Harga Produk Terus Melemah, Kinerja Emiten Baja Tidak Bergairah
Kinerja emiten saham baja di Tanah Air masih diselimuti sejumlah sentimen negatif. Salah satunya ialah tren penurunan harga
hot rolled coil
(HRC) atau baja canai panas di pasaran global.
Mengutip Trading Economics, Jumat (19/5), harga HRC pada perdagangan kemarin ditutup US$ 950 per ton atau melemah 0,52% dibanding hari sebelumnya. Jika diakumulasi dalam sebulan, harga HRC sudah anjlok 14,80%.
Johannes W. Edward, Sekretaris Perusahaan dan Investor Relation PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo mengatakan, fluktuasi harga baja saat ini cukup parah. Kondisi ini ikut mempengaruhi kebijakan harga ISSP.
Namun, Johannes mengklaim, penjualan ISSP masih stabil. "Sampai bulan Mei ini performa penjualan kami masih cukup
on the track
untuk mencapai target perseroan di tahun 2023," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/5).
Johannes mengatakan, pihaknya masih melakukan beberapa cara untuk meningkatkan penjualan di sisa tahun ini. "Kami terus meningkat pendekatan ke para konsumen
end user
untuk mempromosikan produk," imbuh dia.
Senior Investment Information
Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, pergerakan harga baja di pasar global sangat mempengaruhi
average selling price
(ASP) atau harga jual rata-rata emiten baja.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023