time to buy. Alasannya, badai sentimen negatif  telah berlalu dari rantai bursa, sehingga pasar saham bisa tancap gas pada semester II-2023.  Duo broker asing, JP Morgan dan DBS, merekomondasikan time to buy yang dilandasi sejumlah faktor, seperti tren penurunan inflasi, peningkatan nilai tukar rupiah  terhadap dolar AS, dan valuta indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kini sangat menarik. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, IHSG diprediksi menembus level psikologis 7.000 dalam waktu dekat dan bertengger di level 7.700 pada akhir tahun. Berdasarkan data RTI, selama tahun berjalan (year on date/ytd), IHSG di BEI melemah1,9% ke level 6.719. Indeks saat ini jauh dibawah level all time high (ATH) di posisi 7.377. JP Morgan menilai keputusan para kliennya menjual saham pada 2022 merupakan keputusan tepat. Soalnya pasar saham global tahun lalu ambles 20%. namun, menurut bank investasi itu, pasar saham sebenarnya mulai bangkut selepas Oktober 2022. Ini mendorong para nasabah JP Morgan memborong saham selama 30 pekan beruntun, setelah pasar saham menyentuh dasar pada Oktober tahun lalu. (Yetede)

SELEKSI KETAT SAHAM PROBLEMATIK

HR1 13 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pasar modal Indonesia 'kebanjiran' emiten baru pada periode 2019 hingga awal Juni 2023. Ironisnya, tak sedikit dari perusahaan pendatang baru yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus yang baru diimplementasikan otoritas pasar saham. Dari 868 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 171 emiten mengalami mutasi ke Papan Pemantauan Khusus (PPK) mulai 12 Juni 2023. Seleksi dilakukan BEI berdasarkan 11 kriteria yang disusun. Lima di antaranya ialah harga saham di bawah Rp51, likuiditas saham yang rendah, ekuitas negatif, terlilit perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), dan mengalami suspensi saham akibat aktivitas yang tidak wajar. Di antara 171 emiten penghuni PPK itu, Bisnis mencatat ada 31 perusahaan yang baru melantai di BEI pada periode 2019 hingga 12 Juni 2023. Jumlah itu setara dengan 11,87% dari total emiten baru pada periode tersebut yang tercatat sebanyak 261 perusahaan. Mayoritas disebabkan oleh faktor harga saham di bawah Rp51, seperti saham PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) yang sudah lebih dari setahun terakhir parkir di level harga saham gocap. Selain itu, ada PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) yang terkapar di harga batas bawah Rp50 sejak 30 September 2019 atau 2 pekan setelah listing di BEI. Kriteria likuiditas yang rendah yang tecermin dari rata-rata harian saham kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan juga cukup banyak dialami oleh emiten pendatang baru yang masuk ke PPK. Kondisi itu a.l. dialami oleh saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK). Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna memaparkan otoritas pasar modal memberi perhatian khusus bagi perusahaan yang baru dalam beberapa periode masuk BEI tetapi sudah masuk ke dalam PPK dan mendapat notasi saham. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. "Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham.” ujarnya.

Pasar Saham Berpotensi Masuk Zona Bullish

KT1 12 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan  penguatan pekan ini di rentang 6.643-6.773, setelah pekan lalu naik 0,9% ke level 6.694. Hal ini ditopang kemungkinan  anak bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dan sejarah IHSG yang selalu naik pada bulan Juni. Pelaku saham kini menanti data inflasi AS yang akan keluar Selasa (13/6/2023). Sejumlah kalangan menafsirkan inflasi AS Mei 2023 turun, kendati masih jauh diatas target The Fed sebesar 2%. Ini bisa mendorong indeks ke zona bullish, lantaran memperkuat potensi  The Fed mempertahankan suku bunga acuan, The Federal Funds Rate (FFR), di level 5-5,25%. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG secara teknikal diproyeksikan menguat sambil menanti data makro ekonomi  global maupun domestik.  Dari domestik ekspor menantikan data indeks keyakinan konsumen Mei 2023 sekaligus data penjualan  ritel April 2023 penjualan Mobil  Mei. Pelaku pasar, kata dia, juga menanti data neraca perdagangan yang diproyeksi surplus sepanjang Mei 2023. "Surplus neraca perdagangan menandakan perekonomian nasional resilent terhadap faktor eksternal yang belakangan  ini cenderung tidak pasti," jelas Nafan kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede).

Membangunkan Saham Tidur dan Mati Suri

HR1 09 Jun 2023 Kontan (H)

Lampu kuning bagi saham-saham emiten yang masuk dalam radar pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai Senin (12/6) pekan depan, BEI akan menerapkan papan pemantauan khusus tahap pertama, yakni hybrid call auction. Pada tahap pertama, saham emiten tidak likuid akan masuk dalam perdagangan call auction yang berlaku dalam dua sesi dalam satu hari. Artinya, saham hanya bisa ditransaksikan dalam dua sesi dalam satu hari perdagangan. Sebagai perbandingan, saham umumnya ditransaksikan dengan skema continous call. Jadi, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa saham berjalan. Ketentuan auto rejection saham di papan ini 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10. Jadi, harga saham bisa naik atau turun hingga 10%. Tapi, jika harga saham berada di Rp 10 atau lebih rendah, auto rejection ditetapkan Rp 1. Level terendah harga saham ditetapkan Rp 1 per saham. Sedangkan emiten yang masuk dalam papan pemantauan khusus karena kriteria lain akan menggunakan mekanisme continuous auction. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, papan pemantauan khusus ini sebagai bentuk perlindungan kepada para investor dalam berinvestasi di pasar modal. Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai, skema periodic call auction bisa menjaga volatilitas saham yang kurang likuid. "Ini papan bagi saham menuju delisting. Periodic call auction bagus karena bisa menggenjot likuiditas," ujarnya.

Pilihan Editor