CUAN SAHAM LAPIS KEDUA
Pasar saham Indonesia bergerak kurang bergairah pada bulan ini. Namun, performa itu tak menyurutkan langkah pelaku pasar untuk terus berburu alternatif saham yang berpotensi mendatangkan cuan, termasuk dengan melirik saham lapis kedua alias small medium caps(SMC).Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.729,65 pada akhir perdagangan Senin (22/5). Level itu mencerminkan kontraksi 2,69% secara month-to-date (MtD) atau -1,77% sepanjang tahun berjalan 2023.Pada saat yang sama, indeks yang menaungi saham-saham emiten berkapitalisasi pasar menengah dan kecil dengan transaksi saham yang likuid atau IDX SMC Liquid merosot lebih dalam. Indeks tersebut turun 7,22% secara year-to-date (YtD).Di tengah merosotnya IHSG, sejumlah konstituen IDX SMC Liquid dengan fundamental yang solid, prospek yang positif, dan valuasi yang atraktif, dinilai dapat menjadi opsi bagi investor.Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menuturkan penurunan indeks yang beranggotakan saham berkapitalisasi pasar mini dan menengah ini dikarenakan indeks tersebut berisi saham-saham dari sektor energi dan bahan baku, yang sejak awal tahun kinerjanya anjlok.
Head of Research Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menambahkan salah satu penekan dari penurunan tajam pada saham-saham anggota SMC Liquid berasal dari sektor konstruksi yang terbebani sentimen risiko utang.Sebagai alternatif, dia menyarankan investor untuk mempertimbangkan konstituen IDX SMC Liquid dari sektor properti dan semen yang valuasinya sedang terdiskon. Beberapa saham yang dapat dilirik a.l. SMRA, PWON, SMGR, dan INTP.
Senada, CEO RHB Sekuritas Indonesia Thomas Nugroho menilai investor dapat melirik saham-saham berkapitalisasi kecil dengan fundamental solid sebagai alternatif investasi selain big caps.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023