;
Tags

Saham

( 1717 )

Tambang Emas Bikin Kinerja Berkilau

HR1 27 Apr 2023 Kontan

Bisnis tambang emas akan membuat kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) lebih berkilau pada tahun ini. Emiten tambang ini mendapat angin segar dari tuntasnya pabrik pengolahan emas kedua di Palu, Sulawesi Tengah. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap, menuliskan dalam laporan risetnya, BRMS menargetkan volume produksi emas akan melebihi 20.000 troi ons pada tahun ini. Angka ini naik sebesar 269,3% secara tahunan. Kenaikan produksi ini berasal dari tambahan kapasitas produksi pabrik pengolahan emas kedua BRMS yang selesai pada kuartal III-2022. Ke depan, BRMS memperkirakan kapasitas produksi emas tahunan bahkan bisa melebihi 70.000 ons troi setelah selesainya pabrik pengolahan emas ketiga dan keempat di Palu dan Gorontalo. BRMS juga akan mendapat sentimen positif dari kenaikan harga emas sepanjang kuartal pertama tahun ini, akibat krisis perbankan di Amerika Serikat (AS). Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, harga emas tahun ini bisa menyentuh level US$ 2.300 per troi ons, naik 28% dari harga US$ 1.800 per troi ons di tahun 2022. Sentimen positif dari kenaikan harga emas itu sudah cukup terlihat pada kinerja keuangan emiten penambang komoditas mineral ini di kuartal pertama lalu. BRMS mampu mencetak pertumbuhan kinerja cukup fantastis. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, tren kenaikan produksi emas BRMS bisa berlangsung hingga 2025. Tambah lagi, Nafan menilai, bergabungnya Grup Salim dengan Bakrie juga dilihat dapat menjadi katalis positif bagi kinerja BRMS di tahun ini.

Prospek Big Caps Masih Tetap Menarik

HR1 27 Apr 2023 Kontan

Deretan emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2023 berjalan tak banyak mengalami pergeseran dibandingkan akhir Maret 2023. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menduduki posisi puncak market cap terbesar di bursa saham. Mengutip data Bloomberg, Rabu (26/4), BBCA memiliki kapitalisasi pasar di bursa saham sebesar Rp 1.124,88 triliun. Jika dilihat, kapitalisasi pasar BBCA di bursa saham setara 11,50% dari total market cap di BEI. Ranking kedua emiten dengan market cap jumbo diisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 750,22 triliun. Muncul di posisi ketiga ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan kapitalisasi pasar Rp 693,33 triliun. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menilai, pergerakan harga saham dan kinerja emiten big caps umumnya sejalan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan laju ekonomi. Karena itu, rangking big caps bisa berubah saat terjadi rotasi sektoral. Ketika salah satu sektor sedang diuntungkan kondisi global seperti yang terjadi pada batubara, muncul emiten yang secara fundamental baik karena didukung kondisi saat itu," kata Roger ke Kontan, Selasa (25/4). Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian memandang sepanjang tahun berjalan ini, saham-saham big caps relatif diuntungkan oleh volatilitas pasar yang cukup kencang.

Gaya Abadi Rencanakan ”Right Issue”

KT3 27 Apr 2023 Kompas

Produsen sepeda motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) memerlukan tambahan modal. Direktur Utama GAS Edi Hanafiah, Rabu (26/4/2023), mengatakan, tambahan modal ini direncanakan didapat dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). GAS direncanakan mengeluarkan saham baru bernilai Rp 147 miliar. (Yoga)

Dana Asing Dongkrak IHSG ke 7.600

KT1 27 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Derasnya aliran dana asing diprediksi mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level 7.600 hingga akhir 2023. Hal itu tak lepas dari ekspektasi berkurangnya sikap hawkish The Fed, menyusul turunnya inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Maret lalu. Per Rabu (26/4/2023), total net buy asing di pasar saham mencapai Rp 17,8 triliun. Padahal, asing sempat netsell besar-besaran awal 2023, seiring memburuknya prospek ekonomi dunia. Kemarin, pemodal asing masih agresif memborong saham, dengan net buy Rp 1,8 triliun. Mereka memburu saham ASII dengan net buy Rp 444,94 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 367,01 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 259,87 miliar, PT Bank Rak yat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 154,96 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 117,65 miliar. Tak ayal lagi, IHSG ditutup naik 1,29% ke level 6.910. Nilai transaksi perdagangan saham sangat besar, Rp 15,4 triliun, melampaui rata-rata nilai transaksi harian tahun 2023 sebesar Rp 10,2 triliun. Di sisi lain, dari sisi funda mental emiten, solidnya kinerja keuangan tahun 2022 diprediksi berlanjut tahun 2023. Indikasi ini terlihat pada lonjakan laba bersih sejumlah emiten kakap pada kuartal I-2023, seperti Astra, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Berdasarkan laporan riset Samuel Sekuritas, dikutip Rabu (26/4/2023), IHSG masih menunjukkan ketangguhan sepanjang tahun ini, bahkan setelah lonjakan besar tahun lalu. Ini tak lepas dari kembali masuknya investor asing ke pasar saham sejak Februari 2023, dengan rata-rata arus masuk modal bulanan Rp 5,2 triliun (Yetede)

Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi

HR1 26 Apr 2023 Kontan

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara. Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4). Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton. Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%. Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.

Menelaah Tawaran 10 Waran Terstruktur Baru dari RHB

HR1 26 Apr 2023 Kontan

PT RHB Sekuritas kembali akan menawarkan produk waran terstruktur. Tak tanggung-tanggung, pada penawaran kedelapan ini, RHB akan merilis 10 waran terstruktur baru. Dari 10 seri baru tersebut, tiga di antaranya merupakan produk yang sama sekali baru. Sementara tujuh sisanya bisa dibilang muka lama. Kesepuluh produk baru yang akan RHB tawarkan antara lain ANTMDRCX3 dengan underlying asset alias aset dasar saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam, BBRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) alias Bank BRI, dan BMRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kemudian HRUMDRCX3A dengan aset dasar saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), INCODRXC3A dengan aset dasar saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), MDKADRCX3A dengan aset dasar saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan UNVRDRCX3A dengan aset dasar saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Tiga seri baru lainnya adalah CPINDRCX3A dengan aset dasar saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PTBADRCX3A dengan aset dasar saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan UNTRDRCX3A dengan aset dasar saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Penambahan tiga seri waran terstruktur dengan aset dasar yang baru ini tak lepas dari rencana RHB Sekuritas untuk menyediakan produk waran terstruktur dengan aset dasar seluruh penghuni indeks IDX30. Steinly Atmanagara, Head, Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, mengatakan, RHB Sekuritas ke depan akan menyediakan waran terstruktur pada seluruh emiten penghuni IDX30. Kesepuluh produk baru waran terstruktur RHB tersebut akan ditawarkan mulai 28 April hingga 4 Mei 2023 mendatang. Penjatahan dan penetapan harga dijadwalkan pada 5 Mei 2023. Distribusi waran pada 8 Mei 2023 sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan digelar pada 9 Mei 2023.

27 Saham Janjikan Gain Diatas Rata-rata

KT1 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Sedikitnya 27 saham emiten masuk daftar saham paling menjanjikan hingga akhir kuartal II-2023. Saham-saham tersebut berpotensi mencetak keuntungan (potential gain) di atas rata-rata. Ke-27 saham itu adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Saham lainnya yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Prodia Widyahu. Tbk (PRDA), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Itu belum termasuk saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Arwana Citramulia Tbk  ARNA), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Hal itu terungkap dalam riset sejumlah sekuritas dan hasil wawancara Investor Daily dengan kalangan analis. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta, baru-baru ini. Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan 10 saham LQ45 yang diperkirakan mampu memberikan keuntungan hingga akhir kuartal II-2023. Salah satunya adalah ASII dengan target harga Rp 6.700 dan level support terdekat Rp 5.850. (Yetede)

Anak Usaha TOWR Akuisisi 60% Saham Varnion Technology

HR1 18 Apr 2023 Kontan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui anak perusahaannya, yakni PT iForte Solusi Infotek, mengakuisisi 60% saham perusahaan penyedia solusi internet PT Varnion Technology Semesta. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat bisnis fiber optik perusahaan ini. Wakil Direktur Utama TOWR Adam Ghifari menjelaskan, iForte dan Varnion telah melakukan penandatangan perjanjian penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) atas 60% saham Varnion pada 17 April 2023. Namun, Adam belum menyebutkan besaran nilai transaksi ini. "Berdasarkan CSPA, iForte sebagai pembeli akan mengambil alih 60% saham di Varnion dengan tunduk pada syarat dan ketentuan sebagaimana diatur," jelas Adam, Senin (17/4). Adapun Varnion Technology Semesta merupakan perusahaan berbasis teknologi yang memiliki spesialisasi dalam penyediaan solusi internet, integrasi sistem, dan layanan outsourcing teknologi informasi atau IT. Wakil Direktur Utama iForte Silvi Liswanda mengatakan, aksi korporasi ini akan memperkuat posisi iForte sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik. Hartono, Direktur Iforte sekaligus Chief of Business Development Protelindo Group, menambahkan, dengan kerjasama ini, maka akan terjalin sinergi antara iForte dan Varnion, khususnya di segmen industri perhotelan.

Kontrak Baru Emiten BUMN Karya Naik

HR1 18 Apr 2023 Kontan

Kinerja BUMN Karya dinilai sudah memasuki masa pemulihan. Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru sejumlah BUMN Karya di kuartal I 2023 yang bertumbuh. Meski begitu, emiten konstruksi pelat merah masih menghadapi tantangan di sisi permodalan. Hingga Maret 2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak pertumbuhan kontrak baru hingga 109% menjadi Rp 8,9 triliun. Lalu, kontrak baru PT PP Tbk (PTPP) tumbuh 32,13% menjadi Rp 4,08 triliun. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru Rp 4,16 triliun. Salah satu proyek kontrak baru WSKT berasal dari proyek di luar negeri, yakni Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang berada di Timor Leste. "Nilainya Rp 1,1 triliun," ujar Senior Vice President Corporate Secretary WSKT, Senin (17/4). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, sektor konstruksi bangunan mulai tumbuh. Meski begitu, Praska menilai bahwa peningkatan kontrak baru sejalan dengan tantangan di sisi permodalan. Sebagai informasi, akhir Desember 2022, WSKT mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp 106,58 miliar dari sebelumnya positif Rp 192,78 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga memiliki arus kas operasi negatif sebesar Rp 2,88 triliun. Sedangkan ADHI dan PTPP memiliki arus kas operasi positif, tetapi nilainya turun.

Dapat Untung Dari Hari Raya

HR1 18 Apr 2023 Kontan

Berkah bulan suci Ramadan akan terlihat di kinerja sejumlah emiten. Ada beberapa sektor yang mendapat kenaikan permintaan di momentum lebaran ini, yaitu sektor barang konsumsi, poultry, ritel, transportasi dan jalan tol. Senior Information Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, kenaikan permintaan yang terjadi selama lebaran ini akan tercermin pada laporan keuangan kuartal kedua mendatang. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, di antara sektor-sektor tersebut, emiten barang konsumsi yang akan memperoleh keuntungan paling tebal. Alasannya, permintaan kebutuhan primer yang meningkat di masa Ramadan dan lebaran. Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim menuturkan, pelaku pasar juga tampak melakukan rotasi sektor dan menyasar sejumlah emiten yang dapat berkah Ramadan. Ambil contoh PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Ini tercermin dari kenaikan harga sahamnya sebulan terakhir.

Pilihan Editor