;
Tags

Saham

( 1717 )

Badai Telah Berlalu Saatnya Belanja Saham

KT1 14 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Sekarang merupakan waktu yang tepat untuk belanja saham alias time to buy. Alasannya, badai sentimen negatif  telah berlalu dari rantai bursa, sehingga pasar saham bisa tancap gas pada semester II-2023.  Duo broker asing, JP Morgan dan DBS, merekomondasikan time to buy yang dilandasi sejumlah faktor, seperti tren penurunan inflasi, peningkatan nilai tukar rupiah  terhadap dolar AS, dan valuta indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kini sangat menarik. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, IHSG diprediksi menembus level psikologis 7.000 dalam waktu dekat dan bertengger di level 7.700 pada akhir tahun. Berdasarkan data RTI, selama tahun berjalan (year on date/ytd), IHSG di BEI melemah1,9% ke level 6.719. Indeks saat ini jauh dibawah level all time high (ATH) di posisi 7.377. JP Morgan menilai keputusan para kliennya menjual saham pada 2022 merupakan keputusan tepat. Soalnya pasar saham global tahun lalu ambles 20%. namun, menurut bank investasi itu, pasar saham sebenarnya mulai bangkut selepas Oktober 2022. Ini mendorong para nasabah JP Morgan memborong saham selama 30 pekan beruntun, setelah pasar saham menyentuh dasar pada Oktober tahun lalu. (Yetede)

SELEKSI KETAT SAHAM PROBLEMATIK

HR1 13 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pasar modal Indonesia 'kebanjiran' emiten baru pada periode 2019 hingga awal Juni 2023. Ironisnya, tak sedikit dari perusahaan pendatang baru yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus yang baru diimplementasikan otoritas pasar saham. Dari 868 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 171 emiten mengalami mutasi ke Papan Pemantauan Khusus (PPK) mulai 12 Juni 2023. Seleksi dilakukan BEI berdasarkan 11 kriteria yang disusun. Lima di antaranya ialah harga saham di bawah Rp51, likuiditas saham yang rendah, ekuitas negatif, terlilit perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), dan mengalami suspensi saham akibat aktivitas yang tidak wajar. Di antara 171 emiten penghuni PPK itu, Bisnis mencatat ada 31 perusahaan yang baru melantai di BEI pada periode 2019 hingga 12 Juni 2023. Jumlah itu setara dengan 11,87% dari total emiten baru pada periode tersebut yang tercatat sebanyak 261 perusahaan. Mayoritas disebabkan oleh faktor harga saham di bawah Rp51, seperti saham PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) yang sudah lebih dari setahun terakhir parkir di level harga saham gocap. Selain itu, ada PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) yang terkapar di harga batas bawah Rp50 sejak 30 September 2019 atau 2 pekan setelah listing di BEI. Kriteria likuiditas yang rendah yang tecermin dari rata-rata harian saham kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan juga cukup banyak dialami oleh emiten pendatang baru yang masuk ke PPK. Kondisi itu a.l. dialami oleh saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK). Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna memaparkan otoritas pasar modal memberi perhatian khusus bagi perusahaan yang baru dalam beberapa periode masuk BEI tetapi sudah masuk ke dalam PPK dan mendapat notasi saham. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. "Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham.” ujarnya.

Pasar Saham Berpotensi Masuk Zona Bullish

KT1 12 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan  penguatan pekan ini di rentang 6.643-6.773, setelah pekan lalu naik 0,9% ke level 6.694. Hal ini ditopang kemungkinan  anak bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dan sejarah IHSG yang selalu naik pada bulan Juni. Pelaku saham kini menanti data inflasi AS yang akan keluar Selasa (13/6/2023). Sejumlah kalangan menafsirkan inflasi AS Mei 2023 turun, kendati masih jauh diatas target The Fed sebesar 2%. Ini bisa mendorong indeks ke zona bullish, lantaran memperkuat potensi  The Fed mempertahankan suku bunga acuan, The Federal Funds Rate (FFR), di level 5-5,25%. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyatakan, IHSG secara teknikal diproyeksikan menguat sambil menanti data makro ekonomi  global maupun domestik.  Dari domestik ekspor menantikan data indeks keyakinan konsumen Mei 2023 sekaligus data penjualan  ritel April 2023 penjualan Mobil  Mei. Pelaku pasar, kata dia, juga menanti data neraca perdagangan yang diproyeksi surplus sepanjang Mei 2023. "Surplus neraca perdagangan menandakan perekonomian nasional resilent terhadap faktor eksternal yang belakangan  ini cenderung tidak pasti," jelas Nafan kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede).

Membangunkan Saham Tidur dan Mati Suri

HR1 09 Jun 2023 Kontan (H)

Lampu kuning bagi saham-saham emiten yang masuk dalam radar pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai Senin (12/6) pekan depan, BEI akan menerapkan papan pemantauan khusus tahap pertama, yakni hybrid call auction. Pada tahap pertama, saham emiten tidak likuid akan masuk dalam perdagangan call auction yang berlaku dalam dua sesi dalam satu hari. Artinya, saham hanya bisa ditransaksikan dalam dua sesi dalam satu hari perdagangan. Sebagai perbandingan, saham umumnya ditransaksikan dengan skema continous call. Jadi, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa saham berjalan. Ketentuan auto rejection saham di papan ini 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10. Jadi, harga saham bisa naik atau turun hingga 10%. Tapi, jika harga saham berada di Rp 10 atau lebih rendah, auto rejection ditetapkan Rp 1. Level terendah harga saham ditetapkan Rp 1 per saham. Sedangkan emiten yang masuk dalam papan pemantauan khusus karena kriteria lain akan menggunakan mekanisme continuous auction. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, papan pemantauan khusus ini sebagai bentuk perlindungan kepada para investor dalam berinvestasi di pasar modal. Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai, skema periodic call auction bisa menjaga volatilitas saham yang kurang likuid. "Ini papan bagi saham menuju delisting. Periodic call auction bagus karena bisa menggenjot likuiditas," ujarnya.

Market Cap Amman Mineral Rp 129 Triliun, Terbesar di Sektor Material Dasar

KT1 07 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan memiliki kapitalisasi pasar  (market cap) berkisar Rp 120-129 triliun begitu sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Juli 2023. Dengan demikian, market cap Amman Mineral terbesar di sektor mineral dasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, dikutip Selasa (6/6/2023), market cap Amman Mineral mencapai Rp 120 triliun, jika harga pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham mencapai Rp1.650. Adapun market cap Rp 129 triliun tercapai  jika harga pelaksanaan IPO Amman Mineral di harga tertinggi, Rp1.775. Sebagai perbandingan, tulis Phintraco, market cap PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) per 6 Juni 2023 mencapai Rp 73 triliun, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 65,5 triliun, PT Aneka Tambang Tbk Rp 47 triliun, PT Bumi Resourch Tbk (BMRS) Rp 18,4 triliun. Adapun market cap dua  pendatang baru di sektor ini, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel masing-masing Rp82 triliun dan Rp 51 triliun, berdasarkan data Google Finance. Amman Mineral akan melepas 7,2 miliar saham melalui IPO dengan harga penawaran Rp1.650-1775. Perusahaan pertambangan tembaga dan emas ini bakal meraup dana IPO maksimal Rp 12,9 triliun, lebih besar Merdeka Battery dan Harita Nickel sekaligus menjadi IPO terbesar sepanjang tahun 2023 berjalan. (Yetede)

Kilau Emiten Emas Belum Memudar

HR1 06 Jun 2023 Kontan

Harga emas cenderung menurun dalam dua hari terakhir, terutama setelah pengesahan plafon utang Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, harga emas kontrak Agustus 2023 di Commodity Exchange turun 0,73% ke US$ 1.955,30 per ons troi, Senin (5/6) pukul 19.00 WIB. Meski begitu, analis memperkirakan, harga emas masih cukup tinggi tahun ini. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, pelemahan ekonomi global dan stabilitas keuangan global yang fluktuatif akan menopang harga emas. The Federal Reserve dinilai masih berpotensi menaikkan bunga, meski dengan ritme lebih lambat. Sementara itu, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral di berbagai negara masih tinggi meski sudah mulai melambat. Dari dalam negeri, Felix bilang, daya beli masyarakat terhadap emas meningkat setelah sempat turun akibat pandemi Covid-19. Sementara Kepala Riset Sucor Sekuritas Edward Lowis memperkirakan, harga emas akan mencapai US$ 2.100 per ons troi di tahun ini. Hal tersebut menimbang resesi pasar dan potensi quantitative easing dari bank sentral utama. Prospek harga emas yang masih akan tinggi membuat Panin Sekuritas masih merekomendasikan overweight untuk saham sektor emas. Saham pilihan utama atau top pick di sektor ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Selain didorong solidnya harga komoditas, prospek ANTM juga ditopang tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia.

Risiko Main Saham Gorengan Makin Besar

HR1 06 Jun 2023 Kontan (H)

Investor yang baru masuk ke bursa saham sejak pandemi Covid-19 harus makin berhati-hati lantaran harga saham kini bisa turun lebih dalam. Maklum, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap telah memulai normalisasi batas penolakan otomatis alias auto rejection simetris. Terhitung sejak kemarin, Senin (5/6), batas bawah penolakan otomatis alias auto rejection bawah (ARB) ditetapkan 15%. Kelak, di tahap kedua yang akan diterapkan pada 4 September 2023, batas ARB saham akan benar-benar menjadi simetris. Sehingga, batasan persentase ARB akan sama dengan batasan persentase auto rejection atas alias ARA. Penurunan terdalam dialami oleh saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang harganya anjlok 15%. Posisi kedua ditempati saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang ambles 14,97%. Beberapa saham emiten yang terbilang pendatang baru di BEI juga tak luput terkena ARB 15%. Salah satunya saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) yang melemah 14,88% ke Rp 103. Pengamat pasar modal Teguh Hidayat mencermati, saham yang mengalami ARB 15% kebanyakan saham debutan yang baru melakukan initial public offering (IPO). CEO Sucor Sekuritas Bernadus Setya Ananda Wijaya menimpali, pasar tentu akan beradaptasi dengan mekanisme ARB sebesar 15%. Sebab, selama pandemi, banyak investor belum merasakan ARB sedalam ini. "Penyesuaian ARB akan membuat likuiditas transaksi lebih baik karena pasar lebih fleksibel," kata Bernadus.

Batas Baru ARB Tidak Pengaruhi Saham Bank

HR1 06 Jun 2023 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15%, kemarin (5/6). Pada hari pertama pemberlakuan, saham-saham sektor keuangan masih menguat tipis 0,09%. Adapun pergerakan saham perbankan yang memiliki kapitalisasi besar, cukup bervariasi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), kompak turun tipis.BBRI ditutup melemah 2,69% ke Rp 5.425 dan BBNI turun 0,55% ke Rp 9.000. Sementara saham big caps lain, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,5% jadi Rp 5.075 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,66% menjadi Rp 9.200. Salah satu emiten bank digital yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik cukup tinggi yakni 5,04% menjadi Rp 2.500. Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga naik 3,56% jadi Rp 466 per saham. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan, penetapan ARB ini akan lebih berdampak pada pergerakan saham yang volatilitasnya tinggi. Meski, itu hanya akan bersifat lebih jangka pendek. Budi menuturkan, bank-bank yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar masih menjadi andalan karena mereka memiliki fundamental yang bagus. Sementara saham bank digital saat ini lebih sudah mahal, tidak sesuai dengan fundamentalnya. Apalagi, euforia saham bank digital di bursa semakin meredup. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, selama prospek fundamental dari emiten bank tersebut bagus, seharusnya tak perlu mencemaskan ketentuan batas baru ARB. Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, kecil kemungkinan bagi saham-saham emiten perbankan yang memiliki modal inti jumbo, untuk menyentuh batasan ARB. Situasi berbeda berlaku untuk saham emiten bank kelas menengah, apalagi bank berskala kecil.

AS Lolos dari Gagal Bayar, IHSG Berpotensi Bangkit

KT1 05 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bangkit pada pekan ini, setelah Amerika Serikat (AS) lolos dari dari ancaman gagal bayar utang. Selain itu, sentimen domestik  masih cukup sulit menopang pergerakan indeks. Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani Undang-Undang penangguhan plafon utang (debt ceiling) pemerintah AS sebesar US$ 31,4 triliun. DPR dan senat telah mengesahkan undang-undang tersebut. Dengan begini AS bisa menambah melebihi plafon hingga Januari  2025 untuk membayar semua kewajiban. Kasus debt ceiling menjadi salah satu pemberat indeks. Selain itu, kejatuhan harga saham  komoditas, yakni nikel dan batu bara menambah tekanan ke indeks. Pekan lalu indeks saham ambles, 1,67% ke level 6,633. Adapun pekan ini, indeks diprediksi bergerak di kisaran 6.580-6.740. Analis Suya Fajar Sekuritas Raphon Prima menegaskan, sendtimen domestik dan global mendukung penguatan IHSG pekan ini. Dari sisi domestik dan global mendukung pengutan IHSG pekan ini. Dari sisi domestik, inflasi dan indeks manufaktur dan Purchasing Managers Indeks (PMI) Indonesia pada Mei 2023 masih cukup solid. (Yetede)

Amman Mineral Incar Dana Rp 12,9 Triliun

KT3 02 Jun 2023 Kompas

Perusahaan tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk  berencana melepaskan 10 persen saham atau sebanyaknya 7,2 miliar saham. Adapun harga penawaran berkisar antara Rp 1.650 dan Rp 1.775 per saham. Dengan demikian, potensi dana yang diserap sebesar Rp 12,9 triliun. ”Aksi korporasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di era transisi energi,” kata Presiden Direktur Amman Alexander Ramlie di Jakarta, Rabu (31/5/2023). (Yoga)

Pilihan Editor