Kontrak Baru Emiten BUMN Karya Naik
Kinerja BUMN Karya dinilai sudah memasuki masa pemulihan. Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru sejumlah BUMN Karya di kuartal I 2023 yang bertumbuh. Meski begitu, emiten konstruksi pelat merah masih menghadapi tantangan di sisi permodalan.
Hingga Maret 2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak pertumbuhan kontrak baru hingga 109% menjadi Rp 8,9 triliun. Lalu, kontrak baru PT PP Tbk (PTPP) tumbuh 32,13% menjadi Rp 4,08 triliun. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru Rp 4,16 triliun.
Salah satu proyek kontrak baru WSKT berasal dari proyek di luar negeri, yakni Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang berada di Timor Leste. "Nilainya Rp 1,1 triliun," ujar
Senior Vice President Corporate Secretary
WSKT, Senin (17/4).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, sektor konstruksi bangunan mulai tumbuh. Meski begitu, Praska menilai bahwa peningkatan kontrak baru sejalan dengan tantangan di sisi permodalan.
Sebagai informasi, akhir Desember 2022, WSKT mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp 106,58 miliar dari sebelumnya positif Rp 192,78 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga memiliki arus kas operasi negatif sebesar Rp 2,88 triliun. Sedangkan ADHI dan PTPP memiliki arus kas operasi positif, tetapi nilainya turun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023