;
Tags

Saham

( 1722 )

BI Tak Perlu Agresif Naikkan Bunga

KT1 09 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) diminta untuk tidak agresif menaikkan suku bunga acuan meski fed fund rate (FFR), suku bunga acuan Bank Sentral AS, dinaikkan hingga 125 basis poin ke level 6%. Selama inflasi dalam negeri dapat dikendalikan pada level 3,3%-3,6%, suku bunga acuan BI sebesar 6,25%-6,50% cukup memadai. Saat ini, BI-7 day reverse repo rate (BI-7DRRR) 5,75%. Dalam pidato di hadapan Komite Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan Senat AS tentang “Laporan Kebijakan Moneter” di Capitol Hill, Washington, Selasa (07/03/2023), Gubernur Federal Reverse (The Fed) Jerome Powell memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dan tinggi dari sinyal sebelumnya. FFR akan terus dinaikkan hingga inflasi menyentuh 2% meski keputusan itu bakal menyeret perekonomian AS ke jurang resesi. Suku bunga acuan pada level yang pas sangat penting agar Indonesia tidak kehilangan momentum untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung sejak kuartal II-2021. Selain itu, masyarakat Indonesia harus berusaha menjaga pola konsumsi agar laju inflasi tahun ini tidak liar menjadi stagflasi, yakni stagflasi ekonomi disertai inflasi tinggi. Sejumlah faktor domestik seperti inflasi yang berada dalam tren menurun, neraca perdagangan yang masih surplus, cadangan devisa (cadev) yang meningkat, serta kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) dapat mengurangi dampak tekanan global. Kalau pun diperlukan, kenaikan BI-7DRRR tidak harus seagresif penaikan FFR. (Yetede)

Untung & Buntung dari Saham Baru

HR1 04 Mar 2023 Kontan (H)

Membiakkan dana di saham yang baru menggelar initial public offering (IPO) memang bikin degdeg serr. Jika mujur bakal cuan besar, tapi bisa boncos jika apes memilih saham IPO. Tengok saja pergerakan saham yang menggelar penawaran saham perdana sepanjang tahun 2023 berjalan ini. Hingga kemarin (3/3), sudah ada 22 emiten yang melepas saham perdananya ke pasar. Dari hasil riset KONTAN, di periode tersebut, sembilan saham di antaranya mencetak pergerakan harga negatif. Jadi, investor yang sampai saat ini masih memegang saham tersebut sejak periode IPO otomatis merugi. Selain itu, ada dua saham yang harganya tidak berubah dibanding harga IPO. Artinya, investor yang menanam duit di sini belum mendapat keuntungan. Sementara 11 saham pendatang baru tercatat naik sejak listing perdana di bursa. Analis Henan Putihrai Jono Syafei menilai, saham-saham yang baru IPO memang tidak menjamin harga sahamnya akan terus mendaki. Ini terutama jika investor melihat sektor yang digeluti emiten diselimuti sentimen negatif. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengamini, harga saham saat IPO ikut mempengaruhi pergerakan saham emiten ke depan. Saham IPO yang harganya anjlok dipicu faktor penetapan harga IPO yang premium atau overvalued, sehingga terjadi tekanan jual.

Harga Saham IPO Kemahalan

KT1 03 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID —Jumlah emiten baru yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir bukan ukuran sukses yang perlu dibanggakan otoritas pasar modal. Selama para investor dirugikan akibat jatuhnya harga saham di pasar sekunder, bahkan hingga jauh di bawah harga perdana, jumlah emiten baru yang mencapai puluhan dan nilai initial public offering (IPO) yang puluhan triliun rupiah tidak banyak artinya. Memanfaatkan euforia pasar, harga saham IPO umumnya dipatok kemahalan, tidak mencerminkan kondisi fundamental sesungguhnya. Dari 164 emiten yang listing selama 2020- 2022, sebanyak 85 atau 51,8% emiten yang harga sahamnya jatuh di bawah perdana. Sedang dalam dua bulan plus dua hari tahun 2023 terdapat 21 emiten baru dan dari jumlah itu, sembilan atau 42,8% emiten harganya terjungkal di bawah perdana. Pada akhir 2022, jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) 825 dan pada 2 Maret 2023, jumlahnya bertambah menjadi 846. Jumlah investor ritel mencapai 10,6 juta. Merespons jatuhnya harga saham emiten baru di pasar sekunder, para analis dan manajer investasi mengimbau agar harga saham IPO tidak kemahalan. Para investor publik perlu diberikan peluang meraih untung di pasar sekunder. Hanya dengan begitu, kepercayaan investor publik kembali dipulihkan dan IPO pada masa akan datang mendapatkan peminat signifikan. (Yetede)

Gelar Private Placement, JPFA Siap Melepas 1,17 Miliar Saham

HR1 01 Mar 2023 Kontan

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) siap menggelar aksi korporasi di tahun ini. Terbaru, JPFA bakal menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. Merujuk keterbukaan informasi, Senin (27/2), JPFA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.172.657.520 saham baru dalam aksi private placement . Nilai ini mewakili 10% dari total modal ditempatkan dan disetor emiten ini. Saham baru yang akan diterbitkan berasal dari saham portepel Japfa Comfeed dengan nilai nominal Rp 200 per saham atau Rp 40 per saham jika dimungkinkan. "Tapi perseroan tidak memiliki rencana untuk segera melaksanakan private placement," jelas manajemen Japfa Comfeed. Rencana private placement JPFA akan mendilusi kepemilikan pemegang saham saat ini sebesar 9,09%. Rinciannya, kepemilikan Japfa Ltd akan menyusut menjadi 50,39% dari 55,43%. Sedangkan pemegang saham publik menciut menjadi 44,57% dari 49,61%. Maximilianus Nico Demus, analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai, langkah JPFA menggelar private placement bisa jadi ciri yang positif. Sebab, dengan aksi private placement, maka JPFA punya rencana bisnis yang akan dieksekusi.

Menanti Tuah Salim di IPO Amman Mineral Internasional

HR1 01 Mar 2023 Kontan (H)

Grup Salim akan kembali mengantarkan usahanya ke Bursa Efek Indonesia. Salim Grup tak lama lagi akan membawa PT Amman Mineral Internasional (Amman) menjadi perusahaan publik lewat Inital Public Offering (IPO). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang menelaah dokumen pernyataan pendaftaran IPO Amman yang memakai jasa Mandiri Sekuritas sebagai underwriter. Kata sejumlah sumber KONTAN, Amman membidik dana IPO US$ 1 miliar, setara Rp 15,2 triliun dengan kurs US$ 1=Rp 15.200. Jika benar, IPO Amman akan jadi ketiga terbesar sepanjang sejarah bursa Indonesia, di bawah IPO BUKA Rp 21,9 triliun dan MTEL Rp 18,79 triliun. IPO Amman menjadi salah satu yang ditunggu. Ini lantaran duet Salim dan Agus Prodjo di BUMI mampu menyudahi posisi saham BUMI dari satuan harga perdagangan terendah di bursa yakni gocap. Kepada KONTAN, Alexander Ramlie Direktur Utama Amman enggan buka suara atas rencana IPO Amman. Alaxander juga belum bersedia membeberkan kinerja keuangan perusahaan, termasuk cadangan mineral tembaga Amman yang dikabarkan terbesar kedua setelah PT Freeport Indonesia serta kinerja keuangannya.

Kinerja Emiten Kerek Laju Indeks BUMN

HR1 28 Feb 2023 Kontan

Meski masih berjuang untuk keluar dari zona merah, indeks saham emiten BUMN mencatat kinerja positif di sepanjang 2023 berjalan. Ini tercermin dari pergerakan indeks saham IDX-MES BUMN 17 dan IDX BUMN20. Pada perdagangan saham Senin (27/2), indeks IDX-MES BUMN 17 ditutup di posisi 93,27 atau turun 0,49% dibanding hari sebelumnya. Namun, jika dilihat sejak awal tahun 2023 ini, indeks IDX-MES BUMN 17 masih mencatat kenaikan 1,65%. Sementara itu, kemarin, indeks IDX BUMN20 juga ditutup melemah 0,26% dari hari sebelumnya ke posisi 403,67. Namun, indeks IDX BUMN20 juga masih membukukan kenaikan 0,87% sejak awal Februari ini dan 0,20% sejak awal 2023. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, melajunya IDX-MES BUMN 17 ditopang gerak saham emiten. Ini dipicu kinerja fundamental positif. Di sisi lain, 17 penghuni IDX-MES BUMN 17 juga punya kapitalisasi pasar besar di bursa efek. "Likuiditas emiten IDX-MES BUMN17 juga bagus karena menjalankan usahanya dengan prinsip syariah," kata Nafan, Minggu (26/2). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menimpali, penghuni indeks BUMN 20 dan MES BUMN 17 masih mencetak kinerja positif. "Ini berdampak positif pada kinerja indeks saham," tutur Praska.

PASAR SAHAM, Pertamina Geothermal Targetkan 600 Megawatt

KT3 25 Feb 2023 Kompas

Pada Jumat (24/2) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia atau BEI dengan kode saham PGEO. Pelepasan saham perdana anak usaha milik PT Pertamina (Persero) ini ditujukan untuk mengembangkan kapasitas terpasang tenaga panas bumi perseroan sebesar 600 megawatt hingga 2027. Pertamina Geothermal Energy menawarkan 10,35 miliar sahamnya ke publik yang mewakili 25 % modal yang ditempatkan. Adapun harga penawaran adalah Rp  875 per lembar. Sejak penawaran umum saham pada periode 20-22 Februari 2023, perseroan berhasil meraih dana Rp 9,056 triliun.

”Pelepasan saham perdana ini untuk mengembangkan kapasitas terpasang tenaga panas bumi  perseroan sebesar 600 megawatt (MW) hingga 2027 nanti,” ujar Dirut Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto lewat siaran pers. Dengan demikian, ujar Yuniarto, diharapkan kapasitas terpasang tenaga panas bumi yang dikelola Pertamina Geo thermal Energy bisa menjadi 1.272 MW pada 2027. Saat ini kapasitas terpasang tenaga panas bumi yang dikelola sendiri sebesar 672 MW. Dalam peresmian pencatatan perdana saham Pertamina Geothermal Energy di BEI, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi ini untuk bisa mendukung ketersediaan energi bersih di Indonesia agar dapat bersaing di pasar internasional. Untuk itu, Pertamina Geothermal Energy tidak hanya melirik panas bumi, tapi juga memanfaatkan sumber energi terbarukan lainnya. (Yoga)


Prospek IPO Saham Emiten Pelat Merah Tak Meriah

HR1 25 Feb 2023 Kontan (H)

Debut perdana saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) kurang menggigit. Alih-alih menguat, saham anak usaha PT Pertamina ini malah ditutup stagnan di harga initial public offering (IPO), yakni di Rp 875 per saham. Saham PGEO sebenarnya mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 3,81 kali dari porsi pooling. Namun, pada debut kemarin, saham PGEO hanya menguat di menit awal lalu bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. Saham PGEO bahkan melemah sampai menyentuh Rp 815. Ahmad Yuniarto, Direktur Utama PGEO mengatakan, investor institusi dan asing berpartisipasi dalam IPO PGEO. Salah satunya, Indonesia Investment Authority (INA) dan Masdar, perusahaan energi hijau asal United Arab Emirates (UAE). Sayang, masuknya investor asing dalam IPO PGEO belum berhasil mengangkat harga saham emiten ini. Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat mencermati, dalam beberapa tahun ini, saham BUMN dan anak usahanya yang melakukan IPO memang kurang berkinerja baik. Kalaupun tidak langsung jeblok di hari pertama, pada akhirnya saham-saham pelat merah ini menukik di bawah harga perdananya. Di sisi lain, valuasi saham IPO BUMN cenderung premium. Sehingga, pasar melakukan penyesuaian yang membuat harganya melemah.

Raup Dana IPO Rp 9 T, Pertamina Geothermal Menambah Kapasitas

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan mengantongi dana segar hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 9,05 triliun. Salah satu perusahaan geotermal terbesar di dunia ini berencana mengembangkan kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 600 MW hingga 2027, menjadi 1.272 MW. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menawarkan sebanyak 10,3 miliar saham, atau sebesar 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 875 per saham, sejak 20-22 Februari 2023. Dalam aksi korporasi itu, perusahaan pelat merah ini juga menawarkan 630 juta saham atau sebanding 1,50% melalui Program Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP).  (Yetede)

Asing Semakin Mencengkeram Bisnis Broker Saham

HR1 24 Feb 2023 Kontan (H)

Perusahaan jasa broker saham atau sekuritas  asing terus merangsek pasar  bisnis sekuritas dalam negeri. Mereka berbondong-bondong  masuk Indonesia dan meramaikan peta persaingan bisnis broker saham  di Tanah Air yang kian bergairah seirama tumbuh suburnya masyarakat investor di dalam negeri. Kabar terbaru, Webull Securities Limited (Webull Securities) asal Hong Kong masuk ke Indonesia dengan mencaplok PT Mahastra Andalan Sekuritas (Mahastra). Kini, Mahastra berganti nama menjadi PT Webull Sekuritas Indonesia (Webull Sekuritas). Webull Sekuritas memiliki modal kerja besih disesuaikan sebesar Rp 31,21 miliar dengan izin usaha perantara perdagangan efek. Sejauh ini tidak banyak informasi mengenai Webull Securities. Masuknya Webull ini semakin menambah dominasi asing di industri sekuritas, terutama bisnis broker saham Tanah Air. Dari sisi nilai transaksi, volume transaksi dan frekuensi dikuasai asing. Berdasarkan daftar 10 pemain broker terbesar dari sisi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) misalnya, tujuh  perusahaan sekuritas merupakan entitas asing. Toh, pemain lokal tak gentar, Mereka masih mencatatkan pertumbuhan di tahun lalu. Tengok saja PT BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk itu mencatatkan pertumbuhan agresif di lini bisnis brokerage di tahun 2022, melampaui pertumbuhan transaksi brokerage di pasar modal di tahun yang sama. Sepanjang tahun lalu, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage secara industri. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Laksono Widodo mengatakan, kenaikan kinerja bisnis perusahaan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja bisnis institusional.

Pilihan Editor