Jaring Cuan Saat Emiten Gelar Buyback
Pembelian kembali (
buyback
) saham masih semarak digelar oleh emiten berkapitalisasi pasar besar (
big caps
). Aksi korporasi ini diguyur dengan dana jumbo, nilainya ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Deretan emiten
big caps
yang bakal menggelar
buyback
saham di antaranya ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Usai menuntaskan
buyback
saham senilai Rp 3 triliun pada akhir Januari 2023, BBRI akan menggelar aksi serupa dengan menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun.
Bank pelat merah lainnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga akan membeli kembali sahamnya.
Buyback
BBNI akan direalisasikan dengan menyiapkan dana Rp 905 miliar. Di sektor tambang, ada PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang akan menggelar
buyback
dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Sementara itu, emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga akan kembali membeli sahamnya dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 1 triliun. Emiten lainnya pun telah memulai dan merealisasikan
saham sejak tahun lalu hingga awal tahun ini. Antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), hingga PT Temas Tbk (TMAS). Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto menilai, aksi
buyback
dilakukan untuk mengirimkan sinyal kepada pasar bahwa emiten punya prospek kinerja bisnis dan pergerakan saham yang cemerlang. Selain itu, keuangan atau kas emiten juga dalam kondisi sehat.
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Roger MM menambahkan, pertimbangan
buyback
juga karena valuasi emiten dinilai masih murah. Aksi
buyback
pun pada umumnya dilakukan ketika harga saham mulai terkoreksi atau sudah dalam fase
bearish
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023