;
Tags

Saham

( 1717 )

Diskon Harga BUMN Karya

KT3 20 Mar 2023 Tempo

Harga saham emiten-emiten badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi alias BUMN karya terus mengalami tekanan sejak awal 2023. Saham empat perusahaan pelat merah sektor konstruksi, yakni PT Waskita Karya Tbk (Persero), PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya Tbk (Persero), turun 16,54-35,16 %. Tren pelemahan harga dialami pula oleh anak-anak usaha BUMN karya yang melantai di pasar modal. Sepekan terakhir, hanya Waskita Karya yang mencatatkan kenaikan harga Rp 6 atau 2,6 % menjadi Rp 236 per saham. Emiten yang memiliki banyak ruas jalan tol di Jawa dan Sumatera ini sedang mendapat perhatian investor setelah menunda pembayaran bunga obligasi. Akibatnya, perdagangan saham emiten tersebut disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia pada 16 Februari hingga 2 Maret lalu.

Pekan lalu, salah satu kreditor Waskita Karya, yakni PT Megah Baja Bangun Semesta, mencabut gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang senilai Rp 2,9 miliar terhadap Waskita. Megah Baja merupakan vendor proyek pembangunan Terminal Bandara Minangkabau. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan masalah arus kas perusahaan menjadi faktor yang dilihat investor. Perusahaan-perusahaan konstruksi milik pemerintah itu tercatat memiliki utang yang lebih tinggi ketimbang ekuitasnya. Salah satu indikator yang menjadi acuan adalah rasio utang terhadap modal alias debt-to-equity ratio (DER) yang cukup tinggi. "Karena itu, selama ini kinerja harga sahamnya tertekan," ujar Nafan kepada Tempo, akhir pekan lalu. (Yoga)


Pasar Saham Sedang Lesu, Aksi Buyback Menyerbu

HR1 18 Mar 2023 Kontan (H)

Ini namanya kesempatan dalam kesempitan. Di tengah meredupnya bursa saham, sejumlah emiten memanfaatkan momentum untuk menggelar aksi pembelian kembali alias buyback saham. Dalam catatan KONTAN, sedikitnya ada empat emiten yang menggelar buyback saham hingga pertengahan Maret 2023 ini. Terbaru, aksi buyback saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Emiten properti ini akan melakukan buyback saham dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Aksi ini digelar TRIN selama periode 15 Maret hingga 15 Juni 2023. Kamis ini (16/3), giliran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menyiapkan dana jumbo hingga Rp 905 miliar untuk membeli kembali saham BBNI. Bukan hanya BBNI yang menyiapkan dana besar untuk buyback saham. Kolega BBNI sesama bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai aksi buyback. Emiten pelat merah lainnya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbbk alias Mitratel (MTEL) juga bakal merogoh kocek gede untuk buyback saham pada April mendatang. Jika ditotal, sedikitnya ada sekitar 11 emiten yang akan menggelar aksi buyback pada tahun ini. Total nilai dana dari aksi korporasi ini sekitar Rp 6 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menilai, aksi buyback belum signifikan mendongkrak likuiditas pasar saham. Selain itu, aksi buyback oleh emiten biasanya hanya memberi efek secara jangka pendek.

Asing Lepas Saham Empat Bank Besar

KT1 17 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silverbank di Amerika Serikat (AS) serta krisis likuiditas bank investasi kakap Credit Suisse (CS) membuat pemodal asing melepas empat saham bank besar di Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBRI). Seiring dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ambles 0,9% atau 62,4 poin ke level 6.565,72. Bahkan, indeks sempat menyentuh  level 6.542 pada sesi II perdagangan, sebelum akhirnya ditutup di 6.565. Saat ini, empat bank besar itu masuk 10 besar market cap di BEI sekaligus memiliki bobot tinggi terhadap IHSG. Kejatuhan saham bank diperparah oleh koreksi besar saham-saham komoditas, yakni batu bara dan nikel. Ini tak lepas dari rontoknya harga dua komoditas andalan itu di pasar global. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) merosot 4% ke level Rp 2.640, sedangkan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,5% ke level Rp 3.850.Kemarin, asing net sell saham BBCA Rp 290 miliar, BMRI Rp 174 miliar, MDKA Rp 79 miliar, BBNI Rp 63 miliar, BBRI Rp 59 miliar, dan ADRO Rp 57 miliar. Total net sell asing kemarin mencapai Rp 732 miliar. Namun, secara year to date (ytd), asing masih net buy Rp 2,5 triliun.  (Yetede)

Pelemahan IHSG Hanya Sementara

KT1 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 2,14% atau 145 poin ke level 6.641,81, Selasa (14/3/2023), dipicu mencuatnya kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat pelaku pasar panik, sehingga melakukan aksi jual besar-besaran, terlihat pada net sell pemodal asing Rp 1,3 triliun. Akan tetapi, kalangan analis menilai pelemahan indeks hanya bersifat sementara. Alasannya, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diprediksi tidak lagi agresif menaikkan suku bunga acuan demi menghindari penutupan bank lainnya. Selain itu, laju inflasi AS diprediksi melambat pada Februari 2023. Seiring dengan itu, investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi saham-saham prospektif. Strategi trading yang paling relevan saat ini adalah buy on weakness. Di sisi lain, koreksi indeks kemarin disebabkan tumbangnya tiga saham bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal ini diperburuk oleh amblesnya saham raksasa teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Yetede)

MEMITIGASI GEJOLAK PASAR SAHAM

HR1 15 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pelaku pasar modal mesti waspada. Sentimen eksternal yang dipicu oleh penutupan Sillicon Valley Bank dan Signature Bank di Amerika Serikat kembali menimbulkan volatilitas tinggi di pasar saham global, termasuk Indonesia. Tekanan yang menyelimuti saham-saham sektor teknologi dan perbankan diproyeksi berlangsung dalam jangka pendek. Pasar saham global merah merona pada perdagangan Selasa (14/3). Indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok 2,14% ke level 6.641,81 bersama dengan bursa lain di regional. Akibat koreksi itu, indeks komposit melemah 3,05% sepanjang tahun berjalan 2023. Pelemahan indeks komposit sejalan dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,33 triliun pada perdagangan kemarin. Sejalan dengan itu, sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar besar berguguran. Di sektor finansial, koreksi a.l. dialami oleh saham BMRI yang tercatat turun 4,1%, BBCA -2,6%, BBRI -2,5%, dan BBNI melemah 3,5% pada Senin (14/3). Beberapa saham emiten bank digital juga terpukul dalam hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB), seperti saham ARTO yang anjlok 6,64% dan BBYB turun 6,84%. Sektor teknologi juga menghadapi gelombang tinggi akibat bangkrutnya SVB yang dikenal sebagai bank yang fokus pada pembiayaan startup. Beberapa saham yang merosot dalam, a.l. GOTO yang turun 3,97%, BUKA terkoreksi 3,88%, serta EMTK dan NFCX yang masing-masing anjlok 6,29% dan 6,87%. Research and Consulting Infovesta Utama Nicodemus Anggi mengatakan pengaruh dari runtuhnya SVB ke IHSG hanya panic selling sesaat ke pasar saham domestik. Dihubungi terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan pasar saham global dan Indonesia dapat pulih dengan cepat, sepanjang kejatuhan SVB dan Signature Bank tidak menular ke bank lainnya dan bisa dikendalikan oleh regulator AS. Mirae Asset Sekuritas tetap merekomendasikan saham perbankan dalam pilihan utama lantaran krisis SVB diperkirakan berdampak minim ke bank-bank nasional.

Kasus SVB Tekan Pasar Saham dan SUN

KT1 13 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) diprediksi menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan harga surat utang negara (SUN) pekan ini. Sebelum kasus ini mencuat, pasar saham dan SUN sudah terlebih dahulu tertekan oleh sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Pekan lalu, indeks saham turun 7% ke level 6.765. Adapun pekan ini, IHSG diprediksi bergerak di level 6.720-6.830 sebagai support dan resistance. Dari sentimen global, pergerakan IHSG masih berkaitan dengan kondisi ekonomi AS, sedangkan dari domestik, ada angin segar berupa keputusan pembagian dividen bankbank besar. “Jika data tenaga kerja dan ini asi AS bagus, ini akan positif untuk pasar ekuitas, meskipun secara keseluruhan tone cenderung melemah, karena FOMC bulan ini diproyeksikan    menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis points (bps)” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih, akhir pekan lalu. Selain itu, dia menuturkan, perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan bank-bank besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), terutama terkait kebijakan dividen tahun buku 2022. (Yetede)

Kebangkrutan SVB Alarm bagi Investor Saham

HR1 13 Mar 2023 Kontan (H)

Pasar global diguncang berita kebangkrutan salah satu bank besar di Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank (SVB). SVB kolaps karena gagal mendapatkan permodalan, yang berujung pada anjloknya harga saham SVB hingga lebih dari 60%. Kejadian ini membuat SVB ditutup otoritas berwenang di California, Amerika Serikat (AS). Mayoritas nasabah SVB adalah perusahaan teknologi dann startupn yang terpukul kenaikan suku bunga The Fed. Suku bunga tinggi membuat perusahaan-perusahaan ini sulit mencari dana, sehingga menarik simpanan di SVB untuk kebutuhan operasional. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, kebangkrutan SVB jadi alarm bagi investor bahwa efek negatif kenaikan suku bunga The Fed di AS semakin nyata. Dia menilai, jatuhnya SVB bakal meningkatkan risiko ke pasar saham. "Terbukti Jumat (10/3), Wall Street turun dalam, dan kemungkinan berlanjut Senin (13/3) ," ujarnya, kemarin. Sebagai informasi, akhir pekan lalu indeks Dow Jones anjlok 1,07%. Nico menilai masih ada potensi terjadi panic selling. Berita SVB bakal membuat IHSG turun pada awal pekan ini. Hitungan dia, penurunannya diprediksi hanya menyesuaikan penurunan Wall Street sekitar 0,5% sampai 1%.

KINERJA EMITEN : Laba Tebal BYAN & BSDE

HR1 11 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengantongi laba bersih tebal yakni US$2,17 miliar atau setara Rp33,16 triliun, melesat 79,63% secara tahunan. Kendati berbeda sektor, emiten properti grup Sinarmas yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengumpulkan laba bersih Rp2,4 triliun atau terkerek 80,42% sepanjang 2022. Dikutip dari laporan keuangannya, Jumat (10/3), laba tebal BYAN berasal dari pendapatan sebesar US$4,7 miliar atau setara Rp72,6 triliun. Pendapatan ini meningkat 64,91% secara tahunan dari US$2,85 miliar. Pendorong pendapatan ini berasal dari batu bara pihak ketiga sebesar US$4,39 miliar, dan pihak berelasi sebesar US$300,3 juta. Sementara pendapatan dari non-batu bara sebesar US$10,8 juta. BSDE mengumpulkan laba tebal akibat pendapatan yang mencapai Rp10,2 triliun atau terkerek 33,71% secara tahunan. Pendapatan BSDE ini sebagian besar disumbang oleh segmen real estate sebesar Rp9,06 triliun. Menyusul di belakangnya, pendapatan properti Rp175 miliar, jalan tol Rp992,15 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp3 miliar.Naiknya pendapatan BSDE turut meningkatkan beban pokok pendapatan BSDE menjadi Rp3,4 triliun atau naik 16,97%, dari Rp2,91 triliun pada 2021.

Nusantara Sawit Lepas 3,5 Miliar Saham

KT3 11 Mar 2023 Kompas

PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil penjualan saham ke publik ini, Nusantara Sawit akan menambah modal pada anak usahanya. Nusantara Sawit melepas 3,5 miliar saham setara 15 % dari modal disetor. ”Dana yang kami himpun Rp 453,165 miliar,” kata Direktur Utama Nusantara Sawit Sejahtera Teguh Patriawan, Jumat  (10/3/2023). (Yoga)

Demi Efisiensi, GOTO PHK 600 Karyawan

HR1 11 Mar 2023 Kontan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melangsungkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 600 karyawannya. Ini adalah kali kedua GOTO melakukan PHK. Pada 18 November 2022 lalu, GOTO merumahkan 1.300 karyawan atau sekitar 12% dari total karyawan tetap perusahaan. Sekretaris Perusahaan GoTo Koesoemohadiani menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi GOTO untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan, menguntungkan, dan dapat terus memberikan dampak positif.

Pilihan Editor