;
Tags

Saham

( 1722 )

Menanti Akhir Kisah Divestasi Saham INCO

HR1 29 May 2023 Kontan

Rencana PT Vale Indonesia (INCO) melepas 11% saham kepada Pemerintah Indonesia lewat skema divestasi terus bergulir. Langkah divestasi 11% saham dari milik Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd ini, merupakan bagian dari kewajiban emiten pertambangan nikel ini untuk memenuhi syarat pengalihan status kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus atau IUPK. Vale beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968 lewat KK pertama. Tahun 2014, KK INCO diperpanjang hingga 28 Desember 2025. Artinya, dua tahun ke depan, KK INCO di Indonesia akan berakhir. Agar bisa terus beroperasi di Indonesia, INCO harus dapat IUPK. Syaratnya, INCO harus divestasi saham 51% kepada pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha milik daerah atau investor swasta. Syarat ini sesuai titah Undang-Undang (UU) No 3/2020 Pasal 112 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Saat ini mayoritas saham INCO milik Vale Canada Limited 44,3%, Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) 15%. Lalu, 20,18% milik Inalum (Mind ID). Sisanya 20,7% dikuasai publik di pasar modal. Head of Communications Vale Indonesia, Bayu Aji Suparam mengungkapkan, INCO telah memenuhi kewajiban divestasi sebesar 40%, ke Pemerintah Indonesia dan publik. Vale masih perlu melakukan divestasi tambahan sesuai UU sebanyak 11%. Dengan begitu, divestasi INCO tanpa memperhitungkan saham publik, baru mencapai 20,1%, Artinya INCO masih harus melepas sekitar 31% untuk divestasi 51%.

Berkat AI, Harga Saham Nvidia Melonjak Tajam

KT3 27 May 2023 Kompas

Pialang dan investor di bursa saham Amerika Serikat, Kamis (25/5/2023), tercengang. Mereka menyaksikan lonjakan harga saham salah satu produsen semikonduktor, Nvidia. Harga saham Nvidia lebih tinggi dua kali lipat daripada saham Apple dan Alphabet, perusahaan induk Google. OpenAI dan aneka perusahaan yang bergulat di pasar kecerdasan buatan (AI) menjadi pasar baru Nvidia. (Yoga)

Jeli Menangkap Peluang Saham Emiten Politisi

HR1 26 May 2023 Kontan (H)

Kurang dari setahun ke depan, rakyat Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi lima tahunan bertajuk Pemilihan Umum (Pemilu). Sesuai jadwal, pemilu legislatif dam presiden akan serentak dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Secara historis, sentimen pemilu bakal menggairahkan pergerakan pasar saham di dalam negeri. Di momentum ini, biasanya daya beli masyarakat terangkat. Terutama belanja konsumsi, telekomunikasi, dan iklan. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, pemilu akan menjadi pemanis pagi pergerakan pasar saham yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebagai gambaran, pada pemilu 2019, IHSG menguat 1,64%. Sebut saja, saham related Sandiaga Uno. Pengusaha yang kini sedang menyandang jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu merupakan mantan politikus Partai Gerindra dan segera bergabung ke partai PPP. Saat ini, Sandiaga terafiliasi sedikitnya dengan delapan emiten bursa. Sandi mengempit kepemilikan saham di emiten-emiten itu lewat kendaran bisnisnya PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Selain Sandi Uno, ada juga kompatriotnya di jajaran kabinet Indonesia Maju yang terafiliasi emiten BEI. Yakni, Erick Thohir, Menteri Negara BUMN. Erick merupakan pemilik emiten media PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dan PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Hans Kwee mencermati, biasanya saham-saham emiten politisi akan terimbas sentimen Pemilu. "Saham emiten yang dimiliki politisi bisa bergerak positif. Apalagi kalau partainya diperkirakan menang pemilu legislatif atau pilpres," kata Hans saat dihubungi Kontan, Kamis (25/5). Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto menilai tahun politik bisa mendorong pergerakan saham emiten politisi.

FFR Berhenti Naik, Indeks Kembali ke 7.000

KT1 24 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kembali menguat 7,03 poin (0,1%) ke level 6.736, Selasa (23/5/2023), melanjutkan tren dua hari sebelumnya. IHSG diyakini dapat kembali menembus level 7.000, jika suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Federal Funds Rate (FFR) berhenti naik, Juni mendatang. Kemarin, Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 788 miliar. Net buy terbanyak oleh investor asing melanda lima saham berikut, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 284,56 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 231,86 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 193,37 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 176,80 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 119,44 miliar. Penguatan IHSG kemarin didukung oleh kenaikan mayoritas sektor saham, yaitu sektor konsumer primer 1,37%, sektor transportasi 1,43%, sektor keuangan 0,19%, dan sektor kesehatan 0,19%. Sebaliknya, pelemahan melanda saham sektor teknologi 0,96%, sektor infrastruktur 0,5%, dan sektor energi 0,82%. Menurut Head of Fixed Income BNP Paribas Asset Management Djumala Sutedja, IHSG reli, karena merespons optimisme investor terhadap penyelesaian penentuan plafon utang (debt ceiling) AS. (Yetede)

Kinerja Reksadana Offshore Berbasis Saham Naik Dua Digit

HR1 24 May 2023 Kontan

Pasar saham menjadi penggerak utama reksadana global berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS). Situasi ekonomi global yang membaik berpengaruh positif bagi pendapatan emiten. Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori, Nicodimus Kristiantoro menjelaskan, dari 59 produk reksadana dollar yang terdapat di Infovesta, sebanyak 51 reksadana dollar mencatat kinerja positif di sepanjang tahun ini. Reksadana dollar terdiri dari empat jenis yaitu reksadana dollar saham, reksadana dollar pendapatan tetap, reksadana dollar pasar uang dan reksadana dollar campuran. Produk Batavia Technology Sharia Equity USD merupakan reksadana dollar yang mencatatkan penguatan tertinggi dari seluruh jenis reksadana dollar yakni 21,84% secara year to date (ytd). Kemudian menyusul Bahana USD Global Sharia Equities dengan penguatan 18% ytd dan STAR Global Sharia Equity USD. Ketiga produk teratas tersebut merupakan reksadana dollar berbasis saham. Nico menyebut, reksadana PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) yaitu Batavia Technology Sharia Equity USD mencetak kinerja tertinggi karena menempatkan dana di saham sebesar 90,17% dan 9,83% diisi pasar uang. Ke depan, reksadana offshore memang dinilai masih menarik. Apalagi jika kondisi ekonomi global terkonfirmasi bergerak dan tidak terjadi resesi. Tapi, Nico menyarankan tetap berhati-hati karena jika masih ada sikap hawkish The Fed, risiko gagal bayar AS dan ekonomi China yang stagnan.

Kinerja Emiten Beralkohol Kian Fly

HR1 24 May 2023 Kontan

Kinerja emiten minuman beralkohol kembali bergairah di awal tahun ini. Dari empat emiten alkohol yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas mencetak pertumbuhan kinerja di kuartal I-2023. Ambil contoh kinerja PT Hatten Bali Tbk (WINE). Di sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, WINE berhasil membalikkan posisi rugi bersih di kuartal I-2022 sebesar Rp 118 juta menjadi laba bersih Rp 11,48 miliar. Pertumbuhan laba bersih emiten yang baru melantai di BEI pada Januari 2023 ini, ditopang lonjakan penjualan 136,36% secara tahunan menjadi Rp 58,50 miliar pada kuartal I-2023. Kenaikan laba bersih MLBI juga didorong melonjaknya penjualan di kuartal I-2023 sebesar 9,8% secara tahunan jadi Rp 740,01 miliar. Nasib kurang beruntung dialami PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Pada kuartal pertama tahun ini, DLTA membukukan laba bersih sebesar Rp 58,85 miliar pada kuartal I 2023. Jumlah ini menyusut 4,6% ketimbang laba di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 61,69 miliar. Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori, Nicodimus Kristiantoro melihat, ada beberapa faktor yang jadi kunci sukses pertumbuhan kinerja emiten alkohol di kuartal I-2023. Nico melihat, ke depan, emiten minol masih akan diselimuti sentimen positif. Seperti daya beli konsumen pulih, maraknya event pariwisata dan musim liburan di akhir tahun mendatang. Senada, Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima memproyeksi, banyaknya momentum hari libur di kuartal II-2023 akan menjadi sentimen positif pertumbuhan kinerja emiten alkohol. Raphon melihat saham emiten alkohol masih menarik. Dia merekomendasi beli saham MLBI dengan target harga Rp 11.000. Nico merekomendasi beli saham MLBI dengan target harga Rp 9.400.

Pemegang Saham BSI Sepakat Perkuat Transformasi Digital & Culture

KT1 23 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) digelar di Jakarta, Senin (22/5/2023). Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengapresiasi hasil keputusan RUPST karena mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada managemen untuk mengakselerasi  rencana ekspansi  bisnis perusahaan kedepananya, melalui transformasi digital dan culture. "Sejalan dengan dukungan pemegang saham dan momentum pertumbuhan ekonomi, kami meyakini kinerja BSI akan terus membaik. Kedepan, kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan agar dapat memenuhi ekspektasi nasabah dab seluruh stakjeholder perseroan," kata Hery. RUSPT BSI menghasilkan keputusan  sejumlah agenda lainnya, yaitu persetujuan dan pengesahan laporan tahunan keuangan perseroan tahun buku akhir Desember 2022, persetujuan penggunaaan laba bersih tahun 2022, penunjukkan kantor akuntan publik, remunerasi direksi, komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, Laporan Penggunaan Dana Hasil Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD)I), persetujuan Rencana Aksi (Recovery Plan) perseroan, serta persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan. (Yetede)

CUAN SAHAM LAPIS KEDUA

HR1 23 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham Indonesia bergerak kurang bergairah pada bulan ini. Namun, performa itu tak menyurutkan langkah pelaku pasar untuk terus berburu alternatif saham yang berpotensi mendatangkan cuan, termasuk dengan melirik saham lapis kedua alias small medium caps(SMC).Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.729,65 pada akhir perdagangan Senin (22/5). Level itu mencerminkan kontraksi 2,69% secara month-to-date (MtD) atau -1,77% sepanjang tahun berjalan 2023.Pada saat yang sama, indeks yang menaungi saham-saham emiten berkapitalisasi pasar menengah dan kecil dengan transaksi saham yang likuid atau IDX SMC Liquid merosot lebih dalam. Indeks tersebut turun 7,22% secara year-to-date (YtD).Di tengah merosotnya IHSG, sejumlah konstituen IDX SMC Liquid dengan fundamental yang solid, prospek yang positif, dan valuasi yang atraktif, dinilai dapat menjadi opsi bagi investor.Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menuturkan penurunan indeks yang beranggotakan saham berkapitalisasi pasar mini dan menengah ini dikarenakan indeks tersebut berisi saham-saham dari sektor energi dan bahan baku, yang sejak awal tahun kinerjanya anjlok. Head of Research Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menambahkan salah satu penekan dari penurunan tajam pada saham-saham anggota SMC Liquid berasal dari sektor konstruksi yang terbebani sentimen risiko utang.Sebagai alternatif, dia menyarankan investor untuk mempertimbangkan konstituen IDX SMC Liquid dari sektor properti dan semen yang valuasinya sedang terdiskon. Beberapa saham yang dapat dilirik a.l. SMRA, PWON, SMGR, dan INTP. Senada, CEO RHB Sekuritas Indonesia Thomas Nugroho menilai investor dapat melirik saham-saham berkapitalisasi kecil dengan fundamental solid sebagai alternatif investasi selain big caps.

Euforia Kendaraan Listrik Memudar

HR1 22 May 2023 Kontan

Laju saham-saham yang terkait dengan bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mulai melambat. Saat ini, investor lebih menantikan kontribusi bisnis EV in terhadap kinerja emiten terkait. Kebijakan pemerintah mendukung ekosistem EV seperti pemberian subsidi untuk konversi dan pembelian EV hanya mampu mengangkat saham emiten sektor ini sesaat. Setelah itu, harga saham-saham ini kembali turun. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengatakan, rata-rata, pergerakan saham emiten motor listrik sepekan dan sebulan terakhir terkoreksi lebih dari 5%. Menurut Praska, euforia terkait terobosan di bidang EV sudah direspons pelaku pasar pada semester kedua tahun lalu. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi punya pandangan serupa. Dia melihat pelaku pasar sudah priced in terhadap katalis positif berupa subsidi konversi dan pembelian EV yang diberikan pemerintah. Sehingga, sentimen terhadap pergerakan harga saham lebih dominan berasal dari masing-masing bisnis inti. Seperti INDY dan TOBA yang secara sektoral dipengaruhi oleh melandainya harga batubara. Serta WIKA yang terseret oleh sentimen negatif pada BUMN karya. Meskipun permintaan EV di dalam negeri masih kecil, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani optimistis, prospek industri kendaraan listrik akan positif, sejalan dengan perkembangan pasar dan teknologi.

Harga Produk Terus Melemah, Kinerja Emiten Baja Tidak Bergairah

HR1 20 May 2023 Kontan

Kinerja emiten saham baja di Tanah Air masih diselimuti sejumlah sentimen negatif. Salah satunya ialah tren penurunan harga hot rolled coil (HRC) atau baja canai panas di pasaran global. Mengutip Trading Economics, Jumat (19/5), harga HRC pada perdagangan kemarin ditutup US$ 950 per ton atau melemah 0,52% dibanding hari sebelumnya. Jika diakumulasi dalam sebulan, harga HRC sudah anjlok 14,80%. Johannes W. Edward, Sekretaris Perusahaan dan Investor Relation PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo mengatakan, fluktuasi harga baja saat ini cukup parah. Kondisi ini ikut mempengaruhi kebijakan harga ISSP. Namun, Johannes mengklaim, penjualan ISSP masih stabil. "Sampai bulan Mei ini performa penjualan kami masih cukup on the track untuk mencapai target perseroan di tahun 2023," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/5). Johannes mengatakan, pihaknya masih melakukan beberapa cara untuk meningkatkan penjualan di sisa tahun ini. "Kami terus meningkat pendekatan ke para konsumen end user untuk mempromosikan produk," imbuh dia. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, pergerakan harga baja di pasar global sangat mempengaruhi average selling price (ASP) atau harga jual rata-rata emiten baja.

Pilihan Editor