Saham
( 1722 )Saham Teknologi Pimpin Penguatan IHSG
JAKARTA, ID – Saham-saham sektor teknologi memimpin penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis (4/5) yang ditutup di zona hijau level 6.844 atau naik 0,46%. Sinyal penghentian suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate/FFR) menjadi salah satu katalis positif IHSG. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih membenarkan bahwa pergerakan IHSG kemarin ditopang saham growth stock salah satunya sektor teknologi. Dia mengatakan, performa saham growth stock sejalan dengan proyeksi suku bunga The Fed yang saat ini telah mencapai terminal rate di level 5,1%. Hal itu memberikan katalis positif untuk saham growth stock dengan P/E yang tinggi bahkan negatif, serta saham dengan rasio utang yang tinggi. “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi do mestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendalipada April 2023 sebesar 4,33%(yoy), lebih rendah dari bulansebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi domestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendali pada April 2023 sebesar 4,33% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). Kenaikan harga saham GOTO sejalan dengan peningkatan indeks saham sektor teknologi yang memimpin pertumbuhan dibanding indeks lain dalam perdagangan Kamis (4/5/2023). IDX Sector Technology bergerak naik 1,38%, disusul IDX Sector Infrastructures 1,29%. (Yetede)
Kenaikan FFR Bakal Topang Penguatan IHSG
JAKARTA, ID – Kenaikan suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) diproyeksi akan menahan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih lanjut. Pasalnya, kenaikan tersebut sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar sehingga diharapkan meredam gejolak di pasar modal. “Memang menurut ekspektasi pelaku pasar The fed akan menaikkan suku bunga acuan 25 basis points (bsp) sehingga menjadi 5,25%. Dengan demikian, tekanan profit taking pasar saham global mereda,” kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta, Nafan kepada Investor Daily, Rabu (3/5/2023). Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), anjlok 50,58 poin (0,74%) ke level 6.812,7. Dalam satu hari, IHSG bergerak direntang 6.776,9-6.865,6 dengan nilai transaksi Rp 9,28 triliun. Sejumlah sektor saham seperti energi turun 1,45%, sektor material dasar -1,09%, sektor industri -1,33%, dan transportasi-1,16%. Sedangkan penguatan melanda saham sektor properti 0,46%, sektor konsumer primer 0,27%, dan sektor konsumer non primer 1,17%. (Yetede)
Utang Jumbo dan Korupsi, Pemberat Saham BUMN Karya
Emiten BUMN Karya masih membukukan rapor merah. Terakhir, kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di kuartal I-2023 . Di periode ini, pendapatan WKST turun tipis 0,36% secara tahunan jadi Rp 2,73 triliun. Alhasil, di kuartal I-2023, WSKT masih menelan kerugian.
Per 31 Maret 2023, WSKT mencatat rugi bersih Rp 374,93 miliar. Kerugian ini memang turun 54,86% secara tahunan dari Rp 830,63 miliar di kuartal I-2022. Namun, buruknya bottom line WSKT merembet ke kinerja saham.
Pada perdagangan Selasa (2/5), harga saham WSKT ambles 6,96% ke posisi Rp 214. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, saham WSKT sudah longsor 40,56%. Penurunan saham WSKT juga dialami emiten BUMN karya lain.
Tak terkecuali, saham emiten anak usaha BUMN Karya. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Sejumlah sentimen negatif jadi bandul pemberat kinerja saham emiten BUMN karya. Salah satunya belitan utang jumbo.
Tak cuma utang segunung, emiten BUMN karya juga diselimuti sentimen kasus dugaan korupsi. Yakni kasus hukum Direktur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono.
Akhir April lalu, Kejaksaan Agung menetapkan Destiawan sebagai tersangka dugaan penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan Waskita dan anak usahanya, yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).
Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat melihat, serangkaian kasus hukum WSKT jadi sentimen negatif bagi BUMN Karya. "Jika ada kasus lagi, akan menambah sentimen negatif emiten BUMN karya," ujar Teguh, kemarin.
Berkah Saham Bank Lapis Dua Bervaluasi Murah
Pembaca yang rajin membaca KONTAN mungkin hafal, banyak analis menilai fundamental saham bank big caps kuat dan sahamnya menarik. Kendati begitu, valuasinya sudah cukup tinggi. Tapi investor penggemar saham bank tak perlu bingung. Saham bank lapis dua juga menarik dicermati.
Dari sisi valuasi, saham bank di jajaran tier dua masih murah meriah. Ini tercermin dari
price to book value
(PBV) yang masih bertengger di bawah 1 kali. Hanya nilai buku per saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 2,23 kali.
Dari sisi kinerja, realisasi kinerja bank lapis dua memang cukup beragam. Tidak seluruhnya positif, namun masih ada beberapa yang sukses melanjutkan pertumbuhan solid hingga kuartal I-2023. Bank Syariah Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan BSI misalnya, menorehkan pertumbuhan laba bersih 47,6% secara tahunan selama tiga bulan pertama tahun ini. Labanya tercatat mencapai Rp 1,46 triliun.
Performa saham bank-bank di kelas ini sepanjang 2023 terlihat sejalan dengan realisasi kinerjanya. Artinya, untuk menerawang prospek sahamnya ke depan, investor bisa mencermati perkembangan kinerja keuangan mereka.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani memandang valuasi saham bank lapis kedua murah alias undervalued. Fundamental juga cukup solid karena kinerja beberapa bank masih positif, dengan kualitas aset dan likuiditas yang terjaga. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau
non performing loan
(NPL) serta rasio kredit dibanding deposito atau
loan to deposit ratio
(LDR).
Kinerja bank lapis kedua ke depan juga diperkirakan bagus karena ekspektasi pertumbuhan kredit tahun ini masih lumayan tinggi. Arjun menilai ekspansi kredit bank lapis dua di tiga bulan pertama tumbuh dengan baik.
Senior Faculty LPPI Trioksa Siahaan juga menilai saham bank lapis kedua akan menarik seiring dengan kinerja yang juga turut meningkat. Menurut dia, kinerja keuangan merupakan faktor penopang saham bank lapis dua.
MOMENTUM KEBANGKITAN IHSG
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selepas libur Lebaran pada pekan ini sukses menembus zona hijau. Perkembangan ini memberikan optimisme bagi indeks komposit untuk dapat kembali mencapai level psikologis 7.000 pada paruh pertama tahun ini. Sinyal positif ini memantik optimisme pasar terhadap prospek investasi pasar saham dalam negeri di tengah ancaman resesi ekonomi global. Mengingat hingga hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran, IHSG masih terkapar di zona merah. Bisnis mencatat, selama 2 hari berturut-turut usai libur Idulfitri, IHSG menguat 1,81%. Jadi, meskipun kemarin sempat melemah 0,43%, IHSG tumbuh positif 0,95% sepanjang tahun berjalan 2023 atau year-to-date (YtD), menjadi 6.915,72. Head of Research Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menilai, reli IHSG mulai terlihat sejak Maret 2023, sejalan dengan ekspektasi bahwa inflasi Indonesia terkendali berkat suku bunga yang bertengger di posisi puncak. Kendati tren positif terus menguat, dia mengimbau pelaku pasar mewaspadai potensi penurunan harga saham-saham berbasis energi seperti batu bara, khususnya usai momentum pembagian dividen. Raphon lebih memfavoritkan saham perbankan, seperti BBRI dan BBTN. Muhammad Alfatih, Vice President & Senior Technical Analyst Samuel Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG berhasil menembus pola konsolidasi yang terbentuk sejak September 2022 di kisaran 6.735-6.860. Hal ini mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan menuju target harga sekitar 7.100.
Pangkas Karyawan, Rugi Goto Susut
Langkah PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.300 karyawan pada November 2022 mulai berbuah hasil. Per akhir Maret 2023, emiten teknologi ini berhasil memangkas rugi bersih sebesar 40,31% secara tahunan menjadi Rp 3,86 triliun.
Direktur Keuangan Grup Goto Jacky Lo mengatakan, kinerja perusahaan didorong oleh kenaikan pendapatan dan efisiensi beban. "Pengelolaan beban operasional tetap secara cermat mendukung GOTO dalam mencapai profitabilitas dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat
cash burn
," kata Jacky, Kamis (27/4). Penghematan beban usaha yang dilakukan pada kuartal IV-2022 tersebut telah mengurangi beban operasional berulang (recurring cash operating expenses) hingga Rp 460 miliar atau sekitar 17% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Beban insentif dan pemasaran produk juga turun sekitar 39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jacky mengatakan, nilai ini mencerminkan penghematan sebesar Rp 2,6 triliun. Menurut Jacky, dengan basis biaya yang lebih rendah, maka GOTO juga lebih leluasa melakukan alokasi modal. Emiten ini juga bisa mendorong percepatan pertumbuhan.
Sedangkan EBITDA yang disesuaikan membaik 67% secara tahunan menjadi hanya minus Rp 1,6 triliun pada kuartal I-2023. Capaian ini didukung oleh kinerja unit bisnis
on-demand services
dan
e-commerce.
Direktur Utama Grup Goto Andre Soelistyo mengatakan, pencapaian di kuartal I-2023 sejalan dengan target GOTO untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat tahun ini.
Jennifer A. Harjono,
Research Analyst
Mirae Asset Sekuritas, juga meyakini, efisiensi dan optimalisasi pada seluruh unit usaha GOTO dapat membuat perusahaan ini meraih EBITDA positif di kuartal IV nanti. "Rugi bersih juga akan menipis," jelasnya.
Tambang Emas Bikin Kinerja Berkilau
Bisnis tambang emas akan membuat kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) lebih berkilau pada tahun ini. Emiten tambang ini mendapat angin segar dari tuntasnya pabrik pengolahan emas kedua di Palu, Sulawesi Tengah.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap, menuliskan dalam laporan risetnya, BRMS menargetkan volume produksi emas akan melebihi 20.000 troi ons pada tahun ini. Angka ini naik sebesar 269,3% secara tahunan. Kenaikan produksi ini berasal dari tambahan kapasitas produksi pabrik pengolahan emas kedua BRMS yang selesai pada kuartal III-2022. Ke depan, BRMS memperkirakan kapasitas produksi emas tahunan bahkan bisa melebihi 70.000 ons troi setelah selesainya pabrik pengolahan emas ketiga dan keempat di Palu dan Gorontalo.
BRMS juga akan mendapat sentimen positif dari kenaikan harga emas sepanjang kuartal pertama tahun ini, akibat krisis perbankan di Amerika Serikat (AS). Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, harga emas tahun ini bisa menyentuh level US$ 2.300 per troi ons, naik 28% dari harga US$ 1.800 per troi ons di tahun 2022.
Sentimen positif dari kenaikan harga emas itu sudah cukup terlihat pada kinerja keuangan emiten penambang komoditas mineral ini di kuartal pertama lalu. BRMS mampu mencetak pertumbuhan kinerja cukup fantastis.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, tren kenaikan produksi emas BRMS bisa berlangsung hingga 2025. Tambah lagi, Nafan menilai, bergabungnya Grup Salim dengan Bakrie juga dilihat dapat menjadi katalis positif bagi kinerja BRMS di tahun ini.
Prospek Big Caps Masih Tetap Menarik
Deretan emiten dengan kapitalisasi pasar atau
market capitalization
(market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2023 berjalan tak banyak mengalami pergeseran dibandingkan akhir Maret 2023. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menduduki posisi puncak
market cap
terbesar di bursa saham. Mengutip data Bloomberg, Rabu (26/4), BBCA memiliki kapitalisasi pasar di bursa saham sebesar Rp 1.124,88 triliun. Jika dilihat, kapitalisasi pasar BBCA di bursa saham setara 11,50% dari total
market cap
di BEI.
Ranking kedua emiten dengan
market cap
jumbo diisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 750,22 triliun. Muncul di posisi ketiga ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan kapitalisasi pasar Rp 693,33 triliun.
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menilai, pergerakan harga saham dan kinerja emiten big caps umumnya sejalan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan laju ekonomi.
Karena itu, rangking
big caps
bisa berubah saat terjadi rotasi sektoral. Ketika salah satu sektor sedang diuntungkan kondisi global seperti yang terjadi pada batubara, muncul emiten yang secara fundamental baik karena didukung kondisi saat itu," kata Roger ke Kontan, Selasa (25/4).
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian memandang sepanjang tahun berjalan ini, saham-saham
big caps
relatif diuntungkan oleh volatilitas pasar yang cukup kencang.
Gaya Abadi Rencanakan ”Right Issue”
Produsen sepeda motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) memerlukan tambahan modal. Direktur Utama GAS Edi Hanafiah, Rabu (26/4/2023), mengatakan, tambahan modal ini direncanakan didapat dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). GAS direncanakan mengeluarkan saham baru bernilai Rp 147 miliar. (Yoga)
Dana Asing Dongkrak IHSG ke 7.600
JAKARTA, ID – Derasnya aliran dana asing diprediksi mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level 7.600 hingga akhir 2023. Hal itu tak lepas dari ekspektasi berkurangnya sikap hawkish The Fed, menyusul turunnya inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Maret lalu. Per Rabu (26/4/2023), total net buy asing di pasar saham mencapai Rp 17,8 triliun. Padahal, asing sempat netsell besar-besaran awal 2023, seiring memburuknya prospek ekonomi dunia. Kemarin, pemodal asing masih agresif memborong saham, dengan net buy Rp 1,8 triliun. Mereka memburu saham ASII dengan net buy Rp 444,94 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 367,01 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 259,87 miliar, PT Bank Rak yat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 154,96 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 117,65 miliar. Tak ayal lagi, IHSG ditutup naik 1,29% ke level 6.910. Nilai transaksi perdagangan saham sangat besar, Rp 15,4 triliun, melampaui rata-rata nilai transaksi harian tahun 2023 sebesar Rp 10,2 triliun. Di sisi lain, dari sisi funda mental emiten, solidnya kinerja keuangan tahun 2022 diprediksi berlanjut tahun 2023. Indikasi ini terlihat pada lonjakan laba bersih sejumlah emiten kakap pada kuartal I-2023, seperti Astra, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Berdasarkan laporan riset Samuel Sekuritas, dikutip Rabu (26/4/2023), IHSG masih menunjukkan ketangguhan sepanjang tahun ini, bahkan setelah lonjakan besar tahun lalu. Ini tak lepas dari kembali masuknya investor asing ke pasar saham sejak Februari 2023, dengan rata-rata arus masuk modal bulanan Rp 5,2 triliun (Yetede)









