;
Tags

Saham

( 1722 )

Pandemi Berakhir, BUMN Farmasi Loyo

HR1 04 Apr 2023 Kontan

Emiten farmasi BUMN telah merilis kinerja keuangan tahun 2022. Hasilnya, sejumlah emiten farmasi pelat merah belum bisa keluar dari kerugian. Terbaru, PT Indofarma Tbk (INAF) melaporkan kerugian tahun 2022 sebesar Rp 428,48 miliar. Mengutip laporan keuangan Indofarma yang dirilis akhir pekan lalu, rugi bersih emiten farmasi ini melejit hingga lebih dari 1.000% secara tahunan dari tahun 2021 yang hanya sebesar Rp 37,57 miliar. Membengkaknya kerugian INAF dipicu dari anjloknya pendapatan. Pada 2022, pendapatan INAF hanya mencapai Rp 1,1 triliun, melorot 60,5% secara tahunan yang masih Rp 2,9 triliun di 2021. Kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tahun 2022 tak kalah buruk. Pada 2022, KAEF merugi Rp 170,04 miliar. Angka rugi bersih KAEF ini memburuk dibanding tahun 2021 yang masih mencetak laba bersih Rp 302,27 miliar. Penurunan pendapatan KAEF, antara lain, dipicu merosotnya penjualan obat generik KAEF pada 2022 menjadi 59,1% jadi Rp 864,52 miliar. Selain itu penjualan obat ethical amblas 4,2% secara tahunan jadi Rp 2,961 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai, penyebab utama kenaikan rugi emiten farmasi BUMN adalah berakhirnya pandemi Covid-19.

Kotek Emiten Poultry Belum Nyaring

HR1 03 Apr 2023 Kontan

Saham-saham emiten sektor poultry memperlihatkan pergerakan yang cenderung negatif di sepanjang tahun ini. Belum ada katalis yang benar-benar kuat untuk mendorong harga saham poultry. Bahkan menjelang lebaran pun belum ada tanda perbaikan harga saham emiten poultry. Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Gibran menjelaskan, permintaan akan ayam broiler dan telur selama Ramadan dan lebaran meningkat. Secara fundamental ini akan memperbaiki kinerja dan margin emiten poultry hingga semester satu nanti. Harga ayam broiler dan telur akan meningkat hingga semester I-2023. Ini sejalan dengan instruksi Kementerian Pertanian yang berencana memusnahkan sekitar 14,9 juta day old chick (DOC) setiap minggu dari 23 Februari-15 April 2023. "Kami memperkirakan langkah ini dapat mengurangi 50% kelebihan pasokan pada semester I-2023," tulis Gibran dalam riset. Tak hanya itu, Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery mengatakan, pemerintah baru-baru ini menaikkan harga referensi broiler dari Rp 19.000-Rp 21.000 per kg jadi Rp 21.000-Rp 23.000 per kg. Langkah ini merupakan respons atas kenaikan harga bahan baku dan permintaan dari para pemangku kepentingan di sektor poultry. Sementara itu, segmen pakan ternak diperkirakan masih menghadapi tantangan akibat tingginya harga bungkil kedelai alias soybean meal (SBM). Harga SBM mencapai US$ 480 per ton, meningkat 10% dari rata-rata tahun lalu.

Kinerja Kenceng, Dividen Konglomerat Cespleng

HR1 03 Apr 2023 Kontan (H)

Musim bagi-bagi dividen sudah dimulai. Sejumlah emiten sudah mengumumkan pembagian dividen dengan nilai cukup jumbo dengan yield atraktif. Ambil contoh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten ini mengumumkan akan membagikan dividen dengan nilai Rp 525 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga penutupan saham ini Jumat lalu di Rp 4.930, maka yield dividen emiten ritel ini mencapai 10,65%. Bukan cuma investor ritel yang bakal menikmati dividen dari para emiten tersebut. Bos-bos para pemilik emiten tersebut juga akan mencicip cuan manis dari dividen jumbo tahun ini. Ambil contoh dividen LPPF tadi. Dari pembagian dividen tersebut, Auric Digital Retail. pemegang 38,40% saham LPPF, mengantongi Rp 476,62 miliar. Auric Digital masih merupakan perusahaan terafiliasi Grup Lippo. Salah satu pendirinya Stephen Riady. Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro mengatakan, secara historis, ada tiga konglomerat yang berpotensi dapat dividen besar dari emitennya.

11 Saham To The Moon Beri Gain 106-812% di Kuartal: 1-2023

KT1 03 Apr 2023 Investor Daily (H)

Sebanyak 11 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan lonjakan harga yang fantastis atau populer disebut “to the moon” selama kuartal I-2023. Dikatakan fantastis karena harga saham-saham tersebut terbang tinggi hingga di kisaran 106% sampai 812%. Berdasarkan data BEI yang di olah selama Januari-Maret 2023, saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi yaitu sebesar 812,5%. Posisi kedua adalah saham PT Hatten Bali Tbk (WINE) dengan kenaikan harga 326,3%.

Kemudian, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan kenaikan harga 270,4%, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) 226%, dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) 224,7%. Selanjutnya, saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) 174%, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 172,7%, PT PAM Mineral Tbk (NICL) 128%, dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) 112%. Tak ketinggalan, saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) naik 107,1% dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) sebesar 106,1%. (Yetede)


Sektor Perbankan LQ45 Lebih Diunggulkan

HR1 01 Apr 2023 Kontan

Investor merespons positif kinerja emiten LQ45. Jika dirata-rata, pertumbuhan laba bersih 33 emiten LQ45 yang sudah merilis mencapai 53,36% dengan pertumbuhan laba bersih rata-rata 26,84%. Oleh karena itu, saham-saham LQ45 bergerak positif. Bila dihitung sejak awal tahun, indeks LQ45 masih naik tipis 0,05%, lebih baik dari performa IHSG yang turun 0,66%. Emiten dengan kinerja laba bersih terbaik datang dari sektor perbankan dan energi. Emiten sektor bahan dasar yang mayoritas mencetak kinerja positif. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, sektor perbankan punya peluang paling besar melanjutkan pertumbuhan kinerja double digit di tahun ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani sepakat. Ia menilai empat saham bank besar, yaitu BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI, punya potensi upside harga paling tinggi. Ini sejalan dengan kinerja emiten perbankan masih disokong pertumbuhan kredit yang kuat.

Relaksasi Transaksi Bursa Siap Dicabut

HR1 01 Apr 2023 Kontan (H)

Para investor saham harap bersiap! Mulai pekan depan, waktu perdagangan akan lebih panjang. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut relaksasi perdagangan di bursa saham yang berlaku pada masa pandemi Covid-19, termasuk mengembalikan jam perdagangan mulai Senin, 3 April 2023. Normalisasi ini menindaklanjuti Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-52/PM.01/2023 tanggal 29 Maret 2023, serta merujuk empat surat keputusan dari direksi BEI. Jam perdagangan pun kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menilai, normalisasi perdagangan bursa merupakan hal yang dinantikan pelaku pasar. Apalagi ketika performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam fase markdown, khususnya di bulan Ramadan, yang terdapat banyak hari libur bursa. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menimpali, normalisasi sudah selayaknya dilakukan menimbang kondisi secara umum yang sudah kembali normal. Rata-rata nilai transaksi harian pun berpotensi meningkat. "Investor punya waktu lebih panjang untuk bertransaksi, khususnya bagi trader yang biasa transaksi jual beli pada satu hari perdagangan," katanya, Jumat (31/3).

Merdeka Battery Incar Rp 9,6 Triliun dari Bursa

KT3 31 Mar 2023 Kompas

PT Merdeka Battery Materials Tbk akan menawarkan sebanyak 11 miliar saham baru kepada publik (IPO). Jumlah ini setara dengan 10,24 % dari total saham. Harga saham yang ditawarkan Rp 780-Rp 795 per saham. Dengan demikian, dana yang dapat dihimpun dari publik sebesar Rp 9,62 triliun. Hasil dari pelepasan saham ini sebagian akan digunakan untuk membayar utang bank dan utang kepada induk usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. ”Melalui IPO ini Merdeka Battery akan memiliki dukungan lebih kuat untuk mengeksekusi rencana strategis ke depan,” kata Presdir Merdeka Battery Devin Ridwan, di Jakarta, Kamis (30/3). (Yoga)

Dipicu Harga Anjlok

HR1 31 Mar 2023 Kontan

Kinerja indeks saham sektor energi masih mengalami tekanan sejak awal tahun. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (30/3), indeks saham IDX Sektor Energi menduduki posisi teratas sebagai indeks sektoral yang paling anjlok. Penurunan terbesar dialami PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 5,26% ke level Rp 126. Jika diakumulasi sejak awal tahun, saham BUMI sudah minus 21,74%. Kinerja terburuk kedua diduduki saham PT Indo Tambang Raya Merah Tbk (ITMG) yang turun 3,98%. Bila, dihitung sejak awal 2023,D ITMG masih naik tipis 0,38%. Di posisi berikutnya ada anak usaha ADRO, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 3,24% ke Rp 1.195. Sejak awal tahun, saham ADMR turun 29,50%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, penurunan harga saham emiten batubara dipengaruhi volatilitas harga batubara di pasar global.

Emiten Konsumsi Masih Bertaji

HR1 30 Mar 2023 Kontan

Satu per satu emiten yang bergerak di sektor industri barang konsumsi merilis laporan kinerja keuangan tahun 2022. Sayangnya, tidak semua emiten di sektor barang konsumsi bernasib baik. Ada sejumlah emiten di sektor ini yang mengalami penurunan laba bersih. Contoh terbaru adalah kinerja keuangan emiten grup Indofood. Pada 2022, laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tergerus 28,32% menjadi Rp 4,58 triliun. Nasib serupa dialami induk ICBP, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang juga mengalami penurunan laba bersih. Tahun lalu, laba bersih INDF hanya tersisa Rp 5,35 triliun atau mengempis 17,01% secara tahunan, dari Rp 11,56 triliun di 2021. Senasib, moncernya pendapatan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga tak mampu mengungkit laba bersih emiten ini. Pada tahun lalu, UNVR mencetak kenaikan penjualan 4,23% menjadi Rp 41,21 triliun dari Rp 39,5 triliun pada 2021. Cuma, laba bersih UNVR menyusut 6,83% secara tahunan jadi 5,36 triliun dari Rp 5,75 triliun. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menilai, emiten produsen fast moving consumer good s (FMCG) seperti ICBP dan INDF masih dibayangi kenaikan beban keuangan. Memang, beban keuangan INDF tahun lalu melonjak dari Rp 2,8 triliun di 2021 jadi Rp 7,99 triliun pada 2022. Analis Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian sepakat, prospek kinerja emiten barang konsumsi pada tahun ini masih cerah. "Kinerja emiten barang konsumsi berpotensi lebih baik pada tahun ini, baik top line maupun bottom line," kata dia. Fajar mengestimasi, top line emiten konsumer pada tahun ini akan ditopang oleh meningkatnya daya beli konsumen. Salah satu sentimen positif yang mempengaruhi daya beli adalah momentum tahun politik jelang Pemilu 2024.

Kepanikan Mereda, Pasar Saham Global Bergerak Positif

KT3 29 Mar 2023 Kompas

Pasar saham global bergerak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa (28/3) setelah selama akhir pekan diliputi kekhawatiran dan tanda tanya mengenai bank mana lagi yang akan mengalami kesulitan keuangan. Pergerakan positif ini tak lepas dari kepastian adanya investor baru untuk Silicon Valley Bank (SVB). Akan tetapi, sejumlah analis dan pengambil kebijakan di sektor perbankan dan keuangan mengingatkan, sektor ini tetap rapuh apabila tidak ada perubahan regulasi yang lebih besar. Gairah pasar terlihat pada awal pembukaan perdagangan Selasa di sejumlah bursa saham dunia. Indeks CAC 40 di Perancis mengalami kenaikan 0,5 % menjadi 7.116,72 di awal perdagangan. Indeks DAX Jerman naik 0,4 % menjadi 15.191,93 serta FTSE 100 Inggris naik 0,4 % menjadi 7.5034,04. Dow Jones Industrial Average juga naik 0,1 %.

Pasar saham di Asia juga mengalami kenaikan sebagai imbas dari sentimen positif di sektor perbankan AS dan Eropa. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami kenaikan 1,0 % menjadi 7.034,10. Indeks Kospi Korsel naik 1,1 % menjadi 2.434,94 dan Hang Seng naik 0,9 % menjadi 19.751,94. Hanya indeks Shanghai Composite yang mengalami penurunan 0,2 % menjadi 3.245,38. ”Ekuitas Asia positif pada Selasa, terangkat oleh sebagian besar indeks utama yang lebih tinggi di sesi sebelumnya. Berkurangnya kekhawatiran seputar krisis perbankan dan melonjaknya  harga minyak menyebabkan aliran pengambilan risiko yang solid,” kata Anderson Alves dari ActivTrades dalam sebuah laporan. (Yoga)


Pilihan Editor