MEMITIGASI GEJOLAK PASAR SAHAM
Pelaku pasar modal mesti waspada. Sentimen eksternal yang dipicu oleh penutupan Sillicon Valley Bank dan Signature Bank di Amerika Serikat kembali menimbulkan volatilitas tinggi di pasar saham global, termasuk Indonesia. Tekanan yang menyelimuti saham-saham sektor teknologi dan perbankan diproyeksi berlangsung dalam jangka pendek. Pasar saham global merah merona pada perdagangan Selasa (14/3). Indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok 2,14% ke level 6.641,81 bersama dengan bursa lain di regional. Akibat koreksi itu, indeks komposit melemah 3,05% sepanjang tahun berjalan 2023. Pelemahan indeks komposit sejalan dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,33 triliun pada perdagangan kemarin. Sejalan dengan itu, sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar besar berguguran. Di sektor finansial, koreksi a.l. dialami oleh saham BMRI yang tercatat turun 4,1%, BBCA -2,6%, BBRI -2,5%, dan BBNI melemah 3,5% pada Senin (14/3). Beberapa saham emiten bank digital juga terpukul dalam hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB), seperti saham ARTO yang anjlok 6,64% dan BBYB turun 6,84%. Sektor teknologi juga menghadapi gelombang tinggi akibat bangkrutnya SVB yang dikenal sebagai bank yang fokus pada pembiayaan startup. Beberapa saham yang merosot dalam, a.l. GOTO yang turun 3,97%, BUKA terkoreksi 3,88%, serta EMTK dan NFCX yang masing-masing anjlok 6,29% dan 6,87%. Research and Consulting Infovesta Utama Nicodemus Anggi mengatakan pengaruh dari runtuhnya SVB ke IHSG hanya panic selling sesaat ke pasar saham domestik. Dihubungi terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan pasar saham global dan Indonesia dapat pulih dengan cepat, sepanjang kejatuhan SVB dan Signature Bank tidak menular ke bank lainnya dan bisa dikendalikan oleh regulator AS. Mirae Asset Sekuritas tetap merekomendasikan saham perbankan dalam pilihan utama lantaran krisis SVB diperkirakan berdampak minim ke bank-bank nasional.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023