Dilanda Profit Taking, Big Caps Jadi Penggerus
Usai musim pembagian dividen, saham-saham berkapitalisasi pasar besar (
big caps
) mulai dilanda aksi
profit taking
. Melihat data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang Mei 2023, saham-saham
big caps
kompak menjadi saham tertinggal (
laggard
) yang menggerus IHSG.
Di sisi lain, saham-saham lapis kedua justru bergerak menguat. Terutama, saham sektor barang konsumsi dan ritel. Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi salah satu saham
movers
IHSG di bulan Mei ini.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, kebanyakan saham
big caps
yang berada di daftar
laggard
memang mengalami
downtrend
atau koreksi setelah mencatat rekor harga tertinggi tahun ini pada akhir bulan lalu. "Sehingga investor
profit taking,"ujarnya, Senin (15/5).
Saat
big caps
turun,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, sejumlah saham lapis dua memiliki valuasi menarik. Menurutnya, dalam jangka pendek saham sektor infrastruktur dan keuangan berpeluang naik.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023