KOREKSI PASAR : BERBURU CUAN REKSA DANA SAHAM
Saat pasar saham tengah rontok, ternyata masih ada reksa dana saham yang mampu menawarkan imbal hasil menarik sehingga bisa menjadi acuan untuk mengoptimalkan portofolio saham. comBerdasarkan data Infovesta Utama, kinerja indeks reksa dana saham sepanjang 2023 sejalan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Namun, masih ada reksa dana saham yang menawarkan imbal hasil menarik. Dari data Infovesta Utama, imbal hasil tertinggi berada pada rentang 4,74% hingga 9,83% yang ditawarkan oleh Trim Kapital dan Recapital Equity. Bila merujuk pada lembar fakta Cipta Ovo Ekuitas, Majoris Alokasi Dinamik Indonesia, Prospera Bijak, dan Trim Kapital, terdapat kesamaan strategi investasi yang diterapkan manajer investasi sehingga mampu menghasilkan imbal hasil tebal. Manajer investasi yang memiliki produk dengan imbal hasil tinggi mengalokasikan dananya pada sektor Keuangan, konsumer cyclicals, properti dan infrastruktur. Berdasarkan data per 31 Maret 2023, reksa dana saham Majoris Alokasi Dinamik Indonesia milik PT Majoris Asset Management misalnya menempatkan dana paling tebal pada saham PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar 9,59%; PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan porsi 9,88%; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 6,96%; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan porsi 9,23% dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) dengan porsi 3,13%.
Reksa dana saham tersebut turut memiliki portofolio PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) sebesar 3,12%; PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan 3,48%; PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) dengan porsi 3,22%; PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 8,78% dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) 6,51%.
Direktur Pemasaran Ashmore Asset Management Steven Satya Yudha mengatakan bahwa ketidakpastian di pasar masih tinggi sejalan dengan sentimen potensi gagal bayar utang pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, kebijakan moneter ketat dan tensi geopolitik masih menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar saham sehingga perusahaan memilih sektor yang tahan banting terhadap gejolak pasar untuk memoles kinerja reksa dana saham.
Strategi itu pula yang membuat perusahaan menduduki deretan manajer investasi dengan dana kelolaan reksa dana saham ketiga paling tebal. Berdasarkan data Pasardana.id, hingga akhir April 2023, dana kelolaan reksa dana saham Ashmore Asset Management mencapai Rp9,48 triliun dari 7,41 miliar unit.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023